Jumat, 29 Januari 2016

GOOD FATHER (Sequel from Love Mode and Ice Prince)

 

Good Father (Sequel bonus from Love Mode)

Author: Lily Park
Akun : Twitter: @magnolia2498
           Fb: Nurillaiyah (LY)
Rate: pg 15
Length: Part(?)
Genre: Life drama, love, family
Cast: Cho Kyuhyun
           Shin Eun Ji
Summary: Kyuhyun akan jadi ayah yang baik untuk anak-anakku..
Author
Kyuhyun duduk di antara rerumputan taman yang hijau. Matanya meneliti langit yang biru dengan sedikit awal putih yang menghiasinya. Matahari yang cerah membuat sinarnya sangat indah. Di bawah rindangnya pohon terasa teduh saat suasana panas melanda.
“Oppa!”seruan perempuan membuat Kyuhyun menoleh.
“Apa?”suara serak Kyuhyun menjawab.
Perempuan itu datang tergopoh dengan kaki yang sedikit di seret kearah Kyuhyun. Wajahnya terlihat lelah sekali. Entah apa yang baru saja di kerjakannya di sana. Wajah payahnya berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang terlihat sangat santai.
“Apa aku menikahimu hanya untuk membiarkanmu bersantai?”rengek perempuan itu.
“Kenapa? Kau menyesal menikahiku?”Kyuhyun mengernyit.
“Tentu saja tidak. Tapi bisakah kau sedikit punya perasaan?”Kyuhyun mendelik.
“Apa maksudmu aku tidak punya perasan?”Perempuan itu tertawa.
“Menurutmu?”alis perempuan itu terangkat.
“Yak! Bisakah kau tidak mengungkit itu lagi Eun Ji?”Kyuhyun membanting bukunya ke rumput.
Eun Ji tertawa dengan kerasnya. Kyuhyun menatapnya dengan kesal. Beginilah kehidupan setelah pernikahan mereka berlangsung. Lamaran yang romantic itu berakhir dengan pernikahan yang cukup aneh bagi keduanya. Sepertinya mereka memang di takdirkan menjadi pasangan yang aneh.
“Eomma!”suara anak kecil memanggil dari balik semak.
“Yak! Kyu!”teriak Eun Ji.
“Apa aku juga harus menjaga dia juga?”tunjuk Kyuhyun pada bocah perempuan kecil yang duduk santai dengan anjing pudel mereka.
“Kau yang membuat mereka ada..kau juga harus bertanggung jawab pada mereka”Eun Ji tersenyum.
“Ash..aku tidak akan membuat lagi”ucapnya sambil melangkah pergi.
Eun Ji menatap punggung Kyuhyun yang berjalan ke balik semak. Tidak lama kemudian ia muncul menggendong anak  laki-laki usia empat tahun yang berlapis lumpur. Benar-benar anak yang kotor. Kyuhyun bahkan mengangkatnya dengan kesal.
“Yak! Kau benar-benar kotor Eun Ho!”teriak Kyuhyun pada bocah laki-laki itu.
“Dia benar-benar anakmu”teriak Eun Ji kencang.
“Kau pikir dia bukan anakmu?”Kyuhyun mengeluh.
“Dia anakku..jadi kemarikan. Aku akan membersihkannya. Kau urus malaikat kecil kita”pandangan Eun Ji beralih pada bocah perempuan yang asyik sendiri itu.
“Ya.. aku akan menjaganya”ucap Kyuhyun kemudian.
“Aku akan segera kembali. Jaga baik-baik”perintah Eun Ji.
“Baiklah.. tapi..berikan aku satu hadiah..di sini”Kyuhyun menunjuk bibirnya.
“Tidak akan!”Eun Ji meninggalkan Kyuhyun sambil menggendong Eun Ho yang berlumuran lumpur.
“Ash..dia kejam sekali”guman Kyuhyun.
Kyuhyun mendekati bocah mungil itu sambil tersenyum. Namun bocah perempuan itu masih saja focus pada anjing yang ada di depannya. Ia bahkan tidak perduli jika ada Kyuhyun di sampingnya. Dia memang mewarisi sifat ibunya yang kadang-kadang kejam.
“Kau tidak ingin menatapku Jae In?”Kyuhyun mencupit kedua pipi bocah lucu itu.
Bocah itu mengalihkan matanya ke arah Kyuhyun. Dia kelihatan sangat marah. Matanya yang tidak terlalu besar menatap Kyuhyun intens. Persis seperti ibunya dia benar-benar tipe penjinak ulung. Kyuhyun hampir membeku melihatnya.
“Jangan seperti ibumu Jae In”Kyuhyun berusaha menaklukan bocah dua tahunan itu dengan segenap hatinya. Namun bocah itu malah menangis.
“Apa yang kau lakukan pada anakmu Kyuhyun!”suara beringas Eun Ji terdengar.
***
Kyuhyun
Menikah dengan Eun Ji adalah hal terindah yang pernah aku lakukan. Awalnya..kehidupan kami sangat normal. Namun dengan seiringnya waktu dan bertambahnya anak membuat hidupku tidak tenang. Aku harus bisa mengurus mereka juga..
“Kyuhyun! Aku mau apel”rengek Eun Ji.
“Ash.. ini bukan pertama kalinya. Kenapa kau selalu seperti ini?”tatapku frustasi.
“Apa tidak boleh?”tatapnya galak.
“Aku hanya bingung dengan sikapmu”jelasku.
“Sikapku adalah normal. Tidak heran jika aku harus bermanja-manja denganmu sebelum semuanya jadi lebih sibuk dari sekarang”aku tidak pernah berhasil mendebatnya.
“Berikan aku apel sekarang!”Eun Ji melempar bantalnya padaku.
“Ssst.. aku ambilkan!”teriakku sebelum bantal selanjutnya melayang.
Malam yang sunyi saat aku harus berjalan menuju dapur yang sudah gelap. Aku jarang melakukan hal ini. Ini adalah kali ketiganya dalam dua bulan terakhir. Dia jadi lebih sensitive terhadap segala sesuatu. Jadi lebih dari sebelumnya. Lebih..
Dia jadi lebih berlebihan. Dia jadi lebih.. karena hamil anak ketiga kami!
***
Eun Ji
Aku tidak memaksanya. Aku tidak pernah memaksanya melakukan segala sesuatu dengan benar. Aku hanya ingin dia merasakan bagaimana menjadi orang tua yang baik dan benar. Setidaknya mengetahui bagaimana caranya berinteraksi dan mengetahui tumbuh kembang anaknya sendiri.
“Kau mandikan Eun Ho”ku tarik tangan Kyuhyun dari balik selimut.
“Ya.. lima menit lagi”pintanya.
“Kyuhyun! Bangunlah”ku buka selimut yang menutupi kepalanya lalu mengecup bibirnya sekilas.
“Ya.. aku akan bangun”senyumnya mengembang.
Dia lebih dari yang ku duga. Dengan sedikit dorongan dia pasti akan jadi ayah yang lebih baik untuk semua malaikat kecil kami. Dia akan menjadi suami yang bisa di andalkan dan ayah yang sigap untuk membantuku membesarkan tiga anak ini dengan penuh cinta.
“Jangan menyiramnya langsung dengan shower. Dia akan mudah pilek. Pelan-pelan saja”ingatku.
“Satu kali lagi. Sarapan pagi..di sini”tunjuknya ke bibir.
“Buang pikiran kotormu itu..ss”ku dorong Kyuhyun menuju kamar Eun Ho.
Pintu kamar terbuka. Namun kami tidak menemukannya di atas tempat tidur. Dia pasti ingin bermain di pagi ini. Anak itu memang seperti ayahnya..agak menyebalkan. Dia pasti sedang mempermainkan kami berdua. Bersembunyi di suatu tempat agar tidak mandi.
“Eun Ho-ya”panggil Kyuhyun.
Aku mengamati seluruh ruangan itu. Memeriksa di balik kursi dan di balik gorden. Tapi mahluk kecil itu tidak ada di sana. Aku beralih ke balik pintu. Benar saja Eun Ho bersembunyi di balik pintu dan menyelimuti dirinya. Anak yang cerdas dengan menggunakan selimutya untuk menyamarkan diri.
“Eomma menemukanmu”ku dekap tubuh mungilnya dengan erat. Tawa kecilnya terdengar.
“Eomma..aku tidak mau mandi”ucapnya sedikit tidak jelas.
“Kenapa?”tanyaku.
“Appa menyiramku dengan shower”jelasnya.
“Yak! Jangan lakukan itu Kyuhyun!”teriakku kesal pada Kyuhyun. Kyuhyun meringis.
“Eomma..”Jae In juga bangun.
Ini pagi yang panjang dengan mereka semua!
***
Author
Mereka sudah sibuk dengan kedua balita itu. Eun Ho yang baru mandi terus merengek pada ibunya sedangkan Jae In tidak ingin lepas dari ibunya. Kyuhyun yang terus menenangkan Eun Ho tidak mampu berbuat banyak selain terus berusaha membujuknya agar mau memakai baju untuk menutupi tubuhnya.
“Eomma..”rengek Eun Ho.
“Eun Ho-ya. Pakai bajumu”bujuk Kyuhyun
“Eomma”panggil Jae In.
“Oppa..pakaikan ini untuknya”Eun Ji terus sibuk memecah konsentrasinya pada dua balita itu.
“Eomma..”suara Eun Ho makin jelas.
“Pakai bajumu dulu. Eomma akan datang setelah kau berpakaian”Kyuhyun berhasil memakaikan baju ke tubuh Eun Ho.
Kyuhyun menggendong Eun Ho keluar dari kamar. Eun Ji pun melakukan hal yang sama setelah merapikan rambut Jae In yang sedikit basah. Dua balita itu memang sangat merepotkan di pagi hari. Mereka berhasil membuat dua orang dewasa itu kebingungan.
“Kita harus mencari pengasuh untuk mereka”ucap Kyuhyun menuruni tangga.
“Aku tidak akan menyerahkan mereka pada siapapun”balas Eun Ji.
“Kita tidak hanya punya dua. Kita akan punya tiga”ingat Kyuhyun.
“Aku tau.. tapi aku tidak bisa mempercayakan anakku pada orang lain”Eun Ji meletakkan Jae In di kursinya.
“Aku tidak ingin kau sibuk”Kyuhyun juga meletakkan Eun Ho di kursinya.
“Baiklah..kita akan mencarikan pengasuh untuk mereka”Eun Ji akhirnya luluh. Tangannya membagikan roti selai ke piringnya dan Kyuhyun.
“Gomawo”Kyuhyun mengecup kepala Eun Ji singkat.
“Aku ingin kau sering meluangkan waktumu untuk mereka”Eun Ji menyuapkan bubur ke dalam mulut Jae In.
“Ne.. tapi apa aku tidak bisa mendapat tambahan sarapan?”Kyuhyun mengerling.
“Tidak! Jangan di depan mereka”Eun Ji mendelik.
“Eun Ji-ya!”rengek Kyuhyun.
“Habiskan makananmu Eun Ho. Jangan bersisa”Eun Ji menatap Eun Ho yang mulai bisa menyuap makannya sendiri.
“YAK! Eun Ji!”Kyuhyun mulai kesal. Tapi tetap di acuhkan.
***  
Next or no?
#LilyPark


Sabtu, 09 Januari 2016

Yesterday


Tittle: Yesterday
Main cast: Cho Kyuhyun , Shin Hyumi
Rate: 16+
Lenght: mini part drama
Auhtor: Lily Park
                Fb: Nurillaiyah(LY)
                Twitter: @magnolia2498
Genre: Love, hurt, life drama
Summary:
Kau tau?
Kekuatan cinta itu lebih kuat dari sihir manapun

***
Author
Dua mata bertemu.  Kedua tangan itu saling menjabat. Senyum pun mengembang. Gadis tinggi berkulit putih susu. Dengan pria korea berperawakan jangkung berwajah oval. Kini mereka telah saling mengenal setelah sebelumnya mengucapkan nama masing-masing.
“Kyuhyun, eum.. jadi apa yang sedang kau lakukan di sini?”tanya sang gadis.
Pria itu tersenyum. Melangkah santai di sebelah sang gadis. Mata coklatnya menyorotkan sedikit kegundahan. Berkedip beberapa kali lalu sedetik kemudian menoleh pada sang gadis. Tersenyum kaku. Senyum yang sangat terpaksa.
“Mengenang seseorang”ucapnya.
“Mengenang seseorang? Siapa?”tanya gadis itu lagi.
Pria itu berjalan lurus. Meninggalkan sang gadis di belakangnya. Tanpa menoleh sedikitpun ataupun menjawab pertanyaan gadis itu. Kakinya terus saja melangkah tanpa halangan. Pria itu melangkah dalam diam. Matanya tetap meneliti setiap sudut tempat itu. Entahlah apa yang sedang di carinya.
“Kyuhyun?”panggil gadis itu.
Pria itu terhenti. Suara itu kembali terngiang. Terdengar dengan jelas. Dari arah yang sama. Nada yang sama dan suasana yang sama. Dirinya kembali pada setiap waktu yang pernah di laluinya. Kembali lagi seperti kemarin.
“Kyuhyun!”suara itu kembali terdengar.
Pria itu menoleh. Dilihatnya gadis yang sedari tadi mengikutinya terduduk. Kedua  tangannya memegang kaki kirinya. Wajahnya yang ceria berubah. Sekarang wajah itu sembab karena menangis. Ada noda darah di sepatu flat yang di pakainya. Sepertinya kaki gadis itu terluka.
“Kyuhyun”panggilnya lagi.
Mata Kyuhyun terpaku. Menatap gadis itu semenit lalu berlari menghampirinya. Yang di dengarnya bukanlah mimpi. Dia sedang bersama dengan orang yang sama. Dia bukan berhayal. Karena dengan mata kepalanya sendiri sekarang dia sedang melihat orang itu lagi. Ini kenyataan.
“Hyumi, gwencana?”tanya Kyuhyun.
“Appo”ungkapnya.
Jarak villa dan tempat ini lumayan jauh. Semua obat dan perban ada di sana. Akhirnya Kyuhyun menggendong gadis itu. Di punggung Kyuhyun gadis itu tenang. Menyandarkan kepala di pundak Kyuhyun. Kemudian dia tertidur. Sejenak melupakan rasa sakitnya.
“Saranghae Hyumi...”ucap Kyuhyun lirih.
***
Hyumi
Aku membuka mataku. Sorot matahari yang sangat menyilaukan langsung  menyapanya. Rasanya tidurku benar-benar tenang. Sangat lelah dan santai. Musim gugur ini rasanya menyenangkan. Ada banyak pohon maple yang daunnya menguning. Sangat indah.
Ku buka selimut yang membalutku. Ternyata udara tak sedingin yang kukira. Meskipun saat ini hampir musim dingin tapi rasanya udara masih sangat bersahabat. Aku melangkahkan kakiku. Tapi ada sesuatu yang sakit di sana. Pergelangan kaki kiriku di perban dengan rapi. Dimana aku mendapatkan luka itu?
Aku berusaha mengingatnya. Tapi nihil. Aku tidak ingat sama sekali. Dan berusaha mengingatnya membuatku pusing. Kepalaku berdenyut hebat dan akhirnya aku menyerah. Menyerah untuk mengingat yang terjadi kemarin. Lebih baik jika aku tidak mengingatnya.
“Hyumi!”suara pekikan terdengar.
Aku menoleh. Menatap sosok yang datang dari arah pintu. Gadis dengan wajah oval dan rambut ikal yang sangat pas dengan postur tubuhnya yang mungil. Gadis itu berlari lalu duduk di sampingku dengan wajah kawatirnya. Siapa dia?
“Hyumi, Eonni”ungkapnya.
“Eonni?”tanyaku.
