Selasa, 29 Desember 2015

MAMA


Di mana cinta akan selalu ada
Cast: Cho Kyuhyun, Kang Yura
Length: PART
Genre: Life, romance, Sad, Love
Pg: 13
Summary: menjadi mama dari MAMA adalah anugerah terindah dalam hidupku..
***
Author
Di sebuah toko di ujung jalan 5th Avenu terpajang roti-roti panggang yang masih mengepulkan asap panasanya, matahari bahkan belum muncul saat itu. Jalanan kota New York yang masih sepi dan gelap tidak membuat semangatnya buyar. Kang Yura, gadis muda itu menyusun hasil karyanya di etalase kaca tembus pandang tepat di depannya.
“Kalian istimewa.. karena setiap adonan yang ku buat pasti penuh cinta”ucapnya pada roti terakhir yang di pegangnya.
“Kakak.. berhentilah bicara pada mereka. Mereka akan bosan nanti”suara di balik pintu dapur membuatnya menengok.
“Aku hanya memberi mereka sedikit dorongan agar menarik hati pembeli nanti”jawabnya.
“Ah.. setiap pagi menyajikan roti-roti ini adalah anugerah terindah dalam hidupku”ucap pemuda itu meletakkan Loyang penuh roti ke hadapan Yura.
“Aku..juga merasakan hal yang sama”sambung Yura menyahut Loyang itu dengan tangannya dan berjalan ke ujung ruangan di mana etalase kosong berada.
“Dia akan datang juga?”tanya pemuda itu.
“Mungkin”sahut Yura.
“Kakak? Apa kau baik-baik saja?”Pemuda itu mendekati Yura dan menatapnya.
“Aku sangat baik… dia tidak akan menyakitiku lagi Yun Woo”Yura tersenyum. Tapi pemuda itu tampak tidak yakin.
“Pergilah saat dia membuatmu sakit. Jangan terus berada di sisinya jika dia menyakitimu”Suara Yun Woo meninggi.
“Dia tidak akan menyakitiku Yun Woo”Yura tersenyum untuk kesekian kalinya. Yun Woo pasrah.
***
Kyuhyun
Saat aku menyadari semuanya aku sudah sampai di sini. Hatiku membawa kaki ini melangkah ke mana dia ingin. Akhirnya aku ada di New York. Tempat di mana pertama kali aku menemukan dia yang membuat hatiku bicara.
“Ash.. kenapa dia lagi..Ya? Aku ada di New York”aku menjauhkan ponselku sebentar karena teriakannya membuat telingaku sakit.
“Kyuhyun!”panggil Su Won dari jauh.
“Sssstt..jangan berisik”aku menutup sebentar ponselku.
“What?”tanyanya bingung.
“Woo Ri”sahutku. Dia menutup mulutnya.
“Aku akan pulang dalam beberapa hari..aku janji..”ku jauhkan ponselku lagi karena dia mulai berteriak lagi.
“Aku tunggu di mobil”ucap Su Won tanpa suara.
Ku anggukan kepalaku sebentar dan melihatnya pergi. Woo Ri mulai normal lagi volume suaranya mulai menurun. Aku akan berhadapan dengannya saat pulang nanti. Dia pasti akan menggantungku di atas tebing. Sepadan untuk ini..
“Apa yang membuatnya marah?”tanya Su Won begitu aku duduk di mobilnya.
“Aku kabur lagi”jelasku. Su Won tertawa.
“Dia masih over protektiv seperti biasanya. Dia kakak yang baik”Su Won melajukan mobilnya keluar dari bandara.
“Atau perempuan yang kejam.. dia kakak yang esh..untung saja aku bukan suaminya”aku bergidik ngeri membayangkan Woo Ri.
“Tujuan pertama… MAMA”aku mengangguk.
***
Kang Yura
Kami mulai membukanya saat beberapa orang telah berdiri di depan pintu kami. Wajah-wajah pagi yang segar itu tersenyum saat aku membalik tanda tutup dengan buka. Saat tanganku membuka pintu mereka langsung melangkah masuk dengan senang.
“Morning.. Yura”sapa mereka ramah.
“Morning..”sahutku tak kalah ramah.
“Kakak!”panggil Yun Woo dari dapur. Roti terakhir sudah matang.
“Kalian yang terbaik hari ini”ku angkat mereka dari pemanggang dan asap masih menyembul dari pori-pori mereka.
“Akan ku ambil alih dari sini. Kau urus kasir saja”ku lepas mereka bersama Yun Woo. Mereka akan luar biasa di tangannya.
“Oke.. buat mereka jadi bintang Yun Woo!” teriakku. Aku pun kembali ke meja kasir.
Pintu kembali terbuka. Bel di atas pintu yang terbuka berbunyi. Dua orang berwajah Asia pun masuk. Aku baru melihat mereka, mungkin mereka adalah pelanggan baru. Semoga mereka menyukai karyaku. Dan selalu ingin kembali ke sini.
“Selamat datang”ucapku ramah. Aku lihat mereka tersenyum sekilas. Orang Korea.
“Di mana aku bisa menemukan yang manis?”tanya orang  Korea itu menghampiri meja kasir.
“Sudut kanan”jawabku se ramah mungkin. Dia tersenyum.
“Terima kasih”Perempuan itu lalu  berjalan ke sudut yang ku tunjukan.
“Aku.. ingin.. mix jus”laki-laki itu menatapku aneh.
“Tentu saja. akan segera siap tuan”aku memberikan note kecil pada Frank. Dan dia segera bergerak.
“Kyuhyun!”perempuan itu melambaikan tangan pada laki-laki di depanku. Secepat kilat laki-laki itu menghampirinya.
“Aku harap.. hari ini berjalan baik”aku kembali focus pada pelanggan yang mengantri di kasir untuk membayar.
***
Author
Kyuhyun terus menatap Yura tanpa henti. Ini pertama kalinya ia menemukan gadis yang sangat bercahaya sepertinya. Yura seperti mutiara yang berkilau saat gelap. Itu sangat mengganggu pikiran Kyuhyun. Untuk pertama kalinya ada gadis yang bisa menarik perhatiannya setelah perginya Yeon Do.
“Kau terus memperhatikannya”suara Su Won membuat Kyuhyun berpaling ke arahnya.
“Siapa? Aku?”Kyuhyun menggeleng.
“Kau terpana olehnya?”Su Won terus menatap deretan Roti di etalase kaca dengan keinginan tinggi.
“Aku?”Kyuhyun menggeleng lagi.
“Siapa? Aku?”Su Won menatap Kyuhyun sebentar dengan jengkel kemudian berbalik lagi.
“Ya.. dia sosok yang menarik. Lagi pula dia Asia”ucap Kyuhyun kemudian. Su Won terkikik.
“Dia lebih dari itu. Dia bukan Cuma Asia..dia pemilik toko ini”Kyuhyun mendelik. Sangat tidak percaya.
“Gadis semuda dia?”Kyuhun mengikuti Su Won ke etalase berikutnya.
Su Won berheti. Badannya kemudian berbalik. Menatap Kyuhyun yang ada di hadapannya. Kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Kyuhyun. Tanganya lalu menarik telinga Kyuhyun yang sedikit lebih tinggi darinya.
“Dia.. pemilik MAMA”bisiknya kemudian. Kyuhyun tersenyum.
***
Kyuhyun
Dia gadis yang menarik. Ini pertama kalinya aku bisa memikirkan orang yang baru ku temui hari ini. Orang yang bahkan belum ku ketahui siapa namanya.  Mata coklatnya yang bulat dan bibir mungilnya sangat cocok dengan wajah ovalnya. Dia sangat bersinar.
“Berhentilah berpikir. Kita sudah sampai”Su Won menarikku dari mobil.
“Dia sangat bersinar. Kau lihat?”aku menatap Su Won mencari penjelasan.
“I think yes..Dia yang terbaik”ucapnya. Aku benar.
“Sampai kapan kau di sini?”Su Won menarik koperku melewati tangga.
“A month?”sahutku tidak yakin.
“Kau ? Kau ingin Woo Ri datang dan menyeretmu pulang?”Su Won bergidik ngeri.
“Itu..ah..aku tidak akan membayangkannya. Biarkan saja”aku membanting tubuhku ke sofa.
“Kau memang gila”Su Won melempar bir dingin ke arahku.
“Aku sudah muak dengan kantor. Mereka selalu membungkuk ke arahku saat pagi. Aku muak”Ku tenggak bir itu. Su Won tertawa.
“Itu yang kau inginkan bukan?”Su Won duduk di depanku sambil tersenyum.
“Bukan aku. Tapi ibuku”ralatku dengan cepat.
“Kau adalah satu-satunya anak laki-laki laki ibumu. Pantas saja dia membuatmu jadi pemimpin perusahaan”terusnya.
“Yang sebenarnya tidak aku inginkan”ucapku cepat.
*** 
Kang Yura
Foto itu masih terpajang di atas meja. Orang yang tersenyum dan memakai tuxedo hitam. Memeluk perempuan yang lebih pendek darinya dengan bahagia. Matanya yang tajam menyiratkan kebahagiaan yang menenangkan.
“Jun Woo…aku merindukanmu”
Dua tahun berlalu semenjak kepergiannya. Orang yang sangat mencintaiku. Cinta pertamaku yang hanya bertahan seumur jagung. Takdir memang kejam karena memisahkan kami yang baru menikmati indahnya cinta. Dia meninggalkanku sendirian.
“Dulu aku bisa memelukmu..tapi sekarang tidak”foto itu berkilau.
 “Kakak?”Yun Woo muncul dari balik pintu.
“Ya?”aku mengusap sudut mataku yang tiba-tiba berair.
“Kita harus pergi jika tidak mau terlambat”suaranya terusik.
“Kau sudah menempel pemberitahuan di toko?”suaraku bergetar.
“Tentu saja”sahutnya tersenyum.
“Baiklah..kita akan berangkat”ku letakkan foto itu ke tempatnya lagi.
***
Author
Yura menatap nisan yang ada di hadapannya dengan pasrah. Ada sedikit rasa terusik di batinnya yang lama memendam rindu. Ukiran nama Kim Jun Woo di atas batu. Nama yang selama ini masih setia menghuni setiap relung hatinya. Orang yang di cintainya.
“Aku datang Jun Woo”tangannya meletakkan krisan di atas tanah.
“Aku tidak akan bisa meninggalkannya sendiri, Kakak ipar”Yun Woo juga melakukan hal yang sama.
“Kau harus belajar pergi Yun Woo”ucap Yura. Yun Woo menatapnya tajam.
“Kau mulai mengusirku?”Yura tersenyum. Menggelengkan kepalanya.
“Kau harus mulai mencari pacar dan menikah”terangnya kemudian. Yun Woo cemberut.
“Belum saatnya aku melakukan itu. Aku harus membantumu dulu baru menemukan takdirku”Yun Woo memeluk Yura.
