Kamis, 11 Juni 2015

FF Nae Oppa

NAE OPPA


Author : Lily Park
Main Cast :
-          Cho Kyuhyun
-          Cho jihyun
-          Park Gyuwon
Genre : familly, love, fun, i don’t know, lebih baik anda yang menyimpulkan sendiri.
Rating : pg-13
Leght : one shoot
Summary : Namja itu selalu membuat hidupku tidak tenang. Selalu mengganggu hidupku. Namja yang penakut kegelapan, namja evil, namja yang menyebalkan, namja yang membuat para yeoja menangis. Namja yang sangat protektif padaku. Namja itu sungguh sangat trouble maker. Namun aku sangat menyayanginya. Dia adalah nae oppa, Cho Kyuhyun.
Author akun :
- twitter : @magnolia2498

Oke.. lets reading.. jangan lupa tinggalkan jejak anda di sini. Sungguh diharapkan. Karena dengan jejak anda akan memberi motivasi dan membuat kami lebih baik. Jangan lupa ya.



# nae oppa #
Seorang yeoja cantik yang duduk di bawah pohon bersama seorang namja yang sangat aku kenali. Yeoja  itu sedang menangis sesenggukan. Entah apa yang di lakukan namja itu padanya. Sungguh pemandangan yang kerap kali aku temui. Setelah melihat ku keluar dari gerbang sekolah namja itu langsung tersenyum kearahku dan melambai memanggilku. Aku tidak memperdulikannya. Aku tidak mau terlibat lagi masalah karena namja itu. Sungguh sangat menyebalkan.
“ hey Cho Jihyun. Aku datang kemari untuk menjemputmu. Tapi kenapa kau meninggalkanku begitu saja. Kau tidak mau menghargai waktu luangku untukmu! Ji hyun dengarkan aku.. aku ini oppa mu!.”
Aish.. lagi-lagi namja itu berteriak kencang dari dalam mobilnya. Benar-benar menyebalkan. Aku menghentikan langkahku dan menoleh kearahnya.
“ ish.. kau ini membuatku malu saja. Dasar kau.” Aku langsung saja membuka pintu mobilnya dan membantingnya sekeras mungkin.
“jika kau mau masuk pelan saja. Kau akan merusak mobil ini. Dasar kau yeoja bodoh!.” Namja itu mengomeliku.
“hey.. Cho Kyuhyun berhentilah mengatai adikmu ini yeoja bodoh. Aku tidak pernah menyukainya. Jadi.. hentikanlah!.” Kataku tidak kalah kencangnya.
Beberapa lama suasana di dalam mobil itu mulai tenang kembali. Aku hanya mendiamkan saja namja yang sedang berkonsentrasi menyetir mobil ini. Namja itu bisa sangat tenang tapi jika ada waktunya dia akan jadi sangat berisik. Namja yang menurut versi kebanyakan yeoja sempurna ini sangat tidak mudah di tebak. Sangat sulit memahaminya sekalipun aku, adiknya sendiri.
“apa yang kau lakukan pada yeoja yang tadi duduk di bawah pohon itu tuan muda Cho?.” Aku awali pandangan yang menyelidik itu kearahnya.
“ ani.. aku tidak melakukan apapun.”  Heh.. apa kau tidak tau Kyuhyun. Aku sedang mengawasimu. Jadi jangan memasang wajah tak berdosa seperti itu membuatku muak saja.
“oh.. benarkah?. Jangan membohongiku lagi Kyuhyun! Aku ini bukan anak kecil yang mudah kau bohongi. Kau membuatnya menangis. Dasar kau! Buanglah jauh-jauh sifat playboymu itu dari pandanganku. Enyahkan!.” Aku membuatnya tersentak kaget. Aku harus membasmi virus playboy itu dari hidupnya. Selamanya. Menghapusnya.
“heya.. aku ini oppa mu  jadi berhenti memanggilku seperti itu.”
