Di mana cinta akan selalu ada
Cast: Cho Kyuhyun, Kang Yura
Length: PART
Genre: Life, romance, Sad, Love
Pg: 13
Summary: menjadi mama dari MAMA adalah anugerah terindah
dalam hidupku..
***
Author
Di sebuah toko di ujung jalan 5th Avenu terpajang
roti-roti panggang yang masih mengepulkan asap panasanya, matahari bahkan belum
muncul saat itu. Jalanan kota New York yang masih sepi dan gelap tidak membuat semangatnya
buyar. Kang Yura, gadis muda itu menyusun hasil karyanya di etalase kaca tembus
pandang tepat di depannya.
“Kalian istimewa.. karena setiap adonan yang ku buat pasti
penuh cinta”ucapnya pada roti terakhir yang di pegangnya.
“Kakak.. berhentilah bicara pada mereka. Mereka akan bosan
nanti”suara di balik pintu dapur membuatnya menengok.
“Aku hanya memberi mereka sedikit dorongan agar menarik hati
pembeli nanti”jawabnya.
“Ah.. setiap pagi menyajikan roti-roti ini adalah anugerah
terindah dalam hidupku”ucap pemuda itu meletakkan Loyang penuh roti ke hadapan
Yura.
“Aku..juga merasakan hal yang sama”sambung Yura menyahut
Loyang itu dengan tangannya dan berjalan ke ujung ruangan di mana etalase
kosong berada.
“Dia akan datang juga?”tanya pemuda itu.
“Mungkin”sahut Yura.
“Kakak? Apa kau baik-baik saja?”Pemuda itu mendekati Yura
dan menatapnya.
“Aku sangat baik… dia tidak akan menyakitiku lagi Yun
Woo”Yura tersenyum. Tapi pemuda itu tampak tidak yakin.
“Pergilah saat dia membuatmu sakit. Jangan terus berada di
sisinya jika dia menyakitimu”Suara Yun Woo meninggi.
“Dia tidak akan menyakitiku Yun Woo”Yura tersenyum untuk
kesekian kalinya. Yun Woo pasrah.
***
Kyuhyun
Saat aku menyadari semuanya aku sudah sampai di sini. Hatiku
membawa kaki ini melangkah ke mana dia ingin. Akhirnya aku ada di New York.
Tempat di mana pertama kali aku menemukan dia yang membuat hatiku bicara.
“Ash.. kenapa dia lagi..Ya? Aku ada di New York”aku
menjauhkan ponselku sebentar karena teriakannya membuat telingaku sakit.
“Kyuhyun!”panggil Su Won dari jauh.
“Sssstt..jangan berisik”aku menutup sebentar ponselku.
“What?”tanyanya bingung.
“Woo Ri”sahutku. Dia menutup mulutnya.
“Aku akan pulang dalam beberapa hari..aku janji..”ku jauhkan
ponselku lagi karena dia mulai berteriak lagi.
“Aku tunggu di mobil”ucap Su Won tanpa suara.
Ku anggukan kepalaku sebentar dan melihatnya pergi. Woo Ri
mulai normal lagi volume suaranya mulai menurun. Aku akan berhadapan dengannya
saat pulang nanti. Dia pasti akan menggantungku di atas tebing. Sepadan untuk
ini..
“Apa yang membuatnya marah?”tanya Su Won begitu aku duduk di
mobilnya.
“Aku kabur lagi”jelasku. Su Won tertawa.
“Dia masih over protektiv seperti biasanya. Dia kakak yang
baik”Su Won melajukan mobilnya keluar dari bandara.
“Atau perempuan yang kejam.. dia kakak yang esh..untung saja
aku bukan suaminya”aku bergidik ngeri membayangkan Woo Ri.
“Tujuan pertama… MAMA”aku mengangguk.
***
Kang Yura
Kami mulai membukanya saat beberapa orang telah berdiri di
depan pintu kami. Wajah-wajah pagi yang segar itu tersenyum saat aku membalik
tanda tutup dengan buka. Saat tanganku membuka pintu mereka langsung melangkah
masuk dengan senang.
“Morning.. Yura”sapa mereka ramah.
“Morning..”sahutku tak kalah ramah.
“Kakak!”panggil Yun Woo dari dapur. Roti terakhir sudah
matang.
“Kalian yang terbaik hari ini”ku angkat mereka dari
pemanggang dan asap masih menyembul dari pori-pori mereka.
“Akan ku ambil alih dari sini. Kau urus kasir saja”ku lepas
mereka bersama Yun Woo. Mereka akan luar biasa di tangannya.