“Aku harus lebih waspada”Yura tertawa.
***
Kyuhyun turun dari mobil Su Won. Matanya meneliti tempat itu, sebuah pemakaman di pinggiran kota. Kesan kuno dan mistis tertangkap matanya. Tiba-tiba bahunya bergidik tanpa sebab. Sepertinya ada yang memperhatikannya sejak tadi.
Pemakaman Esterbloom.
“Kyuhyun! Cepatlah!”Su Won berteriak dari arah gerbang masuk tempat itu.
“Ash.. kau ini apa? Langkahmu cepat sekali!”gerutunya menyusul Su Won yang melangkah lebih dulu.
Di jalannya Kyuhyun melihat gadis itu lagi. Berjalan membelah jalan setapak pemakaman itu menuju pintu keluar. Matanya tiba-tiba teralihkan dan Fokus ke arah gadis itu. Tapi ia tidak sendiri. Suara Kyuhyun  keluar begitu saja tanpa ia minta. Entah keberanian darimana.
“Nona!”panggilnya. Gadis itu menoleh.
“Ya?”jawabnya bingung. Kyuhyun mendekat.
“Aku suka rotimu. Boleh aku tau siapa namamu?”tanyanya tanpa basa-basi.
“Kang Yura”jawab gadis itu singkat.
“Aku akan menemuimu lagi nanti. Sampai jumpa”pamit Kyuhyun cepat. Menyembunyikan senyum anehnya. Meninggalkan Yura termanggu dengan Yun Woo yang terkikik.
***
Su Won menemukannya. Tapi sudah ada dua buah krisan di atas tanah. Ia tau pasti tidak akan salah. Matanya kembali meneliti ukiran nama di batu itu. Namanya benar..pasti ada yang datang sebelum mereka.
“Sudah kau temukan?”Kyuhyun menepuk pundak Su Won.
“Kim Jun Woo..malaikatmu”Su Won menundukkan kepalanya.
“Dia adalah malaikat terbaik”sambung Kyuhyun.
“Semoga ia selalu bahagia di sana”Su Won meletakkan krisannya bersama dua lainnya.
“Dia akan selalu bahagia..merasakan jantungnya yang berdetak di dalam tubuhku”Kyuhyun melakukan hal serupa.
“Kau benar”Su Won menimpali.
Tepat hari ini.. dua tahun yang lalu..satu orang pergi.. dan orang lain bisa bertahan karena kepergiannya…
***
To be continued.. Keep RCL ne^^
#LilyPark







Selasa, 08 Desember 2015

Devil Paradise

Tittle: Devil Paradise
Main cast: Cho Kyuhyun ,  Park Hyuri
Rate: 16+
Lenght: Part
Auhtor: Lily Park
                Fb: Nurillaiyah(LY)
                Twitter: @magnolia2498
Genre: Love, hurt, life drama
Sumary : Cinta yang selamanya  tidak pernah ada, yang ada hanya pilihan selamanya.
~~~Please.. tinggalkan jejak kalian. Bantu mimin ya~~~
***
Kyuhyun
Saat aku berpikir itu sudah lebih dari terlambat. Sudah ada berbagai macam hal yang terlanjur terjadi di antara kami. Tak ada lagi yang dapat aku lakukan untuknya untuk saat ini. Saat ini aku hanya bisa berharap dia akan mau menerima keputusanku apapun yang akan terjadi.
Sesungguhnya aku menginginkannya. Sangat menginginkannya.
“Menikahlah denganku”seruku saat kedua kakinya hampir melewati pintu apartemenku.
Kakinya berhenti tepat setelah kata itu keluar dari mulutku. Aku tak bisa menangkap ekspresinya saat itu. Tapi yang aku tau dengan pasti dia mendengarnya. Mendengar setiap huruf yang aku ucapkan barusan. Dia pasti mengerti apa yang aku inginkan.
“Tidak bisa”ucapnya tanpa berbalik.
“Aku tak akan bisa menikah denganmu. Aku tidak akan bisa menjadi ibu dari anak-anakmu Kyuhyun. Aku tidak akan bisa membuatmu bahagia”sambungnya. Aku hanya mampu bernafas dengan berat.
“Aku yakin kau bisa. Aku selalu yakin kau mampu bila bersama denganku. Aku akan selalu bersamamu apapun yang akan terjadi. Percayalah padaku”gadis itu berbalik. Terlihat butiran air mata jatuh ke bawah melewati pipinya yang tirus.
“Aku tidak akan pernah bisa bersamamu walau dunia mentakdirkan kita bersama”terangnya. Terasa ada ribuan jarum yang melayang kearah hatiku dan menancap. Sangat menyakitkan.
“Kyuhyun…aku sangat mencintaimu”suara seraknya terdengar. Aku hanya bisa menatap kedua matanya dari jauh. Mata yang bulat hitam itu basah karena air mata yang tak kunjung berhenti. Tangannya berusaha menghambatnya tapi sia-sia. Itu tetap menetes dengan derasnya.
***
“Bagaimana dengan yang ini?”tanya suara lembut di sampingku.
“Aku tidak yakin. Mungkin stroberi dengan campuran sedikit lemon?”tebakku menelannya.
Gadis itu terkikik. Suaranya terdengar sangat merdu. Meskipun mataku tidak melihatnya dia pasti sedang tersenyum menang kali ini. Dia sedang menikmati perannya membuatku menjadi kelinci percobaannya.
“Es krim selanjutnya oppa”ucapnya dengan manis lalu sendok dingin itu menghampiri mulutku lagi.
“Apa ini? Rasanya tidak asing?”tanyaku begitu mulai menelannya.
Gadis itu tertawa.
“Menurutmu?”tanyanya meledek.
Aku kembali merasakannya. Dengan perasaan yang tidak biasa. Seperti rasa yang tak pernah aku cicipi sebelumnya. Sepertinya sensasi yang sangat ku benci. Rasa yang paling ku hindari. Rasanya seperti.. rasanya seperti..
Lidahku merasakannya lagi dan lagi. Aku kembali menelannya. Oh.. tidak.. ini pasti.. ini… buah ini..
“Apa ini?”aku akhirnya menghabiskan sisanya dalam mulutku.
“Benar oppa.. kau benar sekali. Kau baru saja menelannya. Buah yang paling kau benci.. pisang”tawanya meledak.
Ada berbagai rasa cemas di dalam diriku. Aku baru saja menelannya. Menelan pisang.. buah yang paling aku benci!
Aku membuka penutup mataku dengan kasar. Gadis itu tertawa dengan kerasnya.  Di sampingku pipinya yang tirus berwarna merah muda. Kulitnya yang putih susu berubah karena tawanya. Dia seperti tomat ceri. Seperti tomat ceri yang memerah.
“Ya… kenapa kau melakukannya?”eluhku padanya. Dia akhirnya berhenti menertawakanku.
“Kau harus menyukainya saat menikah denganku nanti. Jadi mulai sekarang kau harus mulai memakannya”jelasnya. Aku mengernyit.
“Siapa bilang kita akan menikah?”matanya melotot ke arahku. Seperti tatapan beruang lapar.
“Jadi? Kau tak ingin menikahiku?”selidiknya.
“Mungkin.. mungkin tidak”jawabku asal. Sepertinya dia akan marah besar.
“Yak!!! Kau jahat oppa!! Baiklah!! Kita tidak akan menikah”aku tertawa melihatnya menggembungkan pipi kesal. Berpaling dari pandanganku.
“Hyuri.. saranghae”dia  tetap mengacuhkannya.
***
Lagi-lagi dia terlambat. Terlambat memenuhi janjinya padaku. Sudah hampir lima jam menunggunya membuatku sedikit kesal. Bukan hanya sekali. Tapi berkali-kali dia selalu terlambat memenuhi janjinya padaku. Dia mulai berubah sejak setahun terakhir.
Setahun terakhir sejak empat tahun hubungan  kami.
“Maaf oppa.. ada sedikit urusan yang baru aku selesaikan”terangnya begitu datang dan duduk di depanku.
Aku berusaha mengerti. Aku memahami pekerjaannya yang sangat menyibukkannya belakangan ini. Dan berusaha tidak ikut campur di dalamnya. Aku merelakannya karena prinsip hidupnya yang jauh berbeda dengan kehidupanku.
“Jadi kita akan melewatkannya?”tanyaku begitu dia selesai menyeruput teh dalam cangkir porselen di depannya.
“Melewatkan? Oh.. tentu saja tidak oppa.. kita akan melihatnya malam ini”jawabnya menantapku intens.
“Bisakah kita berangkat sekarang?”aku melihat jam di pergelangan tanganku lalu beralih padanya.
“Baiklah. Kita masih punya dua jam lagi sebelum tengah malam”ucapnya menarik tas tangan di sampingnya.
Di dalam mobilku hanya lagu-lagu ballad yang terdengar. Suasana seoul tak seramai biasanya. Mungkin karena musim dingin yang baru saja datang. Juga tahun yang akan berganti dalam beberapa jam. Jalanan yang biasanya ramai mendadak lengang karenanya.
“Oppa.. bisakah kita makan teoppokki?”rajuknya. Aku tersenyum.
Inilah gadisku yang sebenarnya. Gadis yang biasanya bergelayut manja padaku dan merajuk setiap ada kesempatan. Gadis yang selalu bisa membuatku tersenyum dan tertawa sepanjang waktu. Dia alasan terbesarku bertahan dengan hubungan ini.
“Jadi kau ingin teoppokki?”dia mengangguk.
“Teoppoki yang sangat pedas”ucapnya menambahkan.
“Aku tidak mau makan teoppokki”godaku. Mata bulatnya menatapku dan mulai mendekat padaku.
“Harus”bisiknya di telingaku. Dia tidak bisa di bantah.
“Yak!!! Aku sedang menyetir!!”teriakku. dia tertawa.
***
Tahun telah berganti. Tiga detik yang lalu kami meninggalkan 2014. Sekarang tahun 2015 menyapa.
Tahun kelima yang akan kami jalani bersama. Tahun yang semakin terasa di hari-hariku. Akankah dia akan selalu bersamaku dan menemaniku? Atau dia akan pergi meninggalkanku sendirian?
Tak ada yang tau.
“Oppa..”panggilnya.
Aku melihat dua matanya meneteskan air mata. Aku tidak tau kenapa, tapi menyisakan sedikit rasa cemas dan khawatir di benakku. Apa yang salah dengannya? Apa yang tidak aku mengerti darinya? Apakah aku melewatkan sesuatu?
“Apa ada sesuatu yang mengganggumu?”tanyaku. Anggukannya menjawab.
“Apa itu?”lanjutku. gadis itu mendekat dan menarik tanganku keluar dari kerumunan orang.
“Oppa.. aku harus pergi sekarang”terangnya. Aku mengeryit.
“Eomma.. dia ada di rumah sakit sekarang”lanjutnya. Dia memelukku.
