Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance, Comedy, Action
Lenght: Part
***
Shin Eun Ji
Baru saja Kim Min Seok menghubungiku. Dia mintaku menemuinya
setengah jam lagi. Sepertinya ada hal penting yang ingin di sampaikannya
padaku. Dengan nada bicaranya bisa di tebak dia dalam keadaan panik. Aku tidak
tau kenapa tapi ku rasa ini hal yang rumit untuk di jelaskan. Dia berbicara
cepat sekali dan langsung memutuskan telponnya. Ku lepaskan jas dokterku dan
menuju ke daerah gangnam. Dia sudah menungguku di sana. Sekiranya aku akan ada
di sana dalam setengah jam.
“Dokter Min, aku akan ke Gangnam sebentar. Aku akan kebali
pukul 6”pamitku pada Dokter Min.
“Berhati-hatilah Dokter Shin”jawab Dokter Min.
Aku menghentikan taksi dan segera berangkat. Rasanya aneh.
Ada seseorang yag mengintaiku dari tadi. Dia sepertinya membututiku dari rumah
sakit. Dengan tingkah lakunya itu dia membuatku takut. Aku menyuruh supir taksi
melajukan mobilnya lebih cepat. Dan akhirnya mobil orang aneh itu menghilang.
Ponselku tiba-tiba bergetar saat aku sudah turun dari
taksi di daerah gangnam. Nama Kyuhyun
tertulis jelas di layar. Dia pasti sangat kawatir padaku karena jujur saja aku
tidak mengatakan apapun padanya soal Min Seok. Dia pasti sangat kawatir dan
juga curiga padaku. Dia tidak tau apapun soal pria ini.
“Eun Ji... Shin Eun Ji! Dimana kau?”teriak Kyuhyun keras.
“Aku ada urusan jadi aku keluar sebentar. Aku di
Gangnam”jawabku.
“Tetap waspada! Jangan lengah!”teriaknya lagi.
“Wae? Kenapa aku harus waspada?”tanyaku padanya.
“Jangan lengah sedetik pun! Tuggu aku di sana. Aku akan
segera menyusulmu!”bentaknya.
“Kyu...aku”
Darah mengucur di perut kiriku. Terasa sangat hangat dan
kental. Sesuatu telah merobek dagingku. Menembusnya. Terasa sangat perih dan
sakit. Tanganku menekannya. Tapi masih saja banyak darah yang mengucur.
Seseorang yang tadi ada jauh di depanku kini tepat menghadapku. Tangannya masih
memagang pisau yang berlumuran darah. Aku baru menyadari. Aku sudah terluka
oleh pisau orang itu.
***
Author
Eun Ji limbung ke tanah seketika. Orang yang berdiri di
hadapannya masih saja mengamati apa yang terjadi tanpa melakukan apapun. Dia
hanya tetap mengawasi segala tingkah laku korbannya. Wajahnya yang tertutup
bayangan jaket dari lampu terlihat puas. Bibirnya tersenyum menyiratkan
kemenangan dan kepuasan. Dia sudah melakukannnya. Menghapus orang yang
menghalangi jalannya.
“Sudah cukup kau mencampuri urusanku!”teriak orang itu.
“Cukup! Jangan ganggu dia lagi!”sergah Eun Ji dalam
kesakitanya.
Pria itu membuka penutup kepalanya. Terlihat jelas wajahnya
yang tadi tertutup bayangan. Kini kedua mata Eun Ji bisa melihat mahluk seperti
apa yang sudah menghunuskan pisaunya pada dirinya. Orang itu masih
mempertahankan senyum kemenangannya. Dia masih dengan seimbang berdiri di
hadapan Eun Ji tanpa goyah. Orang biadab itu..
“Temui ajalmu!”orang itu tertawa.
Langkah orang itu menghilang. Mata Eun Ji semakin berat.
Sekarang tubuhnya benar-benar tidak bisa menahannya. Akhirnya tubuhnya
tergeletak di tempatnya jatuh. Matanya menutup rapat tanpa daya. Eun Ji tidak
sadarkan diri. Dia pingsan dengan rasa sakit yang sangat hebat.
Mobil Kyuhyun sampai di tempat tujuannya. Dia tidak melihat
apapun. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menelusuri jalan yang ada di
depannya. Dari kejauhan Kyuhyun melihat seseorang tergeletak bersimbah darah
tanpa daya. Di hentikannya mobil itu dan segera turun.
Matanya mendapati sosok Eun Ji yang tergeletak lemah di atas
tanah. Tiba-tiba bulir bening menetes dari sana. Kyuhyun tidak ingin percaya
apa yang di lihatnya. Tapi tubuh itu memang Eun Ji. Orang yang sangat di
cintainya dan orang yang sangat ingin di lindunginya. Sekarang dia tidak
berdaya.
Kyuhyun berjalan gontai mendekati tubuh Eun Ji yang tidak
sadarkan diri. Sekuat tenaga dia berusaha meraih Eun Ji dalam pelukannya. Di
dekapnya Eun Ji dengan segala rasa kasih yang ada. Dia benar-benar tidak ingin
kehilangan Eun Ji. Dia ingin melindunginya. Gadis itu adalah jiwanya sekarang.
***
Cho Kyuhyun
Aku tidak ingin percaya apa yang ku lihat. Tidak ingin
mengatakan bahwa itu benar. Aku tidak ingin membenarkan apa yang terjadi
padanya. Aku tidak ingin mengakui. Tidak pernah bisa dan tidak akan bisa. Aku
tidak bisa mempercayai kenyataan ini. Sekarang dia benar-benar tertidur tanpa
gerakan sama sekali. Hanya memejamkan matanya.