“Oke.. buat mereka jadi bintang Yun Woo!” teriakku. Aku pun
kembali ke meja kasir.
Pintu kembali terbuka. Bel di atas pintu yang terbuka
berbunyi. Dua orang berwajah Asia pun masuk. Aku baru melihat mereka, mungkin
mereka adalah pelanggan baru. Semoga mereka menyukai karyaku. Dan selalu ingin
kembali ke sini.
“Selamat datang”ucapku ramah. Aku lihat mereka tersenyum
sekilas. Orang Korea.
“Di mana aku bisa menemukan yang manis?”tanya orang Korea itu menghampiri meja kasir.
“Sudut kanan”jawabku se ramah mungkin. Dia tersenyum.
“Terima kasih”Perempuan itu lalu berjalan ke sudut yang ku tunjukan.
“Aku.. ingin.. mix jus”laki-laki itu menatapku aneh.
“Tentu saja. akan segera siap tuan”aku memberikan note kecil
pada Frank. Dan dia segera bergerak.
“Kyuhyun!”perempuan itu melambaikan tangan pada laki-laki di
depanku. Secepat kilat laki-laki itu menghampirinya.
“Aku harap.. hari ini berjalan baik”aku kembali focus pada
pelanggan yang mengantri di kasir untuk membayar.
***
Author
Kyuhyun terus menatap Yura tanpa henti. Ini pertama kalinya
ia menemukan gadis yang sangat bercahaya sepertinya. Yura seperti mutiara yang berkilau
saat gelap. Itu sangat mengganggu pikiran Kyuhyun. Untuk pertama kalinya ada
gadis yang bisa menarik perhatiannya setelah perginya Yeon Do.
“Kau terus memperhatikannya”suara Su Won membuat Kyuhyun
berpaling ke arahnya.
“Siapa? Aku?”Kyuhyun menggeleng.
“Kau terpana olehnya?”Su Won terus menatap deretan Roti di
etalase kaca dengan keinginan tinggi.
“Aku?”Kyuhyun menggeleng lagi.
“Siapa? Aku?”Su Won menatap Kyuhyun sebentar dengan jengkel
kemudian berbalik lagi.
“Ya.. dia sosok yang menarik. Lagi pula dia Asia”ucap
Kyuhyun kemudian. Su Won terkikik.
“Dia lebih dari itu. Dia bukan Cuma Asia..dia pemilik toko
ini”Kyuhyun mendelik. Sangat tidak percaya.
“Gadis semuda dia?”Kyuhun mengikuti Su Won ke etalase
berikutnya.
Su Won berheti. Badannya kemudian berbalik. Menatap Kyuhyun
yang ada di hadapannya. Kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Kyuhyun. Tanganya
lalu menarik telinga Kyuhyun yang sedikit lebih tinggi darinya.
“Dia.. pemilik MAMA”bisiknya kemudian. Kyuhyun tersenyum.
***
Kyuhyun
Dia gadis yang menarik. Ini pertama kalinya aku bisa
memikirkan orang yang baru ku temui hari ini. Orang yang bahkan belum ku
ketahui siapa namanya. Mata coklatnya
yang bulat dan bibir mungilnya sangat cocok dengan wajah ovalnya. Dia sangat
bersinar.
“Berhentilah berpikir. Kita sudah sampai”Su Won menarikku
dari mobil.
“Dia sangat bersinar. Kau lihat?”aku menatap Su Won mencari
penjelasan.
“I think yes..Dia yang terbaik”ucapnya. Aku benar.
“Sampai kapan kau di sini?”Su Won menarik koperku melewati
tangga.
“A month?”sahutku tidak yakin.
“Kau ? Kau ingin Woo Ri datang dan menyeretmu pulang?”Su Won
bergidik ngeri.
“Itu..ah..aku tidak akan membayangkannya. Biarkan saja”aku
membanting tubuhku ke sofa.
“Kau memang gila”Su Won melempar bir dingin ke arahku.
“Aku sudah muak dengan kantor. Mereka selalu membungkuk ke
arahku saat pagi. Aku muak”Ku tenggak bir itu. Su Won tertawa.
“Itu yang kau inginkan bukan?”Su Won duduk di depanku sambil
tersenyum.
“Bukan aku. Tapi ibuku”ralatku dengan cepat.
“Kau adalah satu-satunya anak laki-laki laki ibumu. Pantas
saja dia membuatmu jadi pemimpin perusahaan”terusnya.
“Yang sebenarnya tidak aku inginkan”ucapku cepat.