Tangannya melepaskan bahuku. Lalu dengan cepat berbalik meninggalkan aku sendiri di bawah pohon maple tanpa daun. Angin yang bertiup menegaskan dingin yang tak biasa. Salju yang turun di saat-saat dia pergi. Seperti dia membawa sebagian hatiku.
“Hyuri..”tiba-tiba kakiku mengikutinya.
Pertama melangkah. Lalu mulai berlari mengejarnya. Tapi sebuah mobil membawanya pergi. Aku melihat dengan jelas. Seorang laki-laki membelai pipinya dan mengecup bibirnya singkat. Hal yang sama yang sering aku lakukan.
“Hyuri..”suaraku memelan. Aku yakin dia tak akan mendengarnya.
***




Jumat, 11 September 2015

Love Mode Part 5 End (Sequel Ice Prince)



Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance, Comedy, Action
Lenght: Part

***
Author
Namja itu berlari ke arah Eun Ji dan dokter Min berada. Berlari dengan raut kawatir yang terlihat dengan jelas. Mata coklat yang biasa dilihat Eun Ji. Seseorang yang selalu berusaha melindungi Eun Ji apapun yang terjadi. Orang yang di anggap Eun Ji sahabat sejati. Kim Min Seok.
“Jo. Jangan mendekat!”bentak Eun Ji.
“Apa yang akan kau lakukan padaku jika aku membunuhnya?”tanya Min dengan raut marahnya.
“Hyung. Jangan sakiti dia”pinta Min Seok.
“Diam!!!”gertak Dokter Min.
“Jo. Cepat pergi!!”teriak Eun Ji.
“Dia sudah menyebabkan ibu kita meninggal. Kau ingat? Dia sudah menyebabkan ibu kita meninggal!!”ucap Dokter Min dengan nada tingginya.
“Hyung!!”teriak Min Seok frustasi.
Orang-orang itu hanya saling menatap. Ketiga pasang mata itu saling beradu. Mata sayu Eun Ji kelihatan lelah. Darah segar dari lukanya mulai merembes ke baju pasiennya. Di sana meninggalkan bekas kemerahan yang bisa dilihat dengan jelas oleh mata. Namun dengan tegarnya dia mampu menyembunyikan rasa sakit yang di deritanya.
Flashback 2 years ago
“Nona Eun. Apa anda akan pulang?”tanya Dokter Min.
“Ne. Aku akan pulang dokter Min. Aku rasa ada yang salah denganku hari ini”jawab Eun Ji.
“Oh.. baiklah. Aku akan segera masuk ruang operasi. Sayang sekali aku tidak bisa pulang”ungkap dokter Min.
“Sampai jumpa dokter Min”ucap Eun Ji meninggalkan dokter Min.
Eun Ji sudah ada di basement rumah sakit saat ponselnya bergetar. Ada pasien kritis yang sedang berada di UGD. Dengan cepat Eun Ji berlari menenteng tas yang di bawanya kembali ke ruang UGD. Di sana sudah banyak orang yang berkerumun. Seorang namja dan perempuan setangah baya yang sedang terbaring lemah. Dan namja yang terbaring itu adalah Jo sahabat Eun Ji.
Tangan perempuan setengah baya itu lalu menggenggam tangan Eun Ji yang ada di sampingnya. Dengan mata sayunya di tatap Eun Ji dengan setengah memohon. Eun Ji mengerti dan mendekatkan telingannya pada mulut perempuan itu. Dengan berat hati Eun Ji mengabulkannya dan mengangguk. Perempuan itu tersenyum sebentar lalu tangannya melemas. Dia telah pergi.
“Segera lakukan prosedur”ucap Eun Ji dalam gemetar.
Flashback End.

Di tempat lain Kyuhyun yang tadinya sibuk mencari siapa pelaku yang mencelakai Eun Ji sedang bersusah payah berlari meninggalkan tempat parkir. Namja itu baru saja meninggalkan Eun Ji tidak lebih dari satu jam. Namun sekarang gadis itu terletak dalam bahaya lagi.
Dengan secepat kilat namja itu sampai di bagian atas gedung. Dilihatnya ketiga orang itu dengan suasana tegang yang sangat tinggi. Sebuah pistol mengarah ke kepala Eun Ji. Darah merah yang terus keluar merembes tertangkap mata Kyuhyun. Dan dia hanya mampu berjalan pelan melewati pintu terakhir.
“Hyung!! Jangan sakiti dia”teriak Min Seok.
***

Cho Kyuhyun
Apa yang sedang kusaksikan dengan sepasang mataku?
Apa yang aku lihat ini memang benar?
Apa yang terjadi?
“Hyung!! Jangan sakiti dia”teriak Seorang namja yang berdiri membelakangiku.
“Kau tidak berhak melindunginya! Aku akan membunuhnya! Sama seperti saat dia mengakhiri semua yang dimiliki ibu kita!”jawab namja yang sedang mengarahkan pistolnya pada Eun Ji.
Darah segar terus saja merembes membasahi baju Eun Ji dari lukanya. Dari sorot matanya dia sedang menahan sakit. Mata hitamnya yang sayu. Dia benar-benar sudah dalam keadaan yang memprihatinkan. Ingin sekali aku berlari mendekapnya dalam pelukanku.
Kakiku seakan berat. Berat untuk melangkah mendekatinya. Sepasang kaki itu terangkat dengan gusar kearah mereka. Aku ingin menhentikan ini. Apapun yang terjadi aku ingin menyelamatkan hatiku. membuatnya aman.  Eun Ji.
Door..dorr..dorr
Tiga butir peluru terlepas ke arah atas. Orang gila itu berhasil membuatku tersadar. Dia sedang mempermainkanku!
***
Shin Eun Ji
“Dokter.. jika.. aku.. harus..pergi.. aku harus.. mem..berikan..satu..hal..pada.. putraku.. Tolong..ambil..Jantungku”bisik Nyonya Min di telingaku.
Aku masih sangat ingat dengan suara itu. suara terakhir seorang ibu yang menginginkan anaknya bahagia dengan memberikan hidupnya padanya. Perempuan setengah baya itu pergi dengan sebuah senyum terbaiknya. Dengan membawa seluruh kasihnya pada sang anak.
Door..dorr.dorr
Aku menutup mataku dengan cepat. Suara tembakan yang mengangkasa dengan cepat. Desiran angin kemudian menyepi. Mengembalikan dengan segera suasana yang tadinya  mencekam. Dia kembali mengarahkan benda itu padaku. Tepat di tengah keningku.
“Kau tau apa yang aku benci? Kenapa mahluk sepertimu bisa jadi seorang dokter?”bisiknya padaku.
Segala rasa takutku lenyap. Terlintas berbagai macam alasan dan sebab kenapa aku harus menjadi seorang dokter. Alasan aku harus mampu menyelamatkan orang lain dan melindungi orang lain. Aku perduli pada mereka. Aku ingin bisa menyelamatkan seseorang dengan cara yang bisa aku lakukan. Setidaknya untuk menebus kesalahanku untuk eomma.
“Kau..sebenarnya tidak pantas”bisiknya lagi kemudian tertawa licik.
“Jika aku tidak pantas jadi seorang dokter bagaimana denganmu?”tanyaku.
Matanya membulat menatapku kaku. Wajahnya seketika itu berubah. Seperti baru saja membawa gulungan api ke dalam sana. Membara. Menggeliat mengeluarkan segala rasa marahnya. Dia seakan ingin membungkamku sekarang juga. Dia seperti itu. Seperti yang terjadi berulang lagi. Kemarahan yang tidak terbendung lagi.
“Kau!!”gertaknya padaku.
“Hyung. Kau harus mendengarkanku! Dia tidak membunuh ibu kita!”teriakan Min Seok padanya.
Ku lihat Kyuhyun berjalan dengan lemas ke arahku. Kyuhyun menatap Min Do Jun dengan raut marahnya. Tapi dengan seketika Min yang menyadari kedatangannya lalu mengarahkan pistolnya lebih dalam pada keningku.
“Kau! Orang asing! Jika kau mendekat kau juga akan tamat!”teriaknya.
Tapi kulihat sepasang kaki itu semakin dekat. Hanya beberapa langkah dari kursi rodaku. Mata sayu dan amarahnya berpadu. Tidak gentar saat pistol itu juga mengarah ke arahnya. Sepertinya dia sudah membuang semua ketakutannya entah kemana.
Luka di perutku semakin basah. Banyak darah yang keluar dari rembesan itu. baju putih ini membuat darah itu dengan jelas berwarna merah. Sejuta rasa sakit itu kembali menyerang. Sakit yang sangat berlebihan. Tapi aku tidak boleh lemah.
***
Author

Min mendorong kursi roda itu ke arah dinding pembatas. Lalu tumbuh Eun Ji membentur tembok pembatas dengan kuat. Gadis itu terlempar ke arah samping hingga hampir terjatuh kebawah. Kursi roda yang di dudukinya meluncur ke bawah dengan cepat. Tapi tangan gadis itu sempat menggapai tembok sebelum tubuhnya juga ikut terjatuh.
“Kau senang sekarang?”senyum Min muncul.
Kyuhyun menatapnya sinis. Kepalan tanganya yang tertahan kini terbang bebas ke arah wajah Min. Darah segar menetes dari sudut bibir Min. Semakin orang itu melawan Kyuhyun semakin mengayunkan tinjunya. Hingga akhirnya suara tembakan terdengar. Lengan kiri Kyuhyun mengucur darah segar.
“Akulah yang membunuh Eomma Hyung!! Dia menyerahkan jantungnya padaku!!”teriak Min Seok.
Tangan Min Seok mendorong Hyungnya dengan kuat. Min terjatuh. Kyuhyun menghampiri Eun Ji dengan memegang lengan kirinya. Di raihnya kedua tangan Eun Ji. Gadis itu terlihat pucat dan lemas. Saat Kyuhyun menariknya. Tangan kirinya mengucur darah segar yang deras.
“Kyu”panggil Eun Ji dengan lemah.
“Hey, gadis bodoh”senyum terpaksa Kyuhyun mengembang.
Di peluknya Eun Ji erat. Gadis itu memejamkan matanya. Dalam pelukan Kyuhyun, Eun Ji begitu damai. Wajah lega Kyuhyun terlihat. Mereka begitu tenang.  Sangat nyaman dengan kepalanya yang bersandar pada dada bidang Kyuhyun.
***
Eun Ji membuka matanya. Masih tersisa kenangan hari kemarin yang sudah terlewati. Itu adalah kemarin. Dan ini adalah hari baru. Di tatapnya dinding putih di depannya. Tangan kirinya menggengam erat tangan Kyuhyun yang terbaring di atas ranjang  berbeda tepat disampingnya. Wajah namja itu bersinar oleh mentari pagi. Tangan Eun Ji ingin membelainya. Namun selang infus menghalanginya. Mata namja itu terbuka. Menatap Eun Ji.
