Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance,
Comedy, Action
Lenght: Part
***
Author
Namja itu berlari
ke arah Eun Ji dan dokter Min berada. Berlari dengan raut kawatir yang terlihat
dengan jelas. Mata coklat yang biasa dilihat Eun Ji. Seseorang yang selalu
berusaha melindungi Eun Ji apapun yang terjadi. Orang yang di anggap Eun Ji
sahabat sejati. Kim Min Seok.
“Jo. Jangan
mendekat!”bentak Eun Ji.
“Apa yang akan
kau lakukan padaku jika aku membunuhnya?”tanya Min dengan raut marahnya.
“Hyung. Jangan
sakiti dia”pinta Min Seok.
“Diam!!!”gertak
Dokter Min.
“Jo. Cepat
pergi!!”teriak Eun Ji.
“Dia sudah
menyebabkan ibu kita meninggal. Kau ingat? Dia sudah menyebabkan ibu kita meninggal!!”ucap
Dokter Min dengan nada tingginya.
“Hyung!!”teriak
Min Seok frustasi.
Orang-orang itu
hanya saling menatap. Ketiga pasang mata itu saling beradu. Mata sayu Eun Ji
kelihatan lelah. Darah segar dari lukanya mulai merembes ke baju pasiennya. Di
sana meninggalkan bekas kemerahan yang bisa dilihat dengan jelas oleh mata.
Namun dengan tegarnya dia mampu menyembunyikan rasa sakit yang di deritanya.
Flashback 2 years
ago
“Nona Eun. Apa
anda akan pulang?”tanya Dokter Min.
“Ne. Aku akan
pulang dokter Min. Aku rasa ada yang salah denganku hari ini”jawab Eun Ji.
“Oh.. baiklah.
Aku akan segera masuk ruang operasi. Sayang sekali aku tidak bisa pulang”ungkap
dokter Min.
“Sampai jumpa
dokter Min”ucap Eun Ji meninggalkan dokter Min.
Eun Ji sudah ada
di basement rumah sakit saat ponselnya bergetar. Ada pasien kritis yang sedang
berada di UGD. Dengan cepat Eun Ji berlari menenteng tas yang di bawanya
kembali ke ruang UGD. Di sana sudah banyak orang yang berkerumun. Seorang namja
dan perempuan setangah baya yang sedang terbaring lemah. Dan namja yang
terbaring itu adalah Jo sahabat Eun Ji.
Tangan perempuan
setengah baya itu lalu menggenggam tangan Eun Ji yang ada di sampingnya. Dengan
mata sayunya di tatap Eun Ji dengan setengah memohon. Eun Ji mengerti dan
mendekatkan telingannya pada mulut perempuan itu. Dengan berat hati Eun Ji
mengabulkannya dan mengangguk. Perempuan itu tersenyum sebentar lalu tangannya
melemas. Dia telah pergi.
“Segera lakukan
prosedur”ucap Eun Ji dalam gemetar.
Flashback End.
Di tempat lain Kyuhyun
yang tadinya sibuk mencari siapa pelaku yang mencelakai Eun Ji sedang bersusah
payah berlari meninggalkan tempat parkir. Namja itu baru saja meninggalkan Eun
Ji tidak lebih dari satu jam. Namun sekarang gadis itu terletak dalam bahaya
lagi.
Dengan secepat
kilat namja itu sampai di bagian atas gedung. Dilihatnya ketiga orang itu
dengan suasana tegang yang sangat tinggi. Sebuah pistol mengarah ke kepala Eun
Ji. Darah merah yang terus keluar merembes tertangkap mata Kyuhyun. Dan dia
hanya mampu berjalan pelan melewati pintu terakhir.
“Hyung!! Jangan
sakiti dia”teriak Min Seok.
***
Cho Kyuhyun
Apa yang sedang
kusaksikan dengan sepasang mataku?
Apa yang aku
lihat ini memang benar?
Apa yang terjadi?
“Hyung!! Jangan
sakiti dia”teriak Seorang namja yang berdiri membelakangiku.
“Kau tidak berhak
melindunginya! Aku akan membunuhnya! Sama seperti saat dia mengakhiri semua
yang dimiliki ibu kita!”jawab namja yang sedang mengarahkan pistolnya pada Eun
Ji.
Darah segar terus
saja merembes membasahi baju Eun Ji dari lukanya. Dari sorot matanya dia sedang
menahan sakit. Mata hitamnya yang sayu. Dia benar-benar sudah dalam keadaan
yang memprihatinkan. Ingin sekali aku berlari mendekapnya dalam pelukanku.
Kakiku seakan
berat. Berat untuk melangkah mendekatinya. Sepasang kaki itu terangkat dengan
gusar kearah mereka. Aku ingin menhentikan ini. Apapun yang terjadi aku ingin
menyelamatkan hatiku. membuatnya aman. Eun
Ji.
Door..dorr..dorr
Tiga butir peluru
terlepas ke arah atas. Orang gila itu berhasil membuatku tersadar. Dia sedang
mempermainkanku!
***
Shin Eun Ji
“Dokter.. jika..
aku.. harus..pergi.. aku harus.. mem..berikan..satu..hal..pada.. putraku..
Tolong..ambil..Jantungku”bisik Nyonya Min di telingaku.
Aku masih sangat
ingat dengan suara itu. suara terakhir seorang ibu yang menginginkan anaknya
bahagia dengan memberikan hidupnya padanya. Perempuan setengah baya itu pergi
dengan sebuah senyum terbaiknya. Dengan membawa seluruh kasihnya pada sang
anak.
Door..dorr.dorr
Aku menutup
mataku dengan cepat. Suara tembakan yang mengangkasa dengan cepat. Desiran
angin kemudian menyepi. Mengembalikan dengan segera suasana yang tadinya mencekam. Dia kembali mengarahkan benda itu
padaku. Tepat di tengah keningku.
“Kau tau apa yang
aku benci? Kenapa mahluk sepertimu bisa jadi seorang dokter?”bisiknya padaku.
Segala rasa
takutku lenyap. Terlintas berbagai macam alasan dan sebab kenapa aku harus
menjadi seorang dokter. Alasan aku harus mampu menyelamatkan orang lain dan
melindungi orang lain. Aku perduli pada mereka. Aku ingin bisa menyelamatkan
seseorang dengan cara yang bisa aku lakukan. Setidaknya untuk menebus
kesalahanku untuk eomma.
“Kau..sebenarnya
tidak pantas”bisiknya lagi kemudian tertawa licik.
“Jika aku tidak
pantas jadi seorang dokter bagaimana denganmu?”tanyaku.
Matanya membulat
menatapku kaku. Wajahnya seketika itu berubah. Seperti baru saja membawa
gulungan api ke dalam sana. Membara. Menggeliat mengeluarkan segala rasa
marahnya. Dia seakan ingin membungkamku sekarang juga. Dia seperti itu. Seperti
yang terjadi berulang lagi. Kemarahan yang tidak terbendung lagi.
“Kau!!”gertaknya
padaku.
“Hyung. Kau harus
mendengarkanku! Dia tidak membunuh ibu kita!”teriakan Min Seok padanya.
Ku lihat Kyuhyun
berjalan dengan lemas ke arahku. Kyuhyun menatap Min Do Jun dengan raut
marahnya. Tapi dengan seketika Min yang menyadari kedatangannya lalu
mengarahkan pistolnya lebih dalam pada keningku.
“Kau! Orang
asing! Jika kau mendekat kau juga akan tamat!”teriaknya.
Tapi kulihat
sepasang kaki itu semakin dekat. Hanya beberapa langkah dari kursi rodaku. Mata
sayu dan amarahnya berpadu. Tidak gentar saat pistol itu juga mengarah ke
arahnya. Sepertinya dia sudah membuang semua ketakutannya entah kemana.
Luka di perutku
semakin basah. Banyak darah yang keluar dari rembesan itu. baju putih ini
membuat darah itu dengan jelas berwarna merah. Sejuta rasa sakit itu kembali
menyerang. Sakit yang sangat berlebihan. Tapi aku tidak boleh lemah.
***
Author
Min mendorong
kursi roda itu ke arah dinding pembatas. Lalu tumbuh Eun Ji membentur tembok
pembatas dengan kuat. Gadis itu terlempar ke arah samping hingga hampir
terjatuh kebawah. Kursi roda yang di dudukinya meluncur ke bawah dengan cepat.
Tapi tangan gadis itu sempat menggapai tembok sebelum tubuhnya juga ikut
terjatuh.
“Kau senang
sekarang?”senyum Min muncul.
Kyuhyun
menatapnya sinis. Kepalan tanganya yang tertahan kini terbang bebas ke arah
wajah Min. Darah segar menetes dari sudut bibir Min. Semakin orang itu melawan
Kyuhyun semakin mengayunkan tinjunya. Hingga akhirnya suara tembakan terdengar.
Lengan kiri Kyuhyun mengucur darah segar.
“Akulah yang
membunuh Eomma Hyung!! Dia menyerahkan jantungnya padaku!!”teriak Min Seok.
Tangan Min Seok
mendorong Hyungnya dengan kuat. Min terjatuh. Kyuhyun menghampiri Eun Ji dengan
memegang lengan kirinya. Di raihnya kedua tangan Eun Ji. Gadis itu terlihat
pucat dan lemas. Saat Kyuhyun menariknya. Tangan kirinya mengucur darah segar
yang deras.
“Kyu”panggil Eun
Ji dengan lemah.
“Hey, gadis
bodoh”senyum terpaksa Kyuhyun mengembang.
Di peluknya Eun
Ji erat. Gadis itu memejamkan matanya. Dalam pelukan Kyuhyun, Eun Ji begitu
damai. Wajah lega Kyuhyun terlihat. Mereka begitu tenang. Sangat nyaman dengan kepalanya yang bersandar
pada dada bidang Kyuhyun.
***
Eun Ji membuka
matanya. Masih tersisa kenangan hari kemarin yang sudah terlewati. Itu adalah
kemarin. Dan ini adalah hari baru. Di tatapnya dinding putih di depannya.
Tangan kirinya menggengam erat tangan Kyuhyun yang terbaring di atas
ranjang berbeda tepat disampingnya. Wajah
namja itu bersinar oleh mentari pagi. Tangan Eun Ji ingin membelainya. Namun
selang infus menghalanginya. Mata namja itu terbuka. Menatap Eun Ji.
“Morning,
beauty”sapanya.
“Morning my
prince”jawab Eun Ji.
Badai itu sudah
berlalu dan kini semuanya sudah pada tempatnya semula. Semuanya telah kembali
seperti dulu. Seperti apa adanya.
“Lihatlah, salju
pertama turun”ungkap Kyuhyun.
“Indah sama
seperti sebelumnya”ucap Eun Ji.
“Ini akan lebih
indah dari biasanya. Eun Ji, menikahlah denganku”pinta Kyuhyun.
“I am yours”jawab
Eun Ji.
Sebuah cincin
kini melingkar di jari manis kiri Eun Ji. Senyuman mengembang di wajah
keduanya. Ini benar-benar sudah berakhir. Sudah selesai.
***
QUOTES:
love never let you alone with hurt..
Love will keep
you on save..
With strong love you can fight the world..
On true, You can
get anything by yourself..
@magnolia2498
#LilyPark

