Selasa, 02 Juni 2015

FF Ice Prince Part End


Title: Ice Prince part 5
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Author
“Aku sudah menepati janjiku padamu. Tapi kenapa kau mengirimkan adikmu padaku?”ucap Eunhyuk.
“Apa? Eun Ji menemuimu?”wajah Eun Bi terlihat kaget.
“Kau menyuruhku diam. Aku sudah melakukannya. Tapi kenapa kau tidak bisa membuat adikmu diam?”nada Eunhyuk terlihat tidak terdengar baik.
“Apa yang dia lakukan?”rasa kawatir menyelimuti mata Eun Bi.
“Dia menghujatku. Dia bahkan berani membuatku  marah. Dia menyebutku brengsek.. dia melakukan semua itu di depan Kyuhyun. Cho Ji Eun”ungkap Eunhyuk.
“Apa yang akan terjadi sekarang?”tanya Ji Eun.
“Kita akan membuatnya membayar! Semuanya! Semua yang sudah mereka lakukan pada kita”tangan Eunhyuk meremas cup kopinya dengan kasar.
“Jangan sakiti adikku”
“Dia bukan adikmu lagi. Dia musuhmu. Dia bisa saja menghalangi rencanamu. Ingatlah itu”ucap mulut Eunhyuk dengan keras.
Pertemuan sore itu tidak pernah diduga. Rencana pembalasan dendam Ji Eun dan Eunhyuk tidak dapat berjalan lancar. Dia tidak menyangka adiknya bisa terlibat langsung pada hal ini. Dia sangat bersalah menempatkan Eun Ji pada masalah. Seperti kakak yang kejam mengirimkan adiknya ke medan perang.
Sementara di tempat lain Kyuhyun dan Eun Ji masih saling mendebat tentang kalung itu. Kyuhyun tetap saja menyangka bahwa Eun Ji adalah Ji Eun. Dia masih saja mengira bahwa gadis itu adalah seseorang yang ia cari. Mereka bahkan tidak sadar bila mata elang sedari tadi mengintai dari kejauhan.
“Aku bukan Ji Eun. Aku ini Eun Ji!”ucap Eun Ji dengan nada pasrah.
“Kau Ji Eun”tegas Kyuhyun.
***
Cho Kyuhyun
Kenapa kau kekanakan seperti ini? Kau ini Ji Eun! Kau Ji Eun! Ingatlah kau ini Cho Ji Eun!
“Aku bukan Ji Eun. Aku ini Eun Ji”ucapnya dengan nada pasrah.
“Kau Ji Eun”tegasku tak mau kalah.
“Ah.. sudahlah! Aku tidak mau berdebat lagi tentang ini. Aku sudah muak!”teriaknya.
“Kau.. kenapa kau ini seperti itu? Kau ini Ji Eun! Ingatlah!”gadis itu pergi.
Dua langkah kemudian dia kembali merampas kalung itu dari tanganku. Lalu secepat kilat berlari menjauh. Gadis itu.. kenapa dia tidak bisa mengingatnya sama sekali? Apakah ada sesuatu yang salah dengannya?
“Hey... kau Cho Kyuhyun kan? Dasar namja gila!!!”teriaknya memakiku dari jauh.
Gadis itu? Kenapa dia berubah? Kenapa dia berubah?
***
Shin Eun Ji
“Hey... kau Cho Kyuhyun kan? Dasar namja gila!!!”makiku dari jauh.
Aku puas sekali mengalahkannya. Aku bisa mendapatkan kalung berharga ini dari tanganya. Aku tidak akan mengecewakan Eonni. Aku bisa menebus kesalahanku dengan menemukannya lagi.  Semoga saja dia tidak akan kecewa padaku satu kalipun. Ku harap tidak akan membuatnya kecewa sampai kapanpun.
Di apartemen sudah terang. Eonni pasti sampai lebih dulu. Dia pasti pulang lebih awal karena kurang enak badan. Keadaan yang sebelumnya memang tidak baik. Ku harap semuanya akan baik. Dia akan segera sehat dan ceria lagi. Semoga saja begitu.
Kedua kakiku menaiki tangga. Rasanya melelahkan mencari kalung ini seharian. Badanku terasa lelah dan pegal. Kakiku seperti di gelayuti beban. Intinya aku sangat lelah hari ini. Aku akan mandi dan menyiapkan makan malam.  Kelihatannya Eonni langsung ke kamarnya tanpa memasak. Dia pasti kelelahan.