“Morning, beauty”sapanya.
“Morning my prince”jawab Eun Ji.
Badai itu sudah berlalu dan kini semuanya sudah pada tempatnya semula. Semuanya telah kembali seperti dulu. Seperti apa adanya.
“Lihatlah, salju pertama turun”ungkap Kyuhyun.
“Indah sama seperti sebelumnya”ucap Eun Ji.
“Ini akan lebih indah dari biasanya. Eun Ji, menikahlah denganku”pinta Kyuhyun.
“I am yours”jawab Eun Ji.
Sebuah cincin kini melingkar di jari manis kiri Eun Ji. Senyuman mengembang di wajah keduanya. Ini benar-benar sudah berakhir. Sudah selesai.
***
QUOTES:
 love never let you alone with hurt..
Love will keep you on save..
 With strong love you can fight the world..
On true, You can get anything by yourself..


@magnolia2498 #LilyPark

Love Mode Part 4 (Sequel Ice Prince)



Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance, Comedy, Action
Lenght: Part
***
Shin Eun Ji
Baru saja Kim Min Seok menghubungiku. Dia mintaku menemuinya setengah jam lagi. Sepertinya ada hal penting yang ingin di sampaikannya padaku. Dengan nada bicaranya bisa di tebak dia dalam keadaan panik. Aku tidak tau kenapa tapi ku rasa ini hal yang rumit untuk di jelaskan. Dia berbicara cepat sekali dan langsung memutuskan telponnya. Ku lepaskan jas dokterku dan menuju ke daerah gangnam. Dia sudah menungguku di sana. Sekiranya aku akan ada di sana dalam setengah jam.
“Dokter Min, aku akan ke Gangnam sebentar. Aku akan kebali pukul 6”pamitku pada Dokter Min.
“Berhati-hatilah Dokter Shin”jawab Dokter Min.
Aku menghentikan taksi dan segera berangkat. Rasanya aneh. Ada seseorang yag mengintaiku dari tadi. Dia sepertinya membututiku dari rumah sakit. Dengan tingkah lakunya itu dia membuatku takut. Aku menyuruh supir taksi melajukan mobilnya lebih cepat. Dan akhirnya mobil orang aneh itu menghilang.
Ponselku tiba-tiba bergetar saat aku sudah turun dari taksi  di daerah gangnam. Nama Kyuhyun tertulis jelas di layar. Dia pasti sangat kawatir padaku karena jujur saja aku tidak mengatakan apapun padanya soal Min Seok. Dia pasti sangat kawatir dan juga curiga padaku. Dia tidak tau apapun soal pria ini.
“Eun Ji... Shin Eun Ji! Dimana kau?”teriak Kyuhyun keras.
“Aku ada urusan jadi aku keluar sebentar. Aku di Gangnam”jawabku.
“Tetap waspada! Jangan lengah!”teriaknya lagi.
“Wae? Kenapa aku harus waspada?”tanyaku padanya.
“Jangan lengah sedetik pun! Tuggu aku di sana. Aku akan segera menyusulmu!”bentaknya.
“Kyu...aku”
Darah mengucur di perut kiriku. Terasa sangat hangat dan kental. Sesuatu telah merobek dagingku. Menembusnya. Terasa sangat perih dan sakit. Tanganku menekannya. Tapi masih saja banyak darah yang mengucur. Seseorang yang tadi ada jauh di depanku kini tepat menghadapku. Tangannya masih memagang pisau yang berlumuran darah. Aku baru menyadari. Aku sudah terluka oleh pisau orang itu.
***
Author
Eun Ji limbung ke tanah seketika. Orang yang berdiri di hadapannya masih saja mengamati apa yang terjadi tanpa melakukan apapun. Dia hanya tetap mengawasi segala tingkah laku korbannya. Wajahnya yang tertutup bayangan jaket dari lampu terlihat puas. Bibirnya tersenyum menyiratkan kemenangan dan kepuasan. Dia sudah melakukannnya. Menghapus orang yang menghalangi jalannya.
“Sudah cukup kau mencampuri urusanku!”teriak orang itu.
“Cukup! Jangan ganggu dia lagi!”sergah Eun Ji dalam kesakitanya.
Pria itu membuka penutup kepalanya. Terlihat jelas wajahnya yang tadi tertutup bayangan. Kini kedua mata Eun Ji bisa melihat mahluk seperti apa yang sudah menghunuskan pisaunya pada dirinya. Orang itu masih mempertahankan senyum kemenangannya. Dia masih dengan seimbang berdiri di hadapan Eun Ji tanpa goyah. Orang biadab itu..
“Temui ajalmu!”orang itu tertawa.
Langkah orang itu menghilang. Mata Eun Ji semakin berat. Sekarang tubuhnya benar-benar tidak bisa menahannya. Akhirnya tubuhnya tergeletak di tempatnya jatuh. Matanya menutup rapat tanpa daya. Eun Ji tidak sadarkan diri. Dia pingsan dengan rasa sakit yang sangat hebat.
Mobil Kyuhyun sampai di tempat tujuannya. Dia tidak melihat apapun. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menelusuri jalan yang ada di depannya. Dari kejauhan Kyuhyun melihat seseorang tergeletak bersimbah darah tanpa daya. Di hentikannya mobil itu dan segera turun.
Matanya mendapati sosok Eun Ji yang tergeletak lemah di atas tanah. Tiba-tiba bulir bening menetes dari sana. Kyuhyun tidak ingin percaya apa yang di lihatnya. Tapi tubuh itu memang Eun Ji. Orang yang sangat di cintainya dan orang yang sangat ingin di lindunginya. Sekarang dia tidak berdaya.
Kyuhyun berjalan gontai mendekati tubuh Eun Ji yang tidak sadarkan diri. Sekuat tenaga dia berusaha meraih Eun Ji dalam pelukannya. Di dekapnya Eun Ji dengan segala rasa kasih yang ada. Dia benar-benar tidak ingin kehilangan Eun Ji. Dia ingin melindunginya. Gadis itu adalah jiwanya sekarang.
***
Cho Kyuhyun
Aku tidak ingin percaya apa yang ku lihat. Tidak ingin mengatakan bahwa itu benar. Aku tidak ingin membenarkan apa yang terjadi padanya. Aku tidak ingin mengakui. Tidak pernah bisa dan tidak akan bisa. Aku tidak bisa mempercayai kenyataan ini. Sekarang dia benar-benar tertidur tanpa gerakan sama sekali. Hanya memejamkan matanya.
Kenapa kau bisa seperti itu Eun Ji? Apa kau ingin menguji kesabaranku? Jika kau ingin melakukan itu katakan saja! Katakan saja jika kau sudah tidak sanggup lagi bersamaku! Katakan saja kita harus mengakhirinya sekarang! Lebih baik jika kita tidak bersama lagi daripada aku harus melihatmu seperti itu!
Lebih baik jika aku melupakanmu tapi kau bisa bangun dengan baik daripada mencintaimu tapi kau hanya tidur dengan nyaman tanpa gerak. Aku tidak suka itu! lebih baik kau menhujatku seribu kali daripada seperti itu! Kau  marah itu lebih baik! Aku lebih suka kemarahanmu daripada kau diam seperti itu!
“Dengar Nona Shin! Aku akan menemukan siapa saja yang melukaimu dan akan membunuhnya segera. Dengan kedua tanganku!”teriakku pada Eun Ji.
Gadis itu tidak merespon apapun. Dia hanya berbaring di atas tempat tidurnya tanpa daya. Tapi meski begitu aku yakin dia bisa mendengarnya. Aku yakin dia bisa mengerti apa yang aku lakukan nanti.
***
Shin Eun Ji
Aku berjalan di jalan setapak. Sangat rindang dan sejuk dengan berbagai pohon yang ada. Ranting-ranting hijau yang penuh dengan dedaunan muda. Bunga-bunga yang mekar berwarna-warni dengan bau harum yang semerbak. Seperti baru saja mendengar angin berbicara padaku. Sepertinya burung menghiburku dan juga matahari tersenyum kepadaku.
Sepasang kakiku melangkah lurus kedepan. Terus mengikuti jalan setapak itu. Tiba-tiba sebuah bola menuju arahku. Lalu seorang anak kecil datang untuk mengambilnya. Sebelum tangan mungilnya mengambil bola itu. Sepasang mata coklat menatapku hangat. Mata anak itu seperti kedua mata Kyuhyun. Seperti dia.
“Ji Hyun-ah, cepat kemari”sebuah suara datang dari samping.
“Ah.. appa!”sahutnya.
Aku menoleh. Gadis itu menghampiri appanya dengan cepat. Aku bisa melihat dengan jelas. Orang yang berdiri di sana. Yang disebut appa oleh gadis kecil itu. Laki-laki yang tersenyum hangat itu. Kyuhyun! Aku bisa melihatnya! Itu benar!
Tanpa sadar aku mengikuti mereka diam-diam. Mataku terus terfokus pada keduanya. Mengikuti langkah mereka dengan perlahan. Mengamati dari jauh berusaha untuk tidak terlihat dan di ketahui. Aku sepertinya tertarik olehnya. Aku ingin memastikan sesuatu.
“Eomma! Kami pulang!”teriak keduanya.
Mereka sampai di sebuah rumah. Pintu yang tadinya tertutup rapat mulai terbuka. Seorang dengan wajah keibuannya keluar dengan senyum di bibirnya. Perempuan itu lalu memeluk dan mengecup pipi keduanya dengan senang. Perempuan itu melihat ke arahku. Perempuan itu? Aku??
“Jangan terkejut Eun Ji”sebuah suara terdengar.
“Eonni?”aku melihat eonni berdiri di sampingku.
“Kau akan menemuinya segera. Kau akan kembali”ungkapnya.
“Tapi.. Eonni? Eonni? Eonni? Di mana kau?”dia menghilang.
Semuanya berubah gelap. Lalu perasaanku semakin ringan dan lebih ringan. Seperti kapas yang tertiup angin musim kering. Melayang dengan mudah dan terbang bebas. Aku bebas tanpa halangan. Seperti kapas kering yang mengudara. Dengan sedikit suara-suara yang berdengung. Lalu teriakan nyaring terdengar. Seperti teriakkan Kyuhyun.
“Dengar Nona Shin! Aku akan menemukan siapa saja yang melukaimu dan akan membunuhnya segera. Dengan kedua tanganku!”teriaknya.
Aku membuka mataku pelan dan akhirnya menemukan atap sebuah ruangan. Di mana aku? Di mana aku sekarang? Apa yang aku lakukan di sini? Apa yang aku lakukan? Ah.. kenapa perutku sakit?? Apa yang terjadi?
***
Author
Eun Ji membuka matanya perlahan. Sepertinya dia belum menyadari apa yang terjadi. Masih belum seratus persen pulih dari kondisinya. Dia hanya merasakan sakit di perutnya dan hanya terdiam. Dia masih tidak sanggup bergerak. Dia hanya terbaring lemah.