“aku tidak perduli. Aku tidak akan memanggilmu oppa lagi jika kau tidak mau membuang sifat playboy mu itu tuan muda Cho. Ingat itu semua!.”
“ Cho Jihyun..”
# nae oppa #
 Aku baru saja menyelesaikan tugasku. Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam saat aku merebahkan tubuhku di atas ranjangku yang nyaman. Mematikan semua lampu kamarku dan menyisakan satu cahaya kecil yang redup dari samping tempat tidurku. Hanya itu satu-satunya cahaya yang tersisa lampu tidur kecil pemberian namja itu.
Berusaha menutup mataku. Aku berharap untuk bisa segera terlelap secepatnya agar jadi lebih segar besok. Belum genap satu jam aku menutup mataku aku dengar suara langkah kaki. Kemudian disusul suara dorongan pada pintu kamarku. Aku berusaha bangun namun mataku masih saja berat. Ranjangku tiba-tiba saja bergerak. Aku kemudian reflek terbangun dan duduk langsung saja aku nyalakan lagi lampu di samping ranjangku.
“Kembalilah ke kamarmu sendiri jangan menggangguku. Kau ini dasar namja penakut!.” Menyebalkan. Namja itu lagi yang muncul di hadapanku. Menggangguku yang sedang mencoba untuk terlelap.
“hey.. kau. Namja penakut. Cho Kyuhyun. Aish.. Ya sudah terserah kau saja. Tapi ingat jangan macam-macam. Aku ini yeodongsaengmu sendiri. awas saja jika kau berani macam-macam padaku. Aku bunuh kau!.” Namja ini benar-benar menyebalkan. Dia sama sekali tidak mendengarkanku. Kenapa dia selalu membuatku sangat kesal. Dasar kau namja evil!
Aku masih saja tidak paham apa yang di lakukan oleh namja ini. Seorang namja yang cukup aneh, kebiasaan itu cukup membuatku bergidik ngeri. Setiap malam ketika semua lampu di rumah telah mati namja itu selalu menyelinap ke dalam kamarku. Dan aku akan sangat di buatnya terkejut saat pagi tiba. Namja ini kadang membuatku takut. Kebiasaan itu membuatku sangat tidak nyaman meski aku adiknya. Namun aku ini tetap saja seorang yeoja.
# nae oppa #
“Jihyun..” seorang namja yang cukup tampan dan sedikit lebih tinggi dariku melambaikan tangannya padaku.
Namja ini adalah namja yang sekarang ada di hidupku selain Kyuhyun oppa. Namja yang mengisi hidupku selain namja trouble maker ku si Kyuhyun itu. Namjachinguku Park Gyuwon.
“oppa..”
“bagaimana kalau aku yang mengantarmu pulang hari ini?.  Aku sangat merindukanmu Jihyun.”
“ aku juga sangat-sangat merindukanmu oppa. Tapi apa kita bisa menghindari namja itu?.” Aku langsung saja mengarahkan pandangan mataku pada Kyuhyun yang sedang duduk di bangku taman sekolahku menunggu dengan penuh tatapan yang sulit di artikan oleh penerjemah sekalipun.
“kita pasti bisa. Hwaiting!!!.” Ini lah yang membuatku menyukai namja ini. Dia tidak menyerah meskipun dia harus berhadapan dengan namja super menyebalkan itu. Dia selalu punya cara mengakali Kyuhyun agar bisa mengantarku pulang.
Entahlah, apa mungkin hal yang dilakukan kali ini bisa berhasil. Aku sangat tidak yakin kali ini. aku takut jika kali ini Kyuhyun akan mengenaliku. Pasti dia akan membuat namjachinguku ini.. ah aku takut membayangkannya.
