Title: Ice Prince part 2
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Dua manusia itu masih menatap sunset dari atas jembatan.
Suasana disana begitu sunyi. Di sana hanya ada dua orang itu. Tanpa ada mahluk
yang lainnya. Jika keduanya sadar sebenarnya mereka memang di pertemukan oleh
waktu.
"Oh.. Jam 5"teriak sang gadis.
Dengan cepat kedua kakinya berlari menuju arah apartemennya.
Meninggalkan jembatan itu dengan tergesa. Namja itu hanya terdiam menatapnya berlalu.
Meskipun sudah hampir menghilang dari tangkapan mata. Dia terus saja mengikuti
bayangan gadis itu sampai hilang.
***
Cho Kyuhyun
"Oh..jam 5"teriaknya.
Aku hampir saja terlonjak. Suara gadis itu mengagetkanku.
Siapa sangka gadis kecil seperti dia memiliki suara seperti geledek sangat
keras. Kemudian dia berlari meninggalkanku di jembatan. Entah kenapa mataku
tidak bisa melepaskan pandanganku darinya. Mataku terus mengikuti hingga bayangannya menghilang. Rasanya
seperti kehilangan sesuatu.
Matahari telah kembali. Dia menghilang di barat. Malam mulai
menyapa. Rasanya sudah cukup di sini. Aku akan beranjak. Pergi ke tempat
lainnya. Sudah waktunya membuat suatu kejutan.
Mobilku memasuki klub malam. Di sana Eunhyuk dan Donghae
sudah menungguku.Tampaknya mereka sudah tidak sabar.
"Hey, Tuan muda Cho"teriak Eunhyuk saat melihatku.
Mereka kemudian datang menghampiriku. Donghae seakan
menunjukkan taringnya siap bertarung. Dia mendukungku 100% untuk pemberontakan
ini. Kontribusi yang sempurna.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"tanya
Eunhyuk.
"Pasti sesuatu yang menantang"tebak Donghae.
"Kalian pasti menyukainya" jawabku sekenanya.
Ini pasti membuat Appa-ku marah. Dan semuanya akan segera
berakhir. Ku harap akan berhasil seperti harapanku. Semuanya batal dan kembali
seperti semula. Tidak ada masalah. Tidak ada peraturan. Kembali bebas seperti
sedia kala. Aku bukan anak kecil seperti dulu.
Semua mata mengarah pada kami. Mata para gadis yang ada di
sana terutama. Klub malam itu ramai hari ini. Pantas saja. Hari ini adalah
Satnight. Aku hampir lupa hari itu. Benar-benar lupa.
Mataku meneliti ke arah meja bar. Ku lihat seorang gadis
menatapku penuh godaan. Sepertinya dia sudah tau siapa aku. Dia tujuanku. Kim
In Jung. Ku hampiri dia. Mengambil tempat tepat di sampingnya.
"Seperti biasa"kataku pada bartender.
"Oppa. Bukankah kau tidak seharusnya di
sini?"tanyanya.
"Kau yang seharusnya tidak di sini. Kau terlalu
kecil"sahutku.
Ku teguk gelas dengan cepat. Isi di dalamnya tidak bersisa.
Mata gadis itu menatapku. Siapa sangka dia begitu mudah terpesona. Dia
benar-benar anak kecil.
Tangan gadis itu menarikku mengikutinya. Sial. Dia membawaku
terlalu jauh.
Tiba-tiba punggungku merasakan dinginnya tembok. Gadis
nakal.
Kedua tangannya mengunciku. Sekarang aku berada diantara
tembok dan tubuhnya. Gadis ini berniat sekali. Kena kau sekarang.
***
Shin Eun Ji
Aku sampai di apartemen. Namun keadaan masih gelap. Tapi
bukankah sudah waktunya makan malam? Dimana eonni??
Aku masuk dan menghidupkan lampu. Suasana benar-benar sepi.
