Selasa, 02 Juni 2015

FF Ice Prince Part 3


Title: Ice Prince part 3
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Cho Kyuhyun
Aku hampir saja melanggar janjiku sendiri. Tidak tau kenapa aku masih saja mengingat gadis itu. Bahkan aku tidak tau siapa namanya. Tidak tau di mana dia tinggal. Tapi kenapa aku bisa perduli dengannya?
Kenapa sejak saat itu gadis kecil itu mengingatkanku pada Cho Ji Eun? Kenapa dia persis seperti Ji Eun? Kenapa harus ada dia? Dia memiliki keberanian yang sama, sifat yang sama. Kenapa? Kenapa bisa?
"Sekarang apa yang kau mau? Kenapa kau melakukan hal itu?"tatapan mata gadis itu sangat tajam.
"Kau, gadis bodoh!"ucapku lalu pergi.
Kudengar dia membara. Dia menghujatku. Aku tidak ingin terlibat lebih jauh sebaiknya aku segera mengakhiri ini. Aku sebaiknya tidak perduli lagi padanya. Dia bukan tanggung jawabku. Tidak seharusnya aku ikut campur dengan masalahnya. Biarlah dia mengurusnya sendiri.
Aku hampir saja berbalik. Tapi otakku kembali mencegahnya. Ego ini sangat kuat. Kaki ini tetap saja melangkah sampai ke balik dinding. Aku tidak tahan lagi. Akhirnya aku mengintip. Sepertinya dia frustasi. Wajahnya begitu kacau. Aku tidak tau apa yang kurasakan. Tapi ada yang sakit di dalam sana.
“Kau namja brengsek!”suara itu kembali bergema.
Gadis itu masih berteriak kacau. Dia masih saja menghujat Eunhyuk dengan nada-nadanya. Sepertinya dia sangat tidak terima. Aku tau pasti. Terlihat sekali dia sangat mencintai  kakaknya. Aku tau Eunhyuk memang namja gila. Tapi dia berhati lembut di dalamnya.
“Hentikan itu”ucapku seraya memberikan sapu tangan.
“Apa perdulimu orang asing!”bentaknya.
“Lebih baik jika kau melakukan itu di tempat lain”aku kembali menariknya.
Aku membawanya ke tempat pertama kali kami bertemu. Ini sudah hampir sore hari. Mungkin sebentar lagi sunset akan segera membentang. Suasana di dalam mobilku sangat senyap. Terdengar suara tangisan tertahan. Gadis itu masih menangis.
Kami sampai. Matahari hampir saja terbenam. Sunset kali ini benar-benar sempurna karena langit sangat cerah. Di timur bulan penuh dan di barat sunset eksotis. Perpaduan dua unsur berbeda yang saling melengkapi itu luar biasa. Ku tinggalkan dia di kursi penumpang. Aku keluar dari mobil.
Aku menyebarkan pandanganku ke bawah. Air itu bergelombang kecil. Angin tidak terlalu kuat tapi berhasil membuat air bergetar. Satu kenyataan yang sulit di pahami. Mereka membuatku sadar. Satu badai dapan menumbangkan pohon seribu tahun.
“Kenapa kau membawaku kesini?”gadis itu dengan tiba-tiba berada di sampingku.
Dia sama seperti Ji Eun. Dia Ji Eun. Tatapan matanya. Dia Ji Eun ku. Saat mata kami bertemu aku merasakan adanya dia di sana. Dia Ji Eun-ku. Dia pasti Ji Eun.
***
Shin Eun Ji
"Sekarang apa yang kau mau? Kenapa kau melakukan hal itu?" ku tatap tajam kedua mata itu.
"Kau, gadis bodoh!"ucapnya lalu pergi.
Namja itu membiarkanku menghujatnya. Kenapa kau menolongku brengsek! Kenapa kau membawaku menjauh dari sana? Kanapa?
“Kau namja brengsek!”suara ku kembali bergema.
