Kamis, 11 Juni 2015

FF Nae Oppa

NAE OPPA


Author : Lily Park
Main Cast :
-          Cho Kyuhyun
-          Cho jihyun
-          Park Gyuwon
Genre : familly, love, fun, i don’t know, lebih baik anda yang menyimpulkan sendiri.
Rating : pg-13
Leght : one shoot
Summary : Namja itu selalu membuat hidupku tidak tenang. Selalu mengganggu hidupku. Namja yang penakut kegelapan, namja evil, namja yang menyebalkan, namja yang membuat para yeoja menangis. Namja yang sangat protektif padaku. Namja itu sungguh sangat trouble maker. Namun aku sangat menyayanginya. Dia adalah nae oppa, Cho Kyuhyun.
Author akun :
- twitter : @magnolia2498

Oke.. lets reading.. jangan lupa tinggalkan jejak anda di sini. Sungguh diharapkan. Karena dengan jejak anda akan memberi motivasi dan membuat kami lebih baik. Jangan lupa ya.



# nae oppa #
Seorang yeoja cantik yang duduk di bawah pohon bersama seorang namja yang sangat aku kenali. Yeoja  itu sedang menangis sesenggukan. Entah apa yang di lakukan namja itu padanya. Sungguh pemandangan yang kerap kali aku temui. Setelah melihat ku keluar dari gerbang sekolah namja itu langsung tersenyum kearahku dan melambai memanggilku. Aku tidak memperdulikannya. Aku tidak mau terlibat lagi masalah karena namja itu. Sungguh sangat menyebalkan.
“ hey Cho Jihyun. Aku datang kemari untuk menjemputmu. Tapi kenapa kau meninggalkanku begitu saja. Kau tidak mau menghargai waktu luangku untukmu! Ji hyun dengarkan aku.. aku ini oppa mu!.”
Aish.. lagi-lagi namja itu berteriak kencang dari dalam mobilnya. Benar-benar menyebalkan. Aku menghentikan langkahku dan menoleh kearahnya.
“ ish.. kau ini membuatku malu saja. Dasar kau.” Aku langsung saja membuka pintu mobilnya dan membantingnya sekeras mungkin.
“jika kau mau masuk pelan saja. Kau akan merusak mobil ini. Dasar kau yeoja bodoh!.” Namja itu mengomeliku.
“hey.. Cho Kyuhyun berhentilah mengatai adikmu ini yeoja bodoh. Aku tidak pernah menyukainya. Jadi.. hentikanlah!.” Kataku tidak kalah kencangnya.
Beberapa lama suasana di dalam mobil itu mulai tenang kembali. Aku hanya mendiamkan saja namja yang sedang berkonsentrasi menyetir mobil ini. Namja itu bisa sangat tenang tapi jika ada waktunya dia akan jadi sangat berisik. Namja yang menurut versi kebanyakan yeoja sempurna ini sangat tidak mudah di tebak. Sangat sulit memahaminya sekalipun aku, adiknya sendiri.
“apa yang kau lakukan pada yeoja yang tadi duduk di bawah pohon itu tuan muda Cho?.” Aku awali pandangan yang menyelidik itu kearahnya.
“ ani.. aku tidak melakukan apapun.”  Heh.. apa kau tidak tau Kyuhyun. Aku sedang mengawasimu. Jadi jangan memasang wajah tak berdosa seperti itu membuatku muak saja.
“oh.. benarkah?. Jangan membohongiku lagi Kyuhyun! Aku ini bukan anak kecil yang mudah kau bohongi. Kau membuatnya menangis. Dasar kau! Buanglah jauh-jauh sifat playboymu itu dari pandanganku. Enyahkan!.” Aku membuatnya tersentak kaget. Aku harus membasmi virus playboy itu dari hidupnya. Selamanya. Menghapusnya.
“heya.. aku ini oppa mu  jadi berhenti memanggilku seperti itu.”
“aku tidak perduli. Aku tidak akan memanggilmu oppa lagi jika kau tidak mau membuang sifat playboy mu itu tuan muda Cho. Ingat itu semua!.”
“ Cho Jihyun..”
# nae oppa #
 Aku baru saja menyelesaikan tugasku. Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam saat aku merebahkan tubuhku di atas ranjangku yang nyaman. Mematikan semua lampu kamarku dan menyisakan satu cahaya kecil yang redup dari samping tempat tidurku. Hanya itu satu-satunya cahaya yang tersisa lampu tidur kecil pemberian namja itu.
Berusaha menutup mataku. Aku berharap untuk bisa segera terlelap secepatnya agar jadi lebih segar besok. Belum genap satu jam aku menutup mataku aku dengar suara langkah kaki. Kemudian disusul suara dorongan pada pintu kamarku. Aku berusaha bangun namun mataku masih saja berat. Ranjangku tiba-tiba saja bergerak. Aku kemudian reflek terbangun dan duduk langsung saja aku nyalakan lagi lampu di samping ranjangku.
“Kembalilah ke kamarmu sendiri jangan menggangguku. Kau ini dasar namja penakut!.” Menyebalkan. Namja itu lagi yang muncul di hadapanku. Menggangguku yang sedang mencoba untuk terlelap.
“hey.. kau. Namja penakut. Cho Kyuhyun. Aish.. Ya sudah terserah kau saja. Tapi ingat jangan macam-macam. Aku ini yeodongsaengmu sendiri. awas saja jika kau berani macam-macam padaku. Aku bunuh kau!.” Namja ini benar-benar menyebalkan. Dia sama sekali tidak mendengarkanku. Kenapa dia selalu membuatku sangat kesal. Dasar kau namja evil!
Aku masih saja tidak paham apa yang di lakukan oleh namja ini. Seorang namja yang cukup aneh, kebiasaan itu cukup membuatku bergidik ngeri. Setiap malam ketika semua lampu di rumah telah mati namja itu selalu menyelinap ke dalam kamarku. Dan aku akan sangat di buatnya terkejut saat pagi tiba. Namja ini kadang membuatku takut. Kebiasaan itu membuatku sangat tidak nyaman meski aku adiknya. Namun aku ini tetap saja seorang yeoja.
# nae oppa #
“Jihyun..” seorang namja yang cukup tampan dan sedikit lebih tinggi dariku melambaikan tangannya padaku.
Namja ini adalah namja yang sekarang ada di hidupku selain Kyuhyun oppa. Namja yang mengisi hidupku selain namja trouble maker ku si Kyuhyun itu. Namjachinguku Park Gyuwon.
“oppa..”
“bagaimana kalau aku yang mengantarmu pulang hari ini?.  Aku sangat merindukanmu Jihyun.”
“ aku juga sangat-sangat merindukanmu oppa. Tapi apa kita bisa menghindari namja itu?.” Aku langsung saja mengarahkan pandangan mataku pada Kyuhyun yang sedang duduk di bangku taman sekolahku menunggu dengan penuh tatapan yang sulit di artikan oleh penerjemah sekalipun.
“kita pasti bisa. Hwaiting!!!.” Ini lah yang membuatku menyukai namja ini. Dia tidak menyerah meskipun dia harus berhadapan dengan namja super menyebalkan itu. Dia selalu punya cara mengakali Kyuhyun agar bisa mengantarku pulang.
Entahlah, apa mungkin hal yang dilakukan kali ini bisa berhasil. Aku sangat tidak yakin kali ini. aku takut jika kali ini Kyuhyun akan mengenaliku. Pasti dia akan membuat namjachinguku ini.. ah aku takut membayangkannya.
