Cause, I Love You
Cast:
-
Jeon Jung Kook
-
Go Hayoung
Genre: Love, Romance
Rate: pg 12
Length: Oneshoot
author: Lily Park
Setiap hari aku mendengar orang-orang memanggil namaku,
mereka terus meneriakkan namaku setiap saat. Mereka tersenyum dan tertawa saat
memanggilku. Mereka sangat bahagia dengan tatapan bersahabat dan juga sangat
hangat, tapi aku merasa sebaliknya, aku merasakan kekosongan dan kehampaan yang
amat sangat.
“Go Hayoung!”sesaat aku mengenali suara di belakangku.
Aku menoleh dan orang itu melambaikan tangannya padaku
dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Saat itu aku sangat senang, dia bisa
melihatku di tengah remang lampu jalanan kota Seoul. Aku sangat senang
mendengar suaranya.
“Ne..”suaraku langsung menghilang saat aku berbalik.
Tapi ia sedang melambai ke orang lain yang berjalan tidak
jauh di depanku, namanya juga Go Hayoung. Go Hayoung itu terlahir sebagai
keluarga kaya, pintar dan juga banyak disenangi semua orang, tidak sepertiku
yang hanya menjadi peran pendukung di dalam kisahku sendiri.
Namaku…Go Hayoung, hanya Go Hayoung biasa.
*
“Tidak! Aku tidak mau!”jawabku.
“Aku tidak suka melihatmu…”ucapnya sekali lagi dan
meletakkan cincin itu di atas meja.
“Jin-ssi!”badan tegap itu berbalik dan kedua matanya
menatapku.
Aku tidak ingin melihatnya pergi dengan membawa hatiku, saat
ia mengatakannya aku benar-benar tidak ingin mendengarnya. Satu kata berpisah
yang sangat membuatku tersiksa, aku sangat tersiksa dengan kenyataan yang harus
aku terima saat ini.
“Aku..tidak ingin menemuimu lagi, Aku mencintai Hayoung,”ucapnya
dengan jelas.
Kaki-kaki panjangnya pergi tanpa meninggalkan satupun jejak
di lantai kafe itu, dia telah membawa pergi semuanya, hatiku, mimpiku, dan juga
cintaku. Orang itu telah membuatku hancur dalam sekejap, ia telah merampas
semuanya.
“Baiklah..mari kita tidak saling bertemu lagi. Goodbye, Kim
Seok Jin!”
*
“Hayoung? Kau ingat aku?”tanyannya begitu menolongku yang
terduduk jatuh di lantai.
“Kau siapa?”tanyaku bingung.
Wajah yang tidak asing dan juga suara yang tidak asing.
Orang ini seperti seseorang yang datang dari masa lalu dan kembali untuk
menghukumku karena aku sama sekali tak bisa mengingatnya. Dia orang yang tampan
dan juga berbadan tinggi dengan mata yang menyenangkan untuk dipandang. Di mana
aku mengenalnya?
“Ini aku Kookie,”suara itu mengalun lagi.
“Kookie?”aku berusaha mengingat tapi nihil.
“Tuan Jeon! Cepatlah!”suara laki-laki yang jauh di depan
menyerukan namanya.
“Aku akan menemuimu nanti,”ucapnya lalu pergi meninggalkan
aku setelah membantuku berdiri.
*
“Apa kau lulusan SMA
Sekwang?”Ahreum mendekatiku dengan membawa sebuh foto.
“Oh…lihat ini, dia
sangat mirip denganmu Hayoung-ssi!”seru Eun Young.
Jari Eun Young menunjuk seorang gadis berwajah datar dan berkaca
mata yang duduk di barisan ujung kanan. Aku tersenyum sebentar dan menatap foto
itu, apa sampai saat ini aku masih tidak berubah? Apa aku masih sama seperti
lima tahun yang lalu?
“Tet..bukan mirip, itu memang aku Eun Young!”Eun Young
menatapku tak percaya.
“Tim jangnim! Kau benar-benar tak berubah!”aku hampir
tertawa saat mendengarnya.
“Jadi kau satu kelas dengan tuan Jeon? Woah! Daebakk!”seru
Ahreum tak kalah heboh.
“Tuan Jeon? Jadi foto ini miliknya?”semua yang ada di sana
menganggukan kepala mereka bersamaan.
“Tapi kenapa Tuan Jeon menatap ke arahmu tim Jangnim?”tambah
Ara yang membuat kami penasaran.
*
Aku hampir tersedak saat Eun Young bercerita tentang
pernikahan seorang artis agensi A dengan seseorang bernama Kim Seok Jin. Tapi
langsung ku tepis segala pikiran bodoh dalam otakku, itu tidak mungkin Kim Seok
Jin yang ku kenal.
“Bukankah kau satu
sekolah dengan artis itu?”tanya Ara padaku.
“Ya..saat kami SMA ada dua Go Hayoung, Go Hayoung cantik dan
juga Go Hayoung saja,”aku menyeruput kopiku tanpa rasa.
Semua di sana menatapku penuh rasa ingin tau. Ara bahkan
mendekatkan wajahnya dekat denganku sementara Eun Young mendekatkan telinga
kirinya padaku, mereka begitu terobsesi dengan ceritaku.
“Lanjutkan Tim Jangnim!”pinta Ah Reum.
“Ah..kalian ini kenapa! Cepat habiskan makan siang kalian
dan kembali ke kantor!”aku menggeser kursiku dan pergi dari sana.
*
Aku sudah menangis lebih dari setengah jam, ada lebih
sepuluh panggilan dari Eun Young. Aku memang gila meninggalkan pekerjaanku yang
menumpuk di kantor dan menangis sendirian di atap, aku memang bodoh.
“Aku tidak suka tangisanmu, Hayoung,”suara itu lagi yang
menyambangi telingaku.
Aku melihat sebuah tangan mengulurkan sapu tangan padaku, ku
telusuri tangan itu dan menemukan wajah orang yang menolongku kemarin. Aku
langsung menutup wajahku yang kacau dengan panic.
“Tuan Jeon, bisakah kau berbalik sebentar?”pintaku padanya.
Tanpa berkata apapun ia langsung membalikan badannya. Saat
aku sudah selesai membersihkannya ia langsung duduk tanpa bertanya. Wajahnya
benar-benar damai dan senyumnya membuatku sedikit tenang.
“Kau terlalu focus
dengan duniamu dan tidak melihat dunia luar, kau selalu seperti itu,”suaranya
bergetar.
Aku berpaling sebentar dan menatapnya lagi, tapi saat itu ia
meneteskan air matanya. Aku tidak tau kenapa, tapi aku bisa merasakan perih di
dalam hatinya.
“Malam itu saat aku memanggilmu, Kenapa kau tidak
menyahutnya? Kenapa kau bodoh sekali Go Hayoung!”.
Aku membeku.
“Aku benci saat Hayoung lain melambaikan tangannya saat aku
memanggilmu!”laki-laki itu memelukku.
“Aku ingin melindungimu karena aku mencintaimu, aku ingin
mengatakan pada mereka bahwa kau lebih cantik dari gadis itu, Go Hayoung yang
lain! Tapi kau tak pernah menyadarinya Go Hayoung!”lanjutnya.
“Mianhae..Jungkook-ssi. Karena aku terlalu bodoh,”
Terima kasih karena mencintaiku, Jeon Jungkook, cinta pertamaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar