Jumat, 11 September 2015

Love Mode Part 2 (Sequel Ice Prince)



Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance, Comedy, Action
Lenght: Part

***
Shin Eun Ji
Dia memang menyebalkan sekali. Sangat kekanakan! Sifatnya sangat berbeda saat pertama aku bertemu dengannya. Dia jadi lebih sekarang! Lebih menjengkelkan! Lebih kekanakan! Lebih buruk! Melebihi segalanya!
Dia harus merasakan kekesalanku. Biar saja dia rasakan itu dan memikirkannya baik-baik. Seenaknya dia membatasi segala tingkahku. Dari Paris dia juga mengawasiku. Dia seperti maniak. Aku bisa jadi orang gila sungguhan!
“Dokter Shin!”terdengar suara dari arah belakang.
“Oh.. Dokter Min”sahutku sambil menoleh.
Dokter Min Do Jun dari bagian spesialis bedah. Ternyata dialah yang tadi memanggilku. Dia berlari kecil dan berdiri di sampingku. Kami sekarang ada di halte menunggu bus berikutnya. Arah ke RS Myung Soo. Laki-laki yang banyak di kagumi perempuan di tempatku bekerja hanya dia. Julukannya “Pangeran tampan dari Myung Soo”.
“Kau dari mana Dokter Min?”tanyanya padaku.
“Seorang teman dari Paris datang. Jadi aku menemaninya makan malam”ungkapku.
“Oh..”satu kata yang keluar darinya.
Bus berhenti di depan kami. Akhirnya aku masuk. Semua deretan bangku di dalamnya sangat penuh. Hanya tersisa dua bangku kosong bagian kanan nomor dua dari belakang. Aku akhirnya mengambil tempat itu di ikuti Dokter Min duduk di sampingku. Kelihatannya dia nyaman sekali. Tapi aku sama sekali tidak.
Bus berhenti mendadak. Orang yang berdiri di samping Dokter Min melepaskan pegangannya karena kaget. Dia tidak sengaja mendorong  tubuh Dokter Min kearahku. Nyaris saja terjadi. Dia hampir menciumku. Untung saja saat itu aku tubuhku maju kedepan.  Kejadian itu membuatku syok. Ini tidak pernah terbayangkan!
“Kau baik-baik saja Dokter Min?”sebuah anggukan menjawabku.
Sepertinya tidak. Bibir mencium kursi bus apa bisa di bilang baik-baik saja? Jika itu terjadi padaku aku akan segera memaki sang pembuat onar. Ya, sopir bus. Aku akan mengoceh padanya seperti kuah baso ikan yang muncrat ke manapun. Akan ku hujani dia dengan makian. Tapi untung saja itu bukan aku. Jadi bukan saatnya aku lakukan itu.
“Aku baik-baik saja”katanya sambil mengusap bibirnya.
Sebenarnya aku ingin sekali tertawa. Kejadian itu membuatku geli. Tapi rasanya tak tega menertawakan musibah orang lain. Bisa saja suatu saat hal seperti itu juga terjadi  padaku. Memikirkannya saja membuatku malu. Saat itu terjadi bagaimana dengan wajahku? Akan ku buang ke laut!
***
Cho Kyuhyun
Lagi-lagi dia marah seperti itu. Kenapa dia melakukannya lagi? Apa belum cukup dia bertingkah kekanakan saat di Paris? Apa aku juga terlalu protektif padanya? Apa  semua yang aku lakukan salah? Jika begitu apa yang seharusnya aku lakukan? Harus bagaimana lagi?
Aish.. gadis itu membuatku bingung. Dia tidak pernah mengatakan apapun yang menjadi keinginanya. Tidak pernah sekalipun menyinggung kesukaanya. Warna favorit, makanan favorit,  apapun yang dia suka. Dia tidak pernah menceritakannya atau memberitahukannnya padaku. Aku seperti orang bodoh!
Ya, mungkin setidaknya aku tau tentang tempat favoritnya di Paris. Hanya itu. Tapi lebih baik mengetahui satu hal daripada tidak tau sama sekali.  Rasa tidak tau itu akan menempatkanku pada posisi egoisme tinggi. Rasa tidak perduli. Oh.. satu lagi yang ku tau darinya. Dia tidak pernah mau minta maaf. Itu dia kebiasaan buruknya.
