Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance,
Comedy, Action
Lenght: Part
***
Shin Eun Ji
Dia memang
menyebalkan sekali. Sangat kekanakan! Sifatnya sangat berbeda saat pertama aku
bertemu dengannya. Dia jadi lebih sekarang! Lebih menjengkelkan! Lebih
kekanakan! Lebih buruk! Melebihi segalanya!
Dia harus
merasakan kekesalanku. Biar saja dia rasakan itu dan memikirkannya baik-baik.
Seenaknya dia membatasi segala tingkahku. Dari Paris dia juga mengawasiku. Dia
seperti maniak. Aku bisa jadi orang gila sungguhan!
“Dokter
Shin!”terdengar suara dari arah belakang.
“Oh.. Dokter
Min”sahutku sambil menoleh.
Dokter Min Do Jun
dari bagian spesialis bedah. Ternyata dialah yang tadi memanggilku. Dia berlari
kecil dan berdiri di sampingku. Kami sekarang ada di halte menunggu bus
berikutnya. Arah ke RS Myung Soo. Laki-laki yang banyak di kagumi perempuan di
tempatku bekerja hanya dia. Julukannya “Pangeran tampan dari Myung Soo”.
“Kau dari mana Dokter
Min?”tanyanya padaku.
“Seorang teman
dari Paris datang. Jadi aku menemaninya makan malam”ungkapku.
“Oh..”satu kata
yang keluar darinya.
Bus berhenti di
depan kami. Akhirnya aku masuk. Semua deretan bangku di dalamnya sangat penuh.
Hanya tersisa dua bangku kosong bagian kanan nomor dua dari belakang. Aku
akhirnya mengambil tempat itu di ikuti Dokter Min duduk di sampingku.
Kelihatannya dia nyaman sekali. Tapi aku sama sekali tidak.
Bus berhenti
mendadak. Orang yang berdiri di samping Dokter Min melepaskan pegangannya
karena kaget. Dia tidak sengaja mendorong
tubuh Dokter Min kearahku. Nyaris saja terjadi. Dia hampir menciumku.
Untung saja saat itu aku tubuhku maju kedepan.
Kejadian itu membuatku syok. Ini tidak pernah terbayangkan!
“Kau baik-baik
saja Dokter Min?”sebuah anggukan menjawabku.
Sepertinya tidak.
Bibir mencium kursi bus apa bisa di bilang baik-baik saja? Jika itu terjadi
padaku aku akan segera memaki sang pembuat onar. Ya, sopir bus. Aku akan
mengoceh padanya seperti kuah baso ikan yang muncrat ke manapun. Akan ku hujani
dia dengan makian. Tapi untung saja itu bukan aku. Jadi bukan saatnya aku
lakukan itu.
“Aku baik-baik
saja”katanya sambil mengusap bibirnya.
Sebenarnya aku
ingin sekali tertawa. Kejadian itu membuatku geli. Tapi rasanya tak tega
menertawakan musibah orang lain. Bisa saja suatu saat hal seperti itu juga
terjadi padaku. Memikirkannya saja
membuatku malu. Saat itu terjadi bagaimana dengan wajahku? Akan ku buang ke
laut!
***
Cho Kyuhyun
Lagi-lagi dia
marah seperti itu. Kenapa dia melakukannya lagi? Apa belum cukup dia bertingkah
kekanakan saat di Paris? Apa aku juga terlalu protektif padanya? Apa semua yang aku lakukan salah? Jika begitu apa
yang seharusnya aku lakukan? Harus bagaimana lagi?
Aish.. gadis itu
membuatku bingung. Dia tidak pernah mengatakan apapun yang menjadi keinginanya.
Tidak pernah sekalipun menyinggung kesukaanya. Warna favorit, makanan
favorit, apapun yang dia suka. Dia tidak
pernah menceritakannya atau memberitahukannnya padaku. Aku seperti orang bodoh!
Ya, mungkin
setidaknya aku tau tentang tempat favoritnya di Paris. Hanya itu. Tapi lebih
baik mengetahui satu hal daripada tidak tau sama sekali. Rasa tidak tau itu akan menempatkanku pada
posisi egoisme tinggi. Rasa tidak perduli. Oh.. satu lagi yang ku tau darinya.
Dia tidak pernah mau minta maaf. Itu dia kebiasaan buruknya.
“Eun Ji. Hey..
Shin Eun Ji!!”ku teriakkan namanya tapi tidak di dengarnya.
