Selasa, 02 Juni 2015

FF Ice Prince Part 4


Title: Ice Prince part 4
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Author
Eunji mencari kalung itu dengan sabar. Mencari di bawah meja dan semua tempat yang ada di rumahnya. Tapi dia tetap tidak menemukannya. Kalung berharga itu menghilang. Sekarang dia sedang panik mengetahui kalung itu tidak ada. Terbersit rasa bersalah pada eonninya.  Sadar bahwa dia tidak bisa menjaga dengan baik pemberian eonninya itu. Dia mulai menyesal.
“Eonni... maafkan aku”gumamnya lirih.
Keesokan harinya dia kembali mencari di semua tempat yag di datanginya kemarin. Langkahnya sangat pelan dan matanya meneliti setiap jengkal jalan yang di laluinya. Kepalanya terus menunduk mempermudah matanya menerawang. Dia bahkan menyibak rumput di pinggir jalan.
Akhirnya kedua kakinya sampai di tempat terakhir yang di kunjunginya. Lagi-lagi jembatan itu. Jembatan yang kali ini penuh cahaya matahari siang yang terik. Dia masih saja melanjutkan pencariannya walau matahari gencar memberikan serangan pada kulitnya. Hampir saja kepalanya membentur pembatas jembatan. Kepalanya terlalu menunduk.
Tangannya meraih pinggiran jembatan. Kepalanya menerawang ke arah aliran sungai di bawahnya. Tampak air yang bening di bawahnya berkilau. Gadis itu mengira mungkin saja kalungnya terjatuh ke bawah sungai. Sebuah perkiraan yang bodoh.
Tangannya merasakan ukiran yang sangat kasar. Kemudian matanya melihat ukiran itu lebih dekat. Terukir dengan jelas nama “Cho Ji Eun & Cho Kyuhyun” di sana. Nama yang di sebut namja aneh itu sebelumnya. 
“Cho Ji Eun?”
***
Cho Kyuhyun
Aku harus menemukan gadis itu lagi. Dia pasti Ji Eun. Gadis itu adalah Ji Eun yang menghilang. Itu benar. Gadis itu adalah Ji Eun yang selama ini ku cari. Ya, itu pasti Ji Eun.
“Kenapa kau lakukan itu pada Jae In”suara serak terdengar.
“Apa pun yang aku lakukan adalah hak seorang Kakak. Jika aku membencinya itu juga hak untukku”jawabku.
“Apa? Kau membenci adik kandungmu sendiri?”tatapan keibuan mengarah padaku.
“Ya, dia memang adikku. Tapi dengan kedatangannya di sini dia telah menghancurkan keluarga ini”
“Apa ini karena Ji Eun?”
Mataku memanas. Kenapa wanita yang tega membuang Ji Eun itu masih bisa menyebut namanya dengan mudah? Orang macam apa yang tega melakukan hal seperti itu?
“Kau telah merawatnya selama 14 tahun. Tapi kenapa ketika kau tau dia bukan anakmu kau membuangnya? Apa hanya seperti itu cintamu selama 14 tahun?”sahutku.
“Dia bukan anak kandungku. Dia pantas mendapatkan itu”ucapnya lalu pergi.
Perempuan itu memang tak berhati. Dia membuang Ji Eun yang sudah jadi bagian keluarga ini selama 14 tahun demi orang baru yang tiba-tiba datang dan membawa kenyataan dia anak kandung keluarga ini. Perempuan itu memang iblis!
*Dua tahun yang lalu*
“Oppa.. Lepaskan tanganmu. Jangan biarkan mereka menangkapmu”teriak Ji Eun.
“Tidak. Jika kau jatuh aku juga akan melompat bersamamu”
“Oppa.. Jika kau memang mencintaiku. Lepaskan tanganmu”teriaknya sekali lagi.
GREPP...
