Title: Ice Prince part 3
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Cho Kyuhyun
Aku hampir saja
melanggar janjiku sendiri. Tidak tau kenapa aku masih saja mengingat gadis itu.
Bahkan aku tidak tau siapa namanya. Tidak tau di mana dia tinggal. Tapi kenapa
aku bisa perduli dengannya?
Kenapa sejak saat
itu gadis kecil itu mengingatkanku pada Cho Ji Eun? Kenapa dia persis seperti
Ji Eun? Kenapa harus ada dia? Dia memiliki keberanian yang sama, sifat yang
sama. Kenapa? Kenapa bisa?
"Sekarang apa yang kau mau? Kenapa kau melakukan hal
itu?"tatapan mata gadis itu sangat tajam.
"Kau, gadis bodoh!"ucapku lalu pergi.
Kudengar dia
membara. Dia menghujatku. Aku tidak ingin terlibat lebih jauh sebaiknya aku
segera mengakhiri ini. Aku sebaiknya tidak perduli lagi padanya. Dia bukan
tanggung jawabku. Tidak seharusnya aku ikut campur dengan masalahnya. Biarlah
dia mengurusnya sendiri.
Aku hampir saja
berbalik. Tapi otakku kembali mencegahnya. Ego ini sangat kuat. Kaki ini tetap
saja melangkah sampai ke balik dinding. Aku tidak tahan lagi. Akhirnya aku
mengintip. Sepertinya dia frustasi. Wajahnya begitu kacau. Aku tidak tau apa
yang kurasakan. Tapi ada yang sakit di dalam sana.
“Kau namja
brengsek!”suara itu kembali bergema.
Gadis itu masih
berteriak kacau. Dia masih saja menghujat Eunhyuk dengan nada-nadanya.
Sepertinya dia sangat tidak terima. Aku tau pasti. Terlihat sekali dia sangat
mencintai kakaknya. Aku tau Eunhyuk
memang namja gila. Tapi dia berhati lembut di dalamnya.
“Hentikan
itu”ucapku seraya memberikan sapu tangan.
“Apa perdulimu
orang asing!”bentaknya.
“Lebih baik jika
kau melakukan itu di tempat lain”aku kembali menariknya.
Aku membawanya ke
tempat pertama kali kami bertemu. Ini sudah hampir sore hari. Mungkin sebentar
lagi sunset akan segera membentang. Suasana di dalam mobilku sangat senyap.
Terdengar suara tangisan tertahan. Gadis itu masih menangis.
Kami sampai.
Matahari hampir saja terbenam. Sunset kali ini benar-benar sempurna karena
langit sangat cerah. Di timur bulan penuh dan di barat sunset eksotis.
Perpaduan dua unsur berbeda yang saling melengkapi itu luar biasa. Ku
tinggalkan dia di kursi penumpang. Aku keluar dari mobil.
Aku menyebarkan
pandanganku ke bawah. Air itu bergelombang kecil. Angin tidak terlalu kuat tapi
berhasil membuat air bergetar. Satu kenyataan yang sulit di pahami. Mereka
membuatku sadar. Satu badai dapan menumbangkan pohon seribu tahun.
“Kenapa kau
membawaku kesini?”gadis itu dengan tiba-tiba berada di sampingku.
Dia sama seperti
Ji Eun. Dia Ji Eun. Tatapan matanya. Dia Ji Eun ku. Saat mata kami bertemu aku
merasakan adanya dia di sana. Dia Ji Eun-ku. Dia pasti Ji Eun.
***
Shin Eun Ji
"Sekarang
apa yang kau mau? Kenapa kau melakukan hal itu?" ku tatap tajam kedua mata
itu.
"Kau, gadis bodoh!"ucapnya lalu pergi.
Namja itu
membiarkanku menghujatnya. Kenapa kau menolongku brengsek! Kenapa kau membawaku
menjauh dari sana? Kanapa?
“Kau namja
brengsek!”suara ku kembali bergema.