Tidak biasanya. Kemana eonni? Kenapa jam segini belum pulang? Apakah terjadi
sesuatu?
Crrekk...
Suara pintu terbuka dari luar. Eonni. Ternyata dia sudah
pulang. Tapi begitu terlambat. Aku sudah memanaskan makanan untuk kami. Ada apa
dengan wajah itu?
"Ada apa eonni?" satu pertanyaan meluncur dari
mulutku.
Wajahnya semakin gusar. Sepertinya ada masalah serius. Aku
tau itu dari wajahnya. Pasti ada masalah. Hal yang tidak pernah bisa di
sembunyikannya dariku. Tidak bisa berbohong.
"Aku baik-baik saja. Ayo makan malam"Aneh.
Dia dengan cepat mengalihkan pembicaraan. Sepertinya ada
yang disembunyikannya. Tapi apa?
"Setelah makan bereskan semua barang kita.
Keberangkatan ke Seoul dipercepat" ungkapnya disela makan.
"Ne. Aku akan membereskannya" jawabku sambil
mengangguk.
Akhirnya aku akan pulang ke Seoul. Aku akan kembali meskipun
hanya satu bulan. Tapi ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Selama musim
semi. Ah.. Menyenangkan.
Dengan cepat ku habiskan makananku. Menuju kamar dan
mengemasi semua barang yang akan ku bawa. Teddy-ku dia juga harus ikut. Boneka
kesayanganku sejak kecil. Tanganku mendekap teddy kemudian menggesekkan ujung
hidungku ke hidung boneka itu. Ini menyenangkan.
Ku rasa ponselku tertinggal di ruang makan. Ingin sekali ku
berteriak pada Jo sekarang. Dia pasti akan terkejut. Sahabatku itu pasti tidak
akan percaya pada semua yang ku katakan nanti.
Kedua kakiku berlari menuruni tangga. Benar dugaanku
ponselku ada di atas meja makan. Aku mengambilnya. Rencananya aku akan kembali
ke atas dan menghubungi Jo tapi suara terbata eonni menghentikanku.
"T.id..tidak. Sama sekali bukan seperti itu"suara
eonni bergetar.
"Jadi? Apa kau akan memanfaatkannya?"eonni
tertunduk.
Kenapa dia seperti itu?
Telpon itu terputus. Wajah eonni masih lesu. Wajah kusut.
Seperti ada badai yang sudah menggoyahkannya. Dia berantakan.
Tok..tok..tok
Ku ketuk pintu kamar eonni. Tidak ada jawaban. Akhirnya aku
masuk. Dia masih terdiam di posisi lamanya. Tangannya masih bergetar.
Sebenarnya apa yang terjadi??
***
Cho Kyuhyun
"Apa yang kau lakukan pada gadis kemarin?"tanyaku
pada Eunhyuk.
"Hanya memberinya sedikit lelucon"wajahnya penuh
senyum.
"Dia pasti menggodanya"tebak Donghae.
Kedua orang ini benar-benar gila. Tapi memang itu yang
membuatku menyukai mereka. Ide-ide mereka sangat menarik. Tidak salah jika
keduanya jadi penguasa.
"Apa yang terjadi pada In Jung?"aku tersenyum.
"Hey! Apa artinya itu? Kenapa kau tersenyum seperti
itu?" sebuah pukulan kecil mendarat di punggungku.
"Dia pasti membuatnya gelagapan. Ice Prince pasti tau
yang seharusnya dilakukannya"timpal Donghae yakin.
Ya kau benar. Tadi malam sudah ku lakukan apa yang
seharusnya terjadi setahun yang lalu. Aku membuat dunianya berubah. Gadis itu.
Dia pasti menyesali apa yang terjadi semalam. Dia pasti sudah berteriak marah
hari ini.
"Jadi gadis itu menemukanmu melakukan kebiasaan
lamamu?"wajah Eunhyuk terlihat
senang.