“oppa, apa kau yakin semua ini akan berhasil?.” Keraguanku seakan terpatahkan oleh anggukannya yang bersemangat.
“aku sangat yakin.”
Namja ini memang sangat cerdik. Dia meminjamkan jaketnya padaku. Mendandaniku seakan aku ini yeoja yang sedang sakit. Memakaikanku syal tebal dan penutup kepala. Kemudian dia menggendongku. Mudahnya kami sedang berakting.
Kami baru saja melewati beberapa langkah di depan namja itu namun tiba-tiba saja hidungku terasa sangat gatal aku pun bersin dengan sangat kencang. Seperti yang aku takutkan namja itu menyadarinya.  Kami tertangkap basah. Dia terlihat sangat-sangat marah.
“ Gyuwon oppa.. larilah.. cepat lari!.” Ku dorong namja ini pergi.
“tapi. . Jihyun..”
“sudahlah.. cepat pergi oppa.”
“Cho Jihyun!!!.” Kulihat tatapan Kyuhyun menyeramkan. Sangat –sangat menyeramkan. Seperti malaikat pencabut nyawa.
# nae oppa #
Namja ini benar-benar gila. Seperti anak kecil saja. Ehs.. aku kadang bingung harus berbuat apa untuk membuatnya berhenti mengikuti kemanapun aku pergi. Semenjak kejadian itu dia menjadi sangat over protektif padaku. Kemanapun aku pergi dia pasti beredar di sekelilingku. Dan yang lebih aku benci dia selalu menarik perhatian para yeoja di manapun dia berada.
“ mau kemana kau?.” Aish.. aku paling membenci tatapanya yang sangat mengganggu itu. Tatapan itu bagaikan tatapan iblis. Penuh selidik dan kejam.
“aish.. berhentilah mengikutiku saat aku pergi kemanapun kakiku melangkah. Kau menggangguku. Kau tau itu. Jika kau melakukannya lagi aku akan bilang pada eomma dan appa di london biar aku bisa di pindahkan saja kesana. Biar kau sendiri saja di sini. Kau dengar itu. Cho Kyuhyun!.” Kali ini aku sungguh-sungguh Cho Kyuhyun
Sepertinya apa yang aku perbuat tadi itu sangat berhasil. Sekarang aku bisa sangat tenang. Tidak ada Kyuhyun tidak ada yeoja yang akan menggangguku lagi.
# nae oppa #
Aku sedang berjalan beriringan bersama Gyuwon oppa. Kali ini benar-benar tanpa gangguan. Ah.. jarang ada kesempatan seperti ini. Saat namja itu benar-benar tidak mengikutiku lagi. Menyenangkan.
“ buka mulutmu, aaa..“ aish.. namja ini benar-benar romantis. Sangat romantis dia ingin menyuapi es krim coklat kesukaanku. Langsung saja aku membuka mulutku. Namun bukannya dia  meyuap ke dalam mulutku namja ini malah usil dan menyuapi hidungku.
“oppa... dingin!.” Dia malah tersenyum dengan evilnya. Aku mengusap hidungku yang di lumuri es krim olehnya. Namja ini. sifatnya sangat mirip si trouble maker itu. Aish.. kenapa tiba-tiba aku teringat dia. Namja itu sedang baik-baik saja jihyun jangan memikirkan dia lagi. Yang ada di hadapanmu sekarang Gyuwon  oppa. Ingat Gyuwon oppa.
“ada apa?.” Gyuwon oppa mengelap hidungku dengan tisu. Aku hanya menggelengkan kepalaku dengan cepat.
“ani.. aku hanya tiba-tiba teringat namja evil itu. Maksudku Kyuhyun oppa.” Tatapan namja ini seketika jadi aneh.
“kenapa?. Ada apa dengannya?.” Aku menggeleng dengan cepat.
Entahlah aku tidak tau. Kenapa aku tiba-tiba memikirkan namja yang menyebalkan itu. Ponselku tiba-tiba saja berdering.