***
Kang Yura
Foto itu masih terpajang di atas meja. Orang yang tersenyum dan
memakai tuxedo hitam. Memeluk perempuan yang lebih pendek darinya dengan
bahagia. Matanya yang tajam menyiratkan kebahagiaan yang menenangkan.
“Jun Woo…aku merindukanmu”
Dua tahun berlalu semenjak kepergiannya. Orang yang sangat
mencintaiku. Cinta pertamaku yang hanya bertahan seumur jagung. Takdir memang
kejam karena memisahkan kami yang baru menikmati indahnya cinta. Dia
meninggalkanku sendirian.
“Dulu aku bisa memelukmu..tapi sekarang tidak”foto itu
berkilau.
“Kakak?”Yun Woo
muncul dari balik pintu.
“Ya?”aku mengusap sudut mataku yang tiba-tiba berair.
“Kita harus pergi jika tidak mau terlambat”suaranya terusik.
“Kau sudah menempel pemberitahuan di toko?”suaraku bergetar.
“Tentu saja”sahutnya tersenyum.
“Baiklah..kita akan berangkat”ku letakkan foto itu ke
tempatnya lagi.
***
Author
Yura menatap nisan yang ada di hadapannya dengan pasrah. Ada
sedikit rasa terusik di batinnya yang lama memendam rindu. Ukiran nama Kim Jun
Woo di atas batu. Nama yang selama ini masih setia menghuni setiap relung
hatinya. Orang yang di cintainya.
“Aku datang Jun Woo”tangannya meletakkan krisan di atas
tanah.
“Aku tidak akan bisa meninggalkannya sendiri, Kakak ipar”Yun
Woo juga melakukan hal yang sama.
“Kau harus belajar pergi Yun Woo”ucap Yura. Yun Woo
menatapnya tajam.
“Kau mulai mengusirku?”Yura tersenyum. Menggelengkan
kepalanya.
“Kau harus mulai mencari pacar dan menikah”terangnya
kemudian. Yun Woo cemberut.
“Belum saatnya aku melakukan itu. Aku harus membantumu dulu
baru menemukan takdirku”Yun Woo memeluk Yura.
“Aku harus lebih waspada”Yura tertawa.
***
Kyuhyun turun dari mobil Su Won. Matanya meneliti tempat
itu, sebuah pemakaman di pinggiran kota. Kesan kuno dan mistis tertangkap
matanya. Tiba-tiba bahunya bergidik tanpa sebab. Sepertinya ada yang
memperhatikannya sejak tadi.
Pemakaman Esterbloom.
“Kyuhyun! Cepatlah!”Su Won berteriak dari arah gerbang masuk
tempat itu.
“Ash.. kau ini apa? Langkahmu cepat sekali!”gerutunya
menyusul Su Won yang melangkah lebih dulu.
Di jalannya Kyuhyun melihat gadis itu lagi. Berjalan
membelah jalan setapak pemakaman itu menuju pintu keluar. Matanya tiba-tiba
teralihkan dan Fokus ke arah gadis itu. Tapi ia tidak sendiri. Suara Kyuhyun keluar begitu saja tanpa ia minta. Entah
keberanian darimana.
“Nona!”panggilnya. Gadis itu menoleh.
“Ya?”jawabnya bingung. Kyuhyun mendekat.
“Aku suka rotimu. Boleh aku tau siapa namamu?”tanyanya tanpa
basa-basi.
“Kang Yura”jawab gadis itu singkat.
“Aku akan menemuimu lagi nanti. Sampai jumpa”pamit Kyuhyun
cepat. Menyembunyikan senyum anehnya. Meninggalkan Yura termanggu dengan Yun
Woo yang terkikik.
***
Su Won menemukannya. Tapi sudah ada dua buah krisan di atas
tanah. Ia tau pasti tidak akan salah. Matanya kembali meneliti ukiran nama di
batu itu. Namanya benar..pasti ada yang datang sebelum mereka.
“Sudah kau temukan?”Kyuhyun menepuk pundak Su Won.
“Kim Jun Woo..malaikatmu”Su Won menundukkan kepalanya.
“Dia adalah malaikat terbaik”sambung Kyuhyun.
“Semoga ia selalu bahagia di sana”Su Won meletakkan
krisannya bersama dua lainnya.
“Dia akan selalu bahagia..merasakan jantungnya yang berdetak
di dalam tubuhku”Kyuhyun melakukan hal serupa.
“Kau benar”Su Won menimpali.
Tepat hari ini.. dua tahun yang lalu..satu orang pergi.. dan
orang lain bisa bertahan karena kepergiannya…
***
To be continued.. Keep RCL ne^^
#LilyPark

Tidak ada komentar:
Posting Komentar