Selasa, 02 Juni 2015

FF Ice Prince Part 2




Title: Ice Prince part 2
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Dua manusia itu masih menatap sunset dari atas jembatan. Suasana disana begitu sunyi. Di sana hanya ada dua orang itu. Tanpa ada mahluk yang lainnya. Jika keduanya sadar sebenarnya mereka memang di pertemukan oleh waktu.
"Oh.. Jam 5"teriak sang gadis.
Dengan cepat kedua kakinya berlari menuju arah apartemennya. Meninggalkan jembatan itu dengan tergesa. Namja itu hanya terdiam menatapnya berlalu. Meskipun sudah hampir menghilang dari tangkapan mata. Dia terus saja mengikuti bayangan gadis itu sampai hilang.
***
Cho Kyuhyun

"Oh..jam 5"teriaknya.
Aku hampir saja terlonjak. Suara gadis itu mengagetkanku. Siapa sangka gadis kecil seperti dia memiliki suara seperti geledek sangat keras. Kemudian dia berlari meninggalkanku di jembatan. Entah kenapa mataku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya. Mataku terus mengikuti  hingga bayangannya menghilang. Rasanya seperti kehilangan sesuatu.
Matahari telah kembali. Dia menghilang di barat. Malam mulai menyapa. Rasanya sudah cukup di sini. Aku akan beranjak. Pergi ke tempat lainnya. Sudah waktunya membuat suatu kejutan.
Mobilku memasuki klub malam. Di sana Eunhyuk dan Donghae sudah menungguku.Tampaknya mereka sudah tidak sabar.
"Hey, Tuan muda Cho"teriak Eunhyuk saat melihatku.
Mereka kemudian datang menghampiriku. Donghae seakan menunjukkan taringnya siap bertarung. Dia mendukungku 100% untuk pemberontakan ini. Kontribusi yang sempurna.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"tanya Eunhyuk.
"Pasti sesuatu yang menantang"tebak Donghae.
"Kalian pasti menyukainya" jawabku sekenanya.
Ini pasti membuat Appa-ku marah. Dan semuanya akan segera berakhir. Ku harap akan berhasil seperti harapanku. Semuanya batal dan kembali seperti semula. Tidak ada masalah. Tidak ada peraturan. Kembali bebas seperti sedia kala. Aku bukan anak kecil seperti dulu.
Semua mata mengarah pada kami. Mata para gadis yang ada di sana terutama. Klub malam itu ramai hari ini. Pantas saja. Hari ini adalah Satnight. Aku hampir lupa hari itu. Benar-benar lupa.
Mataku meneliti ke arah meja bar. Ku lihat seorang gadis menatapku penuh godaan. Sepertinya dia sudah tau siapa aku. Dia tujuanku. Kim In Jung. Ku hampiri dia. Mengambil tempat tepat di sampingnya.
"Seperti biasa"kataku pada bartender.
"Oppa. Bukankah kau tidak seharusnya di sini?"tanyanya.
"Kau yang seharusnya tidak di sini. Kau terlalu kecil"sahutku.
Ku teguk gelas dengan cepat. Isi di dalamnya tidak bersisa. Mata gadis itu menatapku. Siapa sangka dia begitu mudah terpesona. Dia benar-benar anak kecil.
Tangan gadis itu menarikku mengikutinya. Sial. Dia membawaku terlalu jauh.
Tiba-tiba punggungku merasakan dinginnya tembok. Gadis nakal.
Kedua tangannya mengunciku. Sekarang aku berada diantara tembok dan tubuhnya. Gadis ini berniat sekali. Kena kau sekarang.
***
Shin Eun Ji

Aku sampai di apartemen. Namun keadaan masih gelap. Tapi bukankah sudah waktunya makan malam? Dimana eonni??
Aku masuk dan menghidupkan lampu. Suasana benar-benar sepi. Tidak biasanya. Kemana eonni? Kenapa jam segini belum pulang? Apakah terjadi sesuatu?
Crrekk...
Suara pintu terbuka dari luar. Eonni. Ternyata dia sudah pulang. Tapi begitu terlambat. Aku sudah memanaskan makanan untuk kami. Ada apa dengan wajah itu?
"Ada apa eonni?" satu pertanyaan meluncur dari mulutku.
Wajahnya semakin gusar. Sepertinya ada masalah serius. Aku tau itu dari wajahnya. Pasti ada masalah. Hal yang tidak pernah bisa di sembunyikannya dariku. Tidak bisa berbohong.
"Aku baik-baik saja. Ayo makan malam"Aneh.
Dia dengan cepat mengalihkan pembicaraan. Sepertinya ada yang disembunyikannya. Tapi apa?
"Setelah makan bereskan semua barang kita. Keberangkatan ke Seoul dipercepat" ungkapnya disela makan.
"Ne. Aku akan membereskannya" jawabku sambil mengangguk.
Akhirnya aku akan pulang ke Seoul. Aku akan kembali meskipun hanya satu bulan. Tapi ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Selama musim semi. Ah.. Menyenangkan.
Dengan cepat ku habiskan makananku. Menuju kamar dan mengemasi semua barang yang akan ku bawa. Teddy-ku dia juga harus ikut. Boneka kesayanganku sejak kecil. Tanganku mendekap teddy kemudian menggesekkan ujung hidungku ke hidung boneka itu. Ini menyenangkan.
Ku rasa ponselku tertinggal di ruang makan. Ingin sekali ku berteriak pada Jo sekarang. Dia pasti akan terkejut. Sahabatku itu pasti tidak akan percaya pada semua yang ku katakan nanti.
Kedua kakiku berlari menuruni tangga. Benar dugaanku ponselku ada di atas meja makan. Aku mengambilnya. Rencananya aku akan kembali ke atas dan menghubungi Jo tapi suara terbata eonni menghentikanku.
"T.id..tidak. Sama sekali bukan seperti itu"suara eonni bergetar.
"Jadi? Apa kau akan memanfaatkannya?"eonni tertunduk.
Kenapa dia seperti itu?
Telpon itu terputus. Wajah eonni masih lesu. Wajah kusut. Seperti ada badai yang sudah menggoyahkannya. Dia berantakan.
Tok..tok..tok
Ku ketuk pintu kamar eonni. Tidak ada jawaban. Akhirnya aku masuk. Dia masih terdiam di posisi lamanya. Tangannya masih bergetar. Sebenarnya apa yang terjadi??
***
Cho Kyuhyun