“oppa, apa kau yakin semua ini akan berhasil?.” Keraguanku seakan terpatahkan oleh anggukannya yang bersemangat.
“aku sangat yakin.”
Namja ini memang sangat cerdik. Dia meminjamkan jaketnya padaku. Mendandaniku seakan aku ini yeoja yang sedang sakit. Memakaikanku syal tebal dan penutup kepala. Kemudian dia menggendongku. Mudahnya kami sedang berakting.
Kami baru saja melewati beberapa langkah di depan namja itu namun tiba-tiba saja hidungku terasa sangat gatal aku pun bersin dengan sangat kencang. Seperti yang aku takutkan namja itu menyadarinya.  Kami tertangkap basah. Dia terlihat sangat-sangat marah.
“ Gyuwon oppa.. larilah.. cepat lari!.” Ku dorong namja ini pergi.
“tapi. . Jihyun..”
“sudahlah.. cepat pergi oppa.”
“Cho Jihyun!!!.” Kulihat tatapan Kyuhyun menyeramkan. Sangat –sangat menyeramkan. Seperti malaikat pencabut nyawa.
# nae oppa #
Namja ini benar-benar gila. Seperti anak kecil saja. Ehs.. aku kadang bingung harus berbuat apa untuk membuatnya berhenti mengikuti kemanapun aku pergi. Semenjak kejadian itu dia menjadi sangat over protektif padaku. Kemanapun aku pergi dia pasti beredar di sekelilingku. Dan yang lebih aku benci dia selalu menarik perhatian para yeoja di manapun dia berada.
“ mau kemana kau?.” Aish.. aku paling membenci tatapanya yang sangat mengganggu itu. Tatapan itu bagaikan tatapan iblis. Penuh selidik dan kejam.
“aish.. berhentilah mengikutiku saat aku pergi kemanapun kakiku melangkah. Kau menggangguku. Kau tau itu. Jika kau melakukannya lagi aku akan bilang pada eomma dan appa di london biar aku bisa di pindahkan saja kesana. Biar kau sendiri saja di sini. Kau dengar itu. Cho Kyuhyun!.” Kali ini aku sungguh-sungguh Cho Kyuhyun
Sepertinya apa yang aku perbuat tadi itu sangat berhasil. Sekarang aku bisa sangat tenang. Tidak ada Kyuhyun tidak ada yeoja yang akan menggangguku lagi.
# nae oppa #
Aku sedang berjalan beriringan bersama Gyuwon oppa. Kali ini benar-benar tanpa gangguan. Ah.. jarang ada kesempatan seperti ini. Saat namja itu benar-benar tidak mengikutiku lagi. Menyenangkan.
“ buka mulutmu, aaa..“ aish.. namja ini benar-benar romantis. Sangat romantis dia ingin menyuapi es krim coklat kesukaanku. Langsung saja aku membuka mulutku. Namun bukannya dia  meyuap ke dalam mulutku namja ini malah usil dan menyuapi hidungku.
“oppa... dingin!.” Dia malah tersenyum dengan evilnya. Aku mengusap hidungku yang di lumuri es krim olehnya. Namja ini. sifatnya sangat mirip si trouble maker itu. Aish.. kenapa tiba-tiba aku teringat dia. Namja itu sedang baik-baik saja jihyun jangan memikirkan dia lagi. Yang ada di hadapanmu sekarang Gyuwon  oppa. Ingat Gyuwon oppa.
“ada apa?.” Gyuwon oppa mengelap hidungku dengan tisu. Aku hanya menggelengkan kepalaku dengan cepat.
“ani.. aku hanya tiba-tiba teringat namja evil itu. Maksudku Kyuhyun oppa.” Tatapan namja ini seketika jadi aneh.
“kenapa?. Ada apa dengannya?.” Aku menggeleng dengan cepat.
Entahlah aku tidak tau. Kenapa aku tiba-tiba memikirkan namja yang menyebalkan itu. Ponselku tiba-tiba saja berdering.
“ne Sungmin oppa?. Mwoya?. Jinjja?. Dimana dia sekarang?. Baiklah aku akan pulang sekarang.” Ternyata itu adalah Sungmin oppa. Benar saja apa yang membuatku khawatir. Namja itu. Terjadi sesuatu terhadap namja itu.
# nae oppa #
Aku hanya memandangnya tak percaya. Namja itu sedang terbaring lemah. Tangan kanannya terbalut perban yang cukup tebal. Patah tulang itu kata dokter. Dia sedang tidur saat aku masuk.
Saat tertidurpun wajah itu juga cukup tampan. Aish.. kenapa aku jadi memujinya. Menyebalkan. Tapi sebenarnya para yeoja itu memang benar. Namja ini sangat tampan pantas saja mereka sangat menyukainya.
“ jangan memandangiku seperti itu. Kau bisa jatuh cinta padaku.” Dia tidak tertidur rupanya. Dia hanya memejamkan mata.
“ narsis sekali kau tuan muda Cho. Menyebalkan.” Dia menatapku dengan tatapan yang sangat berbeda. Wajah itu.
“ Nona Cho. Kau itu lebih narsis dibanding aku lihatlah.” Dia mengambil ponselnya dengan tangan kirinya.
“ dari mana kau mendapatkan semua ini.” aku melihat semua fotoku dengan sangat terkejut. Namja ini mempunyai semua fotoku dari berbagai sudut. Berbagai macam gaya. Di semua kegiatanku. Saat aku bersama Gyuwon oppa. Semuanya.
“itu tidak penting.” Saat seperti ini namja ini masih saja sangat menyebalkan.
“ berikan padaku.” Aku berusaha merebutnya. Dan aku bisa mengambilnya dengan mudah. Secepat kilat aku menghapusnya.
“percuma saja. Aku punya lebih banyak lagi salinanya. Dan aku akan dengan mudah memberikannya pada appa dan eomma. Lihat saja” Aish.. namja ini.
“ apa maumu Cho Kyuhyun. Katakan!.”
“mudah saja.”
#nae oppa #
Aku harus merawatnya. Sangat menyebalkan. Dan aku harus memanggilnya oppa lagi. Permintaan konyol. Namja ini memang aneh.
“ harusnya kau mencari istri saja oppa. Jangan merepotkan aku seperti ini.” dia hanya memandangku dengan tatapan mengejek.
“ aku sudah punya calon istri. Aku akan menikahinya.” Namja itu dengan tatapan yang sangat meyakinkan.  Tanpa terlihat kebohongan sedikitpun. Aku hanya bisa mengerutkan keningku.
“ baguslah!.”
“ kau menikahlah denganku. Ayo kita menikah.” Aish tatapan dewa iblis dari mana itu. Apa yang baru saja aku dengar membuatku sangat ingin muntah.
“aih.. kau namja gila. Aku ini adikmu bodoh. Kau gila. Dasar kau namja gila. Aku tidak mau. Seandainya jika aku terlahir bukan sebagai adikmu  pun aku juga  tidak mau. Tidak akan pernah mau.”
Dia tertawa dengan lebarnya. Entahlah apa yang membuatnya tertawa dengan sangat keras.
“ Jihyun ayo kita menikah.. jihyun ayolah.. menikahlah denganku. Cho jihyun.” Dia terus saja mengejarku. Dan terus saja mengucapkan kata-kata yang sama.
“ aku tidak mau. Sekali tidak tetap tidak. Enyahlah namja gila.” Aku hanya bisa menghindar. Sementara dia tetap saja tertawa dengan lebarnya.
Sekarang aku baru menyadari oppa seperti apa dia. Namja ini. aku sangat mencintai namja ini. NAE OPPA. CHO KYUHYUN. SARANGHAE OPPA!!!
THE END..
WHAT DO YOU THINK?
Author gila. Emang (y) .
KEEP RCL NE..
Gomawo.. ^^
~lily park~












Selasa, 02 Juni 2015

FF Ice Prince Part End


Title: Ice Prince part 5
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Author
“Aku sudah menepati janjiku padamu. Tapi kenapa kau mengirimkan adikmu padaku?”ucap Eunhyuk.
“Apa? Eun Ji menemuimu?”wajah Eun Bi terlihat kaget.
“Kau menyuruhku diam. Aku sudah melakukannya. Tapi kenapa kau tidak bisa membuat adikmu diam?”nada Eunhyuk terlihat tidak terdengar baik.
“Apa yang dia lakukan?”rasa kawatir menyelimuti mata Eun Bi.
“Dia menghujatku. Dia bahkan berani membuatku  marah. Dia menyebutku brengsek.. dia melakukan semua itu di depan Kyuhyun. Cho Ji Eun”ungkap Eunhyuk.
“Apa yang akan terjadi sekarang?”tanya Ji Eun.
“Kita akan membuatnya membayar! Semuanya! Semua yang sudah mereka lakukan pada kita”tangan Eunhyuk meremas cup kopinya dengan kasar.
“Jangan sakiti adikku”
“Dia bukan adikmu lagi. Dia musuhmu. Dia bisa saja menghalangi rencanamu. Ingatlah itu”ucap mulut Eunhyuk dengan keras.
Pertemuan sore itu tidak pernah diduga. Rencana pembalasan dendam Ji Eun dan Eunhyuk tidak dapat berjalan lancar. Dia tidak menyangka adiknya bisa terlibat langsung pada hal ini. Dia sangat bersalah menempatkan Eun Ji pada masalah. Seperti kakak yang kejam mengirimkan adiknya ke medan perang.
Sementara di tempat lain Kyuhyun dan Eun Ji masih saling mendebat tentang kalung itu. Kyuhyun tetap saja menyangka bahwa Eun Ji adalah Ji Eun. Dia masih saja mengira bahwa gadis itu adalah seseorang yang ia cari. Mereka bahkan tidak sadar bila mata elang sedari tadi mengintai dari kejauhan.
“Aku bukan Ji Eun. Aku ini Eun Ji!”ucap Eun Ji dengan nada pasrah.
“Kau Ji Eun”tegas Kyuhyun.
***
Cho Kyuhyun
Kenapa kau kekanakan seperti ini? Kau ini Ji Eun! Kau Ji Eun! Ingatlah kau ini Cho Ji Eun!
“Aku bukan Ji Eun. Aku ini Eun Ji”ucapnya dengan nada pasrah.
“Kau Ji Eun”tegasku tak mau kalah.
“Ah.. sudahlah! Aku tidak mau berdebat lagi tentang ini. Aku sudah muak!”teriaknya.
“Kau.. kenapa kau ini seperti itu? Kau ini Ji Eun! Ingatlah!”gadis itu pergi.
Dua langkah kemudian dia kembali merampas kalung itu dari tanganku. Lalu secepat kilat berlari menjauh. Gadis itu.. kenapa dia tidak bisa mengingatnya sama sekali? Apakah ada sesuatu yang salah dengannya?
“Hey... kau Cho Kyuhyun kan? Dasar namja gila!!!”teriaknya memakiku dari jauh.
Gadis itu? Kenapa dia berubah? Kenapa dia berubah?
***
Shin Eun Ji
“Hey... kau Cho Kyuhyun kan? Dasar namja gila!!!”makiku dari jauh.
Aku puas sekali mengalahkannya. Aku bisa mendapatkan kalung berharga ini dari tanganya. Aku tidak akan mengecewakan Eonni. Aku bisa menebus kesalahanku dengan menemukannya lagi.  Semoga saja dia tidak akan kecewa padaku satu kalipun. Ku harap tidak akan membuatnya kecewa sampai kapanpun.
Di apartemen sudah terang. Eonni pasti sampai lebih dulu. Dia pasti pulang lebih awal karena kurang enak badan. Keadaan yang sebelumnya memang tidak baik. Ku harap semuanya akan baik. Dia akan segera sehat dan ceria lagi. Semoga saja begitu.
Kedua kakiku menaiki tangga. Rasanya melelahkan mencari kalung ini seharian. Badanku terasa lelah dan pegal. Kakiku seperti di gelayuti beban. Intinya aku sangat lelah hari ini. Aku akan mandi dan menyiapkan makan malam.  Kelihatannya Eonni langsung ke kamarnya tanpa memasak. Dia pasti kelelahan.
Masakanku sudah akan selesai. Lebih baik jika ku panggil Eonni untuk makan malam. Rasanya tidak enak jika aku harus makan sendiri. Membuatku bosan jika harus melahap semuanya tanpa teman. Aku berjalan ke arah kamar Eonni. Pintunya terbuka sebagian. Aku hampir mengetuknya.
“Eonn...”suaraku menghilang.
“Jadi apa yang seharusnya kita lakukan pada Kyuhyun?”suara eonni terdengar serius dari balik pintu.
“Bagaimana jika kita membunuhnya? Kau setuju Chagi?”suara di seberang sana menjawab.
“Apa tidak ada cara lain?”suara eonni terdengar gusar.
“Tidak. Bukankah kau sudah berniat balas dendam pada keluarga itu? ingatlah Ji Eun, mereka membuangmu dan ingin kau mati”suara itu kembali mempertegas.
“Kita akan lakukan dengan caramu Eunhyuk”
Apa aku tidak salah dengar? Eunhyuk?
“Bagaimana dengan Eun Ji? Bukankah lebih baik jika kita menyingkirkannya juga?”tanya Eunhyuk.
Apa yang akan mereka lakukan padaku? Apa salahku?
***
Author
Eun Ji masih mematung di depan pintu. Mulutnya mengeras seketika. Dia masih tidak percaya bahwa kakaknya adalah Ji Eun.  Dia bingung harus melakukan apa. Dia bahkan tidak bisa percaya bahwa kakaknya merencanakan balas dendam pada keluarga Kyuhyun. Rasanya itu mustahil di lakukan kakak yang lembut seperti dia. Itu tidak mungkin.
Kakinya berlari ke arah kamar. Di tutupnya kamar itu dengan cepat. Badannya bersandar pada pintu dan berdiri gemetar. Kenyataan ini tidak bisa di terima akalnya. Hatinya berteriak tidak bisa percaya apa yang terjadi. Ternyata selama ini jiwa serigala sudah memasuki  raga seekor domba. Kelembutan yang menyembunyikan dendam.
Yang dia tau kakaknya adalah seorang yang lembut dan bijaksana. Tidak sekalipun terlintas kakaknya akan melakukan hal seperti itu. Dia tidak pernah meduganya sama sekali. Tidak sekalipun.
“Eun Ji-ah... turunlah. Ayo kita makan malam”seru sang kakak dari bawah.
“Maaf Eonni.. aku aku sudah makan malam. Jadi makanlah dengan lahap sendiri”balas sang adik.
Dia benar-benar kecewa pada kakaknya. Dia tidak bisa terima semuaini terjadi di hidupnya. Dia masih enggan percaya bahwa kakaknya memelihara iblis di hatinya. Semua kelembutan yang di tunjukkanya selama ini adalah kepalsuan. Hanya sebuah kedok menutupi semuanya.
Di tempat lain Kyuhyun masih saja memikirkan apa yang terjadi. Dia masih saja berkutat pada Ji Eun dan Eun Ji. Dia masih saja membuat kepalanya kewalahan memikirkan hal itu berulang kali. Dia masih berharap bahwa Eun Ji itu Ji Eun yang selama ini hilang. Dia tidak tau bahwa itu semua hanyalah hal bodoh.
“Tuan muda”sapa seorang pelayan dan menunduk.
“Nyonya menyelidiki orang itu. Dia mengirim mata-mata untuk mengikuti tuan”lapornya pada Kyuhyun.
“Dia pasti akan segera bergerak. Pastikan gadis itu aman”perintah Kyuhyun.
“Baik. Akan ku kirimkan orang untuk menjaganya tuan”pelayan itu membungkuk lalu pergi.
Diam-diam Kyuhyun meminta pelayan pribadinya melakukan penyelidikan. Dan sesuai dengan apa yang di perkirakannya ibunya bertindak cepat. Dia sudah mencium keberadaan Ji Eun. Sepertinya mereka akan segera melaksanakan misi penghancuran. Kyuhyun tidak akan membiarkan itu terjadi. Tidak kedua kalinya.
Pagi harinya Eun Ji terbangun. Lankahnya berubah cepat saat menyadari Eonninya sudah pergi. Tiba-tiba dia sangat kawatir pada Kyuhyun. Terlintas di kepalanya pembicaraan kakaknya tadi malam. Tentang rencana pembalasan dendam kakaknya itu. Perasaannya mengatakan dia harus menghentikannya. Dia tidak mau kakaknya berubah nekat.
Kakinya berlari secepat mungkin. Dia harus menemu Kyuhyun. Tidak tau harus kemana mencari namja itu. Tapi satu tempat yang selalu dia yakini. Namja itu pasti ada di jembatan. Dia pasti kesana itulah yang di pikirkan Eun Ji. Namja itu pasti ada di sana.
***
Shin Eun Ji
Tiba-tiba aku merasa sangat takut. Takut eonni akan melakukan hal keji itu. Menjadi takut bahwa Eonni akan berubah jadi orang lain. Aku tidak rela. Dia tidak boleh melakukannya. Aku harus mencegahnya. Semua dendam itu harus berakhir. Semuanya harus selesai.
Aku harus menemukan namja itu. Dia harus tau yang sebenarnya. Dia harus tau bahwa Eun Bi adalah Ji Eun. Dia harus mengetahui segalanya. Tentang balas dendam itu. Dia harus menghentikan Eonniku. Harus menyadarkanya bahwa semua ini salah.
Aku melihat Eonniku berdiri di jembatan dengan seorang namja. Dari kejauhan namja itu terlihat tidak asing. Kenapa Eonni bisa menemuinya? Apa yang akan di lakukannya sekarang? Apa yang akan di lakukannya pada Kyuhyun?
“Aku.. aku adalah Ji Eun. Apa kau masih mengenaliku oppa?”senyum manis eonni mengembang.
“Ji Eun? Benarkah ini kau?”wajah namja itu berubah.
“Ya.. ini aku. Aku kembali oppa” tangannya membentang.
“Ji Eun-ah”mata namja itu berkaca-kaca.
“Aku ingin memelukmu oppa. Aku sangat merindukanmu”eonni mendekat pada Kyuhyun.
“Aku sangat merindukanmu”ucap namja itu lemah.
Keduanya saling mendekap di hadapanku. Terlihat sekali Kyuhyun sangat merindukan gadisnya. Pelukannya semakin erat. Kulihat tangan eonni bergerak. Ada sebuah pistol di tangannya. Sekarang pistol itu mengarah pada Kyuhyun. Tapat di kepalanya. Peluru di dalamnya siam menembus kepala Kyuhyun. Tapi namja itu terlalu bodoh untuk sadar. Dia masih saja hanyut oleh suasana.
“Tidak.. jangan lakukan itu eonni!!!”teriakku berlari mendorong keduanya kedepan.
Dua orang itu terjatuh. Pistol itu terlempar jauh dari jangkauan eonniku. Syukurlah aku masih sempat menghentikannya. Namja itu masih saja bodoh. Kenapa dia tidak segera sadar dan bangkit?
“Eonni. Jangan lakukan itu. Ku mohon padamu”suaraku semakin berat.
“Ji Eun”terdengar Kyuhyun memanggilnya.
“Bukankah dia mencintaimu?”
“Dia tidak mencintaiku”sahutnya.
“Satu hal lagi! Aku bukan eonnimu lagi! Aku Cho Ji Eun”suaranya menyayat hatiku.
Eonni.. kenapa?
“Ji Eun?”
***
Cho Kyuhyun
Ji Eun kembali padaku. Dia memelukku dengan erat. Aku sudah menemukannya sekarang. Sekarang dia akan kembali bersamaku lagi. Dan akan aku buat dia bahagia. Aku akan membuatnya bahagia. Tidak akan melepaskannya lagi sekarang. Tidak akan!
“Tidak.. jangan lakukan itu eonni!!!”Teriak seorang dengan kencang.
Tiba-tiba badanku terlempar.  Sebuah pistol juga terlempar tidak jauh dari kami. Gadis itu sudah berdiri di hadapanku.  Dia melemparkan sejuta kekecewaanya pada Ji Eun. Dia sepertinya mengenal siapa Ji Eun. Dan sepertinya dia tidak ingin Ji Eun..
“Eonni. Jangan lakukan itu. Ku mohon padamu”terdegar suara berat di sana.
“Ji Eun”suaraku terpecah saat memanggilnya.
“Bukankah dia mencintaimu?”tanya gadis itu pada Ji Eun.
“Dia tidak mencintaiku”ucap Ji Eun padanya.
“Satu hal lagi! Aku bukan eonnimu lagi! Aku Cho Ji Eun”tegasnya.
“Ji Eun?”
Apa yang sedang terjadi? Sebenarnya apa ini?
“Sudahlah! Jangan lanjutkan ini!?”suara itu.
Eunhyuk? Kenapa ada dia di sini? kenapa dia ada di sini?
“Kau seharusnya mati Kyu, Kau sudah membuat keluargaku hancur. Kau juga harus hancur!”jemari Eunhyuk menarik pelatuk pistol itu.
Darr.. daarr..darr..
Aku menutup mataku. Suara itu terdengar nyaring. Tapi tubuhku seakan  sangat ringan. Aku seperti melayang. Ku buka mataku dan merasakan sepasang tangan mendekapku. Tiba-tiba tubuhku menghantam air dengan keras dan semuanya gelap. Semuanya gelap tanpa cahaya.
***
Author
Eun Ji mendekap Kyuhyun dengan erat.  Dorongan Eun Ji membuat Kyuhyun terhindar dari peluru Eunhyuk. Tapi keduanya akhirnya jatuh ke sungai dan terbawa arus. Eun Ji masih dalam keadaan sadar. Kedua tangannya masih memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat. Dia baru menyadari bahwa namja itu pingsan.
Keduanya terbawa arus sampai ke sebuah  tempat asing yang tidak pernah mereka kenal. Eun Ji dengan susah payah menyeret Kyuhyun yang masih tidak sadarkan diri ke pinggir sungai. Tubuhnya kesulitan membopong Kyuhyun yang lebih besar darinya. Dengan sisa tenaganya dia berhasil membawa Kyuhyun ke tempat yang lebih landai. Namja itu masih belum sadarkan diri.
Eun Ji berusaha membangunkan Kyuhyun. Akhirnya CPR pun di lakukan. Namun Kyuhyun tidak kunjung sadarkan diri. Mungkin karena terlalu banyak meminum air sungai adalah penyebabnya. Nadinya lemah saat Eun Ji mengeceknya. Eun Ji memutuskan untuk pompa jantung tapi masih tidak ada hasil.
“Apa yang harus ku lakukan? Jika saja appa ada di sini semua ini pasti akan lebih mudah”ucapnya dalam kepanikan.
“Apakah aku harus...”dia terlihat ragu.
Tapi sedetik kemudian dia sudah membulatkan tekatnya. Dia tidak bisa membiarkan orang di hadapannya mati. Tidak bisa. Aku harus menolongnya itulah yang dipikirkannya. Dia akhirnya melakukan nafas buatan pada Kyuhyun. Hal yang paling di bencinya saat berurusan dengan namja.
Perlahan-lahan Kyu mulai terbangun. Dia mulai sadar dengan pelan. Matanya berkedip beberapa kali saat melihat Eun Ji di hadapannya. Dia tidak bisa mempercayai penglihatannya. Dia masih bernafas. Dia hidup.
“Kau?? Menciumku?”tanya Kyu pada Eun Ji.
“Aku hanya melakukan CPR! Aku tidak menciummu ahjussi!”tegas Eun Ji dengan marah.
Ji Eun tertembak Eunyuk. Mengetahui pelurunya menembus dada Ji Eun Eunhyuk memutuskan mengakhiri hidupnya juga. Satu peluru kini bersarang di kepalanya. Sebelum polisi datang kedua orang itu sudah menyapa ajal lebih dulu. Semuanya selesai.
#ThreeYearLater
“Apa aku salah?”tanya Eun Ji pada Seseorang.
“Apa?”sahut orang itu.
“Mencintaimu. Apa aku salah dengan itu?”tanya Eun Ji lagi.
“Aku rasa tidak”jawab seseorang itu.
“Benarkah itu?”dia masih saja penasaran.
Dua orang manusia memandang sunset bersama. Di tempat yang kini bisa di sebut dengan rumah. Di tempat yang seharusnya bisa memberikan sejuta kebahagiaan. Dua manusia itu saling bertukar senyum penuh cinta. Di sanalah keduanya berada setelah hal buruk itu.
“Ya benar”jawabnya lagi.
“Aku tau ini semua benar, Kyuhyun oppa”senyum mengembang di bibir Eun Ji.
“Kau memanggilku oppa? Kemarilah aku akan menciummu. Eun Ji”
“Ya.. oppa. Kau ini !!! jauh dariku!!!”
Cerita itu sudah berakhir. Cerita ini juga sudah berakhir. Tapi bukan itu. Cinta tidak akan berakhir. Mereka baru saja mulai. Jadi tidak ada alasan untuk mengakhiri... Its..true.. Right??

The end..


FF Ice Prince Part 4


Title: Ice Prince part 4
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Author
Eunji mencari kalung itu dengan sabar. Mencari di bawah meja dan semua tempat yang ada di rumahnya. Tapi dia tetap tidak menemukannya. Kalung berharga itu menghilang. Sekarang dia sedang panik mengetahui kalung itu tidak ada. Terbersit rasa bersalah pada eonninya.  Sadar bahwa dia tidak bisa menjaga dengan baik pemberian eonninya itu. Dia mulai menyesal.
“Eonni... maafkan aku”gumamnya lirih.
Keesokan harinya dia kembali mencari di semua tempat yag di datanginya kemarin. Langkahnya sangat pelan dan matanya meneliti setiap jengkal jalan yang di laluinya. Kepalanya terus menunduk mempermudah matanya menerawang. Dia bahkan menyibak rumput di pinggir jalan.
Akhirnya kedua kakinya sampai di tempat terakhir yang di kunjunginya. Lagi-lagi jembatan itu. Jembatan yang kali ini penuh cahaya matahari siang yang terik. Dia masih saja melanjutkan pencariannya walau matahari gencar memberikan serangan pada kulitnya. Hampir saja kepalanya membentur pembatas jembatan. Kepalanya terlalu menunduk.
Tangannya meraih pinggiran jembatan. Kepalanya menerawang ke arah aliran sungai di bawahnya. Tampak air yang bening di bawahnya berkilau. Gadis itu mengira mungkin saja kalungnya terjatuh ke bawah sungai. Sebuah perkiraan yang bodoh.
Tangannya merasakan ukiran yang sangat kasar. Kemudian matanya melihat ukiran itu lebih dekat. Terukir dengan jelas nama “Cho Ji Eun & Cho Kyuhyun” di sana. Nama yang di sebut namja aneh itu sebelumnya. 
“Cho Ji Eun?”
***
Cho Kyuhyun
Aku harus menemukan gadis itu lagi. Dia pasti Ji Eun. Gadis itu adalah Ji Eun yang menghilang. Itu benar. Gadis itu adalah Ji Eun yang selama ini ku cari. Ya, itu pasti Ji Eun.
“Kenapa kau lakukan itu pada Jae In”suara serak terdengar.
“Apa pun yang aku lakukan adalah hak seorang Kakak. Jika aku membencinya itu juga hak untukku”jawabku.
“Apa? Kau membenci adik kandungmu sendiri?”tatapan keibuan mengarah padaku.
“Ya, dia memang adikku. Tapi dengan kedatangannya di sini dia telah menghancurkan keluarga ini”
“Apa ini karena Ji Eun?”
Mataku memanas. Kenapa wanita yang tega membuang Ji Eun itu masih bisa menyebut namanya dengan mudah? Orang macam apa yang tega melakukan hal seperti itu?
“Kau telah merawatnya selama 14 tahun. Tapi kenapa ketika kau tau dia bukan anakmu kau membuangnya? Apa hanya seperti itu cintamu selama 14 tahun?”sahutku.
“Dia bukan anak kandungku. Dia pantas mendapatkan itu”ucapnya lalu pergi.
Perempuan itu memang tak berhati. Dia membuang Ji Eun yang sudah jadi bagian keluarga ini selama 14 tahun demi orang baru yang tiba-tiba datang dan membawa kenyataan dia anak kandung keluarga ini. Perempuan itu memang iblis!
*Dua tahun yang lalu*
“Oppa.. Lepaskan tanganmu. Jangan biarkan mereka menangkapmu”teriak Ji Eun.
“Tidak. Jika kau jatuh aku juga akan melompat bersamamu”
“Oppa.. Jika kau memang mencintaiku. Lepaskan tanganmu”teriaknya sekali lagi.
GREPP...
Tangan-tangan kekar itu berhasil menarik tubuhku. Genggaman tanganku terlepas dari lengannya. Tubuh gadis itu menghantam air dengan keras. Kemudian tubuhnya terbawa arus sungai yang deras. Dia menghilang di sungai itu. Sekarang aku tidak tau. Di mana dia, masihkah dia hidup atau sudah mati, aku tidak tau.
Tepat di jembatan itu aku kehilangan Ji Eun. Tempat pertama kalinya kami mengucapkan perasaan kami. Di sana adalah tempat paling indah dan nyaman. Tapi di tempat itu juga banyak tersimpan kenangan pahit. Kenyataan aku harus kehilangan Ji Eun.
Aku sampai di tempat itu lagi. Dan sekarang aku menemukan gadis itu berdiri di sana. Dia sedang menerawang ke atas aliran air. Matanya terlihat kelelahan. Tangannya memegangi pinggiran jembatan. Sepertinya dia sedang mencari sesuatu. Apa mungkin kalung ini?
“Cho Ji Eun?”teriaknya seketika.
***
Shin Eun Ji
“Cho Ji Eun?”teriakku kencang.
Apa ini nama yang kemarin di sebut oleh namja aneh itu? Cho Ji Eun?
“Kenapa aku harus memikirkannya! Ah.. hentikan Eun Ji! Sekarang kau harus menemukan kalung itu!”
Mataku kembali meneliti setiap jengkal tempat itu. Aku harus segera menemukan kalung itu sebelum Eonni tau kalung pemberiannya menghilang. Aku tidak mau membuatnya kecewa. Aku harus menemukan kalung berharga itu! harus!
Mataku sampai pada sisi lain jembatan. Seorang namja berdiri di sana. Berdiri tegap mengawasiku. Namja gila yang memeluk orang sembarangan itu. Namja es aneh itu. Pangeran beku itu. Ternyata dia berada di sini lagi. Ku harap dia tidak menggangguku kali ini. jangan sampai terulang hal itu lagi. Aku tidak mau.
“Beri aku jalan!” teriakku padanya.
Bukannya menyingkir namja itu justru menghalangi langkahku. Dia terus saja menghadangku. Ku rasa dia sedang menguji kesabaranku. Dia seakan sengaja melakukannya agar aku kesal. Ya, aku kesal sekarang. Jadi jangan salahkan aku jika aku akan menendangmu juga!
“Apapun maumu tolong minggirlah!”bentakku.
“Apa kau sedang mencari sesuatu?”tanyanya.
“Apapun yang ku lakukan, itu bukan urusanmu!”jawabku kesal.
“Tentu saja itu urusanku, Ji Eun”jawabnya dengan nada lembut.
“Sudah berulang kali aku bilang. Aku ini Shin Eun Ji! Aku bukan Ji Eun! Aku Shin Eun Ji! Bukan Cho Ji Eun!”jelasku padanya.
“Kau Ji Eun. Dan itu bisa ku buktikan! Apa kau mencari ini?”tangannya menggantung sebuah kalung.
“Itu.. kembalikan padaku!”
Itu kalung Eonniku. Iya, itu kalungnya. Itu kalung yang di berikan padaku. Kalung bintang itu. Tapi kenapa bisa ada di tangan namja itu? Kenapa bisa berada di tangannya? Apa yang terjadi? Kenapa hal ini terjadi? Eonni!!!
“Ini membuktikan bahwa kau adalah Ji Eun!”ungkapnya.
“Tapi kenyataannya memang aku bukan Ji Eun! Kalung itu di berikan seseorang padaku!”jawabku dengan keras.
Namja itu kembali terdiam. Aku tidak pernah tau apa yang di pikirkannya. Sepertinya dia sedang mencerna kata-kataku. Aku ingin sekali tau apa alasannya memanggilku Ji Eun karena sebuah kalung? Apa kalung itu berarti untukknya? Apa ada yang tidak ku tau tentang Eonniku?
***
Author
*Dua tahun lalu*
Sepasang suami istri berserta anak mereka yang berumur 13 tahun sedang berjalan menyusuri pinggir sungai. Suasana di sana memang rindang dan sejuk untuk berjalan santai. Sore itu memang cukup tenang. Sabtu itu memang hari liburan yang di manfaatkan sebagian  warga Paris sebagai pelepas penat. Itu juga yang di lakukan keluarga kecil itu.
“Eomma! Aku ingin Eonni!”teriak sang anak pada kedua orang tuanya.
“Oh.. Eonni? Kenapa?”tanya sang ibu.
“Ya.. kenapa?”timpal sang ayah.
“Karena aku ingin seorang teman yang bisa menjagaku dan menemani serta mengajariku segala hal”Ungkap sang anak.
“Tapi itu tidak mungkin, tapi jika kau menginginkan adik. Itu mungkin saja”tambah ibunya.
“Ya, kami akan memberikanmu seorang adik”sahut sang ayah.
“Tidak! aku tidak mau adik! Aku mau Eonni! Eonni! Dan Eonni!”teriak gadis kecil itu lalu berlari.
Kedua orang tuannya tersenyum. Mereka mengerti apa yang di rasakan anak semata wayang mereka. Tapi permintaan anaknya sangat mustahil untuk di penuhi. Mereka tidak mungkin memberikan seorang kakak untuk putri mereka. Karena mereka tau hal itu tidak akan pernah terjadi.
“Eomma!!! Appa!!”teriakan terdengar di balik semak.
Kedua orang itu berlari menuju ke arahnya. Mereka menyadari teriakan tadi adalah milik putri mereka. Keduanya menemukan putri mereka menangis sesenggukan di samping tubuh seorang gadis. Bisa di lihat wajah ketakutan gadis kecil itu.
Gadis muda itu terlihat pucat. Tubuhnya tergolek lemah tak berdaya. Sepertinya dia sangat kesakitan. Kedua orang itu langsung membawanya kerumah sakit. Sampai di sana gadis itu langsung mendapat perawatan.
~~ Dua hari kemudian~~
“Siapa namamu?”gadis itu bergeleng.
“Tempat tinggalmu?”tanya dokter.
“Kakak... Jadilah Eonniku”teriak seorang anak yang ada di samping dokter.
“Eun Ji..Diamlah sebentar” teriak sang dokter.
“Appa.. aku mau dia jadi eonniku”rengek anak itu.
“Eun Ji!!”teriak sang dokter lagi.
Gadis muda itu bukannya lupa tentang segalanya. Tapi dia memang tidak mau mengingatnya. Dia tidak ingin kembali lagi. Dia ingin melupakan apa yang terjadi dan menghilang. Dia ingin melupakan semuanya. Dia ingin menghapus semua kenangannya.
“Jika seperti itu.. maka jadilah putriku”ucap sang dokter.
Gadis itu mengangguk. Dia memang ingin menghapus semua hal buruk yang terjadi. Dia ingin menjadi seseorang yang baru. Menghapus masa lalunya. Termasuk melupakan semua yang pernah ia alami sebelumnya. Kini dia bukan lagi Cho Ji Eun.
“Shin..Eun Bi, kurasa nama itu cocok untukmu. Bagaimana Eun Ji?”sebuah anggukan menjawab.
“Ya..ya.. itu bagus! Sekarang aku punya Seorang eonni!! Benarkan Eonni? Eonni??”gadis kecil itu berteriak girang.
Anggota keluarga mereka. Shin Eun Bi. Cho Ji Eun sudah tidak ada. Sekarang terlahirlah seorang gadis bernama Shin Eun Bi. Cho Ji Eun dengan semua kenangan buruknya sudah lenyap. Sosok baru yang terlahir ini adalah kakak Shin Eun Ji, Shin Eun Bi bukan Cho Ji Eun.
***






FF Ice Prince Part 3


Title: Ice Prince part 3
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Cho Kyuhyun
Aku hampir saja melanggar janjiku sendiri. Tidak tau kenapa aku masih saja mengingat gadis itu. Bahkan aku tidak tau siapa namanya. Tidak tau di mana dia tinggal. Tapi kenapa aku bisa perduli dengannya?
Kenapa sejak saat itu gadis kecil itu mengingatkanku pada Cho Ji Eun? Kenapa dia persis seperti Ji Eun? Kenapa harus ada dia? Dia memiliki keberanian yang sama, sifat yang sama. Kenapa? Kenapa bisa?
"Sekarang apa yang kau mau? Kenapa kau melakukan hal itu?"tatapan mata gadis itu sangat tajam.
"Kau, gadis bodoh!"ucapku lalu pergi.
Kudengar dia membara. Dia menghujatku. Aku tidak ingin terlibat lebih jauh sebaiknya aku segera mengakhiri ini. Aku sebaiknya tidak perduli lagi padanya. Dia bukan tanggung jawabku. Tidak seharusnya aku ikut campur dengan masalahnya. Biarlah dia mengurusnya sendiri.
Aku hampir saja berbalik. Tapi otakku kembali mencegahnya. Ego ini sangat kuat. Kaki ini tetap saja melangkah sampai ke balik dinding. Aku tidak tahan lagi. Akhirnya aku mengintip. Sepertinya dia frustasi. Wajahnya begitu kacau. Aku tidak tau apa yang kurasakan. Tapi ada yang sakit di dalam sana.
“Kau namja brengsek!”suara itu kembali bergema.
Gadis itu masih berteriak kacau. Dia masih saja menghujat Eunhyuk dengan nada-nadanya. Sepertinya dia sangat tidak terima. Aku tau pasti. Terlihat sekali dia sangat mencintai  kakaknya. Aku tau Eunhyuk memang namja gila. Tapi dia berhati lembut di dalamnya.
“Hentikan itu”ucapku seraya memberikan sapu tangan.
“Apa perdulimu orang asing!”bentaknya.
“Lebih baik jika kau melakukan itu di tempat lain”aku kembali menariknya.
Aku membawanya ke tempat pertama kali kami bertemu. Ini sudah hampir sore hari. Mungkin sebentar lagi sunset akan segera membentang. Suasana di dalam mobilku sangat senyap. Terdengar suara tangisan tertahan. Gadis itu masih menangis.
Kami sampai. Matahari hampir saja terbenam. Sunset kali ini benar-benar sempurna karena langit sangat cerah. Di timur bulan penuh dan di barat sunset eksotis. Perpaduan dua unsur berbeda yang saling melengkapi itu luar biasa. Ku tinggalkan dia di kursi penumpang. Aku keluar dari mobil.
Aku menyebarkan pandanganku ke bawah. Air itu bergelombang kecil. Angin tidak terlalu kuat tapi berhasil membuat air bergetar. Satu kenyataan yang sulit di pahami. Mereka membuatku sadar. Satu badai dapan menumbangkan pohon seribu tahun.
“Kenapa kau membawaku kesini?”gadis itu dengan tiba-tiba berada di sampingku.
Dia sama seperti Ji Eun. Dia Ji Eun. Tatapan matanya. Dia Ji Eun ku. Saat mata kami bertemu aku merasakan adanya dia di sana. Dia Ji Eun-ku. Dia pasti Ji Eun.
***
Shin Eun Ji
"Sekarang apa yang kau mau? Kenapa kau melakukan hal itu?" ku tatap tajam kedua mata itu.
"Kau, gadis bodoh!"ucapnya lalu pergi.
Namja itu membiarkanku menghujatnya. Kenapa kau menolongku brengsek! Kenapa kau membawaku menjauh dari sana? Kanapa?
“Kau namja brengsek!”suara ku kembali bergema.
Dia membiarkanku membara dan menangis kacau. Aku tidak bisa memaafkan namja brengsek bernama Eun Hyuk itu! Tidak bisa! Namja itu harus segera aku beri pelajaran! Dia membuat eonniku menangis! Dia iblis! Dia monster!
“Hentikan itu”ucapnya seraya memberikan sapu tangan.
“Apa perdulimu orang asing!”bentakku.
“Lebih baik jika kau melakukan itu di tempat lain”aku kembali ditariknya.
Dia mebawaku ke suatu tempat. Di dalam mobilnya dia diam. Tidak ada satu katapun keluar. Kenapa orang asing ini baik denganku? Kenapa?
Mobil berhenti tepat di atas jembatan favorit kami. Dalam diam dia keluar sendiri. Aku tidak ingin mambawa tangisku kemari. Aku akhirnya menghentikannya. Ku hapus air mataku kemudian keluar. Ku lihat dia menatap gelombang kecil berpadu dengan sunset. Rasanya ada yang aneh. Dia kembali dingin.
“Kenapa kau membawaku kesini?”tanyaku padanya.
Kedua mata itu menatapku intens. Dia benar-benar membuatku takut. Wajah dinginnya kembali. Sepertinya ada yang salah dengan pertanyaanku. Ada yang berbeda dengannya. Mimik wajah yang sama seperti pertama kami bertemu. Sama seperti itu.
“Ji Eun”panggilnya saat menatapku.
“Aku bukan Ji Eun”ungkapku terang-terangan.
“Ji Eun. Aku sangat merindukanmu”dua tangannya berhasil memelukku.
Pelukan yang erat itu menyesakkanku. Aku berusaha mengelak dan melepaskan diri. Tapi semua usahaku sia-sia saja. Dia terlalu kuat. Tenaganya terlalu besar untukku. ketinggiannya juga memberikan keuntungan besar untuknya mengunciku. Aku tidak bisa berbuat apapun padanya. Aku kalah telak.
“Ji Eun”nama itu kembali di sebut.
“Aku bukan Ji Eun bodoh. Ahjussi!! Aku ini  Shin Eun Ji!”ku teriakkan namaku keras-keras.
“Namaku Shin Eun Ji. Aku Eun Ji bukan Ji Eun”ucapku lebih lembut.
Pelukan namja itu merenggang. Rasanya semua udara kembali mengisi paru-paruku. Aku bisa bernafas. Meskipun begitu dia masih memelukku. Dia tidak mau melepaskannya. Dia menyebalkan.
***
Mereka masih berada di posisi yang sama. Tangan namja itu masih memeluk gadis itu. Rasa aneh itu kembali terasa. Kata-kata Eun Ji membuat Kyuhyun berhenti dan membeku. Dia kembali tersadar. Kemudian tangannya melepas pelukannya.
Namja itu masih terdiam. Sementara gadis itu tidak bisa mengeluarkan satu katapun dari mulutnya. Perasaan kagetnya masih menyelimuti. Baru saja pengalaman buruk menimpanya. Otaknya seperti mati suri tidak tau apa yang akan di lakukannya selanjutnya. Eun Ji berlari meninggalkan tempat itu. Datang menemukan Eunhyuk adalah sebuah kesalahan.
Kyuhyun berdiam melihat Eun Ji pergi meninggalkannya. Dia masih belum bisa melewatkan bayangan Eun Ji menjauh. Matanya masih tetap terpaku pada gadis itu. Rahangnya mengeras. Dia sadar. Baru saja seorang gadis pergi karena kesalahannya. Kemudian dia tau bahwa bayangan Ji Eun menghilang.
Dengan gemetar dia terduduk. Yang ada di pikiran namja itu hanyalah Ji Eun. Orang yang sangat di cintainya sampai sekarang. Dia bahkan tidak tau Ji Eun masih hidup atau telah mati. Tapi keyakinan bahwa Ji Eun masih hidup menguatkannya.
Mata coklatnya menatap kilauan cahaya kecil tepat di depannya. Sebuah Kalung berliontin bintang tergeletak di sana. Tiba-tiba tangannya meraih itu dan bangkit. Kyuhyun mengenalinya. Itu milik Ji Eun.  Di genggamnya erat kalung itu kemudian membawanya pergi dari sana.
***
Cho Kyuhyun
Aku mengenalnya. Aku sangat mengenali ini. Ji Eun. Itu pasti dia.
“Oh... oppa. Kenapa kau seperti itu?”sapa Jae In.
Aku tidak perduli apa yang ia katakan. Sama sekali bukan urusannya. Gadis ini yang sudah menyebabkan Ji Eun menghilang. Jika saja dia tidak  muncul mungkin tidak akan seperti itu. Dia adalah salah satu masalah terbesar yang pernah Appa-ku buat. Membuatnya terlahir kedunia. Aku sangat membencinya meskipun kenyataannya dia adik kandungku.
“Oppa!”teriaknya.
“Berhenti memanggilku oppa!”bentakku.
Gadis itu berlari menjauh. Aku tidak perduli. Itu jauh lebih baik. Lebih baik lagi jika dia menghilang dari hidupku. Tidak pernah hadir di hidupku.
Aku masih ingat saat itu. Dengan jelas masih ku ingat saat aku memberikan kalung ini padanya. Senyumnya tidak akan pernah terlupakan.
“Oppa!”
Seorang anak perempuan berlarian. Ya. Dia adalah Cho Ji Eun. Anak manis sekaligus adik kecilku. Dia sangat cantik dan menggemaskan. Aku sangat mencintainya. Dia lebih berharga dari sebuah bintang sekalipun.  Aku sangat bahagia.
“Bagaimana jika aku memberimu ini?”
“Apa itu oppa?”
“Ini sebuah kalung. Karena kau suka bintang maka aku menambahkan bintang”
“Aku menyukainya oppa”
Senyum mengembang di wajahnya. Seperti musim semi. Aku baru saja menyaksikan bunga mekar di hadapanku. Senyum Ji Eun layaknya bunga yang sedang mekar. Terlihat sangat manis dan menawan. Dia cantik.
“Kau bahagia?”
“Ya tentu. S..arang..hae Oppa”
“Mwo?”mulutku tertawa.
“Saranghae”ucapnya sekali lagi.
“Nado.. Ji Eun-ah”
Aku pasti akan menemukanmu Ji Eun. Aku berjanji.
***
Shin Eun Ji
Orang itu memang orang aneh. Kenapa dia memelukku dan memanggilku Ji Eun?
“Eun Ji-ah”suara Eonni dari kamarnya.
Aku segera berlari menghampirinya. Kedua matanya sayu. Aku tau dia tidak bisa tidur sejak semalam. Dia pasti sangat tertekan. Dan yang akan bertanggung jawab pada semua ini adalah orang itu. Ya, Eunhyuk. Dia harusnya bertanggung jawab.
“Eonni?”
“Kau harus menjaga baik-baik kalung itu. Aku tidak mau kehilangan itu”ungkapnya.
“Ne. Aku berjanji Eonni. Aku akan menjaganya dengan baik”aku berjanji.
“Kau harus beristirahat Eonni. Aku akan kembali ke kamarku”sebuah anggukan terlihat.
Aku berlalu dengan perasaan campur aduk. Sama sekali tidak tega aku melihat apa yang terjadi pada Eonniku. Dia terlalu rapuh. Si Eunhyuk sialan itu memang brengsek. Harusnya ku beri pelajaran padanya kemarin.
Tanganku mencari kalung yang melingka di leherku. Tapi tidak kurasakan ada sesuatu di sana. Di mana kalung itu? Bukannya aku memakainya? Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?
***
TBC..
Keep RCL ne.. #LilyPark






FF Ice Prince Part 2




Title: Ice Prince part 2
Main Cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Rate: 15
Genre: Romance
Lenght: Part
***
Dua manusia itu masih menatap sunset dari atas jembatan. Suasana disana begitu sunyi. Di sana hanya ada dua orang itu. Tanpa ada mahluk yang lainnya. Jika keduanya sadar sebenarnya mereka memang di pertemukan oleh waktu.
"Oh.. Jam 5"teriak sang gadis.
Dengan cepat kedua kakinya berlari menuju arah apartemennya. Meninggalkan jembatan itu dengan tergesa. Namja itu hanya terdiam menatapnya berlalu. Meskipun sudah hampir menghilang dari tangkapan mata. Dia terus saja mengikuti bayangan gadis itu sampai hilang.
***
Cho Kyuhyun

"Oh..jam 5"teriaknya.
Aku hampir saja terlonjak. Suara gadis itu mengagetkanku. Siapa sangka gadis kecil seperti dia memiliki suara seperti geledek sangat keras. Kemudian dia berlari meninggalkanku di jembatan. Entah kenapa mataku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya. Mataku terus mengikuti  hingga bayangannya menghilang. Rasanya seperti kehilangan sesuatu.
Matahari telah kembali. Dia menghilang di barat. Malam mulai menyapa. Rasanya sudah cukup di sini. Aku akan beranjak. Pergi ke tempat lainnya. Sudah waktunya membuat suatu kejutan.
Mobilku memasuki klub malam. Di sana Eunhyuk dan Donghae sudah menungguku.Tampaknya mereka sudah tidak sabar.
"Hey, Tuan muda Cho"teriak Eunhyuk saat melihatku.
Mereka kemudian datang menghampiriku. Donghae seakan menunjukkan taringnya siap bertarung. Dia mendukungku 100% untuk pemberontakan ini. Kontribusi yang sempurna.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"tanya Eunhyuk.
"Pasti sesuatu yang menantang"tebak Donghae.
"Kalian pasti menyukainya" jawabku sekenanya.
Ini pasti membuat Appa-ku marah. Dan semuanya akan segera berakhir. Ku harap akan berhasil seperti harapanku. Semuanya batal dan kembali seperti semula. Tidak ada masalah. Tidak ada peraturan. Kembali bebas seperti sedia kala. Aku bukan anak kecil seperti dulu.
Semua mata mengarah pada kami. Mata para gadis yang ada di sana terutama. Klub malam itu ramai hari ini. Pantas saja. Hari ini adalah Satnight. Aku hampir lupa hari itu. Benar-benar lupa.
Mataku meneliti ke arah meja bar. Ku lihat seorang gadis menatapku penuh godaan. Sepertinya dia sudah tau siapa aku. Dia tujuanku. Kim In Jung. Ku hampiri dia. Mengambil tempat tepat di sampingnya.
"Seperti biasa"kataku pada bartender.
"Oppa. Bukankah kau tidak seharusnya di sini?"tanyanya.
"Kau yang seharusnya tidak di sini. Kau terlalu kecil"sahutku.
Ku teguk gelas dengan cepat. Isi di dalamnya tidak bersisa. Mata gadis itu menatapku. Siapa sangka dia begitu mudah terpesona. Dia benar-benar anak kecil.
Tangan gadis itu menarikku mengikutinya. Sial. Dia membawaku terlalu jauh.
Tiba-tiba punggungku merasakan dinginnya tembok. Gadis nakal.
Kedua tangannya mengunciku. Sekarang aku berada diantara tembok dan tubuhnya. Gadis ini berniat sekali. Kena kau sekarang.
***
Shin Eun Ji

Aku sampai di apartemen. Namun keadaan masih gelap. Tapi bukankah sudah waktunya makan malam? Dimana eonni??
Aku masuk dan menghidupkan lampu. Suasana benar-benar sepi. Tidak biasanya. Kemana eonni? Kenapa jam segini belum pulang? Apakah terjadi sesuatu?
Crrekk...
Suara pintu terbuka dari luar. Eonni. Ternyata dia sudah pulang. Tapi begitu terlambat. Aku sudah memanaskan makanan untuk kami. Ada apa dengan wajah itu?
"Ada apa eonni?" satu pertanyaan meluncur dari mulutku.
Wajahnya semakin gusar. Sepertinya ada masalah serius. Aku tau itu dari wajahnya. Pasti ada masalah. Hal yang tidak pernah bisa di sembunyikannya dariku. Tidak bisa berbohong.
"Aku baik-baik saja. Ayo makan malam"Aneh.
Dia dengan cepat mengalihkan pembicaraan. Sepertinya ada yang disembunyikannya. Tapi apa?
"Setelah makan bereskan semua barang kita. Keberangkatan ke Seoul dipercepat" ungkapnya disela makan.
"Ne. Aku akan membereskannya" jawabku sambil mengangguk.
Akhirnya aku akan pulang ke Seoul. Aku akan kembali meskipun hanya satu bulan. Tapi ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Selama musim semi. Ah.. Menyenangkan.
Dengan cepat ku habiskan makananku. Menuju kamar dan mengemasi semua barang yang akan ku bawa. Teddy-ku dia juga harus ikut. Boneka kesayanganku sejak kecil. Tanganku mendekap teddy kemudian menggesekkan ujung hidungku ke hidung boneka itu. Ini menyenangkan.
Ku rasa ponselku tertinggal di ruang makan. Ingin sekali ku berteriak pada Jo sekarang. Dia pasti akan terkejut. Sahabatku itu pasti tidak akan percaya pada semua yang ku katakan nanti.
Kedua kakiku berlari menuruni tangga. Benar dugaanku ponselku ada di atas meja makan. Aku mengambilnya. Rencananya aku akan kembali ke atas dan menghubungi Jo tapi suara terbata eonni menghentikanku.
"T.id..tidak. Sama sekali bukan seperti itu"suara eonni bergetar.
"Jadi? Apa kau akan memanfaatkannya?"eonni tertunduk.
Kenapa dia seperti itu?
Telpon itu terputus. Wajah eonni masih lesu. Wajah kusut. Seperti ada badai yang sudah menggoyahkannya. Dia berantakan.
Tok..tok..tok
Ku ketuk pintu kamar eonni. Tidak ada jawaban. Akhirnya aku masuk. Dia masih terdiam di posisi lamanya. Tangannya masih bergetar. Sebenarnya apa yang terjadi??
***
Cho Kyuhyun

"Apa yang kau lakukan pada gadis kemarin?"tanyaku pada Eunhyuk.
"Hanya memberinya sedikit lelucon"wajahnya penuh senyum.
"Dia pasti menggodanya"tebak Donghae.
Kedua orang ini benar-benar gila. Tapi memang itu yang membuatku menyukai mereka. Ide-ide mereka sangat menarik. Tidak salah jika keduanya jadi penguasa.
"Apa yang terjadi pada In Jung?"aku tersenyum.
"Hey! Apa artinya itu? Kenapa kau tersenyum seperti itu?" sebuah pukulan kecil mendarat di punggungku.
"Dia pasti membuatnya gelagapan. Ice Prince pasti tau yang seharusnya dilakukannya"timpal Donghae yakin.
Ya kau benar. Tadi malam sudah ku lakukan apa yang seharusnya terjadi setahun yang lalu. Aku membuat dunianya berubah. Gadis itu. Dia pasti menyesali apa yang terjadi semalam. Dia pasti sudah berteriak marah hari ini.
"Jadi gadis itu menemukanmu melakukan kebiasaan lamamu?"wajah  Eunhyuk terlihat senang.
"Ya. Dan aku sedang mengujinya" jawabnya santai.
"Kau gila! Dia anak di bawah umur!" pekik Donghae.
"Dia mau melakukannya" apa yang keluar dari mulutnya membuatku terkejut.
"Jadi kau sudah melakukannya? Dengannya?" sebuah anggukan menjawab.
Aku hanya mampu terdiam. Dia bahkan memanfaatkan gadis lugu. Orang ini. Aku semakin menyukainya.
"Aku yang memintanya. Dia mau memberikannya. Jadi tidak masalah"jawabnya santai.
"Kau hebat" ucap Donghae kagum.
Mereka memang berbeda. Tidak seperti kebanyakan orang yang mendekatiku karena uang. Sepertinya tidak salah keputusanku menjadikan mereka teman.
"Kita lihat saja yang akan terjadi sekarang" ucapku memecah suasana.
"Rencanamu benar-benar nekat. Tapi aku menyukainya" Donghae mengacungkan dua jempolnya kehadapanku.
"Dia datang. Pertanda buruk. Goodluck Man!" mereka berlalu.
In Jung datang. Lalu memelukku. Bergelayut manja. Dia seakan tidak jera.
***
Shin Eun Ji

Aku sekarang tau. Kenapa rencana pulang berubah. Semuanya berubah. Kenapa eonni seperti itu. Dia seperti itu karena namja berengsek bernama Eunhyuk. Hari ini aku akan memberinya pelajaran. Dia perlu pelajaran tentang tatakrama.
"Apa yang kau lakukan pada eonniku!" bentakku pada namja bertampang mesum dihadapanku.
"Kau siapa? Siapa eonnimu?"senyum licik.
"Aku adiknya. Shin Eun Bi adalah eonniku"jawabku dengan bentakkan.
"Oh.. Eun Bi. Gadis itu. Dia hanya memberiku yang berharga miliknya"jawabnya dengan tawa.
Sial!
Dia lebih kaku dari yang kukira. Orang itu sangat santai. Dan tanpa rasa bersalah. Kenapa eonniku harus terperangkap dengan namja seperti dia! Aku tidak rela! Sangat tidak merelakan itu!
"Hentikan itu gadis kecil. Percuma saja"sahut seorang namja dari arah belakang.
"Hey, apa yang sedang kalian lakukan?" suara asing juga menyela.
"Adik gadis itu datang. Dia memintaku berkencan dengannya juga" namja gila!
"Hey, Dia milikku! Jangan menyentuhnya!" suara yang tak asing itu kembali terdegar.
Namja yang sekarang memegang tanganku. Namja yang ada di Jembatan? Namja dingin itu? Dia? Teman namja brengsek ini?
"Ice Prince? Dia gadismu?" namja itu tersenyum.
"Ya. Dia gadisku"ucapnya lalu menarikku pergi.

***
Author

Dua pasang mata itu beradu. Gadis muda itu menatap mata namja yang lebih tinggi darinya dengan sinis. Terlihat dia tidak menyukai namja di hadapannya. Kemarahannya masih terbawa ke tempat itu. Meskipun semuanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan namja di hadapannya.
"Sekarang apa yang kau mau? Kenapa kau melakukan hal itu?"tatapan mata gadis itu sangat tajam.
"Kau, gadis bodoh!"ucap namja itu lalu pergi.
Gadis itu bertambah marah. Dia meledak-ledak. Hujatan keluar dari mulutnya. Dia terbakar.
Namja itu semakin menjauh. Dia tidak perduli apa yang di pikirkan gadis yang baru di tolongnya. Seperti mainan lama. Dia hanya bersenang-senang dan meninggalkannya begitu saja.
***

TBC.. Keep RCL ne

#LilyPark

FF Ice Prince



Title: Ice Prince
Main cast: Cho Kyuhyun, Shin Eun Ji
Author: Lily Park
Lenght: Part
Pg: 15
Akun : Fb: Nurillaiyah(LY)
@magnolia2498

***
Shin Eun Ji

Dalam beberapa hari aku akan pulang. Rasanya sudah tidak sabar merasakan kimchi buatan eomma yang sangat enak itu. Paris, kota ini memang indah tapi tidak seindah halaman rumahku di Seoul. Di sana ada banyak bunga dan tanaman kesukaanku. Di apartemen berlantai dua yang sempit ini aku sama sekali tidak bisa menyalurkan hobi lamaku yaitu menanam tumbuhan. Di sini tidak ada tempat tersisa. Membosankan.
Apartemen di sini memang bagus. Tapi suasananya bising karena tepat di sebelah jalan raya pusat kota. Dimana ada banyak polusi suara yang mengganggu setiap hari. Sepulang sekolah aku hanya bisa pulang ke rumah. Menunggu Eonni datang dan makan malam bersama. Ya, aku hidup di Paris dengannya. Kami merantau ke negeri orang karena kakek kami mengikat kami di sini. Mengharuskan kami tinggal di sini sampai umur 16 tahun. Dan itu tepatnya satu bulan lagi untuk eonniku. Setelah dia kembali ke Korea aku akan hidup sendiri selama setahun. Dia akan meninggalkanku sendiri.
Aku akan sendirian...
***
Cho Kyuhyun

Musim Semi tidak selalu membahagiakan. Seperti sekarang. Sangat membosankan. Semi, panas ataupun gugur akan sama saja. Mereke semua membuatku muak. Aku tidak suka musim di sini. Paris, kota yang berjulukan kota cinta ini membuatku marah. Kota yang di agung-agungkan semua orang ini sangat membosankan. Orang yang sama, kegiatan yang sama, suasana yang sama. Di sini sangat monoton. Tidak ada satupun hal menarik. Terpenjara di sini membuatku gila. Membuatku selalu ingin memberontak. Ingin menghilang.
"Tuan muda"
"Jangan mengikutiku!"
"Tuan muda"
Ku bawa mobilku ke arah jalanan kota paris. Entahlah aku akan kemana. Kali ini sama sekali tidak ada tujuan. Yang terpenting semua orang tidak tau kemana aku akan pergi. Tiba-tiba terlintas satu tempat. Ya, mereka tidak akan tau.
***
Shin Eun Ji

Apa yang aku pikirkan?
Kenapa aku harus ke sini?
Menyebalkan!!
Tanpa ku sadari aku sudah sampai di jembatan tercantik di Paris. Suasana sore itu memang cantik. Pantas saja jembatan ini disebut-sebut jembatan paling menawan seantero Kota. Tidak salah, mereka benar.
Aku melangkah ke arah sudut favoritku di sana. Tapi sudah ada sosok yang mengambilnya. Kenapa harus tempat itu? Masih ada banyak tempat yang lebih indah. Kenapa?
"Tuan permisi, ini tempatku"
"Aku sampai lebih dulu. Jadi ini tempatku"
Orang ini. Kenapa ada orang seegois itu?
Apa kau benar tidak akan mengalah padaku?
"Tapi ini adalah tempat favoritku. Dan aku menemukan tempat ini lebih dulu"
"Aku menemukannya dua tahun yang lalu"sahutnya.
Orang ini! Kenapa dia egois dan dingin sekali! Buruk! Menyebalkan!
***
Aku sampai di tempat kenanganku. Tempat rahasia yang tidak banyak di ketahui siapapun. Tempat ini tempat pertama yang kusukai. Satu-satunya tempat yang ku sukai di sini.
"Tuan permisi, ini tempatku"
Tiba-tiba ada seruan kepemilikan dari arah samping. Suara seorang perempuan. Sepertinya logat orang korea. Dia terdengar begitu kaku. Berbeda dengan orang kebanyakan.
"Aku sampai lebih dulu. Jadi ini tempatku"sahutku tak mau kalah.
"Tapi ini tempat favoritku. Dan aku menemukanya lebih dulu"
Perempuan muda ini begitu berani. Jarang sekali ada orang seperti dia. Menarik. Ini akan jadi tantangan yang menarik. Sepertinya aku akan terhibur dengan keberadaannya.
"Aku menemukannya dua tahun yang lalu" dia terkejut.
Orang itu diam. Rasanya aku sudah menang. Tidak ada kata yang keluar lagi. Kami berdua terdiam di sore itu. Menatap sunset yang terlukis di barat daya. Ini waktu yang kusukai. Sunset indah berpadu dengan kilauan air sungai. Seperti permata.
***

Tbc.. Keep RCL NE 
‪#‎Lily‬ Park
Next to part 2..
Tunggu ya