Dia membiarkanku
membara dan menangis kacau. Aku tidak bisa memaafkan namja brengsek bernama Eun
Hyuk itu! Tidak bisa! Namja itu harus segera aku beri pelajaran! Dia membuat
eonniku menangis! Dia iblis! Dia monster!
“Hentikan
itu”ucapnya seraya memberikan sapu tangan.
“Apa perdulimu
orang asing!”bentakku.
“Lebih baik jika
kau melakukan itu di tempat lain”aku kembali ditariknya.
Dia mebawaku ke
suatu tempat. Di dalam mobilnya dia diam. Tidak ada satu katapun keluar. Kenapa
orang asing ini baik denganku? Kenapa?
Mobil berhenti
tepat di atas jembatan favorit kami. Dalam diam dia keluar sendiri. Aku tidak
ingin mambawa tangisku kemari. Aku akhirnya menghentikannya. Ku hapus air
mataku kemudian keluar. Ku lihat dia menatap gelombang kecil berpadu dengan
sunset. Rasanya ada yang aneh. Dia kembali dingin.
“Kenapa kau
membawaku kesini?”tanyaku padanya.
Kedua mata itu
menatapku intens. Dia benar-benar membuatku takut. Wajah dinginnya kembali.
Sepertinya ada yang salah dengan pertanyaanku. Ada yang berbeda dengannya.
Mimik wajah yang sama seperti pertama kami bertemu. Sama seperti itu.
“Ji
Eun”panggilnya saat menatapku.
“Aku bukan Ji
Eun”ungkapku terang-terangan.
“Ji Eun. Aku
sangat merindukanmu”dua tangannya berhasil memelukku.
Pelukan yang erat
itu menyesakkanku. Aku berusaha mengelak dan melepaskan diri. Tapi semua
usahaku sia-sia saja. Dia terlalu kuat. Tenaganya terlalu besar untukku.
ketinggiannya juga memberikan keuntungan besar untuknya mengunciku. Aku tidak
bisa berbuat apapun padanya. Aku kalah telak.
“Ji Eun”nama itu
kembali di sebut.
“Aku bukan Ji Eun
bodoh. Ahjussi!! Aku ini Shin Eun Ji!”ku
teriakkan namaku keras-keras.
“Namaku Shin Eun
Ji. Aku Eun Ji bukan Ji Eun”ucapku lebih lembut.
Pelukan namja itu
merenggang. Rasanya semua udara kembali mengisi paru-paruku. Aku bisa bernafas.
Meskipun begitu dia masih memelukku. Dia tidak mau melepaskannya. Dia
menyebalkan.
***
Mereka masih
berada di posisi yang sama. Tangan namja itu masih memeluk gadis itu. Rasa aneh
itu kembali terasa. Kata-kata Eun Ji membuat Kyuhyun berhenti dan membeku. Dia
kembali tersadar. Kemudian tangannya melepas pelukannya.
Namja itu masih
terdiam. Sementara gadis itu tidak bisa mengeluarkan satu katapun dari
mulutnya. Perasaan kagetnya masih menyelimuti. Baru saja pengalaman buruk
menimpanya. Otaknya seperti mati suri tidak tau apa yang akan di lakukannya
selanjutnya. Eun Ji berlari meninggalkan tempat itu. Datang menemukan Eunhyuk
adalah sebuah kesalahan.
Kyuhyun berdiam
melihat Eun Ji pergi meninggalkannya. Dia masih belum bisa melewatkan bayangan
Eun Ji menjauh. Matanya masih tetap terpaku pada gadis itu. Rahangnya mengeras.
Dia sadar. Baru saja seorang gadis pergi karena kesalahannya. Kemudian dia tau
bahwa bayangan Ji Eun menghilang.
Dengan gemetar
dia terduduk. Yang ada di pikiran namja itu hanyalah Ji Eun. Orang yang sangat
di cintainya sampai sekarang. Dia bahkan tidak tau Ji Eun masih hidup atau
telah mati. Tapi keyakinan bahwa Ji Eun masih hidup menguatkannya.