“Dokter Min?”seseorang masuk membawa kursi roda.
Lalu tanpa kata memindahkan Eun Ji ke kursi roda tanpa penjelasan. Hanya diam tanpa satu katapun terucap. Min Do Jun lalu mendorong kursi rodanya perlahan menuju lift. Membawa Eun Ji ke atas gedung tanpa penjelasan logis tentang alasannya. Dia tidak pernah menjawab segala pertanyaan Eun Ji. Tidak satupun.
“Dokter Min? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawaku kesini?”tanya Eun Ji tanpa lelah.
Min Do Jun berhenti mendorong kursi roda. Dia berdiri di hadapan Eun Ji dengan senyum anehnya. Dia menatap Eun Ji kaku. Tidak seperti  biasanya. Sepertinya ada banyak sekali kebencian yang ada di sana. Sepertinya api telah membakar hatinya. Pria itu mengarahkan pistol ke kepala Eun Ji.
“Jangan lakukan itu Hyung!!”teriak seseorang dari arah berlawanan.
***
TBC..
Keep RCL ne..
See You next part..

#MinLilyPark

Love Mode Part 3 (Sequel Ice Prince)



Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 17
Genre: Romance, Comedy, Action
Lenght: Part
***
Author
Kyuhyun berlari dengan tangan kanannya yang masih di perban. Dengan cepat kedua kakinya mengejar orang yang mencurigakan di sekitar ruangan Eun Ji. Kini dia sampai di lobi dan matanya meneliti setiap orang. Tapi orang aneh itu telah menghilang di balik kerumunan. Orang itu ternyata dia sudah ada jauh di luar. Kyuhyun terlambat. Orang itu sudah pergi jauh.
Kyuhyun berlarian panik ke ruangan Eun Ji. Setelah dia masuk tidak ada seorang pun di dalam sana. Kyuhyun masih kawatir kemudian berusaha mencari tau. Ia menemui suster Park. Suster Park yang menyadari keberadaan Kyuhyun langsung berpaling ke arahnya.
“Suster Park, dimana Dokter Shin?”tanya Kyuhyun.
“Dokter Shin?”dengan wajah anehnya bertanya.
“Iya, dimana dia sekarang?”Kyuhyun mengangguk.
“Setauku dia ada di ruangannya, atau mungkin di asrama Dokter”jawab suster Park.
“Terima kasih suster Park”Kyuhyun pergi.
Kyuhyun pergi ke asrama Dokter.  Kyuhyun masuk ke kamar Eun Ji. Untunglah gadis itu sedang tertidur di sana. Tampaknya operasi besar semalam telah membuatnya lelah. Kyuhyun mendekat dan membelai rambut yang menutupi mata Eun Ji. Eun Ji tersenyum dalam tidurnya. Mimpi yang bahagia.
Tiba-tiba tangan Eun Ji mencengkram lengan kiri Kyuhyun. Kyuhyun terkejut. Ekpsresi wajah Eun Ji berubah. Tetesan air mata terlihat di sudut matanya yang terpejam. Gadis itu menangis sekarang. Kemana mimpi yang indah sebelumnya? Kenapa jadi seperti itu?
“Eonni! Eonni! Eonni!”Eun Ji mengigau dalam tidurnya.
Kyuhyun tertegun. Begitu dalamnya kah kehilangan orang yang sangat di cintai?
***
Cho Kyuhyun
Ada orang aneh yang sering menampakkan dirinya di rumah sakit. Dia berkeliaran di sekitar Eun Ji. Aku tidak tau apa yang ingin di lakukannya.  Tapi sepertinya dia akan melakukan sesuatu yang menempatkan Eun Ji dalam bahaya. Aku tidak suka itu. Aku tidak mau Eun Ji dalam bahaya lagi. Tidak bisa lagi.
“Tuan muda”Sekertaris Jo datang.
“Kau sudah menemukannya?”tanyaku padanya.
“Maaf, kami belum menememukannya”ungkapnya.
“Awasi Myung Soo”perintahku.
Dengan segera sekertaris Jo berlalu. Ku harap tidak akan terjadi apa-apa kali ini. semoga tidak ada sesuatu yang buruk yang akan menimpa Eun Ji-Ku. Aku akan selalu melindunginya seperti dia yang menyelamatkan nyawaku saat itu.
Aku kembali ke kamar rawatku. Sesampainya di balik pintu, ku dengar percakapan dua orang suster yang sedang bertugas. Mereka sedang asyik bergosip. Berhenti tepat di depan kamarku yang belum sepenuhnya menutup. Mulanya mereka membicarakan hal biasa. Tapi lama-kelamaan aku jadi tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan. Aku hanya bisa mendengarnya saja.
“Kau tau, Dokter Shin memang beruntung!”teriak salah satu suster.
“Bukan beruntung suster Min! Dia benar-benar mendapat jackpot!”sahut suster lainnya.
“Namja yang di rawatnya benar-benar tampan. Seandainya aku bisa mengandeng tangannya dan memeluknya. Pasti aku tidak bisa tidur setiap hari”ungkap suster yang di panggil Min itu.
“Andai saja aku bisa melihatnya”kata suster yang lainnya.
“Ini kamarnya, ya tidak salah lagi”suara Min itu lagi
Aku terkejut dan berpura-pura hendak membuka pintu. Dua orang suster itu terpana melihatku keluar dari dalam ruangan. Mata mereka seakan ingin keluar dari tempatnya. Mereka terkejut setengah mati. Aku tau pasti mereka tidak akan pernah menyangka aku mendengarnya langsung bukan?
Aku hanya diam dan menatap mereka dalam-dalam. Ku lemparkan senyum dengan hangat. Mereka seakan membeku di tempat. Mata mereka tidak berkedip. Rasanya seperti baru melihat hantu di depan mereka. Apakah aku seperti penampakan?
“Cho Kyuhyun!!!”bentak suara dari arah lorong ruang UGD.
Eun Ji datang tergopoh dengan tatapan setan neraka yang sangat ganas. Wajahnya merah padam. Rasanya akan ada bom yang segera meledak. Yang akan meluluh lantakan seluruh lorong kamar rawat ini. Kemarahan Eun Ji. Gadis itu terlihat sangat kejam. Tanpa senyum sekalipun. Dua suter itu menatap Eun Ji ngeri. Mereka takut.
“Wae?”tanyaku.
“Apa yang kau tulis di sini!”Eun Ji menyingkap poninya.
Dua orang suster itu tertawa dengan keras. Mereka menertawakan Eun Ji lalu berjalan pergi. Rasanya aku akan segera mendapat hujatannya lagi. Seperti biasa dan biasanya lagi. Dia marah dan meninggalkanku sendiri dan mengumpatku. Seperti itulah.
“Cute Eun Ji”kubaca dengan keras tulisan itu.
“Sekali lagi”perintahnya.
“Cute Eun Ji!”aku sedikit berteriak.
“Sialan!”umpatnya lalu menendang kaki kanan ku.
Aku berusaha menahan sakitnya tendangan itu. Dengan sedikit tarikan ku tempatkan Eun Ji ke dalam kamar rawatku. Lalu dengan cepat ku tutup pintunya. Menyandarkan Eun Ji pada tembok dan menatamnya dalam. Untuk sesaat dia diam.
***
Shin Eun Ji
Kyuhyun menulis hal konyol di jidatku. Dia menuliskan hal menggelikan sepanjang sejarah! Dan karena hal itu aku jadi bahan lelucon di daerah UGD. Ini semua gara-gara si usil Kyuhyun itu. Dia memang memiliki tangan jail yang menyebalkan. Tangan kirinya masih bisa bergerak walau tangan kanannya di perban. Dia membuatku jengkel!
“Cute Eun Ji”dia membaca tulisan itu.
“Sekali lagi!”perintahku.
“Cute Eun Ji!”teriaknya.
“Sialan!”umpatku lalu menendangnya.
Dengan kaki yang ku tendang dia meringis kesakitan. Dia lalu menarikku ke dalam kamar rawatnya dan menyandarkan badanku ke tembok. Secepat kilat tangannya menutup pintu.  Mataku tak bisa lepas darinya. Dua mata coklat yang menghipnotis setiap saat. Dan membuat pikiran kosong. Sejenak semuanya sepi. Sampai dia membuka suaranya.
“Aku suka semuanya, semuanya terlihat manis”ungkapnya.
Aku bergidik ngeri. Setan apa yang ada di hadapanku? Siapa dia? Apa ahjussi mesum yang kemarin datang lagi?
“Aku suka sepasang mata hitam ini”kecupan lembut di kedua mataku.
“Apa yang kau lakukan!”aku berusaha mendorongnya menjauh.
“Hidung ini’lanjutnya.
“Kau ini! gila!”tanganku mendorongnya lebih jauh.
“Dan.. bibir ini”ucapnya lalu ciuman mendarat di sana juga.
Sial! Dia menjebakku lagi kali ini! Dia memimpin lagi! Orang ini menyebalkan!
“Hentikan itu! Aku akan memberimu pelajaran!”aku berhasil mendorongnya menjauh.
“Apa? Pelajaran apa?”tanyanya.
“Tentang ini!”aku mendekat.
Aku berusaha mendekatinya lebih lagi. Sekarang aku sangat dekat dengannya. Ku tatap kedua matanya dengan tajam. Sepertinya dia terpana dan tidak berkedip. Dia seperti serba salah terjebak dengan permainanya sendiri. Kau yang memulainya!
Aku mengimbanginya dengan berjinjit. Sekarang tinggiku kurang beberapa senti dengan wajahnya. Aku menariknya membungkuk lalu menciumnya. Rasakan kau Kyuhyun! Aku akan membalasmu! Rasakan balasan setimpal ini! Coba saja kau menantangku lagi!!
Tangannya menarikku. Melepaskan ciuman panas itu. Sebenarnya bukan maksudku memulainya panas. Tapi Kyuhyun yang menarikku lebih dalam. Dia memang menyebalkan! Balas dendamku sia-sia! Sialan!
***
Author
Kyuhyun melompat dari tempat tidurnya. Seseorang baru mengatakan bahwa Eun Ji meninggalkan RS Myung Soo. Ada suster yang melihatnya di ikuti seseorang yang mencurigakan. Ciri-ciri orang itu sama seperti yang pernah di lihatnya sebelumnya. Kyuhyun tidak bisa tinggal diam dan segera pergi meskipun dokter melarangnya.
Kyuhyun melepas perbannya dengan kasar. Menahan sakit yang tiba-tiba menyerang tangannya. Dengan sedikit paksaan perban itu jatuh. Sekarang sakit itu bukan halangan dibandingkan keselamatan Eun Ji. Kyuhyun sudah tidak perduli pada rasa sakitnya. Dia tetap nekat mengejar taksi yang membawa Eun Ji.

