Title: Ice Prince part 4
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Author
Eunji mencari
kalung itu dengan sabar. Mencari di bawah meja dan semua tempat yang ada di
rumahnya. Tapi dia tetap tidak menemukannya. Kalung berharga itu menghilang.
Sekarang dia sedang panik mengetahui kalung itu tidak ada. Terbersit rasa
bersalah pada eonninya. Sadar bahwa dia
tidak bisa menjaga dengan baik pemberian eonninya itu. Dia mulai menyesal.
“Eonni... maafkan
aku”gumamnya lirih.
Keesokan harinya
dia kembali mencari di semua tempat yag di datanginya kemarin. Langkahnya
sangat pelan dan matanya meneliti setiap jengkal jalan yang di laluinya.
Kepalanya terus menunduk mempermudah matanya menerawang. Dia bahkan menyibak
rumput di pinggir jalan.
Akhirnya kedua
kakinya sampai di tempat terakhir yang di kunjunginya. Lagi-lagi jembatan itu.
Jembatan yang kali ini penuh cahaya matahari siang yang terik. Dia masih saja
melanjutkan pencariannya walau matahari gencar memberikan serangan pada
kulitnya. Hampir saja kepalanya membentur pembatas jembatan. Kepalanya terlalu
menunduk.
Tangannya meraih
pinggiran jembatan. Kepalanya menerawang ke arah aliran sungai di bawahnya.
Tampak air yang bening di bawahnya berkilau. Gadis itu mengira mungkin saja
kalungnya terjatuh ke bawah sungai. Sebuah perkiraan yang bodoh.
Tangannya
merasakan ukiran yang sangat kasar. Kemudian matanya melihat ukiran itu lebih
dekat. Terukir dengan jelas nama “Cho Ji Eun & Cho Kyuhyun” di sana. Nama
yang di sebut namja aneh itu sebelumnya.
“Cho Ji Eun?”
***
Cho Kyuhyun
Aku harus
menemukan gadis itu lagi. Dia pasti Ji Eun. Gadis itu adalah Ji Eun yang
menghilang. Itu benar. Gadis itu adalah Ji Eun yang selama ini ku cari. Ya, itu
pasti Ji Eun.
“Kenapa kau lakukan
itu pada Jae In”suara serak terdengar.
“Apa pun yang aku
lakukan adalah hak seorang Kakak. Jika aku membencinya itu juga hak
untukku”jawabku.
“Apa? Kau
membenci adik kandungmu sendiri?”tatapan keibuan mengarah padaku.
“Ya, dia memang
adikku. Tapi dengan kedatangannya di sini dia telah menghancurkan keluarga ini”
“Apa ini karena
Ji Eun?”
Mataku memanas.
Kenapa wanita yang tega membuang Ji Eun itu masih bisa menyebut namanya dengan
mudah? Orang macam apa yang tega melakukan hal seperti itu?
“Kau telah merawatnya
selama 14 tahun. Tapi kenapa ketika kau tau dia bukan anakmu kau membuangnya?
Apa hanya seperti itu cintamu selama 14 tahun?”sahutku.
“Dia bukan anak
kandungku. Dia pantas mendapatkan itu”ucapnya lalu pergi.
Perempuan itu
memang tak berhati. Dia membuang Ji Eun yang sudah jadi bagian keluarga ini
selama 14 tahun demi orang baru yang tiba-tiba datang dan membawa kenyataan dia
anak kandung keluarga ini. Perempuan itu memang iblis!
*Dua tahun yang
lalu*
“Oppa.. Lepaskan
tanganmu. Jangan biarkan mereka menangkapmu”teriak Ji Eun.
“Tidak. Jika kau
jatuh aku juga akan melompat bersamamu”
“Oppa.. Jika kau
memang mencintaiku. Lepaskan tanganmu”teriaknya sekali lagi.
GREPP...
Tangan-tangan
kekar itu berhasil menarik tubuhku. Genggaman tanganku terlepas dari lengannya.