“Eun Ji. Hey.. Shin Eun Ji!!”ku teriakkan namanya tapi tidak di dengarnya.
Aku berlari mengejarnya. Tapi lampu pennyebrangan sudah berubah merah. Tidak ada waktu lagi. Aku kehilangan dia. Tidak mungkin menerobos dan lari tertabrak mobil. Aku tidak mau mati muda. Masih ada cukup waktu untuk bersenang-senang. Jadi ku putuskan untuk mengambil mobilku dulu.
Ku arahkan mobilku menuju RS Myung Soo.  Bisa saja dia masih menunggu bis bus di halte. Aku akan menemuinya dan minta maaf padanya. Ya, dia pasti mengerti. Dia akan memaafkanku. Itu dia. Benar dugaanku dia berdiri di halte bus.
Siapa yang berdiri di sampingnya? Pria itu? bukankah salah satu Dokter di RS Myung Soo juga? Jadi dia meninggalkanku karena dia? Gadis itu!!
Akhirnya ku ikuti mereka dengan mobil. Berusaha terus sejajar di jalan raya. Untung saja mereka ada di bagian kanan. Jadi dengan leluasa aku bisa mengawasinya. Gadis itu berbincang akrab dengannya. Pria aneh itu! kenapa dia bisa nyaman sekali ada di sebelah yeojaku? Sialan!!
Brakk!!!
Suara keras dari arah depan. Sialan! Ada kecelakaan mobil di depan. Dan aku baru sadar jika sekarang mobil yang lepas kendali itu menuju mobilku. Untuk sesaat aku merasa takut. Tapi sedetik kemudian terasa ringan. Dan semuanya berubah gelap. Aku tidak tau apa yang terjadi.
***
Author
Saat Kyuhyun sedang mengawasi semua tingkah Eun Ji dia berlaku sangat kekanakan. Dengan sengaja dia menempatkan mobilnya di samping bus yang di tumpangi Eun Ji. Dia tidak pernah sadar jika bahaya justru mengintainya tepat di depannya. Dan kemalangan menimpanya. Satu mobil yang lepas kendali mengenai mobilnya dengan keras. Kyuhyun terpental dan jauh tepat di jalanan. Dia tak sadarkan diri.
Di dalam bus terjadi kepanikan. Banyak dari penumpangnya berlarian keluar. Bemper depan bus terhantam dengan keras. Eun Ji yang bingung juga segera turun menyelamatkan diri. Tawanya yang nyaris saja terlepas tiba-tiba lenyap. Dia panik.
“Tuan!! Tuan!! Tuan!!”teriak seseorang saat menemukan Kyuhyun tergeletak di jalanan.
Semua orang berkerumun di sekeliling Kyuhyun. Mereka hanya melihatnya sedangkan orang yang menemukan Kyuhyun bingung dengan apa yang dia lakukan. Dia panik karena Kyuhyun tidak membuka matanya sama sekali. Eun Ji mendekati kerumunan itu dan merangsek masuk.
“Apa ada Dokter di antara kalian?”tanya pemuda itu.
“Aku Dokter”jawab Eun Ji.
“Tolong selamatkan dia”pinta orang itu.
Eun Ji menyerahkan tasnya pada Dokter Shin. Kemudian memintanya menelpon 119 dengan segera sementara dia melakukan CPR. Eun Ji hampir saja melompat saat mengetahui orang itu adalah Kyuhyun. Kyuhyun yang tadi di tinggalkannya di Restoran.  Namjanya.
“Kyuhyun!! Bangunlah!! Cho Kyuhyun!! Bangunlah bodoh!!”teriak Eun Ji sambil menempuk pipi Kyuhyun.
Mata Kyuhyun sama sekali tak terbuka sampai ambulan datang. Sesudah sampai di ruang UGD RS Myung Soo pun Kyuhyun tidak segera membuka matanya juga. Eun Ji terlihat panik dengan keadaan Kyuhyun. Ada yang salah dengannya itulah yang di pikirkan Eun Ji.
“Segera lakukan pemeriksaan lanjutan”perintah Eun Ji pada seorang perawat.
“Baik. Dokter Shin”sahut perawat itu lalu pergi.
Dua jam sudah berlalu. Hasil pemeriksaan juga sudah keluar. Tidak ada yang salah padanya. Hanya satu tulang retak yaitu di bagian tangan kanan. Eun Ji terus bingung jika semua baik-baik saja kenapa dia tidak segera bangun? Apa dia ingin mengujinya? Dia tidak tau apapun.
***
Shin Eun Ji
Aku tidak pernah menduga akan seperti ini. Aku tidak pernah tau bahwa akan berakhir seperti ini. Tadi aku meninggalkannya dengan sebuah rasa kesal. Sekarang dia datang padaku dengan sebuah rasa sakit. Apa aku memang orang yang buruk?
“Bila besok pagi kau tidak bangun, maka selamanya aku akan membencimu”ku genggam erat tangan Kyuhyun.
Sejujurnya perasaanku selama ini takut kehilangan dia. Tapi dia tidak mau mengerti dan melakukan hal konyol yang menyebalkan. Bukan maksudku untuk egois. Tapi  sebagian besar kesenagannya bertolak belakang denganku.  Kadang aku juga membenci hal itu. Kami memiliki banyak perbedaan.
Mataku tebuka lebar. Ternyata aku tertidur di samping Kyuhyun. Aku tidak kembali ke kamarku. Terlalu kawatir membuatku lupa. Matahari sudah bersinar terang di luar. Tanganku tidak merasakan tangan Kyuhyun di genggamanku. Lalu dengan cepat ku tegakkan kepalaku. Di mana Kyuhyun?
“Suster Park dimana pasien itu?”aku berlari panik pada Suster Park.
“Dia.. Dokter Shin!! Aku belum selesai bicara”aku tidak perduli dan terus berlari.
Kakiku menuju sudut lorong. Aku sampai di ruang mayat. Ini tidak mungkin! Tidak mungkin dia pergi! Tidak mungkin! Ku lihat ada mayat baru yang masuk. Dengan cepat ku kejar ke dalam ruang mayat. Ini bukan Kyuhyun! Bukan dia! Ini tidak benar!
“Tunggu!!”teriakku serak.
“Dokter Shin?”tatap seorang perawat tampak kaget.
“Biarkan aku melihatnya”tanganku gemetar.
“Tapi..”dengan paksa ku buka kain penutup mayat itu.
Aku tidak bisa mengatakan apapun. Aku tidak percaya apa yang ku lihat. Mayat itu... Itu bukan Kyuhyun!! Bukan dia!!
“Dokter Shin!”teriak suster Park dengan nafas tersengal.
Aku menoleh. Suster Park mendekat dan membisikkan sesuatu. Aku bertambah bingung. Tapi dengan segera berusaha mengerti. Rasa panikku sia-sia. Itu semua tidak benar. Aku bodoh! Ini semua gara-gara Kyuhyun!!
“Kenapa Kau baru bilang sekarang!”
Aku berlari ke arah atap gedung. Aku tidak sabar memarahinya jadi dengan sekuat tenaga aku ingin segera sampai di atas dan melihatnya sendiri. Memastikan apa yang terjadi dengan kedua mataku. Kemudian mengurusnya sendiri. Aku sampai di atas.
“Sia!! Kau ini namja bodoh!!  Seenaknya saja kau mempermainkanku! Kau senang jika aku kena serangan jantung? Apa kau senang jika aku mati muda? Kau senang? Kyuhyun brengsek!! Segera turun dari sana!!”umpatku kesal.
Namja itu ada di atap sejak pagi. Dia membuatku panik tapi dia sendiri santai. Ini menyebalkan! Tidak lucu! Brengsek!
“Diamlah Dokter Shin, jika kau terus mengoceh maka aku yang akan membuatmu diam”sahut Kyuhyun datar.
Aku tidak tau apa yang dipirkannya. Tapi kelakuannya barusan membuatku kesal. Membuatku tidak bisa menahan diriku untuk tidak marah. Aku sangat marah! Dia mempermainkanku!!
“Ku kira kau pergi, ku kira kau sudah meninggalkanku. Aku.. aku takut..”sebuah pelukan hangat mendekatku.
“Aku di sini”ucapnya sambil membelaiku.
“Kyu..”mataku tidak berkedip.
Ccchhupp..
Sebuah kecupan hangat mendarat di bibirku. Ciuman pertama. Rasanya aneh. Benar-benar aneh. Tidak mengerikan seperti yang aku pikirkan. Tidak seburuk bayanganku. Namja ini! sial! Dia mencuri ciuman pertamaku!
“Morning kiss”katanya dengan penuh senyum.
“Kurang ajar!”kupukul tanganya.
Dia mengerang. Aku lupa. Tangan kanannya sedang cidera. Maafkan aku Kyu. Tapi kau sudah keterlaluan! Lihat balas dendamku nanti!!
***
Kyu memang aneh, min juga nggak ngerti..
Keep RCL ne..

#LilyPark

Tidak ada komentar:

Posting Komentar