*** 

Love Mode Part 2 (Sequel Ice Prince)



Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance, Comedy, Action
Lenght: Part

***
Shin Eun Ji
Dia memang menyebalkan sekali. Sangat kekanakan! Sifatnya sangat berbeda saat pertama aku bertemu dengannya. Dia jadi lebih sekarang! Lebih menjengkelkan! Lebih kekanakan! Lebih buruk! Melebihi segalanya!
Dia harus merasakan kekesalanku. Biar saja dia rasakan itu dan memikirkannya baik-baik. Seenaknya dia membatasi segala tingkahku. Dari Paris dia juga mengawasiku. Dia seperti maniak. Aku bisa jadi orang gila sungguhan!
“Dokter Shin!”terdengar suara dari arah belakang.
“Oh.. Dokter Min”sahutku sambil menoleh.
Dokter Min Do Jun dari bagian spesialis bedah. Ternyata dialah yang tadi memanggilku. Dia berlari kecil dan berdiri di sampingku. Kami sekarang ada di halte menunggu bus berikutnya. Arah ke RS Myung Soo. Laki-laki yang banyak di kagumi perempuan di tempatku bekerja hanya dia. Julukannya “Pangeran tampan dari Myung Soo”.
“Kau dari mana Dokter Min?”tanyanya padaku.
“Seorang teman dari Paris datang. Jadi aku menemaninya makan malam”ungkapku.
“Oh..”satu kata yang keluar darinya.
Bus berhenti di depan kami. Akhirnya aku masuk. Semua deretan bangku di dalamnya sangat penuh. Hanya tersisa dua bangku kosong bagian kanan nomor dua dari belakang. Aku akhirnya mengambil tempat itu di ikuti Dokter Min duduk di sampingku. Kelihatannya dia nyaman sekali. Tapi aku sama sekali tidak.
Bus berhenti mendadak. Orang yang berdiri di samping Dokter Min melepaskan pegangannya karena kaget. Dia tidak sengaja mendorong  tubuh Dokter Min kearahku. Nyaris saja terjadi. Dia hampir menciumku. Untung saja saat itu aku tubuhku maju kedepan.  Kejadian itu membuatku syok. Ini tidak pernah terbayangkan!
“Kau baik-baik saja Dokter Min?”sebuah anggukan menjawabku.
Sepertinya tidak. Bibir mencium kursi bus apa bisa di bilang baik-baik saja? Jika itu terjadi padaku aku akan segera memaki sang pembuat onar. Ya, sopir bus. Aku akan mengoceh padanya seperti kuah baso ikan yang muncrat ke manapun. Akan ku hujani dia dengan makian. Tapi untung saja itu bukan aku. Jadi bukan saatnya aku lakukan itu.
“Aku baik-baik saja”katanya sambil mengusap bibirnya.
Sebenarnya aku ingin sekali tertawa. Kejadian itu membuatku geli. Tapi rasanya tak tega menertawakan musibah orang lain. Bisa saja suatu saat hal seperti itu juga terjadi  padaku. Memikirkannya saja membuatku malu. Saat itu terjadi bagaimana dengan wajahku? Akan ku buang ke laut!
***
Cho Kyuhyun
Lagi-lagi dia marah seperti itu. Kenapa dia melakukannya lagi? Apa belum cukup dia bertingkah kekanakan saat di Paris? Apa aku juga terlalu protektif padanya? Apa  semua yang aku lakukan salah? Jika begitu apa yang seharusnya aku lakukan? Harus bagaimana lagi?
Aish.. gadis itu membuatku bingung. Dia tidak pernah mengatakan apapun yang menjadi keinginanya. Tidak pernah sekalipun menyinggung kesukaanya. Warna favorit, makanan favorit,  apapun yang dia suka. Dia tidak pernah menceritakannya atau memberitahukannnya padaku. Aku seperti orang bodoh!
Ya, mungkin setidaknya aku tau tentang tempat favoritnya di Paris. Hanya itu. Tapi lebih baik mengetahui satu hal daripada tidak tau sama sekali.  Rasa tidak tau itu akan menempatkanku pada posisi egoisme tinggi. Rasa tidak perduli. Oh.. satu lagi yang ku tau darinya. Dia tidak pernah mau minta maaf. Itu dia kebiasaan buruknya.
“Eun Ji. Hey.. Shin Eun Ji!!”ku teriakkan namanya tapi tidak di dengarnya.
Aku berlari mengejarnya. Tapi lampu pennyebrangan sudah berubah merah. Tidak ada waktu lagi. Aku kehilangan dia. Tidak mungkin menerobos dan lari tertabrak mobil. Aku tidak mau mati muda. Masih ada cukup waktu untuk bersenang-senang. Jadi ku putuskan untuk mengambil mobilku dulu.
Ku arahkan mobilku menuju RS Myung Soo.  Bisa saja dia masih menunggu bis bus di halte. Aku akan menemuinya dan minta maaf padanya. Ya, dia pasti mengerti. Dia akan memaafkanku. Itu dia. Benar dugaanku dia berdiri di halte bus.
Siapa yang berdiri di sampingnya? Pria itu? bukankah salah satu Dokter di RS Myung Soo juga? Jadi dia meninggalkanku karena dia? Gadis itu!!
Akhirnya ku ikuti mereka dengan mobil. Berusaha terus sejajar di jalan raya. Untung saja mereka ada di bagian kanan. Jadi dengan leluasa aku bisa mengawasinya. Gadis itu berbincang akrab dengannya. Pria aneh itu! kenapa dia bisa nyaman sekali ada di sebelah yeojaku? Sialan!!
Brakk!!!
Suara keras dari arah depan. Sialan! Ada kecelakaan mobil di depan. Dan aku baru sadar jika sekarang mobil yang lepas kendali itu menuju mobilku. Untuk sesaat aku merasa takut. Tapi sedetik kemudian terasa ringan. Dan semuanya berubah gelap. Aku tidak tau apa yang terjadi.
***
Author
Saat Kyuhyun sedang mengawasi semua tingkah Eun Ji dia berlaku sangat kekanakan. Dengan sengaja dia menempatkan mobilnya di samping bus yang di tumpangi Eun Ji. Dia tidak pernah sadar jika bahaya justru mengintainya tepat di depannya. Dan kemalangan menimpanya. Satu mobil yang lepas kendali mengenai mobilnya dengan keras. Kyuhyun terpental dan jauh tepat di jalanan. Dia tak sadarkan diri.
Di dalam bus terjadi kepanikan. Banyak dari penumpangnya berlarian keluar. Bemper depan bus terhantam dengan keras. Eun Ji yang bingung juga segera turun menyelamatkan diri. Tawanya yang nyaris saja terlepas tiba-tiba lenyap. Dia panik.
“Tuan!! Tuan!! Tuan!!”teriak seseorang saat menemukan Kyuhyun tergeletak di jalanan.
Semua orang berkerumun di sekeliling Kyuhyun. Mereka hanya melihatnya sedangkan orang yang menemukan Kyuhyun bingung dengan apa yang dia lakukan. Dia panik karena Kyuhyun tidak membuka matanya sama sekali. Eun Ji mendekati kerumunan itu dan merangsek masuk.
“Apa ada Dokter di antara kalian?”tanya pemuda itu.
“Aku Dokter”jawab Eun Ji.
“Tolong selamatkan dia”pinta orang itu.
Eun Ji menyerahkan tasnya pada Dokter Shin. Kemudian memintanya menelpon 119 dengan segera sementara dia melakukan CPR. Eun Ji hampir saja melompat saat mengetahui orang itu adalah Kyuhyun. Kyuhyun yang tadi di tinggalkannya di Restoran.  Namjanya.
“Kyuhyun!! Bangunlah!! Cho Kyuhyun!! Bangunlah bodoh!!”teriak Eun Ji sambil menempuk pipi Kyuhyun.
Mata Kyuhyun sama sekali tak terbuka sampai ambulan datang. Sesudah sampai di ruang UGD RS Myung Soo pun Kyuhyun tidak segera membuka matanya juga. Eun Ji terlihat panik dengan keadaan Kyuhyun. Ada yang salah dengannya itulah yang di pikirkan Eun Ji.
“Segera lakukan pemeriksaan lanjutan”perintah Eun Ji pada seorang perawat.
“Baik. Dokter Shin”sahut perawat itu lalu pergi.
Dua jam sudah berlalu. Hasil pemeriksaan juga sudah keluar. Tidak ada yang salah padanya. Hanya satu tulang retak yaitu di bagian tangan kanan. Eun Ji terus bingung jika semua baik-baik saja kenapa dia tidak segera bangun? Apa dia ingin mengujinya? Dia tidak tau apapun.
***
Shin Eun Ji
Aku tidak pernah menduga akan seperti ini. Aku tidak pernah tau bahwa akan berakhir seperti ini. Tadi aku meninggalkannya dengan sebuah rasa kesal. Sekarang dia datang padaku dengan sebuah rasa sakit. Apa aku memang orang yang buruk?
“Bila besok pagi kau tidak bangun, maka selamanya aku akan membencimu”ku genggam erat tangan Kyuhyun.
Sejujurnya perasaanku selama ini takut kehilangan dia. Tapi dia tidak mau mengerti dan melakukan hal konyol yang menyebalkan. Bukan maksudku untuk egois. Tapi  sebagian besar kesenagannya bertolak belakang denganku.  Kadang aku juga membenci hal itu. Kami memiliki banyak perbedaan.
Mataku tebuka lebar. Ternyata aku tertidur di samping Kyuhyun. Aku tidak kembali ke kamarku. Terlalu kawatir membuatku lupa. Matahari sudah bersinar terang di luar. Tanganku tidak merasakan tangan Kyuhyun di genggamanku. Lalu dengan cepat ku tegakkan kepalaku. Di mana Kyuhyun?
“Suster Park dimana pasien itu?”aku berlari panik pada Suster Park.
“Dia.. Dokter Shin!! Aku belum selesai bicara”aku tidak perduli dan terus berlari.
Kakiku menuju sudut lorong. Aku sampai di ruang mayat. Ini tidak mungkin! Tidak mungkin dia pergi! Tidak mungkin! Ku lihat ada mayat baru yang masuk. Dengan cepat ku kejar ke dalam ruang mayat. Ini bukan Kyuhyun! Bukan dia! Ini tidak benar!
“Tunggu!!”teriakku serak.
“Dokter Shin?”tatap seorang perawat tampak kaget.
“Biarkan aku melihatnya”tanganku gemetar.
“Tapi..”dengan paksa ku buka kain penutup mayat itu.
Aku tidak bisa mengatakan apapun. Aku tidak percaya apa yang ku lihat. Mayat itu... Itu bukan Kyuhyun!! Bukan dia!!
“Dokter Shin!”teriak suster Park dengan nafas tersengal.
Aku menoleh. Suster Park mendekat dan membisikkan sesuatu. Aku bertambah bingung. Tapi dengan segera berusaha mengerti. Rasa panikku sia-sia. Itu semua tidak benar. Aku bodoh! Ini semua gara-gara Kyuhyun!!