"Ya. Dan aku sedang mengujinya" jawabnya santai.
"Kau gila! Dia anak di bawah umur!" pekik Donghae.
"Dia mau melakukannya" apa yang keluar dari mulutnya
membuatku terkejut.
"Jadi kau sudah melakukannya? Dengannya?" sebuah
anggukan menjawab.
Aku hanya mampu terdiam. Dia bahkan memanfaatkan gadis lugu.
Orang ini. Aku semakin menyukainya.
"Aku yang memintanya. Dia mau memberikannya. Jadi tidak
masalah"jawabnya santai.
"Kau hebat" ucap Donghae kagum.
Mereka memang berbeda. Tidak seperti kebanyakan orang yang
mendekatiku karena uang. Sepertinya tidak salah keputusanku menjadikan mereka
teman.
"Kita lihat saja yang akan terjadi sekarang"
ucapku memecah suasana.
"Rencanamu benar-benar nekat. Tapi aku
menyukainya" Donghae mengacungkan dua jempolnya kehadapanku.
"Dia datang. Pertanda buruk. Goodluck Man!" mereka
berlalu.
In Jung datang. Lalu memelukku. Bergelayut manja. Dia seakan
tidak jera.
***
Shin Eun Ji
Aku sekarang tau. Kenapa rencana pulang berubah. Semuanya
berubah. Kenapa eonni seperti itu. Dia seperti itu karena namja berengsek
bernama Eunhyuk. Hari ini aku akan memberinya pelajaran. Dia perlu pelajaran
tentang tatakrama.
"Apa yang kau lakukan pada eonniku!" bentakku pada
namja bertampang mesum dihadapanku.
"Kau siapa? Siapa eonnimu?"senyum licik.
"Aku adiknya. Shin Eun Bi adalah eonniku"jawabku
dengan bentakkan.
"Oh.. Eun Bi. Gadis itu. Dia hanya memberiku yang
berharga miliknya"jawabnya dengan tawa.
Sial!
Dia lebih kaku dari yang kukira. Orang itu sangat santai.
Dan tanpa rasa bersalah. Kenapa eonniku harus terperangkap dengan namja seperti
dia! Aku tidak rela! Sangat tidak merelakan itu!
"Hentikan itu gadis kecil. Percuma saja"sahut
seorang namja dari arah belakang.
"Hey, apa yang sedang kalian lakukan?" suara asing
juga menyela.
"Adik gadis itu datang. Dia memintaku berkencan
dengannya juga" namja gila!
"Hey, Dia milikku! Jangan menyentuhnya!" suara
yang tak asing itu kembali terdegar.
Namja yang sekarang memegang tanganku. Namja yang ada di
Jembatan? Namja dingin itu? Dia? Teman namja brengsek ini?
"Ice Prince? Dia gadismu?" namja itu tersenyum.
"Ya. Dia gadisku"ucapnya lalu menarikku pergi.
***
Author
Dua pasang mata itu beradu. Gadis muda itu menatap mata
namja yang lebih tinggi darinya dengan sinis. Terlihat dia tidak menyukai namja
di hadapannya. Kemarahannya masih terbawa ke tempat itu. Meskipun semuanya sama
sekali tidak ada hubungannya dengan namja di hadapannya.
"Sekarang apa yang kau mau? Kenapa kau melakukan hal
itu?"tatapan mata gadis itu sangat tajam.
"Kau, gadis bodoh!"ucap namja itu lalu pergi.
Gadis itu bertambah marah. Dia meledak-ledak. Hujatan keluar
dari mulutnya. Dia terbakar.
Namja itu semakin menjauh. Dia tidak perduli apa yang di
pikirkan gadis yang baru di tolongnya. Seperti mainan lama. Dia hanya
bersenang-senang dan meninggalkannya begitu saja.
***
TBC.. Keep RCL ne
#LilyPark

Tidak ada komentar:
Posting Komentar