“Ya, Eonni”jawabnya dengan anggukan.
Jadi gadis mungil ini eonni-ku? Ya, Nara eonni! Aku ingat sekarang!
“Nara eonni?”tanyaku.
“Ne, kau benar Hyumi. Kau sudah ingat sekarang?”aku mengangguk.
“Eonni, aku ingin jalan-jalan”ungkapku.
“Baiklah. Tapi kau harus bersiap-siap. Setelah itu pergilah”ucapnya.
Aku mengangguk. Dan dengan bantuan eonni aku bisa menyelesaikannya lebih cepat. Akupun segera melangkahkan kakiku secara perlahan. Menghindari rasa ngilu yang ada di kaki kiriku. Menikmati setiap jengkal jalan yang ku lewati. Dan akhirnya aku sampai di salah satu tebing yang mengarah langsung kelaut. Di sana ada sebuah pohon maple besar yang daunnya sudah berubah menguning. Perpaduan yang hebat.
Dari arah lain datang seorang namja. Tatapannya mengarah padaku. Sorot matanya begitu hangat. Seperti tatapan seseorang yang sangat aku kenal. Bibirnya yang merah muda mengukir senyum ketika aku menatapnya. Seperti yang aku duga. Mungkin di sadarinya jika aku sedang menatapnya. Kakinya berhenti beberapa langkah di sampingku.
Aku segera memalingkan wajahku ke arah laut. Membuyarkan semua pikiran aneh dan segala pertanyaan yang menggerayapiku. Sejuta hayalanku tentang namja itu. Harapan aneh yang terpendam. Sebenarnya apa yang kau harapkan Hyumi? Bersama dengannya? Atau berharap dia jatuh cinta padamu?
“Indah”ucapnya.
“Akan lebih indah jika senja tiba”seruku.
“Kau pernah ke sini agashii?”tanyanya.
“Tidak. Tapi perasaanku mengatakan jika senja pasti lebih indah”jawabku.
Orang itu tersenyum. Kemudian berjalan mendekatiku. Wajahnya yang tampan lebih terlihat. Dengan jelas senyumnya mengukir di wajahnya. Tangannya terlurur. Bibirnya membuka hendak mengucapkan beberapa kata. Jantungku berpacu. Sepertinya benda itu akan keluar dari sana.
“Kyuhyun. Namaku Cho Kyuhyun”ungkapnya.
“Shin Hyumi”jawabku menjabat tangannya.
***
Kyuhyun
Aku akan membuatmu jatuh cinta setiap hari. Dan aku juga akan mencintaimu setiap saat. Meski kau akan selalu melupakannya. Aku juga akan selalu mengingatnya. Tidak perduli itu seribu kali ataupun seratus ribu kali. Aku akan tetap membuatmu mencintaiku meski hanya satu hari. Aku yakin kekuatan cinta juga yang akan membuatku mampu melakukannya.
“Kyuhyun, apakah ada tempat yang lebih indah selain ini?”aku bergeleng.
“Di sini adalah tempat yang paling indah”jawabku.
Gadis itu tersenyum. Entahlah sudah tak terhitung lagi. Sudah berapa banyak waktu yang aku lalui dengannya. Waktu itu begitu cepat. Dan setiap kali aku bertemu dengannya dia selalu orang yang sama. Meski tanpa rasa seperti kemarin.
“Auh..”pekiknya.
“Kau baik-baik saja?”tanyaku.
“Kakiku berdarah”ucapnya.
“Apa kau bisa berjalan?”gadis itu bergeleng.
Sekali lagi. Aku masih bisa merasakan hari itu. Pertama kalinya bertemu denganmu. Dan dengan berani kau mengucapkan kata suka padaku.Tiga tahun lalu. Aku masih ingat dengan jelas hari itu. dan tiba-tiba saja bayangan hari itu muncul kembali. Di sini. sekarang ini.
“Naiklah ke punggungku”pintaku padanya.