“Kenapa Kau baru bilang sekarang!”
Aku berlari ke arah atap gedung. Aku tidak sabar memarahinya jadi dengan sekuat tenaga aku ingin segera sampai di atas dan melihatnya sendiri. Memastikan apa yang terjadi dengan kedua mataku. Kemudian mengurusnya sendiri. Aku sampai di atas.
“Sia!! Kau ini namja bodoh!!  Seenaknya saja kau mempermainkanku! Kau senang jika aku kena serangan jantung? Apa kau senang jika aku mati muda? Kau senang? Kyuhyun brengsek!! Segera turun dari sana!!”umpatku kesal.
Namja itu ada di atap sejak pagi. Dia membuatku panik tapi dia sendiri santai. Ini menyebalkan! Tidak lucu! Brengsek!
“Diamlah Dokter Shin, jika kau terus mengoceh maka aku yang akan membuatmu diam”sahut Kyuhyun datar.
Aku tidak tau apa yang dipirkannya. Tapi kelakuannya barusan membuatku kesal. Membuatku tidak bisa menahan diriku untuk tidak marah. Aku sangat marah! Dia mempermainkanku!!
“Ku kira kau pergi, ku kira kau sudah meninggalkanku. Aku.. aku takut..”sebuah pelukan hangat mendekatku.
“Aku di sini”ucapnya sambil membelaiku.
“Kyu..”mataku tidak berkedip.
Ccchhupp..
Sebuah kecupan hangat mendarat di bibirku. Ciuman pertama. Rasanya aneh. Benar-benar aneh. Tidak mengerikan seperti yang aku pikirkan. Tidak seburuk bayanganku. Namja ini! sial! Dia mencuri ciuman pertamaku!
“Morning kiss”katanya dengan penuh senyum.
“Kurang ajar!”kupukul tanganya.
Dia mengerang. Aku lupa. Tangan kanannya sedang cidera. Maafkan aku Kyu. Tapi kau sudah keterlaluan! Lihat balas dendamku nanti!!
***
Kyu memang aneh, min juga nggak ngerti..
Keep RCL ne..

#LilyPark

Love Mode (Sequel Ice Prince)





Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance, Comedy, Action
Lenght: Part
***
Author
Suasana siang itu  benar-benar kacau. Terlihat semuanya sibuk di tempat masing-masing. Itu karena insiden kecelakaan beruntun di sekitar jalan besar pusat kota. Banyak dari korbannya yang di bawa ke Rumah Sakit Myung Soo.  Seorang dokter masih sibuk menyiapkan operasi darurat untuk menyelamatkan salah satu pasiennya yang kritis. Pasien penting yang ternyata putra presiden sekaligus artis yang sedang tenar di Korea Selatan.
“Dokter Shin, semuanya sudah siap”panggil seorang perawat.
“Baiklah, cepat suruh semua orang masuk”perintah Dokter itu.
Setengah jam kemudian dokter itu keluar dari ruang operasi. Seperti yang di harapkan operasinya berjalan lancar dan pasien selamat. Keluarga pasien menunjukkan wajah lega mereka. Mereka cukup bahagia atas berita itu. Lalu dengan cepat berterima kasih pada Dokter Shin.
“Terima kasih Dokter Shin”ucap Presiden.
“Itu adalah tugas saya”kata Dokter Shin lalu membungkukkan badanya.
Rombongan Keluarga Presiden pergi meninggalkan rumah sakit. Pasien sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Dokter perempuan itu masuk ke ruangan istirahat dengan wajah lelahnya. Terlihat gelap di manapun. Sepertinya belum ada yang kembali. Mereka masih sibuk. Pasien masih perlu penangan di UGD.
Tangannya mencari saklar lampu. Kakinya berusaha tidak membentur sesuatu. Tangannya meraba dinding.  Berusaha menemukan tombol itu dengan segera. Malam semakin larut. Dia harus segera beristirahat agar bugar besok pagi. Akhirnya saklar itu di temukan. Dengan segera tangannya menekannya. Dan semuanya berubah terang.
“Ohh!!! Kau seperti hantu saja!! Kau mengagetkanku!!”teriak sang dokter.
***
Cho Kyuhyun
Akhirnya aku tiba di Seoul. Penerbangan dari Paris sangat melelahkan. Meskipun aku tidur selama penerbangan  tapi tetap saja membosankan. Bila saja aku tidak ingin pulang aku tidak akan terbang ke Korea.  Jika tidak ada alasan untuk kembali ke Korea aku akan menetap di Paris. Ini semua karena Eun Ji. Alasan terkuatku untuk kembali. Dia sudah jadi Dokter yang hebat.
“Ohh.. Kyuhyun”sapa seseorang padaku.
“Ne.. aku datang”Jawabku
Ayah Eun Ji. Dia adalah salah satu direktur di Myung Soo.  Dalam usia mudanya Eun Ji juga mampu menelurusi jejak ayahnya.  Dokter Shin juga salah satu yang bepengaruh atas perkembangan Myung Soo. Tidak salah jika anaknya juga menuruni jejak sang ayah.
“Eun Ji masih sibuk. Ada kecelakaan besar terjadi. Tunggu saja dia di ruangannya”saran Dokter Shin.
“Baiklah. Aku akan menunggunya. Aku permisi”pamitku pada Dokter Shin.
Sudah dua jam lebih aku menunggu kedatangan Eun Ji. Rasanya membosankan diam tanpa melakukan apapun. Aku mulai mengantuk. Rasanya mataku tidak kuat lagi menahannya. Lebih baik jika aku tidur sebentar. Tidak ada salahnya tidur di ruangan ini. Bukannya aku juga punya hak sebagai Namjachingu Eun Ji?
“Ohh!!! Kau seperti hantu saja!! Kau mengagetkanku!!”teriak seorang perempuan.
Mataku terbuka pelan. Sedikit silau dengan cahaya lampu yang terang. Seorang perempuan berjas putih berdiri kaget di samping tembok. Aku tertidur?
“Kau! Kenapa tidak menyalakan lampu?”tanyanya mendekat.
“Apa itu caramu menyambutku?”sahutku kesal.
“Jam berapa kau sampai?”tanyanya lagi sambil melepas jas putihnya.
“Ehm.. sekitar empat jam yang lalu”jawabku santai.
“Kenapa tidak memberitauku jika kau pulang?”wajah Eun Ji terlihat datar.
“Jika aku memberitahumu apa kau akan datang ke bandara?”dia bergeleng.
“Tentu saja tidak! Aku tidak bisa meninggalkan pasienku”ungkapnya.
Dia jujur sekali. Meskipun jujur itu baik tapi itu menyakitkan. Perempuan ini benar-benar. Kenapa aku masih mencintainya dengan sifat tidak perdulinya itu? kenapa aku masih saja rela di nomor duakan olehnya? Aku ini memang bodoh.
“Jadi kau lebih sayang pasienmu?? Oh.. Oke”dengan cepat aku berdiri.
“Mau kemana? Bukankah kau sudah menungguku. Setidaknya pergi minum teh bersamaku”tahannya.
“Aku akan minum teh bersamamu. Aku mau asalkan kau mau memberiku. Here.. Night kiss”ku tunjuk bibirku dengan gaya menggoda.
“Ahjussi mesum”kudengar mulutnya meledekku.
Apa? Dia bilang aku mesum? Kenapa dia bisa menyebut orang dengan seperti itu? kenapa bisa aku menyukainya? Kenapa aku baru sadar aku ini bodoh? Bagaimana bisa aku tahan dengannya selama empat tahun? Semua itu memang aneh.
“Jika aku Ahjussi mesum, Lalu kau ini apa?”tanyaku.
“Aku seorang dokter”sahutnya bijak.
“Gadis mana yang mencium laki-laki yang baru dikenalnya?”godaku.
“Yakkk!! Itu bukan sebuah ciuman! Itu CPR! Kau dengar! CPR tuan muda Cho!”jawabnya dengan nada tinggi.
“Jika itu CPR. Maka tunjukkan padaku ciuman yang sebenarnya”ledekku.
“Baik! Akan aku tunjukkan”ucapnya lalu mendekatiku.
***
Shin Eun Ji
Orang ini selalu menyebalkan! Kenapa dia bisa jadi bagian penting dari hidupku? Kenapa dia jadi salah satu alasan yang kuat untuk tetap hidup? Menjadi hal berharga yang selalu ku rindukan? Apakah benar aku mencintainya? Apa seperti itu?
“Jika itu CPR. Maka tunjukkan padaku ciuman yang sebenarnya”ledeknya.
“Baik! Akan aku tunjukka”ucapku penuh api.
Dia memang sedang memancingku. Kyuhyun! Kau tidak akan selamat!
Kakiku mendekatinya. Wajahnya seperti berubah. Sepertinya dia tidak menduga reaksiku. Kalau kau inginkan itu maka akan aku kabulkan. Ya akan aku kabulkan semua permintaanmu. Sebuah ciuman bukan? Akan ku lakukan.
“Dokter Shin!!”teriakan terdengar.
Aku menoleh dan melihat In Haa berdiri di depan pintu. Matanya membelalak melihatku hanya berjarak dua senti dari wajah Kyuhyun. Sial! Ini sangat memalukan. Harusnya aku tidak terpancing dengan namja mesum ini!
“Maaf aku mengganggu kalian. Aku akan pergi”Ucap In Haa hendak pergi.
“Ah.. tidak. Kami yang akan pergi, istirahatlah Dokter Kang”aku menarik Kyuhyun pergi dari sana.
Ini benar-benar memalukan. Dia ini sangat kekanakan sekali. Memang aku mencintainya tapi kenapa dia sangat kekanakan. Aku sungguh tidah percaya namja ini. Susah sekali di tebak.
***
Author
Dua orang itu masuk ke sebuah restoran di daerah Gangnam. Restoran berlantai dua yang bergaya Italia. Perabotan dan segala pernak-pernik yang sangat mencolok di sana-sini. Tempat kesukaan Kyuhyun. Tapi bukan gaya Eun Ji sama sekali. Dia pikir ini terlalu formal untuk makan malam. Dia tidak suka dengan itu. Kyuhyun Romantis lagi. In Love Mode.
Dua orang pelayan menghampiri mereka. Salah satunya membawa daftar menu dan satunya lagi mencatat pesanan mereka. Kyuhyun terlihat memesan Pasta Aglio Oleo. Eun Ji hanya memandangi daftar menu dengan tanpa keinginan. Dia buta soal pasta.
“Aku sama dengannya”Ucap Eun Ji pada pelayan.
Kyuhyun mengeryit. Dia tau yeojanya tak pernah mengerti pasta jadi dia mengerti. Salah juga mengajaknya ke tempat ini. Tapi tidak ada salahnya juga menunjukkan sedikit kesukaannya pada Eun Ji. Mengajari Eun Ji jadi perempuan sesungguhnya. Belajar anggun.