Dia membiarkanku membara dan menangis kacau. Aku tidak bisa memaafkan namja brengsek bernama Eun Hyuk itu! Tidak bisa! Namja itu harus segera aku beri pelajaran! Dia membuat eonniku menangis! Dia iblis! Dia monster!
“Hentikan itu”ucapnya seraya memberikan sapu tangan.
“Apa perdulimu orang asing!”bentakku.
“Lebih baik jika kau melakukan itu di tempat lain”aku kembali ditariknya.
Dia mebawaku ke suatu tempat. Di dalam mobilnya dia diam. Tidak ada satu katapun keluar. Kenapa orang asing ini baik denganku? Kenapa?
Mobil berhenti tepat di atas jembatan favorit kami. Dalam diam dia keluar sendiri. Aku tidak ingin mambawa tangisku kemari. Aku akhirnya menghentikannya. Ku hapus air mataku kemudian keluar. Ku lihat dia menatap gelombang kecil berpadu dengan sunset. Rasanya ada yang aneh. Dia kembali dingin.
“Kenapa kau membawaku kesini?”tanyaku padanya.
Kedua mata itu menatapku intens. Dia benar-benar membuatku takut. Wajah dinginnya kembali. Sepertinya ada yang salah dengan pertanyaanku. Ada yang berbeda dengannya. Mimik wajah yang sama seperti pertama kami bertemu. Sama seperti itu.
“Ji Eun”panggilnya saat menatapku.
“Aku bukan Ji Eun”ungkapku terang-terangan.
“Ji Eun. Aku sangat merindukanmu”dua tangannya berhasil memelukku.
Pelukan yang erat itu menyesakkanku. Aku berusaha mengelak dan melepaskan diri. Tapi semua usahaku sia-sia saja. Dia terlalu kuat. Tenaganya terlalu besar untukku. ketinggiannya juga memberikan keuntungan besar untuknya mengunciku. Aku tidak bisa berbuat apapun padanya. Aku kalah telak.
“Ji Eun”nama itu kembali di sebut.
“Aku bukan Ji Eun bodoh. Ahjussi!! Aku ini  Shin Eun Ji!”ku teriakkan namaku keras-keras.
“Namaku Shin Eun Ji. Aku Eun Ji bukan Ji Eun”ucapku lebih lembut.
Pelukan namja itu merenggang. Rasanya semua udara kembali mengisi paru-paruku. Aku bisa bernafas. Meskipun begitu dia masih memelukku. Dia tidak mau melepaskannya. Dia menyebalkan.
***
Mereka masih berada di posisi yang sama. Tangan namja itu masih memeluk gadis itu. Rasa aneh itu kembali terasa. Kata-kata Eun Ji membuat Kyuhyun berhenti dan membeku. Dia kembali tersadar. Kemudian tangannya melepas pelukannya.
Namja itu masih terdiam. Sementara gadis itu tidak bisa mengeluarkan satu katapun dari mulutnya. Perasaan kagetnya masih menyelimuti. Baru saja pengalaman buruk menimpanya. Otaknya seperti mati suri tidak tau apa yang akan di lakukannya selanjutnya. Eun Ji berlari meninggalkan tempat itu. Datang menemukan Eunhyuk adalah sebuah kesalahan.
Kyuhyun berdiam melihat Eun Ji pergi meninggalkannya. Dia masih belum bisa melewatkan bayangan Eun Ji menjauh. Matanya masih tetap terpaku pada gadis itu. Rahangnya mengeras. Dia sadar. Baru saja seorang gadis pergi karena kesalahannya. Kemudian dia tau bahwa bayangan Ji Eun menghilang.
Dengan gemetar dia terduduk. Yang ada di pikiran namja itu hanyalah Ji Eun. Orang yang sangat di cintainya sampai sekarang. Dia bahkan tidak tau Ji Eun masih hidup atau telah mati. Tapi keyakinan bahwa Ji Eun masih hidup menguatkannya.