Kenapa kau bisa seperti itu Eun Ji? Apa kau ingin menguji
kesabaranku? Jika kau ingin melakukan itu katakan saja! Katakan saja jika kau
sudah tidak sanggup lagi bersamaku! Katakan saja kita harus mengakhirinya
sekarang! Lebih baik jika kita tidak bersama lagi daripada aku harus melihatmu
seperti itu!
Lebih baik jika aku melupakanmu tapi kau bisa bangun dengan
baik daripada mencintaimu tapi kau hanya tidur dengan nyaman tanpa gerak. Aku
tidak suka itu! lebih baik kau menhujatku seribu kali daripada seperti itu!
Kau marah itu lebih baik! Aku lebih suka
kemarahanmu daripada kau diam seperti itu!
“Dengar Nona Shin! Aku akan menemukan siapa saja yang
melukaimu dan akan membunuhnya segera. Dengan kedua tanganku!”teriakku pada Eun
Ji.
Gadis itu tidak merespon apapun. Dia hanya berbaring di atas
tempat tidurnya tanpa daya. Tapi meski begitu aku yakin dia bisa mendengarnya.
Aku yakin dia bisa mengerti apa yang aku lakukan nanti.
***
Shin Eun Ji
Aku berjalan di jalan setapak. Sangat rindang dan sejuk
dengan berbagai pohon yang ada. Ranting-ranting hijau yang penuh dengan
dedaunan muda. Bunga-bunga yang mekar berwarna-warni dengan bau harum yang
semerbak. Seperti baru saja mendengar angin berbicara padaku. Sepertinya burung
menghiburku dan juga matahari tersenyum kepadaku.
Sepasang kakiku melangkah lurus kedepan. Terus mengikuti
jalan setapak itu. Tiba-tiba sebuah bola menuju arahku. Lalu seorang anak kecil
datang untuk mengambilnya. Sebelum tangan mungilnya mengambil bola itu.
Sepasang mata coklat menatapku hangat. Mata anak itu seperti kedua mata
Kyuhyun. Seperti dia.
“Ji Hyun-ah, cepat kemari”sebuah suara datang dari samping.
“Ah.. appa!”sahutnya.
Aku menoleh. Gadis itu menghampiri appanya dengan cepat. Aku
bisa melihat dengan jelas. Orang yang berdiri di sana. Yang disebut appa oleh
gadis kecil itu. Laki-laki yang tersenyum hangat itu. Kyuhyun! Aku bisa
melihatnya! Itu benar!
Tanpa sadar aku mengikuti mereka diam-diam. Mataku terus
terfokus pada keduanya. Mengikuti langkah mereka dengan perlahan. Mengamati
dari jauh berusaha untuk tidak terlihat dan di ketahui. Aku sepertinya tertarik
olehnya. Aku ingin memastikan sesuatu.
“Eomma! Kami pulang!”teriak keduanya.
Mereka sampai di sebuah rumah. Pintu yang tadinya tertutup
rapat mulai terbuka. Seorang dengan wajah keibuannya keluar dengan senyum di
bibirnya. Perempuan itu lalu memeluk dan mengecup pipi keduanya dengan senang.
Perempuan itu melihat ke arahku. Perempuan itu? Aku??
“Jangan terkejut Eun Ji”sebuah suara terdengar.
“Eonni?”aku melihat eonni berdiri di sampingku.
“Kau akan menemuinya segera. Kau akan kembali”ungkapnya.
“Tapi.. Eonni? Eonni? Eonni? Di mana kau?”dia menghilang.
Semuanya berubah gelap. Lalu perasaanku semakin ringan dan
lebih ringan. Seperti kapas yang tertiup angin musim kering. Melayang dengan
mudah dan terbang bebas. Aku bebas tanpa halangan. Seperti kapas kering yang
mengudara. Dengan sedikit suara-suara yang berdengung. Lalu teriakan nyaring
terdengar. Seperti teriakkan Kyuhyun.
“Dengar Nona Shin! Aku akan menemukan siapa saja yang
melukaimu dan akan membunuhnya segera. Dengan kedua tanganku!”teriaknya.
Aku membuka mataku pelan dan akhirnya menemukan atap sebuah
ruangan. Di mana aku? Di mana aku sekarang? Apa yang aku lakukan di sini? Apa
yang aku lakukan? Ah.. kenapa perutku sakit?? Apa yang terjadi?
***
Author
Eun Ji membuka matanya perlahan. Sepertinya dia belum
menyadari apa yang terjadi. Masih belum seratus persen pulih dari kondisinya.
Dia hanya merasakan sakit di perutnya dan hanya terdiam. Dia masih tidak
sanggup bergerak. Dia hanya terbaring lemah.
“Dokter Min?”seseorang masuk membawa kursi roda.
Lalu tanpa kata memindahkan Eun Ji ke kursi roda tanpa
penjelasan. Hanya diam tanpa satu katapun terucap. Min Do Jun lalu mendorong
kursi rodanya perlahan menuju lift. Membawa Eun Ji ke atas gedung tanpa
penjelasan logis tentang alasannya. Dia tidak pernah menjawab segala pertanyaan
Eun Ji. Tidak satupun.
“Dokter Min? Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawaku
kesini?”tanya Eun Ji tanpa lelah.
Min Do Jun berhenti mendorong kursi roda. Dia berdiri di
hadapan Eun Ji dengan senyum anehnya. Dia menatap Eun Ji kaku. Tidak
seperti biasanya. Sepertinya ada banyak
sekali kebencian yang ada di sana. Sepertinya api telah membakar hatinya. Pria
itu mengarahkan pistol ke kepala Eun Ji.
“Jangan lakukan itu Hyung!!”teriak seseorang dari arah
berlawanan.
***
TBC..
Keep RCL ne..
See You next part..
#MinLilyPark

Tidak ada komentar:
Posting Komentar