Lima menit kemudian pasta sudah terhidang di atas meja bersama anggur. Kyuhyun mulai melahap suapan pertamanya. Eun Ji kembali sibuk dengan ponselnya. Ada beberapa panggilan dari nomor asing. Nomor yang tidak di kenalnya sama sekali. Dia terganggu.
“Hey, kembalikan itu padaku!”teriak Eun Ji.
Kyuhyun mengambil ponsel Eun Ji. Di lihatnya nomor asing menghubungi. Diangkatnya telpon itu dan mulai mendengarkan. Suara seorang laki-laki. Kyuhyun hanya diam dan diam. Sampai kesabarannya habis. Kemudian suaranya keluar dengan tinggi.
“Tuan, aku namjachingu Shin Eun Ji. Jika ada pesan akan aku sampaikan padanya”ucapnya menahan kesal.
“Kyuhyun!”teriak Eun Ji lagi.
Sambungan telpon itu terputus. Eun Ji kesal pada kelakuan Kyuhyun. Kyuhyun juga. Dia tidak suka ada orang asing yang tiba-tiba menghubungi yeojanya tanpa alasan. Hanya untuk berterima kasih. Dia seperti anak kecil. Terlalu banyak kadar kecemburuan.
“Aku! Akan pergi!”ucap Eun Ji meninggalkan Kyuhyun sendiri.
Lalu gadis itu menghilang di pintu keluar. Kyuhyun hanya mematung di tempat duduknya. Dia diam. Sepertinya berpikir apa akibat kelakuannya yang kekanakan. Kekesalan Eun Ji. Dia bisa rasakan itu. Gadis itu bahkan tidak memandangnya.
***
Next Or No??
#LilyPark


Our Story’18




Main cast: Cho Kyuhyun, Kang Su Yoong
Rate: 17+
Lenght: Part
Auhtor: Lily Park
                Fb: Nurillaiyah(LY)
                Twitter: @magnolia2498
Genre: School, life, love drama
Summary: Dunia akan menemukan kita yang sebenarnya di umur 18 tahun.
***
Author
Tidak apa-apa kau tidak mengenal cinta. Tidak apa-apa jika kau terluka. Tidak apa-apa jika kau  merasa bersalah. Tidak apa-apa jika kau merasa menyesal. Merasa kecewa. Sesak karena masa lalu. Atau sesak karena tidak ada orang yang perduli padamu. Yang terpenting jangan sakit. Kerena semua itu hal biasa yang di alami Seorang manusia normal. Semuanya baik-baik saja. Karena kau masih 18 tahun.
Masih banyak waktu yang akan kau lalui.
Masih banyak hal yang bisa kau lakukan.
Masih banyak jalan yang harus kau lewati.
Jangan pernah menyerah pada keadaanmu.
Dan suatu saat sebuah kebenaran akan datang padamu.
Hanya percayalah. Pada dirimu sendiri.
***
Kang Su Yoong
Suatu saat kau seperti sampah. Di buang di sembarang tempat dan di anggap tidak berharga. Di manapun kau ada kau selalu jadi sesuatu yang di buang. Karena mereka tidak tau apapun tentang dirimu. Karena semua orang menganggapmu sebelah mata. Itu karena mereka tidak bisa melihat kenyataan. Itu karena kau lebih berharga. Kau sangat berharga.
“Namaku Kang Su Yoong”
“Kang Su Yoong?”
“Su Yoong? Kau nampak seperti Su Jin”
“Aku... memang adik Su Jin. Dan Su Jin adalah kakakku”
“Oh.. jadi Kang Su Jin ini kakakmu? Pantas saja!”
Mereka menertawakan Su Jin. Tawa itu. Aku sangat membencinya.
“Kalian.. apa mulut itu tau apa yang mereka katakan?”
Tatapan itu. Mereka bahkan menatapku seperti itu. Mata bulat yang memuakkan.
“Apa maksudmu?”
“Hei! Kau! Kau sangat sombong!”
Kalian seperti... pantaskah kalian di sebut manusia?
“Kalian tau aku sombong, jadi jangan berani bermain denganku. Berhenti juga mengganggu Su Jin”
Tangan-tangan itu berani menunjukku. Mereka akan merasakannya.
“Hei.. lihatlah dia. Beraninya dia!”
“Kita beri saja sebuah pelajaran”
“Mrs. Smith, bisakah aku bicara dengan kakaku sebentar?”
“Tentu”
Aku akan membuat mereka membayar semuanya. Aku akan membuat mereka membayar apa yang mereka lakukan pada Su Jin. Apapun itu, aku akan membuat mereka membayarnya. Membuat mereka menyesalinya. Lihat apa yang bisa di lakukan orang yang tak pernah mereka anggap sebelumnya.
Tangan gadis ini begitu dingin. Dia sangat berbeda denganku. Meski pun kami besar dan tumbuh bersama. Dia sangat berbeda denganku. Meski kami di asuh dengan cara yang sama. Itu tidak menjamin di punya sifat sepertiku, dia berbeda denganku.
“Su Yoong, hentikan”
Dua mata coklat itu menatap tepat ke arah mataku. Tatapan itu, sangat menyayat hati.
“Apa bisa aku berhenti? Apa yang kau lakukan selama ini Su Jin? Kau.... Kau sangat bodoh!!”
“Benar..aku bodoh, aku sangat bodoh seperti yang kau katakan”
“Jadi berhentilah bersikap bodoh. Kembalilah menjadi kakak yang tegar untukku”
Air beningnya mulai menetes. Sudut matanya mulai basah.
“Aku tidak bisa”
“Jika kau terus seperti ini, aku akan pergi dari sisimu”
Aku benar-benar akan meninggalkanmu. Berbaliklah dan kejar aku Su Jin. Kita akan memulainya dari awal. Kita akan memulainya dari awal lagi. Seperti Lima tahun yang lalu. Saat pertama kali kita saling berjanji. Akan hidup sangat baik di depan makam ayah.
“Aku akan kembali ke Korea. Jika kau terus seperti ini, aku tidak akan menemuimu lagi”
Tangan hangat itu mendekapku. Dia berbalik untukku.
“Aku tidak bisa membiarkanmu kembali, ke tempat itu lagi”
“Aku tidak perduli, aku tidak perduli jika harus kembali ke sana. Karena akan ada kau di sisiku”
“Su Yoong... aku tidak bisa bersamamu lagi”
Dia mulai menangis di pundakku. Menghembuskan tangis terisaknya ke udara. Dia.. sudah cukup dia tersiksa selama ini. Aku sudah tidak sanggup lagi. Kami bukanlah hama yang perlu di basmi. Kami bukanlah sampah yang bisa di buang kapan saja. Kami adalah.. kami. Bukan orang lain.
“Jika begitu, kau akan melihatku jatuh seperti sebelumnya... tanpamu”
“Su Yoong!! Su Yoong!!”
Aku tidak bisa lagi Su Jin. Tidak bisa melihatmu seperti ini.
***
Kyuhyun
Mataku tertutup rapat. Tapi telingaku menakap suara yang familiar. Suara yang ku dengar setiap hari. Suara yang ada di manapun aku berada. Suara yang selalu terdengar tidak terima. Dia selalu seperti itu. Mata yang menyebarkan aura kebencian.
“Namaku Kang Su Yoong”
“Kang Su Yoong?”
“Su Yoong? Kau nampak seperti Su Jin”
“Aku... memang adik Su Jin. Dan Su Jin adalah kakakku”
“Oh.. jadi Kang Su Jin ini kakakmu? Pantas saja!”
Dendam yang membara dan hati sekeras batu.
“Kalian.. apa mulut itu tau apa yang mereka katakan?”
“Apa maksudmu?”
“Hei! Kau! Kau sangat sombong!”
Manusia yang tak mengenal ketakutan.
“Kalian tau aku sombong, jadi jangan berani bermain denganku. Berhenti juga mengganggu Su Jin”
Tidak sekalipun goyah dengan tatapan-tatapan benci semua orang. Dia tetap setegar batu karang.
“Hei.. lihatlah dia. Beraninya dia!”
“Kita beri saja sebuah pelajaran”
 “Mrs. Smith, bisakah aku bicara dengan kakakku sebentar?”
“Tentu”
Dia sama seperti diriku. Orang yang sebenarnya tak di inginkan. Tak pernah di anggap. Tak pernah di perdulikan. Seperti itu. Hanya menjadi pion bagi orang lain. Tameng bagi orang lain. Intan yang sebenarnya. Hal yang berharga. Di anggap sebelah mata.
Kang Su Yoong. Pion bagi Su Jin.
“Jika begitu, kau akan melihatku jatuh seperti sebelumnya... tanpamu”
“Su Yoong!! Su Yoong!!”
Dan juga terlalu bodoh. Dia terlalu percaya pada orang lain.
“Kau.. akan merasakan semuanya sendiri jika kembali ke sana. Dan aku akan mendapatkan segalanya”
***
Author
“Terima kasih semuanya. Kalian membantuku dengan sangat baik”ucap Su Jin begitu kembali ke dalam kelas.
“Tentu saja”jawab Ken menghampiri Su Jin.
Semua tersenyum puas. Termasuk Su Jin yang dapat melakukan tujuannya dengan baik. Dia menuntaskan misinya dengan sempurna. Akting yang selama ini di lakoninya benar-benar nyata. Hingga dia berhasil membuat Su Yoong percaya.
“Kyu..”Kyuhyun beranjak pergi. Su Jin meninggalkan Ken begitu saja.
Su Jin mengekori Kyuhyun dengan cepat.  Dua pasang kaki mereka sampai di atap gedung itu. Tepat di hadapan kota London. Kota yang penuh dengan orang-orang yang Kyuhyun benci. Seperti Su Jin.
“Aku tidak ingin bicara denganmu. Pergilah!”Kyuhyun mengusir Su Jin begitu mendekatinya.
“Aku adalah calon tunanganmu. Jadi aku berhak ada di sini”ucap Su Jin.
“Aku tidak pernah ingin bertunangan dengan seorang aktris sepertimu. Tidak sekalipun”jawab Kyuhyun dingin.
“Kita akan lihat nanti”Su Jin menggenggam tangan Kyuhyun erat.
 Kyuhyun menghempaskannya ke udara. Dia benar-benar tidak menyukai gadis itu. Dia terlalu berlebihan. Su Jin yang ambisius membuatnya muak. Kyuhyun membenci semua fakta bahwa dunia selalu menjunjung martabat sebagai nomor satu. Dan semua orang  melakukan apapun untuk mendapatkannya. Termasuk mengorbankan orang lain.
Kyuhyun berlalu. Su Jin masih berdiri di tempatnya semula. Mengamati orang itu melalui punggungnya.
“Aku akan mendapatkanmu. Cho Kyuhyun”Su Jin tersenyum menang.
***
To Be Continued..
#Lily_Park

Like+comen ne..^^