Mata coklatnya menatap kilauan cahaya kecil tepat di depannya. Sebuah Kalung berliontin bintang tergeletak di sana. Tiba-tiba tangannya meraih itu dan bangkit. Kyuhyun mengenalinya. Itu milik Ji Eun.  Di genggamnya erat kalung itu kemudian membawanya pergi dari sana.
***
Cho Kyuhyun
Aku mengenalnya. Aku sangat mengenali ini. Ji Eun. Itu pasti dia.
“Oh... oppa. Kenapa kau seperti itu?”sapa Jae In.
Aku tidak perduli apa yang ia katakan. Sama sekali bukan urusannya. Gadis ini yang sudah menyebabkan Ji Eun menghilang. Jika saja dia tidak  muncul mungkin tidak akan seperti itu. Dia adalah salah satu masalah terbesar yang pernah Appa-ku buat. Membuatnya terlahir kedunia. Aku sangat membencinya meskipun kenyataannya dia adik kandungku.
“Oppa!”teriaknya.
“Berhenti memanggilku oppa!”bentakku.
Gadis itu berlari menjauh. Aku tidak perduli. Itu jauh lebih baik. Lebih baik lagi jika dia menghilang dari hidupku. Tidak pernah hadir di hidupku.
Aku masih ingat saat itu. Dengan jelas masih ku ingat saat aku memberikan kalung ini padanya. Senyumnya tidak akan pernah terlupakan.
“Oppa!”
Seorang anak perempuan berlarian. Ya. Dia adalah Cho Ji Eun. Anak manis sekaligus adik kecilku. Dia sangat cantik dan menggemaskan. Aku sangat mencintainya. Dia lebih berharga dari sebuah bintang sekalipun.  Aku sangat bahagia.
“Bagaimana jika aku memberimu ini?”
“Apa itu oppa?”
“Ini sebuah kalung. Karena kau suka bintang maka aku menambahkan bintang”
“Aku menyukainya oppa”
Senyum mengembang di wajahnya. Seperti musim semi. Aku baru saja menyaksikan bunga mekar di hadapanku. Senyum Ji Eun layaknya bunga yang sedang mekar. Terlihat sangat manis dan menawan. Dia cantik.
“Kau bahagia?”
“Ya tentu. S..arang..hae Oppa”
“Mwo?”mulutku tertawa.
“Saranghae”ucapnya sekali lagi.
“Nado.. Ji Eun-ah”
Aku pasti akan menemukanmu Ji Eun. Aku berjanji.
***
Shin Eun Ji
Orang itu memang orang aneh. Kenapa dia memelukku dan memanggilku Ji Eun?
“Eun Ji-ah”suara Eonni dari kamarnya.
Aku segera berlari menghampirinya. Kedua matanya sayu. Aku tau dia tidak bisa tidur sejak semalam. Dia pasti sangat tertekan. Dan yang akan bertanggung jawab pada semua ini adalah orang itu. Ya, Eunhyuk. Dia harusnya bertanggung jawab.
“Eonni?”
“Kau harus menjaga baik-baik kalung itu. Aku tidak mau kehilangan itu”ungkapnya.
“Ne. Aku berjanji Eonni. Aku akan menjaganya dengan baik”aku berjanji.
“Kau harus beristirahat Eonni. Aku akan kembali ke kamarku”sebuah anggukan terlihat.
Aku berlalu dengan perasaan campur aduk. Sama sekali tidak tega aku melihat apa yang terjadi pada Eonniku. Dia terlalu rapuh. Si Eunhyuk sialan itu memang brengsek. Harusnya ku beri pelajaran padanya kemarin.
Tanganku mencari kalung yang melingka di leherku. Tapi tidak kurasakan ada sesuatu di sana. Di mana kalung itu? Bukannya aku memakainya? Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?
***
TBC..
Keep RCL ne.. #LilyPark






Tidak ada komentar:

Posting Komentar