"Apa yang kau lakukan pada gadis kemarin?"tanyaku pada Eunhyuk.
"Hanya memberinya sedikit lelucon"wajahnya penuh senyum.
"Dia pasti menggodanya"tebak Donghae.
Kedua orang ini benar-benar gila. Tapi memang itu yang membuatku menyukai mereka. Ide-ide mereka sangat menarik. Tidak salah jika keduanya jadi penguasa.
"Apa yang terjadi pada In Jung?"aku tersenyum.
"Hey! Apa artinya itu? Kenapa kau tersenyum seperti itu?" sebuah pukulan kecil mendarat di punggungku.
"Dia pasti membuatnya gelagapan. Ice Prince pasti tau yang seharusnya dilakukannya"timpal Donghae yakin.
Ya kau benar. Tadi malam sudah ku lakukan apa yang seharusnya terjadi setahun yang lalu. Aku membuat dunianya berubah. Gadis itu. Dia pasti menyesali apa yang terjadi semalam. Dia pasti sudah berteriak marah hari ini.
"Jadi gadis itu menemukanmu melakukan kebiasaan lamamu?"wajah  Eunhyuk terlihat senang.
"Ya. Dan aku sedang mengujinya" jawabnya santai.
"Kau gila! Dia anak di bawah umur!" pekik Donghae.
"Dia mau melakukannya" apa yang keluar dari mulutnya membuatku terkejut.
"Jadi kau sudah melakukannya? Dengannya?" sebuah anggukan menjawab.
Aku hanya mampu terdiam. Dia bahkan memanfaatkan gadis lugu. Orang ini. Aku semakin menyukainya.
"Aku yang memintanya. Dia mau memberikannya. Jadi tidak masalah"jawabnya santai.
"Kau hebat" ucap Donghae kagum.
Mereka memang berbeda. Tidak seperti kebanyakan orang yang mendekatiku karena uang. Sepertinya tidak salah keputusanku menjadikan mereka teman.
"Kita lihat saja yang akan terjadi sekarang" ucapku memecah suasana.
"Rencanamu benar-benar nekat. Tapi aku menyukainya" Donghae mengacungkan dua jempolnya kehadapanku.
"Dia datang. Pertanda buruk. Goodluck Man!" mereka berlalu.
In Jung datang. Lalu memelukku. Bergelayut manja. Dia seakan tidak jera.
***
Shin Eun Ji

Aku sekarang tau. Kenapa rencana pulang berubah. Semuanya berubah. Kenapa eonni seperti itu. Dia seperti itu karena namja berengsek bernama Eunhyuk. Hari ini aku akan memberinya pelajaran. Dia perlu pelajaran tentang tatakrama.
"Apa yang kau lakukan pada eonniku!" bentakku pada namja bertampang mesum dihadapanku.
"Kau siapa? Siapa eonnimu?"senyum licik.
"Aku adiknya. Shin Eun Bi adalah eonniku"jawabku dengan bentakkan.
"Oh.. Eun Bi. Gadis itu. Dia hanya memberiku yang berharga miliknya"jawabnya dengan tawa.
Sial!
Dia lebih kaku dari yang kukira. Orang itu sangat santai. Dan tanpa rasa bersalah. Kenapa eonniku harus terperangkap dengan namja seperti dia! Aku tidak rela! Sangat tidak merelakan itu!
"Hentikan itu gadis kecil. Percuma saja"sahut seorang namja dari arah belakang.
"Hey, apa yang sedang kalian lakukan?" suara asing juga menyela.
"Adik gadis itu datang. Dia memintaku berkencan dengannya juga" namja gila!
"Hey, Dia milikku! Jangan menyentuhnya!" suara yang tak asing itu kembali terdegar.
Namja yang sekarang memegang tanganku. Namja yang ada di Jembatan? Namja dingin itu? Dia? Teman namja brengsek ini?
"Ice Prince? Dia gadismu?" namja itu tersenyum.
"Ya. Dia gadisku"ucapnya lalu menarikku pergi.

***
Author

Dua pasang mata itu beradu. Gadis muda itu menatap mata namja yang lebih tinggi darinya dengan sinis. Terlihat dia tidak menyukai namja di hadapannya. Kemarahannya masih terbawa ke tempat itu. Meskipun semuanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan namja di hadapannya.
"Sekarang apa yang kau mau? Kenapa kau melakukan hal itu?"tatapan mata gadis itu sangat tajam.
"Kau, gadis bodoh!"ucap namja itu lalu pergi.
Gadis itu bertambah marah. Dia meledak-ledak. Hujatan keluar dari mulutnya. Dia terbakar.
Namja itu semakin menjauh. Dia tidak perduli apa yang di pikirkan gadis yang baru di tolongnya. Seperti mainan lama. Dia hanya bersenang-senang dan meninggalkannya begitu saja.
***

TBC.. Keep RCL ne

#LilyPark

Tidak ada komentar:

Posting Komentar