Tubuh gadis itu menghantam air dengan keras. Kemudian tubuhnya terbawa arus
sungai yang deras. Dia menghilang di sungai itu. Sekarang aku tidak tau. Di
mana dia, masihkah dia hidup atau sudah mati, aku tidak tau.
Tepat di jembatan
itu aku kehilangan Ji Eun. Tempat pertama kalinya kami mengucapkan perasaan
kami. Di sana adalah tempat paling indah dan nyaman. Tapi di tempat itu juga
banyak tersimpan kenangan pahit. Kenyataan aku harus kehilangan Ji Eun.
Aku sampai di
tempat itu lagi. Dan sekarang aku menemukan gadis itu berdiri di sana. Dia
sedang menerawang ke atas aliran air. Matanya terlihat kelelahan. Tangannya
memegangi pinggiran jembatan. Sepertinya dia sedang mencari sesuatu. Apa
mungkin kalung ini?
“Cho Ji
Eun?”teriaknya seketika.
***
Shin Eun Ji
“Cho Ji
Eun?”teriakku kencang.
Apa ini nama yang
kemarin di sebut oleh namja aneh itu? Cho Ji Eun?
“Kenapa aku harus
memikirkannya! Ah.. hentikan Eun Ji! Sekarang kau harus menemukan kalung itu!”
Mataku kembali
meneliti setiap jengkal tempat itu. Aku harus segera menemukan kalung itu
sebelum Eonni tau kalung pemberiannya menghilang. Aku tidak mau membuatnya
kecewa. Aku harus menemukan kalung berharga itu! harus!
Mataku sampai
pada sisi lain jembatan. Seorang namja berdiri di sana. Berdiri tegap mengawasiku.
Namja gila yang memeluk orang sembarangan itu. Namja es aneh itu. Pangeran beku
itu. Ternyata dia berada di sini lagi. Ku harap dia tidak menggangguku kali
ini. jangan sampai terulang hal itu lagi. Aku tidak mau.
“Beri aku jalan!”
teriakku padanya.
Bukannya
menyingkir namja itu justru menghalangi langkahku. Dia terus saja menghadangku.
Ku rasa dia sedang menguji kesabaranku. Dia seakan sengaja melakukannya agar
aku kesal. Ya, aku kesal sekarang. Jadi jangan salahkan aku jika aku akan
menendangmu juga!
“Apapun maumu
tolong minggirlah!”bentakku.
“Apa kau sedang
mencari sesuatu?”tanyanya.
“Apapun yang ku
lakukan, itu bukan urusanmu!”jawabku kesal.
“Tentu saja itu
urusanku, Ji Eun”jawabnya dengan nada lembut.
“Sudah berulang
kali aku bilang. Aku ini Shin Eun Ji! Aku bukan Ji Eun! Aku Shin Eun Ji! Bukan
Cho Ji Eun!”jelasku padanya.
“Kau Ji Eun. Dan
itu bisa ku buktikan! Apa kau mencari ini?”tangannya menggantung sebuah kalung.
“Itu.. kembalikan
padaku!”
Itu kalung
Eonniku. Iya, itu kalungnya. Itu kalung yang di berikan padaku. Kalung bintang
itu. Tapi kenapa bisa ada di tangan namja itu? Kenapa bisa berada di tangannya?
Apa yang terjadi? Kenapa hal ini terjadi? Eonni!!!
“Ini membuktikan
bahwa kau adalah Ji Eun!”ungkapnya.
“Tapi kenyataannya
memang aku bukan Ji Eun! Kalung itu di berikan seseorang padaku!”jawabku dengan
keras.
Namja itu kembali
terdiam. Aku tidak pernah tau apa yang di pikirkannya. Sepertinya dia sedang
mencerna kata-kataku. Aku ingin sekali tau apa alasannya memanggilku Ji Eun
karena sebuah kalung? Apa kalung itu berarti untukknya? Apa ada yang tidak ku
tau tentang Eonniku?