Mata coklatnya
menatap kilauan cahaya kecil tepat di depannya. Sebuah Kalung berliontin
bintang tergeletak di sana. Tiba-tiba tangannya meraih itu dan bangkit. Kyuhyun
mengenalinya. Itu milik Ji Eun. Di
genggamnya erat kalung itu kemudian membawanya pergi dari sana.
***
Cho Kyuhyun
Aku mengenalnya.
Aku sangat mengenali ini. Ji Eun. Itu pasti dia.
“Oh... oppa. Kenapa
kau seperti itu?”sapa Jae In.
Aku tidak perduli
apa yang ia katakan. Sama sekali bukan urusannya. Gadis ini yang sudah
menyebabkan Ji Eun menghilang. Jika saja dia tidak muncul mungkin tidak akan seperti itu. Dia
adalah salah satu masalah terbesar yang pernah Appa-ku buat. Membuatnya
terlahir kedunia. Aku sangat membencinya meskipun kenyataannya dia adik
kandungku.
“Oppa!”teriaknya.
“Berhenti
memanggilku oppa!”bentakku.
Gadis itu berlari
menjauh. Aku tidak perduli. Itu jauh lebih baik. Lebih baik lagi jika dia
menghilang dari hidupku. Tidak pernah hadir di hidupku.
Aku masih ingat
saat itu. Dengan jelas masih ku ingat saat aku memberikan kalung ini padanya.
Senyumnya tidak akan pernah terlupakan.
“Oppa!”
Seorang anak
perempuan berlarian. Ya. Dia adalah Cho Ji Eun. Anak manis sekaligus adik
kecilku. Dia sangat cantik dan menggemaskan. Aku sangat mencintainya. Dia lebih
berharga dari sebuah bintang sekalipun. Aku sangat bahagia.
“Bagaimana
jika aku memberimu ini?”
“Apa itu
oppa?”
“Ini sebuah
kalung. Karena kau suka bintang maka aku menambahkan bintang”
“Aku
menyukainya oppa”
Senyum
mengembang di wajahnya. Seperti musim semi. Aku baru saja menyaksikan bunga
mekar di hadapanku. Senyum Ji Eun layaknya bunga yang sedang mekar. Terlihat
sangat manis dan menawan. Dia cantik.
“Kau bahagia?”
“Ya tentu.
S..arang..hae Oppa”
“Mwo?”mulutku
tertawa.
“Saranghae”ucapnya
sekali lagi.
“Nado.. Ji
Eun-ah”
Aku pasti akan
menemukanmu Ji Eun. Aku berjanji.
***
Shin Eun Ji
Orang itu memang
orang aneh. Kenapa dia memelukku dan memanggilku Ji Eun?
“Eun Ji-ah”suara
Eonni dari kamarnya.
Aku segera
berlari menghampirinya. Kedua matanya sayu. Aku tau dia tidak bisa tidur sejak
semalam. Dia pasti sangat tertekan. Dan yang akan bertanggung jawab pada semua
ini adalah orang itu. Ya, Eunhyuk. Dia harusnya bertanggung jawab.
“Eonni?”
“Kau harus
menjaga baik-baik kalung itu. Aku tidak mau kehilangan itu”ungkapnya.
“Ne. Aku berjanji
Eonni. Aku akan menjaganya dengan baik”aku berjanji.
“Kau harus
beristirahat Eonni. Aku akan kembali ke kamarku”sebuah anggukan terlihat.
Aku berlalu
dengan perasaan campur aduk. Sama sekali tidak tega aku melihat apa yang
terjadi pada Eonniku. Dia terlalu rapuh. Si Eunhyuk sialan itu memang brengsek.
Harusnya ku beri pelajaran padanya kemarin.
Tanganku mencari
kalung yang melingka di leherku. Tapi tidak kurasakan ada sesuatu di sana. Di
mana kalung itu? Bukannya aku memakainya? Bagaimana ini? Apa yang harus
kulakukan?
***
TBC..
Keep RCL ne..
#LilyPark

Tidak ada komentar:
Posting Komentar