Jumat, 11 September 2015

Love Mode Part 5 End (Sequel Ice Prince)



Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance, Comedy, Action
Lenght: Part

***
Author
Namja itu berlari ke arah Eun Ji dan dokter Min berada. Berlari dengan raut kawatir yang terlihat dengan jelas. Mata coklat yang biasa dilihat Eun Ji. Seseorang yang selalu berusaha melindungi Eun Ji apapun yang terjadi. Orang yang di anggap Eun Ji sahabat sejati. Kim Min Seok.
“Jo. Jangan mendekat!”bentak Eun Ji.
“Apa yang akan kau lakukan padaku jika aku membunuhnya?”tanya Min dengan raut marahnya.
“Hyung. Jangan sakiti dia”pinta Min Seok.
“Diam!!!”gertak Dokter Min.
“Jo. Cepat pergi!!”teriak Eun Ji.
“Dia sudah menyebabkan ibu kita meninggal. Kau ingat? Dia sudah menyebabkan ibu kita meninggal!!”ucap Dokter Min dengan nada tingginya.
“Hyung!!”teriak Min Seok frustasi.
Orang-orang itu hanya saling menatap. Ketiga pasang mata itu saling beradu. Mata sayu Eun Ji kelihatan lelah. Darah segar dari lukanya mulai merembes ke baju pasiennya. Di sana meninggalkan bekas kemerahan yang bisa dilihat dengan jelas oleh mata. Namun dengan tegarnya dia mampu menyembunyikan rasa sakit yang di deritanya.
Flashback 2 years ago
“Nona Eun. Apa anda akan pulang?”tanya Dokter Min.
“Ne. Aku akan pulang dokter Min. Aku rasa ada yang salah denganku hari ini”jawab Eun Ji.
“Oh.. baiklah. Aku akan segera masuk ruang operasi. Sayang sekali aku tidak bisa pulang”ungkap dokter Min.
“Sampai jumpa dokter Min”ucap Eun Ji meninggalkan dokter Min.
Eun Ji sudah ada di basement rumah sakit saat ponselnya bergetar. Ada pasien kritis yang sedang berada di UGD. Dengan cepat Eun Ji berlari menenteng tas yang di bawanya kembali ke ruang UGD. Di sana sudah banyak orang yang berkerumun. Seorang namja dan perempuan setangah baya yang sedang terbaring lemah. Dan namja yang terbaring itu adalah Jo sahabat Eun Ji.
Tangan perempuan setengah baya itu lalu menggenggam tangan Eun Ji yang ada di sampingnya. Dengan mata sayunya di tatap Eun Ji dengan setengah memohon. Eun Ji mengerti dan mendekatkan telingannya pada mulut perempuan itu. Dengan berat hati Eun Ji mengabulkannya dan mengangguk. Perempuan itu tersenyum sebentar lalu tangannya melemas. Dia telah pergi.
“Segera lakukan prosedur”ucap Eun Ji dalam gemetar.
Flashback End.

Di tempat lain Kyuhyun yang tadinya sibuk mencari siapa pelaku yang mencelakai Eun Ji sedang bersusah payah berlari meninggalkan tempat parkir. Namja itu baru saja meninggalkan Eun Ji tidak lebih dari satu jam. Namun sekarang gadis itu terletak dalam bahaya lagi.
Dengan secepat kilat namja itu sampai di bagian atas gedung. Dilihatnya ketiga orang itu dengan suasana tegang yang sangat tinggi. Sebuah pistol mengarah ke kepala Eun Ji. Darah merah yang terus keluar merembes tertangkap mata Kyuhyun. Dan dia hanya mampu berjalan pelan melewati pintu terakhir.
“Hyung!! Jangan sakiti dia”teriak Min Seok.
***