Dengan cepat ku gendong dia. Melewati jalan setapak yang langsung mengarah ke villa. Tempatnya melalui satu hari. Satu hari dalam tiga tahun ini. Di mana setiap hari batu di mulai di sana. Satu hari yang singkat untuk mengingat sesuatu yang indah.
“Kyuhyun”bisiknya di telingaku.
“Hem?”
“Kau sudah punya pacar?”tanyanya padaku.
“Belum”jawabku.
“Benarkah?”tanyanya lagi.
“Benar. Bagaimana denganmu nona?”tanyaku.
“Belum. Aku masih belum menemukan namja yang cocok denganku”jawabnya.
“Bagaimana dengan cincin yang melingkar di jarimu?”matanya memandang cincin itu.
“Aku tidak tau”jawabnya kaku.
Aku selalu mencintaimu. Shin Hyumi.
***
Author
Gadis itu masih tak mampu menyadari bahwa laki-laki yang sedang bersamanya sedang meneteskan air matanya. Mata coklatnya berubah berkilau dari kejauhan. Tapi gadis itu masih tak merasakannya.
“Hyumi!”seruan sebuah suara dari halaman rumah.
“Eonni”sahutnya.
Mata perempuan itu langsung mengarah pada Kyuhyun. Wajah kawatirnya berubah damai. Adiknya berada pada tangan yang tepat. Perempuan itu yakin bahwa Kyuhyun mampu menjaganya. Dia bisa melindungi Hyumi. Karena dialah cintanya.
Kyuhyun menghampiri Nara  setelah mengantarkan Hyumi ke dalam rumah dan mengatakan beberapa kata padanya. Perempuan itu tertawa dengan apa yang di ceritakan Kyuhyun. Dia bisa saja tertawa lepas. Tapi akhirnya di turunkannya suara tawa itu.
“Kau harus menjaga adikku dengan baik”pintanya.
“Aku tau nunna”jawabnya.
Hyumi masih tidak tau bahwa Kyuhyun adalah tunangannya. Hari ini ataupun kemarin mereka bertemu. Atau sudah melakukan hal yang sama setiap hari itu semuanya berlalu begitu saja. Hyumi tidak mengingat apapun tentang hari kemarin dan akan melakukan hal yang sama setiap harinya. Dia bahkan tidak tau bahwa Kyuhyun sudah jatuh cinta padanya sejak lama.
Hyumi tidak sadar selalu jatuh cinta pada Kyuhyun setiap hari. Pada satu orang yang sama. Tapi setiap hari dia selalu membuatnya terlihat seperti kesan pertama. Kekuatan cinta.
“Kyuhyun?”seru Hyumi kaget.
Gadis itu bingung melihat Kyuhyun bersama dengan Nara. Dia menatap mereka aneh. Sepertinya rasa cemburu.
***
Keep RCL ne.. wait for next part..

#LilyPark

Our Strory 18


Our story 18
Main cast: Cho Kyuhyun, Kang Su Yoong
Rate: 17+
Lenght: Part
Auhtor: Lily Park
                Fb: Nurillaiyah(LY)
                Twitter: @magnolia2498
Genre: School, life, love drama
Summary: Dunia akan menemukan kita yang sebenarnya di umur 18 tahun.
***
Author
Tidak apa-apa kau tidak mengenal cinta. Tidak apa-apa jika kau terluka. Tidak apa-apa jika kau  merasa bersalah. Tidak apa-apa jika kau merasa menyesal. Merasa kecewa. Sesak karena masa lalu. Atau sesak karena tidak ada orang yang perduli padamu. Yang terpenting jangan sakit. Kerena semua itu hal biasa yang di alami Seorang manusia normal. Semuanya baik-baik saja. Karena kau masih 18 tahun.
Masih banyak waktu yang akan kau lalui.
Masih banyak hal yang bisa kau lakukan.
Masih banyak jalan yang harus kau lewati.
Jangan pernah menyerah pada keadaanmu.
Dan suatu saat sebuah kebenaran akan datang padamu.
Hanya percayalah. Pada dirimu sendiri.