***
Author
*Dua tahun lalu*
Sepasang suami
istri berserta anak mereka yang berumur 13 tahun sedang berjalan menyusuri
pinggir sungai. Suasana di sana memang rindang dan sejuk untuk berjalan santai.
Sore itu memang cukup tenang. Sabtu itu memang hari liburan yang di manfaatkan
sebagian warga Paris sebagai pelepas
penat. Itu juga yang di lakukan keluarga kecil itu.
“Eomma! Aku ingin
Eonni!”teriak sang anak pada kedua orang tuanya.
“Oh.. Eonni?
Kenapa?”tanya sang ibu.
“Ya..
kenapa?”timpal sang ayah.
“Karena aku ingin
seorang teman yang bisa menjagaku dan menemani serta mengajariku segala
hal”Ungkap sang anak.
“Tapi itu tidak
mungkin, tapi jika kau menginginkan adik. Itu mungkin saja”tambah ibunya.
“Ya, kami akan
memberikanmu seorang adik”sahut sang ayah.
“Tidak! aku tidak
mau adik! Aku mau Eonni! Eonni! Dan Eonni!”teriak gadis kecil itu lalu berlari.
Kedua orang
tuannya tersenyum. Mereka mengerti apa yang di rasakan anak semata wayang
mereka. Tapi permintaan anaknya sangat mustahil untuk di penuhi. Mereka tidak
mungkin memberikan seorang kakak untuk putri mereka. Karena mereka tau hal itu
tidak akan pernah terjadi.
“Eomma!!!
Appa!!”teriakan terdengar di balik semak.
Kedua orang itu
berlari menuju ke arahnya. Mereka menyadari teriakan tadi adalah milik putri
mereka. Keduanya menemukan putri mereka menangis sesenggukan di samping tubuh
seorang gadis. Bisa di lihat wajah ketakutan gadis kecil itu.
Gadis muda itu
terlihat pucat. Tubuhnya tergolek lemah tak berdaya. Sepertinya dia sangat
kesakitan. Kedua orang itu langsung membawanya kerumah sakit. Sampai di sana
gadis itu langsung mendapat perawatan.
~~ Dua hari
kemudian~~
“Siapa
namamu?”gadis itu bergeleng.
“Tempat tinggalmu?”tanya
dokter.
“Kakak... Jadilah
Eonniku”teriak seorang anak yang ada di samping dokter.
“Eun Ji..Diamlah
sebentar” teriak sang dokter.
“Appa.. aku mau
dia jadi eonniku”rengek anak itu.
“Eun Ji!!”teriak
sang dokter lagi.
Gadis muda itu
bukannya lupa tentang segalanya. Tapi dia memang tidak mau mengingatnya. Dia
tidak ingin kembali lagi. Dia ingin melupakan apa yang terjadi dan menghilang.
Dia ingin melupakan semuanya. Dia ingin menghapus semua kenangannya.
“Jika seperti
itu.. maka jadilah putriku”ucap sang dokter.
Gadis itu
mengangguk. Dia memang ingin menghapus semua hal buruk yang terjadi. Dia ingin
menjadi seseorang yang baru. Menghapus masa lalunya. Termasuk melupakan semua
yang pernah ia alami sebelumnya. Kini dia bukan lagi Cho Ji Eun.
“Shin..Eun Bi,
kurasa nama itu cocok untukmu. Bagaimana Eun Ji?”sebuah anggukan menjawab.
“Ya..ya.. itu
bagus! Sekarang aku punya Seorang eonni!! Benarkan Eonni? Eonni??”gadis kecil
itu berteriak girang.
Anggota keluarga
mereka. Shin Eun Bi. Cho Ji Eun sudah tidak ada. Sekarang terlahirlah seorang
gadis bernama Shin Eun Bi. Cho Ji Eun dengan semua kenangan buruknya sudah
lenyap. Sosok baru yang terlahir ini adalah kakak Shin Eun Ji, Shin Eun Bi
bukan Cho Ji Eun.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar