Jumat, 11 September 2015

Love Mode Part 4 (Sequel Ice Prince)



Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance, Comedy, Action
Lenght: Part
***
Shin Eun Ji
Baru saja Kim Min Seok menghubungiku. Dia mintaku menemuinya setengah jam lagi. Sepertinya ada hal penting yang ingin di sampaikannya padaku. Dengan nada bicaranya bisa di tebak dia dalam keadaan panik. Aku tidak tau kenapa tapi ku rasa ini hal yang rumit untuk di jelaskan. Dia berbicara cepat sekali dan langsung memutuskan telponnya. Ku lepaskan jas dokterku dan menuju ke daerah gangnam. Dia sudah menungguku di sana. Sekiranya aku akan ada di sana dalam setengah jam.
“Dokter Min, aku akan ke Gangnam sebentar. Aku akan kebali pukul 6”pamitku pada Dokter Min.
“Berhati-hatilah Dokter Shin”jawab Dokter Min.
Aku menghentikan taksi dan segera berangkat. Rasanya aneh. Ada seseorang yag mengintaiku dari tadi. Dia sepertinya membututiku dari rumah sakit. Dengan tingkah lakunya itu dia membuatku takut. Aku menyuruh supir taksi melajukan mobilnya lebih cepat. Dan akhirnya mobil orang aneh itu menghilang.
Ponselku tiba-tiba bergetar saat aku sudah turun dari taksi  di daerah gangnam. Nama Kyuhyun tertulis jelas di layar. Dia pasti sangat kawatir padaku karena jujur saja aku tidak mengatakan apapun padanya soal Min Seok. Dia pasti sangat kawatir dan juga curiga padaku. Dia tidak tau apapun soal pria ini.
“Eun Ji... Shin Eun Ji! Dimana kau?”teriak Kyuhyun keras.
“Aku ada urusan jadi aku keluar sebentar. Aku di Gangnam”jawabku.
“Tetap waspada! Jangan lengah!”teriaknya lagi.
“Wae? Kenapa aku harus waspada?”tanyaku padanya.
“Jangan lengah sedetik pun! Tuggu aku di sana. Aku akan segera menyusulmu!”bentaknya.
“Kyu...aku”
Darah mengucur di perut kiriku. Terasa sangat hangat dan kental. Sesuatu telah merobek dagingku. Menembusnya. Terasa sangat perih dan sakit. Tanganku menekannya. Tapi masih saja banyak darah yang mengucur. Seseorang yang tadi ada jauh di depanku kini tepat menghadapku. Tangannya masih memagang pisau yang berlumuran darah. Aku baru menyadari. Aku sudah terluka oleh pisau orang itu.
***
Author
Eun Ji limbung ke tanah seketika. Orang yang berdiri di hadapannya masih saja mengamati apa yang terjadi tanpa melakukan apapun. Dia hanya tetap mengawasi segala tingkah laku korbannya. Wajahnya yang tertutup bayangan jaket dari lampu terlihat puas. Bibirnya tersenyum menyiratkan kemenangan dan kepuasan. Dia sudah melakukannnya. Menghapus orang yang menghalangi jalannya.
“Sudah cukup kau mencampuri urusanku!”teriak orang itu.
“Cukup! Jangan ganggu dia lagi!”sergah Eun Ji dalam kesakitanya.
Pria itu membuka penutup kepalanya. Terlihat jelas wajahnya yang tadi tertutup bayangan. Kini kedua mata Eun Ji bisa melihat mahluk seperti apa yang sudah menghunuskan pisaunya pada dirinya. Orang itu masih mempertahankan senyum kemenangannya. Dia masih dengan seimbang berdiri di hadapan Eun Ji tanpa goyah. Orang biadab itu..
“Temui ajalmu!”orang itu tertawa.
Langkah orang itu menghilang. Mata Eun Ji semakin berat. Sekarang tubuhnya benar-benar tidak bisa menahannya. Akhirnya tubuhnya tergeletak di tempatnya jatuh. Matanya menutup rapat tanpa daya. Eun Ji tidak sadarkan diri. Dia pingsan dengan rasa sakit yang sangat hebat.
Mobil Kyuhyun sampai di tempat tujuannya. Dia tidak melihat apapun. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menelusuri jalan yang ada di depannya. Dari kejauhan Kyuhyun melihat seseorang tergeletak bersimbah darah tanpa daya. Di hentikannya mobil itu dan segera turun.
Matanya mendapati sosok Eun Ji yang tergeletak lemah di atas tanah. Tiba-tiba bulir bening menetes dari sana. Kyuhyun tidak ingin percaya apa yang di lihatnya. Tapi tubuh itu memang Eun Ji. Orang yang sangat di cintainya dan orang yang sangat ingin di lindunginya. Sekarang dia tidak berdaya.
Kyuhyun berjalan gontai mendekati tubuh Eun Ji yang tidak sadarkan diri. Sekuat tenaga dia berusaha meraih Eun Ji dalam pelukannya. Di dekapnya Eun Ji dengan segala rasa kasih yang ada. Dia benar-benar tidak ingin kehilangan Eun Ji. Dia ingin melindunginya. Gadis itu adalah jiwanya sekarang.
***
Cho Kyuhyun
Aku tidak ingin percaya apa yang ku lihat. Tidak ingin mengatakan bahwa itu benar. Aku tidak ingin membenarkan apa yang terjadi padanya. Aku tidak ingin mengakui. Tidak pernah bisa dan tidak akan bisa. Aku tidak bisa mempercayai kenyataan ini. Sekarang dia benar-benar tertidur tanpa gerakan sama sekali. Hanya memejamkan matanya.
Kenapa kau bisa seperti itu Eun Ji? Apa kau ingin menguji kesabaranku? Jika kau ingin melakukan itu katakan saja! Katakan saja jika kau sudah tidak sanggup lagi bersamaku! Katakan saja kita harus mengakhirinya sekarang! Lebih baik jika kita tidak bersama lagi daripada aku harus melihatmu seperti itu!
Lebih baik jika aku melupakanmu tapi kau bisa bangun dengan baik daripada mencintaimu tapi kau hanya tidur dengan nyaman tanpa gerak. Aku tidak suka itu! lebih baik kau menhujatku seribu kali daripada seperti itu! Kau  marah itu lebih baik! Aku lebih suka kemarahanmu daripada kau diam seperti itu!
“Dengar Nona Shin! Aku akan menemukan siapa saja yang melukaimu dan akan membunuhnya segera. Dengan kedua tanganku!”teriakku pada Eun Ji.
Gadis itu tidak merespon apapun. Dia hanya berbaring di atas tempat tidurnya tanpa daya. Tapi meski begitu aku yakin dia bisa mendengarnya. Aku yakin dia bisa mengerti apa yang aku lakukan nanti.
***
Shin Eun Ji
Aku berjalan di jalan setapak. Sangat rindang dan sejuk dengan berbagai pohon yang ada. Ranting-ranting hijau yang penuh dengan dedaunan muda. Bunga-bunga yang mekar berwarna-warni dengan bau harum yang semerbak. Seperti baru saja mendengar angin berbicara padaku. Sepertinya burung menghiburku dan juga matahari tersenyum kepadaku.
Sepasang kakiku melangkah lurus kedepan. Terus mengikuti jalan setapak itu. Tiba-tiba sebuah bola menuju arahku. Lalu seorang anak kecil datang untuk mengambilnya. Sebelum tangan mungilnya mengambil bola itu. Sepasang mata coklat menatapku hangat. Mata anak itu seperti kedua mata Kyuhyun. Seperti dia.
“Ji Hyun-ah, cepat kemari”sebuah suara datang dari samping.
“Ah.. appa!”sahutnya.
Aku menoleh. Gadis itu menghampiri appanya dengan cepat. Aku bisa melihat dengan jelas. Orang yang berdiri di sana. Yang disebut appa oleh gadis kecil itu. Laki-laki yang tersenyum hangat itu. Kyuhyun! Aku bisa melihatnya! Itu benar!
Tanpa sadar aku mengikuti mereka diam-diam. Mataku terus terfokus pada keduanya. Mengikuti langkah mereka dengan perlahan. Mengamati dari jauh berusaha untuk tidak terlihat dan di ketahui. Aku sepertinya tertarik olehnya. Aku ingin memastikan sesuatu.
“Eomma! Kami pulang!”teriak keduanya.
Mereka sampai di sebuah rumah. Pintu yang tadinya tertutup rapat mulai terbuka. Seorang dengan wajah keibuannya keluar dengan senyum di bibirnya. Perempuan itu lalu memeluk dan mengecup pipi keduanya dengan senang. Perempuan itu melihat ke arahku. Perempuan itu? Aku??
“Jangan terkejut Eun Ji”sebuah suara terdengar.
“Eonni?”aku melihat eonni berdiri di sampingku.
“Kau akan menemuinya segera. Kau akan kembali”ungkapnya.
“Tapi.. Eonni? Eonni? Eonni? Di mana kau?”dia menghilang.
Semuanya berubah gelap. Lalu perasaanku semakin ringan dan lebih ringan. Seperti kapas yang tertiup angin musim kering. Melayang dengan mudah dan terbang bebas. Aku bebas tanpa halangan. Seperti kapas kering yang mengudara. Dengan sedikit suara-suara yang berdengung. Lalu teriakan nyaring terdengar. Seperti teriakkan Kyuhyun.
“Dengar Nona Shin! Aku akan menemukan siapa saja yang melukaimu dan akan membunuhnya segera. Dengan kedua tanganku!”teriaknya.
Aku membuka mataku pelan dan akhirnya menemukan atap sebuah ruangan. Di mana aku? Di mana aku sekarang? Apa yang aku lakukan di sini? Apa yang aku lakukan? Ah.. kenapa perutku sakit?? Apa yang terjadi?
***
Author
Eun Ji membuka matanya perlahan. Sepertinya dia belum menyadari apa yang terjadi. Masih belum seratus persen pulih dari kondisinya. Dia hanya merasakan sakit di perutnya dan hanya terdiam. Dia masih tidak sanggup bergerak. Dia hanya terbaring lemah.
“Dokter Min?”seseorang masuk membawa kursi roda.
Lalu tanpa kata memindahkan Eun Ji ke kursi roda tanpa penjelasan. Hanya diam tanpa satu katapun terucap. Min Do Jun lalu mendorong kursi rodanya perlahan menuju lift. Membawa Eun Ji ke atas gedung tanpa penjelasan logis tentang alasannya. Dia tidak pernah menjawab segala pertanyaan Eun Ji. Tidak satupun.
“Dokter Min? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawaku kesini?”tanya Eun Ji tanpa lelah.
Min Do Jun berhenti mendorong kursi roda. Dia berdiri di hadapan Eun Ji dengan senyum anehnya. Dia menatap Eun Ji kaku. Tidak seperti  biasanya. Sepertinya ada banyak sekali kebencian yang ada di sana. Sepertinya api telah membakar hatinya. Pria itu mengarahkan pistol ke kepala Eun Ji.
“Jangan lakukan itu Hyung!!”teriak seseorang dari arah berlawanan.
***
TBC..
Keep RCL ne..
See You next part..

#MinLilyPark

Tidak ada komentar:

Posting Komentar