Cho Kyuhyun
Apa yang sedang kusaksikan dengan sepasang mataku?
Apa yang aku lihat ini memang benar?
Apa yang terjadi?
“Hyung!! Jangan sakiti dia”teriak Seorang namja yang berdiri membelakangiku.
“Kau tidak berhak melindunginya! Aku akan membunuhnya! Sama seperti saat dia mengakhiri semua yang dimiliki ibu kita!”jawab namja yang sedang mengarahkan pistolnya pada Eun Ji.
Darah segar terus saja merembes membasahi baju Eun Ji dari lukanya. Dari sorot matanya dia sedang menahan sakit. Mata hitamnya yang sayu. Dia benar-benar sudah dalam keadaan yang memprihatinkan. Ingin sekali aku berlari mendekapnya dalam pelukanku.
Kakiku seakan berat. Berat untuk melangkah mendekatinya. Sepasang kaki itu terangkat dengan gusar kearah mereka. Aku ingin menhentikan ini. Apapun yang terjadi aku ingin menyelamatkan hatiku. membuatnya aman.  Eun Ji.
Door..dorr..dorr
Tiga butir peluru terlepas ke arah atas. Orang gila itu berhasil membuatku tersadar. Dia sedang mempermainkanku!
***
Shin Eun Ji
“Dokter.. jika.. aku.. harus..pergi.. aku harus.. mem..berikan..satu..hal..pada.. putraku.. Tolong..ambil..Jantungku”bisik Nyonya Min di telingaku.
Aku masih sangat ingat dengan suara itu. suara terakhir seorang ibu yang menginginkan anaknya bahagia dengan memberikan hidupnya padanya. Perempuan setengah baya itu pergi dengan sebuah senyum terbaiknya. Dengan membawa seluruh kasihnya pada sang anak.
Door..dorr.dorr
Aku menutup mataku dengan cepat. Suara tembakan yang mengangkasa dengan cepat. Desiran angin kemudian menyepi. Mengembalikan dengan segera suasana yang tadinya  mencekam. Dia kembali mengarahkan benda itu padaku. Tepat di tengah keningku.
“Kau tau apa yang aku benci? Kenapa mahluk sepertimu bisa jadi seorang dokter?”bisiknya padaku.
Segala rasa takutku lenyap. Terlintas berbagai macam alasan dan sebab kenapa aku harus menjadi seorang dokter. Alasan aku harus mampu menyelamatkan orang lain dan melindungi orang lain. Aku perduli pada mereka. Aku ingin bisa menyelamatkan seseorang dengan cara yang bisa aku lakukan. Setidaknya untuk menebus kesalahanku untuk eomma.
“Kau..sebenarnya tidak pantas”bisiknya lagi kemudian tertawa licik.
“Jika aku tidak pantas jadi seorang dokter bagaimana denganmu?”tanyaku.
Matanya membulat menatapku kaku. Wajahnya seketika itu berubah. Seperti baru saja membawa gulungan api ke dalam sana. Membara. Menggeliat mengeluarkan segala rasa marahnya. Dia seakan ingin membungkamku sekarang juga. Dia seperti itu. Seperti yang terjadi berulang lagi. Kemarahan yang tidak terbendung lagi.
“Kau!!”gertaknya padaku.
“Hyung. Kau harus mendengarkanku! Dia tidak membunuh ibu kita!”teriakan Min Seok padanya.
Ku lihat Kyuhyun berjalan dengan lemas ke arahku. Kyuhyun menatap Min Do Jun dengan raut marahnya. Tapi dengan seketika Min yang menyadari kedatangannya lalu mengarahkan pistolnya lebih dalam pada keningku.
“Kau! Orang asing! Jika kau mendekat kau juga akan tamat!”teriaknya.
Tapi kulihat sepasang kaki itu semakin dekat. Hanya beberapa langkah dari kursi rodaku. Mata sayu dan amarahnya berpadu. Tidak gentar saat pistol itu juga mengarah ke arahnya. Sepertinya dia sudah membuang semua ketakutannya entah kemana.
Luka di perutku semakin basah. Banyak darah yang keluar dari rembesan itu. baju putih ini membuat darah itu dengan jelas berwarna merah. Sejuta rasa sakit itu kembali menyerang. Sakit yang sangat berlebihan. Tapi aku tidak boleh lemah.
***
Author

Min mendorong kursi roda itu ke arah dinding pembatas. Lalu tumbuh Eun Ji membentur tembok pembatas dengan kuat. Gadis itu terlempar ke arah samping hingga hampir terjatuh kebawah. Kursi roda yang di dudukinya meluncur ke bawah dengan cepat. Tapi tangan gadis itu sempat menggapai tembok sebelum tubuhnya juga ikut terjatuh.
“Kau senang sekarang?”senyum Min muncul.
Kyuhyun menatapnya sinis. Kepalan tanganya yang tertahan kini terbang bebas ke arah wajah Min. Darah segar menetes dari sudut bibir Min. Semakin orang itu melawan Kyuhyun semakin mengayunkan tinjunya. Hingga akhirnya suara tembakan terdengar. Lengan kiri Kyuhyun mengucur darah segar.
“Akulah yang membunuh Eomma Hyung!! Dia menyerahkan jantungnya padaku!!”teriak Min Seok.
Tangan Min Seok mendorong Hyungnya dengan kuat. Min terjatuh. Kyuhyun menghampiri Eun Ji dengan memegang lengan kirinya. Di raihnya kedua tangan Eun Ji. Gadis itu terlihat pucat dan lemas. Saat Kyuhyun menariknya. Tangan kirinya mengucur darah segar yang deras.
“Kyu”panggil Eun Ji dengan lemah.
“Hey, gadis bodoh”senyum terpaksa Kyuhyun mengembang.
Di peluknya Eun Ji erat. Gadis itu memejamkan matanya. Dalam pelukan Kyuhyun, Eun Ji begitu damai. Wajah lega Kyuhyun terlihat. Mereka begitu tenang.  Sangat nyaman dengan kepalanya yang bersandar pada dada bidang Kyuhyun.
***
Eun Ji membuka matanya. Masih tersisa kenangan hari kemarin yang sudah terlewati. Itu adalah kemarin. Dan ini adalah hari baru. Di tatapnya dinding putih di depannya. Tangan kirinya menggengam erat tangan Kyuhyun yang terbaring di atas ranjang  berbeda tepat disampingnya. Wajah namja itu bersinar oleh mentari pagi. Tangan Eun Ji ingin membelainya. Namun selang infus menghalanginya. Mata namja itu terbuka. Menatap Eun Ji.
“Morning, beauty”sapanya.
“Morning my prince”jawab Eun Ji.
Badai itu sudah berlalu dan kini semuanya sudah pada tempatnya semula. Semuanya telah kembali seperti dulu. Seperti apa adanya.
“Lihatlah, salju pertama turun”ungkap Kyuhyun.
“Indah sama seperti sebelumnya”ucap Eun Ji.
“Ini akan lebih indah dari biasanya. Eun Ji, menikahlah denganku”pinta Kyuhyun.
“I am yours”jawab Eun Ji.
Sebuah cincin kini melingkar di jari manis kiri Eun Ji. Senyuman mengembang di wajah keduanya. Ini benar-benar sudah berakhir. Sudah selesai.
***
QUOTES:
 love never let you alone with hurt..
Love will keep you on save..
 With strong love you can fight the world..
On true, You can get anything by yourself..


@magnolia2498 #LilyPark

Tidak ada komentar:

Posting Komentar