Aku berlari
mengejarnya. Tapi lampu pennyebrangan sudah berubah merah. Tidak ada waktu
lagi. Aku kehilangan dia. Tidak mungkin menerobos dan lari tertabrak mobil. Aku
tidak mau mati muda. Masih ada cukup waktu untuk bersenang-senang. Jadi ku
putuskan untuk mengambil mobilku dulu.
Ku arahkan
mobilku menuju RS Myung Soo. Bisa saja
dia masih menunggu bis bus di halte. Aku akan menemuinya dan minta maaf
padanya. Ya, dia pasti mengerti. Dia akan memaafkanku. Itu dia. Benar dugaanku
dia berdiri di halte bus.
Siapa yang
berdiri di sampingnya? Pria itu? bukankah salah satu Dokter di RS Myung Soo
juga? Jadi dia meninggalkanku karena dia? Gadis itu!!
Akhirnya ku ikuti
mereka dengan mobil. Berusaha terus sejajar di jalan raya. Untung saja mereka
ada di bagian kanan. Jadi dengan leluasa aku bisa mengawasinya. Gadis itu
berbincang akrab dengannya. Pria aneh itu! kenapa dia bisa nyaman sekali ada di
sebelah yeojaku? Sialan!!
Brakk!!!
Suara keras dari
arah depan. Sialan! Ada kecelakaan mobil di depan. Dan aku baru sadar jika
sekarang mobil yang lepas kendali itu menuju mobilku. Untuk sesaat aku merasa
takut. Tapi sedetik kemudian terasa ringan. Dan semuanya berubah gelap. Aku
tidak tau apa yang terjadi.
***
Author
Saat Kyuhyun
sedang mengawasi semua tingkah Eun Ji dia berlaku sangat kekanakan. Dengan
sengaja dia menempatkan mobilnya di samping bus yang di tumpangi Eun Ji. Dia
tidak pernah sadar jika bahaya justru mengintainya tepat di depannya. Dan
kemalangan menimpanya. Satu mobil yang lepas kendali mengenai mobilnya dengan
keras. Kyuhyun terpental dan jauh tepat di jalanan. Dia tak sadarkan diri.
Di dalam bus
terjadi kepanikan. Banyak dari penumpangnya berlarian keluar. Bemper depan bus
terhantam dengan keras. Eun Ji yang bingung juga segera turun menyelamatkan
diri. Tawanya yang nyaris saja terlepas tiba-tiba lenyap. Dia panik.
“Tuan!! Tuan!!
Tuan!!”teriak seseorang saat menemukan Kyuhyun tergeletak di jalanan.
Semua orang
berkerumun di sekeliling Kyuhyun. Mereka hanya melihatnya sedangkan orang yang
menemukan Kyuhyun bingung dengan apa yang dia lakukan. Dia panik karena Kyuhyun
tidak membuka matanya sama sekali. Eun Ji mendekati kerumunan itu dan merangsek
masuk.
“Apa ada Dokter
di antara kalian?”tanya pemuda itu.
“Aku Dokter”jawab
Eun Ji.
“Tolong
selamatkan dia”pinta orang itu.
Eun Ji
menyerahkan tasnya pada Dokter Shin. Kemudian memintanya menelpon 119 dengan
segera sementara dia melakukan CPR. Eun Ji hampir saja melompat saat mengetahui
orang itu adalah Kyuhyun. Kyuhyun yang tadi di tinggalkannya di Restoran. Namjanya.
“Kyuhyun!!
Bangunlah!! Cho Kyuhyun!! Bangunlah bodoh!!”teriak Eun Ji sambil menempuk pipi
Kyuhyun.
Mata Kyuhyun sama
sekali tak terbuka sampai ambulan datang. Sesudah sampai di ruang UGD RS Myung
Soo pun Kyuhyun tidak segera membuka matanya juga. Eun Ji terlihat panik dengan
keadaan Kyuhyun. Ada yang salah dengannya itulah yang di pikirkan Eun Ji.
“Segera lakukan
pemeriksaan lanjutan”perintah Eun Ji pada seorang perawat.
“Baik. Dokter
Shin”sahut perawat itu lalu pergi.
Dua jam sudah
berlalu. Hasil pemeriksaan juga sudah keluar. Tidak ada yang salah padanya.
Hanya satu tulang retak yaitu di bagian tangan kanan. Eun Ji terus bingung jika
semua baik-baik saja kenapa dia tidak segera bangun? Apa dia ingin mengujinya?
Dia tidak tau apapun.
***
Shin Eun Ji
Aku tidak pernah
menduga akan seperti ini. Aku tidak pernah tau bahwa akan berakhir seperti ini.