***
Kang Su Yoong
Suatu saat kau seperti sampah. Di buang di sembarang tempat dan di anggap tidak berharga. Di manapun kau ada kau selalu jadi sesuatu yang di buang. Karena mereka tidak tau apapun tentang dirimu. Karena semua orang menganggapmu sebelah mata. Itu karena mereka tidak bisa melihat kenyataan. Itu karena kau lebih berharga. Kau sangat berharga.
“Namaku Kang Su Yoong”
“Kang Su Yoong?”
“Su Yoong? Kau nampak seperti Su Jin”
“Aku... memang adik Su Jin. Dan Su Jin adalah kakakku”
“Oh.. jadi Kang Su Jin ini kakakmu? Pantas saja!”
Mereka menertawakan Su Jin. Tawa itu. Aku sangat membencinya.
“Kalian.. apa mulut itu tau apa yang mereka katakan?”
Tatapan itu. Mereka bahkan menatapku seperti itu. Mata bulat yang memuakkan.
“Apa maksudmu?”
“Hei! Kau! Kau sangat sombong!”
Kalian seperti... pantaskah kalian di sebut manusia?
“Kalian tau aku sombong, jadi jangan berani bermain denganku. Berhenti juga mengganggu Su Jin”
Tangan-tangan itu berani menunjukku. Mereka akan merasakannya.
“Hei.. lihatlah dia. Beraninya dia!”
“Kita beri saja sebuah pelajaran”
“Mrs. Smith, bisakah aku bicara dengan kakaku sebentar?”
“Tentu”
Aku akan membuat mereka membayar semuanya. Aku akan membuat mereka membayar apa yang mereka lakukan pada Su Jin. Apapun itu, aku akan membuat mereka membayarnya. Membuat mereka menyesalinya. Lihat apa yang bisa di lakukan orang yang tak pernah mereka anggap sebelumnya.
Tangan gadis ini begitu dingin. Dia sangat berbeda denganku. Meski pun kami besar dan tumbuh bersama. Dia sangat berbeda denganku. Meski kami di asuh dengan cara yang sama. Itu tidak menjamin di punya sifat sepertiku, dia berbeda denganku.
“Su Yoong, hentikan”
Dua mata coklat itu menatap tepat ke arah mataku. Tatapan itu, sangat menyayat hati.
“Apa bisa aku berhenti? Apa yang kau lakukan selama ini Su Jin? Kau.... Kau sangat bodoh!!”
“Benar..aku bodoh, aku sangat bodoh seperti yang kau katakan”
“Jadi berhentilah bersikap bodoh. Kembalilah menjadi kakak yang tegar untukku”
Air beningnya mulai menetes. Sudut matanya mulai basah.
“Aku tidak bisa”
“Jika kau terus seperti ini, aku akan pergi dari sisimu”
Aku benar-benar akan meninggalkanmu. Berbaliklah dan kejar aku Su Jin. Kita akan memulainya dari awal. Kita akan memulainya dari awal lagi. Seperti Lima tahun yang lalu. Saat pertama kali kita saling berjanji. Akan hidup sangat baik di depan makam ayah.
“Aku akan kembali ke Korea. Jika kau terus seperti ini, aku tidak akan menemuimu lagi”
Tangan hangat itu mendekapku. Dia berbalik untukku.
“Aku tidak bisa membiarkanmu kembali, ke tempat itu lagi”
“Aku tidak perduli, aku tidak perduli jika harus kembali ke sana. Karena akan ada kau di sisiku”
“Su Yoong... aku tidak bisa bersamamu lagi”
Dia mulai menangis di pundakku. Menghembuskan tangis terisaknya ke udara. Dia.. sudah cukup dia tersiksa selama ini. Aku sudah tidak sanggup lagi. Kami bukanlah hama yang perlu di basmi. Kami bukanlah sampah yang bisa di buang kapan saja. Kami adalah.. kami. Bukan orang lain.
“Jika begitu, kau akan melihatku jatuh seperti sebelumnya... tanpamu”
“Su Yoong!! Su Yoong!!”
Aku tidak bisa lagi Su Jin. Tidak bisa melihatmu seperti ini.
***
Kyuhyun
Mataku tertutup rapat. Tapi telingaku menakap suara yang familiar. Suara yang ku dengar setiap hari. Suara yang ada di manapun aku berada. Suara yang selalu terdengar tidak terima. Dia selalu seperti itu. Mata yang menyebarkan aura kebencian.
“Namaku Kang Su Yoong”
“Kang Su Yoong?”
“Su Yoong? Kau nampak seperti Su Jin”
“Aku... memang adik Su Jin. Dan Su Jin adalah kakakku”
“Oh.. jadi Kang Su Jin ini kakakmu? Pantas saja!”
Dendam yang membara dan hati sekeras batu.
“Kalian.. apa mulut itu tau apa yang mereka katakan?”
“Apa maksudmu?”
“Hei! Kau! Kau sangat sombong!”
Manusia yang tak mengenal ketakutan.
“Kalian tau aku sombong, jadi jangan berani bermain denganku. Berhenti juga mengganggu Su Jin”
Tidak sekalipun goyah dengan tatapan-tatapan benci semua orang. Dia tetap setegar batu karang.
“Hei.. lihatlah dia. Beraninya dia!”
“Kita beri saja sebuah pelajaran”
 “Mrs. Smith, bisakah aku bicara dengan kakakku sebentar?”
“Tentu”
Dia sama seperti diriku. Orang yang sebenarnya tak di inginkan. Tak pernah di anggap. Tak pernah di perdulikan. Seperti itu. Hanya menjadi pion bagi orang lain. Tameng bagi orang lain. Intan yang sebenarnya. Hal yang berharga. Di anggap sebelah mata.
Kang Su Yoong. Pion bagi Su Jin.
“Jika begitu, kau akan melihatku jatuh seperti sebelumnya... tanpamu”
“Su Yoong!! Su Yoong!!”
Dan juga terlalu bodoh. Dia terlalu percaya pada orang lain.
“Kau.. akan merasakan semuanya sendiri jika kembali ke sana. Dan aku akan mendapatkan segalanya”
***
Author
“Terima kasih semuanya. Kalian membantuku dengan sangat baik”ucap Su Jin begitu kembali ke dalam kelas.
“Tentu saja”jawab Ken menghampiri Su Jin.
Semua tersenyum puas. Termasuk Su Jin yang dapat melakukan tujuannya dengan baik. Dia menuntaskan misinya dengan sempurna. Akting yang selama ini di lakoninya benar-benar nyata. Hingga dia berhasil membuat Su Yoong percaya.
“Kyu..”Kyuhyun beranjak pergi. Su Jin meninggalkan Ken begitu saja.
Su Jin mengekori Kyuhyun dengan cepat.  Dua pasang kaki mereka sampai di atap gedung itu. Tepat di hadapan kota London. Kota yang penuh dengan orang-orang yang Kyuhyun benci. Seperti Su Jin.
“Aku tidak ingin bicara denganmu. Pergilah!”Kyuhyun mengusir Su Jin begitu mendekatinya.
“Aku adalah calon tunanganmu. Jadi aku berhak ada di sini”ucap Su Jin.
“Aku tidak pernah ingin bertunangan dengan seorang aktris sepertimu. Tidak sekalipun”jawab Kyuhyun dingin.
“Kita akan lihat nanti”Su Jin menggenggam tangan Kyuhyun erat.
 Kyuhyun menghempaskannya ke udara. Dia benar-benar tidak menyukai gadis itu. Dia terlalu berlebihan. Su Jin yang ambisius membuatnya muak. Kyuhyun membenci semua fakta bahwa dunia selalu menjunjung martabat sebagai nomor satu. Dan semua orang  melakukan apapun untuk mendapatkannya. Termasuk mengorbankan orang lain.
Kyuhyun berlalu. Su Jin masih berdiri di tempatnya semula. Mengamati orang itu melalui punggungnya.
“Aku akan mendapatkanmu. Cho Kyuhyun”Su Jin tersenyum menang.
***
To Be Continued..
#Lily_Park

Like+comen ne..^^