Masakanku sudah akan selesai. Lebih baik jika ku panggil Eonni untuk makan malam. Rasanya tidak enak jika aku harus makan sendiri. Membuatku bosan jika harus melahap semuanya tanpa teman. Aku berjalan ke arah kamar Eonni. Pintunya terbuka sebagian. Aku hampir mengetuknya.
“Eonn...”suaraku menghilang.
“Jadi apa yang seharusnya kita lakukan pada Kyuhyun?”suara eonni terdengar serius dari balik pintu.
“Bagaimana jika kita membunuhnya? Kau setuju Chagi?”suara di seberang sana menjawab.
“Apa tidak ada cara lain?”suara eonni terdengar gusar.
“Tidak. Bukankah kau sudah berniat balas dendam pada keluarga itu? ingatlah Ji Eun, mereka membuangmu dan ingin kau mati”suara itu kembali mempertegas.
“Kita akan lakukan dengan caramu Eunhyuk”
Apa aku tidak salah dengar? Eunhyuk?
“Bagaimana dengan Eun Ji? Bukankah lebih baik jika kita menyingkirkannya juga?”tanya Eunhyuk.
Apa yang akan mereka lakukan padaku? Apa salahku?
***
Author
Eun Ji masih mematung di depan pintu. Mulutnya mengeras seketika. Dia masih tidak percaya bahwa kakaknya adalah Ji Eun.  Dia bingung harus melakukan apa. Dia bahkan tidak bisa percaya bahwa kakaknya merencanakan balas dendam pada keluarga Kyuhyun. Rasanya itu mustahil di lakukan kakak yang lembut seperti dia. Itu tidak mungkin.
Kakinya berlari ke arah kamar. Di tutupnya kamar itu dengan cepat. Badannya bersandar pada pintu dan berdiri gemetar. Kenyataan ini tidak bisa di terima akalnya. Hatinya berteriak tidak bisa percaya apa yang terjadi. Ternyata selama ini jiwa serigala sudah memasuki  raga seekor domba. Kelembutan yang menyembunyikan dendam.
Yang dia tau kakaknya adalah seorang yang lembut dan bijaksana. Tidak sekalipun terlintas kakaknya akan melakukan hal seperti itu. Dia tidak pernah meduganya sama sekali. Tidak sekalipun.
“Eun Ji-ah... turunlah. Ayo kita makan malam”seru sang kakak dari bawah.
“Maaf Eonni.. aku aku sudah makan malam. Jadi makanlah dengan lahap sendiri”balas sang adik.
Dia benar-benar kecewa pada kakaknya. Dia tidak bisa terima semuaini terjadi di hidupnya. Dia masih enggan percaya bahwa kakaknya memelihara iblis di hatinya. Semua kelembutan yang di tunjukkanya selama ini adalah kepalsuan. Hanya sebuah kedok menutupi semuanya.
Di tempat lain Kyuhyun masih saja memikirkan apa yang terjadi. Dia masih saja berkutat pada Ji Eun dan Eun Ji. Dia masih saja membuat kepalanya kewalahan memikirkan hal itu berulang kali. Dia masih berharap bahwa Eun Ji itu Ji Eun yang selama ini hilang. Dia tidak tau bahwa itu semua hanyalah hal bodoh.
“Tuan muda”sapa seorang pelayan dan menunduk.
“Nyonya menyelidiki orang itu. Dia mengirim mata-mata untuk mengikuti tuan”lapornya pada Kyuhyun.
“Dia pasti akan segera bergerak. Pastikan gadis itu aman”perintah Kyuhyun.
“Baik. Akan ku kirimkan orang untuk menjaganya tuan”pelayan itu membungkuk lalu pergi.
Diam-diam Kyuhyun meminta pelayan pribadinya melakukan penyelidikan. Dan sesuai dengan apa yang di perkirakannya ibunya bertindak cepat. Dia sudah mencium keberadaan Ji Eun. Sepertinya mereka akan segera melaksanakan misi penghancuran. Kyuhyun tidak akan membiarkan itu terjadi. Tidak kedua kalinya.
Pagi harinya Eun Ji terbangun. Lankahnya berubah cepat saat menyadari Eonninya sudah pergi. Tiba-tiba dia sangat kawatir pada Kyuhyun. Terlintas di kepalanya pembicaraan kakaknya tadi malam. Tentang rencana pembalasan dendam kakaknya itu. Perasaannya mengatakan dia harus menghentikannya. Dia tidak mau kakaknya berubah nekat.