Tangan-tangan kekar itu berhasil menarik tubuhku. Genggaman tanganku terlepas dari lengannya. Tubuh gadis itu menghantam air dengan keras. Kemudian tubuhnya terbawa arus sungai yang deras. Dia menghilang di sungai itu. Sekarang aku tidak tau. Di mana dia, masihkah dia hidup atau sudah mati, aku tidak tau.
Tepat di jembatan itu aku kehilangan Ji Eun. Tempat pertama kalinya kami mengucapkan perasaan kami. Di sana adalah tempat paling indah dan nyaman. Tapi di tempat itu juga banyak tersimpan kenangan pahit. Kenyataan aku harus kehilangan Ji Eun.
Aku sampai di tempat itu lagi. Dan sekarang aku menemukan gadis itu berdiri di sana. Dia sedang menerawang ke atas aliran air. Matanya terlihat kelelahan. Tangannya memegangi pinggiran jembatan. Sepertinya dia sedang mencari sesuatu. Apa mungkin kalung ini?
“Cho Ji Eun?”teriaknya seketika.
***
Shin Eun Ji
“Cho Ji Eun?”teriakku kencang.
Apa ini nama yang kemarin di sebut oleh namja aneh itu? Cho Ji Eun?
“Kenapa aku harus memikirkannya! Ah.. hentikan Eun Ji! Sekarang kau harus menemukan kalung itu!”
Mataku kembali meneliti setiap jengkal tempat itu. Aku harus segera menemukan kalung itu sebelum Eonni tau kalung pemberiannya menghilang. Aku tidak mau membuatnya kecewa. Aku harus menemukan kalung berharga itu! harus!
Mataku sampai pada sisi lain jembatan. Seorang namja berdiri di sana. Berdiri tegap mengawasiku. Namja gila yang memeluk orang sembarangan itu. Namja es aneh itu. Pangeran beku itu. Ternyata dia berada di sini lagi. Ku harap dia tidak menggangguku kali ini. jangan sampai terulang hal itu lagi. Aku tidak mau.
“Beri aku jalan!” teriakku padanya.
Bukannya menyingkir namja itu justru menghalangi langkahku. Dia terus saja menghadangku. Ku rasa dia sedang menguji kesabaranku. Dia seakan sengaja melakukannya agar aku kesal. Ya, aku kesal sekarang. Jadi jangan salahkan aku jika aku akan menendangmu juga!
“Apapun maumu tolong minggirlah!”bentakku.
“Apa kau sedang mencari sesuatu?”tanyanya.
“Apapun yang ku lakukan, itu bukan urusanmu!”jawabku kesal.
“Tentu saja itu urusanku, Ji Eun”jawabnya dengan nada lembut.
“Sudah berulang kali aku bilang. Aku ini Shin Eun Ji! Aku bukan Ji Eun! Aku Shin Eun Ji! Bukan Cho Ji Eun!”jelasku padanya.
“Kau Ji Eun. Dan itu bisa ku buktikan! Apa kau mencari ini?”tangannya menggantung sebuah kalung.
“Itu.. kembalikan padaku!”
Itu kalung Eonniku. Iya, itu kalungnya. Itu kalung yang di berikan padaku. Kalung bintang itu. Tapi kenapa bisa ada di tangan namja itu? Kenapa bisa berada di tangannya? Apa yang terjadi? Kenapa hal ini terjadi? Eonni!!!
“Ini membuktikan bahwa kau adalah Ji Eun!”ungkapnya.
“Tapi kenyataannya memang aku bukan Ji Eun! Kalung itu di berikan seseorang padaku!”jawabku dengan keras.
Namja itu kembali terdiam. Aku tidak pernah tau apa yang di pikirkannya. Sepertinya dia sedang mencerna kata-kataku. Aku ingin sekali tau apa alasannya memanggilku Ji Eun karena sebuah kalung? Apa kalung itu berarti untukknya? Apa ada yang tidak ku tau tentang Eonniku?