“ne Sungmin oppa?. Mwoya?. Jinjja?. Dimana dia sekarang?. Baiklah aku akan pulang sekarang.” Ternyata itu adalah Sungmin oppa. Benar saja apa yang membuatku khawatir. Namja itu. Terjadi sesuatu terhadap namja itu.
# nae oppa #
Aku hanya memandangnya tak percaya. Namja itu sedang terbaring lemah. Tangan kanannya terbalut perban yang cukup tebal. Patah tulang itu kata dokter. Dia sedang tidur saat aku masuk.
Saat tertidurpun wajah itu juga cukup tampan. Aish.. kenapa aku jadi memujinya. Menyebalkan. Tapi sebenarnya para yeoja itu memang benar. Namja ini sangat tampan pantas saja mereka sangat menyukainya.
“ jangan memandangiku seperti itu. Kau bisa jatuh cinta padaku.” Dia tidak tertidur rupanya. Dia hanya memejamkan mata.
“ narsis sekali kau tuan muda Cho. Menyebalkan.” Dia menatapku dengan tatapan yang sangat berbeda. Wajah itu.
“ Nona Cho. Kau itu lebih narsis dibanding aku lihatlah.” Dia mengambil ponselnya dengan tangan kirinya.
“ dari mana kau mendapatkan semua ini.” aku melihat semua fotoku dengan sangat terkejut. Namja ini mempunyai semua fotoku dari berbagai sudut. Berbagai macam gaya. Di semua kegiatanku. Saat aku bersama Gyuwon oppa. Semuanya.
“itu tidak penting.” Saat seperti ini namja ini masih saja sangat menyebalkan.
“ berikan padaku.” Aku berusaha merebutnya. Dan aku bisa mengambilnya dengan mudah. Secepat kilat aku menghapusnya.
“percuma saja. Aku punya lebih banyak lagi salinanya. Dan aku akan dengan mudah memberikannya pada appa dan eomma. Lihat saja” Aish.. namja ini.
“ apa maumu Cho Kyuhyun. Katakan!.”
“mudah saja.”
#nae oppa #
Aku harus merawatnya. Sangat menyebalkan. Dan aku harus memanggilnya oppa lagi. Permintaan konyol. Namja ini memang aneh.
“ harusnya kau mencari istri saja oppa. Jangan merepotkan aku seperti ini.” dia hanya memandangku dengan tatapan mengejek.
“ aku sudah punya calon istri. Aku akan menikahinya.” Namja itu dengan tatapan yang sangat meyakinkan.  Tanpa terlihat kebohongan sedikitpun. Aku hanya bisa mengerutkan keningku.
“ baguslah!.”
“ kau menikahlah denganku. Ayo kita menikah.” Aish tatapan dewa iblis dari mana itu. Apa yang baru saja aku dengar membuatku sangat ingin muntah.
“aih.. kau namja gila. Aku ini adikmu bodoh. Kau gila. Dasar kau namja gila. Aku tidak mau. Seandainya jika aku terlahir bukan sebagai adikmu  pun aku juga  tidak mau. Tidak akan pernah mau.”
Dia tertawa dengan lebarnya. Entahlah apa yang membuatnya tertawa dengan sangat keras.
“ Jihyun ayo kita menikah.. jihyun ayolah.. menikahlah denganku. Cho jihyun.” Dia terus saja mengejarku. Dan terus saja mengucapkan kata-kata yang sama.
“ aku tidak mau. Sekali tidak tetap tidak. Enyahlah namja gila.” Aku hanya bisa menghindar. Sementara dia tetap saja tertawa dengan lebarnya.
Sekarang aku baru menyadari oppa seperti apa dia. Namja ini. aku sangat mencintai namja ini. NAE OPPA. CHO KYUHYUN. SARANGHAE OPPA!!!
THE END..
WHAT DO YOU THINK?
Author gila. Emang (y) .
KEEP RCL NE..
Gomawo.. ^^
~lily park~












Tidak ada komentar:

Posting Komentar