Tadi aku meninggalkannya dengan sebuah rasa kesal. Sekarang dia datang padaku
dengan sebuah rasa sakit. Apa aku memang orang yang buruk?
“Bila besok pagi
kau tidak bangun, maka selamanya aku akan membencimu”ku genggam erat tangan
Kyuhyun.
Sejujurnya
perasaanku selama ini takut kehilangan dia. Tapi dia tidak mau mengerti dan
melakukan hal konyol yang menyebalkan. Bukan maksudku untuk egois. Tapi sebagian besar kesenagannya bertolak belakang
denganku. Kadang aku juga membenci hal
itu. Kami memiliki banyak perbedaan.
Mataku tebuka
lebar. Ternyata aku tertidur di samping Kyuhyun. Aku tidak kembali ke kamarku.
Terlalu kawatir membuatku lupa. Matahari sudah bersinar terang di luar.
Tanganku tidak merasakan tangan Kyuhyun di genggamanku. Lalu dengan cepat ku
tegakkan kepalaku. Di mana Kyuhyun?
“Suster Park
dimana pasien itu?”aku berlari panik pada Suster Park.
“Dia.. Dokter
Shin!! Aku belum selesai bicara”aku tidak perduli dan terus berlari.
Kakiku menuju
sudut lorong. Aku sampai di ruang mayat. Ini tidak mungkin! Tidak mungkin dia
pergi! Tidak mungkin! Ku lihat ada mayat baru yang masuk. Dengan cepat ku kejar
ke dalam ruang mayat. Ini bukan Kyuhyun! Bukan dia! Ini tidak benar!
“Tunggu!!”teriakku
serak.
“Dokter
Shin?”tatap seorang perawat tampak kaget.
“Biarkan aku melihatnya”tanganku
gemetar.
“Tapi..”dengan
paksa ku buka kain penutup mayat itu.
Aku tidak bisa
mengatakan apapun. Aku tidak percaya apa yang ku lihat. Mayat itu... Itu bukan
Kyuhyun!! Bukan dia!!
“Dokter
Shin!”teriak suster Park dengan nafas tersengal.
Aku menoleh.
Suster Park mendekat dan membisikkan sesuatu. Aku bertambah bingung. Tapi
dengan segera berusaha mengerti. Rasa panikku sia-sia. Itu semua tidak benar.
Aku bodoh! Ini semua gara-gara Kyuhyun!!
“Kenapa Kau baru
bilang sekarang!”
Aku berlari ke
arah atap gedung. Aku tidak sabar memarahinya jadi dengan sekuat tenaga aku
ingin segera sampai di atas dan melihatnya sendiri. Memastikan apa yang terjadi
dengan kedua mataku. Kemudian mengurusnya sendiri. Aku sampai di atas.
“Sia!! Kau ini
namja bodoh!! Seenaknya saja kau
mempermainkanku! Kau senang jika aku kena serangan jantung? Apa kau senang jika
aku mati muda? Kau senang? Kyuhyun brengsek!! Segera turun dari sana!!”umpatku
kesal.
Namja itu ada di
atap sejak pagi. Dia membuatku panik tapi dia sendiri santai. Ini menyebalkan!
Tidak lucu! Brengsek!
“Diamlah Dokter
Shin, jika kau terus mengoceh maka aku yang akan membuatmu diam”sahut Kyuhyun
datar.
Aku tidak tau apa
yang dipirkannya. Tapi kelakuannya barusan membuatku kesal. Membuatku tidak
bisa menahan diriku untuk tidak marah. Aku sangat marah! Dia mempermainkanku!!
“Ku kira kau
pergi, ku kira kau sudah meninggalkanku. Aku.. aku takut..”sebuah pelukan
hangat mendekatku.
“Aku di
sini”ucapnya sambil membelaiku.
“Kyu..”mataku
tidak berkedip.
Ccchhupp..
Sebuah kecupan
hangat mendarat di bibirku. Ciuman pertama. Rasanya aneh. Benar-benar aneh.
Tidak mengerikan seperti yang aku pikirkan. Tidak seburuk bayanganku. Namja
ini! sial! Dia mencuri ciuman pertamaku!
“Morning
kiss”katanya dengan penuh senyum.
“Kurang ajar!”kupukul
tanganya.
Dia mengerang.
Aku lupa. Tangan kanannya sedang cidera. Maafkan aku Kyu. Tapi kau sudah
keterlaluan! Lihat balas dendamku nanti!!
***
Kyu memang aneh,
min juga nggak ngerti..
Keep RCL ne..
#LilyPark

Tidak ada komentar:
Posting Komentar