***
Author
*Dua tahun lalu*
Sepasang suami istri berserta anak mereka yang berumur 13 tahun sedang berjalan menyusuri pinggir sungai. Suasana di sana memang rindang dan sejuk untuk berjalan santai. Sore itu memang cukup tenang. Sabtu itu memang hari liburan yang di manfaatkan sebagian  warga Paris sebagai pelepas penat. Itu juga yang di lakukan keluarga kecil itu.
“Eomma! Aku ingin Eonni!”teriak sang anak pada kedua orang tuanya.
“Oh.. Eonni? Kenapa?”tanya sang ibu.
“Ya.. kenapa?”timpal sang ayah.
“Karena aku ingin seorang teman yang bisa menjagaku dan menemani serta mengajariku segala hal”Ungkap sang anak.
“Tapi itu tidak mungkin, tapi jika kau menginginkan adik. Itu mungkin saja”tambah ibunya.
“Ya, kami akan memberikanmu seorang adik”sahut sang ayah.
“Tidak! aku tidak mau adik! Aku mau Eonni! Eonni! Dan Eonni!”teriak gadis kecil itu lalu berlari.
Kedua orang tuannya tersenyum. Mereka mengerti apa yang di rasakan anak semata wayang mereka. Tapi permintaan anaknya sangat mustahil untuk di penuhi. Mereka tidak mungkin memberikan seorang kakak untuk putri mereka. Karena mereka tau hal itu tidak akan pernah terjadi.
“Eomma!!! Appa!!”teriakan terdengar di balik semak.
Kedua orang itu berlari menuju ke arahnya. Mereka menyadari teriakan tadi adalah milik putri mereka. Keduanya menemukan putri mereka menangis sesenggukan di samping tubuh seorang gadis. Bisa di lihat wajah ketakutan gadis kecil itu.
Gadis muda itu terlihat pucat. Tubuhnya tergolek lemah tak berdaya. Sepertinya dia sangat kesakitan. Kedua orang itu langsung membawanya kerumah sakit. Sampai di sana gadis itu langsung mendapat perawatan.
~~ Dua hari kemudian~~
“Siapa namamu?”gadis itu bergeleng.
“Tempat tinggalmu?”tanya dokter.
“Kakak... Jadilah Eonniku”teriak seorang anak yang ada di samping dokter.
“Eun Ji..Diamlah sebentar” teriak sang dokter.
“Appa.. aku mau dia jadi eonniku”rengek anak itu.
“Eun Ji!!”teriak sang dokter lagi.
Gadis muda itu bukannya lupa tentang segalanya. Tapi dia memang tidak mau mengingatnya. Dia tidak ingin kembali lagi. Dia ingin melupakan apa yang terjadi dan menghilang. Dia ingin melupakan semuanya. Dia ingin menghapus semua kenangannya.
“Jika seperti itu.. maka jadilah putriku”ucap sang dokter.
Gadis itu mengangguk. Dia memang ingin menghapus semua hal buruk yang terjadi. Dia ingin menjadi seseorang yang baru. Menghapus masa lalunya. Termasuk melupakan semua yang pernah ia alami sebelumnya. Kini dia bukan lagi Cho Ji Eun.
“Shin..Eun Bi, kurasa nama itu cocok untukmu. Bagaimana Eun Ji?”sebuah anggukan menjawab.
“Ya..ya.. itu bagus! Sekarang aku punya Seorang eonni!! Benarkan Eonni? Eonni??”gadis kecil itu berteriak girang.
Anggota keluarga mereka. Shin Eun Bi. Cho Ji Eun sudah tidak ada. Sekarang terlahirlah seorang gadis bernama Shin Eun Bi. Cho Ji Eun dengan semua kenangan buruknya sudah lenyap. Sosok baru yang terlahir ini adalah kakak Shin Eun Ji, Shin Eun Bi bukan Cho Ji Eun.
***






Tidak ada komentar:

Posting Komentar