Kakinya berlari secepat mungkin. Dia harus menemu Kyuhyun. Tidak tau harus kemana mencari namja itu. Tapi satu tempat yang selalu dia yakini. Namja itu pasti ada di jembatan. Dia pasti kesana itulah yang di pikirkan Eun Ji. Namja itu pasti ada di sana.
***
Shin Eun Ji
Tiba-tiba aku merasa sangat takut. Takut eonni akan melakukan hal keji itu. Menjadi takut bahwa Eonni akan berubah jadi orang lain. Aku tidak rela. Dia tidak boleh melakukannya. Aku harus mencegahnya. Semua dendam itu harus berakhir. Semuanya harus selesai.
Aku harus menemukan namja itu. Dia harus tau yang sebenarnya. Dia harus tau bahwa Eun Bi adalah Ji Eun. Dia harus mengetahui segalanya. Tentang balas dendam itu. Dia harus menghentikan Eonniku. Harus menyadarkanya bahwa semua ini salah.
Aku melihat Eonniku berdiri di jembatan dengan seorang namja. Dari kejauhan namja itu terlihat tidak asing. Kenapa Eonni bisa menemuinya? Apa yang akan di lakukannya sekarang? Apa yang akan di lakukannya pada Kyuhyun?
“Aku.. aku adalah Ji Eun. Apa kau masih mengenaliku oppa?”senyum manis eonni mengembang.
“Ji Eun? Benarkah ini kau?”wajah namja itu berubah.
“Ya.. ini aku. Aku kembali oppa” tangannya membentang.
“Ji Eun-ah”mata namja itu berkaca-kaca.
“Aku ingin memelukmu oppa. Aku sangat merindukanmu”eonni mendekat pada Kyuhyun.
“Aku sangat merindukanmu”ucap namja itu lemah.
Keduanya saling mendekap di hadapanku. Terlihat sekali Kyuhyun sangat merindukan gadisnya. Pelukannya semakin erat. Kulihat tangan eonni bergerak. Ada sebuah pistol di tangannya. Sekarang pistol itu mengarah pada Kyuhyun. Tapat di kepalanya. Peluru di dalamnya siam menembus kepala Kyuhyun. Tapi namja itu terlalu bodoh untuk sadar. Dia masih saja hanyut oleh suasana.
“Tidak.. jangan lakukan itu eonni!!!”teriakku berlari mendorong keduanya kedepan.
Dua orang itu terjatuh. Pistol itu terlempar jauh dari jangkauan eonniku. Syukurlah aku masih sempat menghentikannya. Namja itu masih saja bodoh. Kenapa dia tidak segera sadar dan bangkit?
“Eonni. Jangan lakukan itu. Ku mohon padamu”suaraku semakin berat.
“Ji Eun”terdengar Kyuhyun memanggilnya.
“Bukankah dia mencintaimu?”
“Dia tidak mencintaiku”sahutnya.
“Satu hal lagi! Aku bukan eonnimu lagi! Aku Cho Ji Eun”suaranya menyayat hatiku.
Eonni.. kenapa?
“Ji Eun?”
***
Cho Kyuhyun
Ji Eun kembali padaku. Dia memelukku dengan erat. Aku sudah menemukannya sekarang. Sekarang dia akan kembali bersamaku lagi. Dan akan aku buat dia bahagia. Aku akan membuatnya bahagia. Tidak akan melepaskannya lagi sekarang. Tidak akan!
“Tidak.. jangan lakukan itu eonni!!!”Teriak seorang dengan kencang.
Tiba-tiba badanku terlempar.  Sebuah pistol juga terlempar tidak jauh dari kami. Gadis itu sudah berdiri di hadapanku.  Dia melemparkan sejuta kekecewaanya pada Ji Eun. Dia sepertinya mengenal siapa Ji Eun. Dan sepertinya dia tidak ingin Ji Eun..
“Eonni. Jangan lakukan itu. Ku mohon padamu”terdegar suara berat di sana.
“Ji Eun”suaraku terpecah saat memanggilnya.
“Bukankah dia mencintaimu?”tanya gadis itu pada Ji Eun.
“Dia tidak mencintaiku”ucap Ji Eun padanya.
“Satu hal lagi! Aku bukan eonnimu lagi! Aku Cho Ji Eun”tegasnya.
“Ji Eun?”
Apa yang sedang terjadi? Sebenarnya apa ini?
“Sudahlah! Jangan lanjutkan ini!?”suara itu.
Eunhyuk? Kenapa ada dia di sini? kenapa dia ada di sini?
“Kau seharusnya mati Kyu, Kau sudah membuat keluargaku hancur. Kau juga harus hancur!”jemari Eunhyuk menarik pelatuk pistol itu.
Darr.. daarr..darr..
Aku menutup mataku. Suara itu terdengar nyaring. Tapi tubuhku seakan  sangat ringan. Aku seperti melayang. Ku buka mataku dan merasakan sepasang tangan mendekapku. Tiba-tiba tubuhku menghantam air dengan keras dan semuanya gelap. Semuanya gelap tanpa cahaya.
***
Author
Eun Ji mendekap Kyuhyun dengan erat.  Dorongan Eun Ji membuat Kyuhyun terhindar dari peluru Eunhyuk. Tapi keduanya akhirnya jatuh ke sungai dan terbawa arus. Eun Ji masih dalam keadaan sadar. Kedua tangannya masih memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat. Dia baru menyadari bahwa namja itu pingsan.
Keduanya terbawa arus sampai ke sebuah  tempat asing yang tidak pernah mereka kenal. Eun Ji dengan susah payah menyeret Kyuhyun yang masih tidak sadarkan diri ke pinggir sungai. Tubuhnya kesulitan membopong Kyuhyun yang lebih besar darinya. Dengan sisa tenaganya dia berhasil membawa Kyuhyun ke tempat yang lebih landai. Namja itu masih belum sadarkan diri.
Eun Ji berusaha membangunkan Kyuhyun. Akhirnya CPR pun di lakukan. Namun Kyuhyun tidak kunjung sadarkan diri. Mungkin karena terlalu banyak meminum air sungai adalah penyebabnya. Nadinya lemah saat Eun Ji mengeceknya. Eun Ji memutuskan untuk pompa jantung tapi masih tidak ada hasil.
“Apa yang harus ku lakukan? Jika saja appa ada di sini semua ini pasti akan lebih mudah”ucapnya dalam kepanikan.
“Apakah aku harus...”dia terlihat ragu.
Tapi sedetik kemudian dia sudah membulatkan tekatnya. Dia tidak bisa membiarkan orang di hadapannya mati. Tidak bisa. Aku harus menolongnya itulah yang dipikirkannya. Dia akhirnya melakukan nafas buatan pada Kyuhyun. Hal yang paling di bencinya saat berurusan dengan namja.
Perlahan-lahan Kyu mulai terbangun. Dia mulai sadar dengan pelan. Matanya berkedip beberapa kali saat melihat Eun Ji di hadapannya. Dia tidak bisa mempercayai penglihatannya. Dia masih bernafas. Dia hidup.
“Kau?? Menciumku?”tanya Kyu pada Eun Ji.
“Aku hanya melakukan CPR! Aku tidak menciummu ahjussi!”tegas Eun Ji dengan marah.
Ji Eun tertembak Eunyuk. Mengetahui pelurunya menembus dada Ji Eun Eunhyuk memutuskan mengakhiri hidupnya juga. Satu peluru kini bersarang di kepalanya. Sebelum polisi datang kedua orang itu sudah menyapa ajal lebih dulu. Semuanya selesai.
#ThreeYearLater
“Apa aku salah?”tanya Eun Ji pada Seseorang.
“Apa?”sahut orang itu.
“Mencintaimu. Apa aku salah dengan itu?”tanya Eun Ji lagi.
“Aku rasa tidak”jawab seseorang itu.
“Benarkah itu?”dia masih saja penasaran.
Dua orang manusia memandang sunset bersama. Di tempat yang kini bisa di sebut dengan rumah. Di tempat yang seharusnya bisa memberikan sejuta kebahagiaan. Dua manusia itu saling bertukar senyum penuh cinta. Di sanalah keduanya berada setelah hal buruk itu.
“Ya benar”jawabnya lagi.
“Aku tau ini semua benar, Kyuhyun oppa”senyum mengembang di bibir Eun Ji.
“Kau memanggilku oppa? Kemarilah aku akan menciummu. Eun Ji”
“Ya.. oppa. Kau ini !!! jauh dariku!!!”
Cerita itu sudah berakhir. Cerita ini juga sudah berakhir. Tapi bukan itu. Cinta tidak akan berakhir. Mereka baru saja mulai. Jadi tidak ada alasan untuk mengakhiri... Its..true.. Right??

The end..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar