Author: Lily park
Main Cast:
-
Cho Kyuhyun
-
Jang Se Hyun
Genre: Romance
Leght: Oneshoot
Rating: pg-13
Summary: Dua orang yang
sebenarnya saling jatuh cinta. Tapi enggan mengakui cintanya. Hingga salah satu
dari mereka mengakuinya lebih dulu. Mereka jadi terikat satu sama lain.
Author akun:
- twitter : @magnolia2498
Kyuhyun
Aku baru saja
melihat peringkatku. Yah.. ini sudah cukup untuk masuk SMA Heju. Peringkat satu
sudah cukup membawaku ke sana tanpa halangan. Semoga saja tidak ada satupun
masalah yang akan terjadi saat aku tiba di sana. Dan aku berharap bisa bertemu
yeoja itu. Selalu ingin menemukannya.
“Oh.. tag
namamu jatuh”
“Terima kasih”
Aku membiarkan
yeoja itu pergi meninggalkanku di belakangnya. Saat tangaku sudah mengambil tag
nama yang jatuh itu dari tangannya . Dia berlari keseberang jalan. Sebelum dia
berlalu ku yakin baru melihat dia tersenyum. Oh.. seperti musim semi. Sangat
menawan.
***
Jang Se Hyun
Jadi namanya
Kyuhyun? Cho Kyuhyun? Nama yang bagus!
Ingatan itu
muncul lagi saat aku melihatnya berdiri di hadapanku. Tidak.. tidak hari ini.
Ku bilang aku harus melupakannya. Melupakannya. Ingat. Kau akan segera
menjalani interview untuk pertunangan. Ingat Se Hyun!!!
Dua mata coklat
menatapku dari kejauhan. Tidak.Tidak lagi. Ku mohon jangan menatapku lagi. Aku
lebih suka hari ini berakhir dengan hujan dari pada harus melihatmu melakukan
itu hari ini. Aku tidak bisa membiarkannya. Aku harus menghindarinya. Tidak
bisa melihatnya.
Ku balikkan tubuhku
dan mulai berjalan menuju sekolahku lagi. Ku harap dia tidak melihatku. Tidak
mengikutiku dan menganggapku aneh. Semoga saja dia tidak bertanya-tanya di
dalam pikirannya itu.
“Selamat datang
semua siswa baru. Semoga kalian bisa menyesuaikan diri di SMA Heju”
Ketua osis sedang
memberikan pidatonya untuk membuka MOS SMA Heju tahun ini. Sekarang di sini lah
aku. Benar sekali. SMA Heju. Sekolah taraf internasional yang sangat terkemuka
di Korea. Salah satu lembaga pendidikan milik Grup Heju yang sangat terkenal.
Ternyata sekarang
aku akan melewati tahun pertama SMA ku dengan segara. Rasanya seperti mimpi.
Tidak pernah terbayangkan aku akan segera tumbuh menjadi seorang gadis.
Mungkini ini terlalu cepat. Tapi kenyataannya aku akan segara berumur 17 tahun.
Sekarang aku tidak bisa bermain-main lagi. Semoga saja menyenangkan. Teman
baru.. aku menunggu kalian.
Jang Se Hyun. Di
mana namaku? Kenapa tidak ada nama Jang Se Hyun di papan itu?
Mataku dengan
teliti mengamati satu per satu kertas yang ada di papan pengumuman. Nama ku
tidak ada di sana. Di mana namaku?
“Eh.. Permisi”
“Ya? Apa yang
bisa saya bantu Nona”
“Kenapa nama Jang
Se Hyun tidak ada di dalam daftar?”
“Nona Jang. Anda
masuk kelas khusus”
“Khusus?”
Aku berjalan
menuju kelasku dengan merinding. Taman sekolah ini sangat luas. Begitu banyak
pohon. Dan sekarang aku berjalan di antara pohon-pohon yang rindang itu
sendiri. Suasananya cukup mencekam. Sangat sunyi untuk ukuran jalan setapak.
Tumbuhan di sekitar jalan terlihat sangat hidup untuk ukuran tanaman rambat.
Mereka seperti memiliki nyawa. Itu membuatku bergidik.
“Hey!!!”
Sebuah seruan
membuyarkan pikiran aneh dari otakku. Dari mana datangnya suara itu? Kenapa
sama sekali tidak ada orang? Kepalaku mencari sumber suara. Ada sesosok
bayangan hitam dari kejauhan. Sepertinya seorang gadis. Tapi kenapa dia tidak
berwajah? Di mana matanya? Di mana letak bibirnya? Kenapa tidak ada?Apakah?
Sosok itu semakin
mendekat. Semakin jelas. Tapi kenapa dengan wajahnya? Di mana wajahnya? Rambut hitamnya menghalangi mataku untuk
mengetahui seperti apa wajahnya. Dia seperti hantu yang ku lihat di berbagai
film horor. Aku takut.. sangat takut!
Tanpa sadar aku
menutup kedua mataku dengan tangan. Lalu sebuah sentuhan halus menyentuh
pundakku. Aku tidak bisa berbuat apapun. Jantungku seakan berhenti. Apa ini?
“Kau? Kelas
spesial kan? Aku Kim Su Jin”
Aku membuka
tanganku. Menatapnya sekali lagi. Oh.. dia seorang manusia ternyata. Tapi
kenapa tadi dia mengarahkan rambutnya ke depan seperti itu? bukankah lebih baik
jika seprti ini? Rambut rapi dengan jepitan di sampig?
“Aku.. Jang Se
Hyun”
“Apa? Nomor dua..
kau gadis nomor dua teryata”
“Kau bisa tau?”
“Ya tentu saja”
Dia mengangguk
pasti dengan gembira. Gadis ini sangat seru. Dia menceritakan tentang kelas
khusus dengan sangat jelas dan padat. Sangat jelas untuk bisa di mengerti
secepatnya. Aku rasa dia adalah salah satu pembicara ulung. Peringkat empat Kim
Su Jin dari KOL entertaiment. Putri tunggal KOL grup. Aku tidak bisa percaya.
Kami sampai. Di
depan sebuah gerbang besar rumah kaca yang sangat besar. Terlihat dengan jelas
banyak tumbuhan di dalam sana. Pohon juga menghuni tempat itu. Ini kelasku?
***
Kyuhyun
“Dimana kelasku?”
“Di kelas spesial
tuan”
Kenapa itu harus
terjadi lagi? Kenapa harus berbeda dan di bedakan? Bukankah kami sama-sama
manusia dan juga memakan makanan yang sama? Kenapa harus di bedakan menurut
peringkat? Bukankah sama saja meletakkan permen karet di kakimu atau meletakkan
stempel permanen di wajahmu? Mereka akan tau siapa aku!
“Aku akan
mengikuti kelas reguler”
“Tapi tuan. Nona
Jang juga ada di kelas spesial”
“Jang? Jang Se
Hyun?”sebuah anggukan menjawab.
“Iya tuan. Nona
Jang”ulangnya.
Gadis itu ada di
sana? Ada di kelasku? Sekarang dia ada di sisi yang sama denganku? Jadi ini
takdir? Aku bisa bersamanya? Thanks!! God!!
***
Se Hyun
Hari di sini
ternyata tidak seperti di sekolah. Ku rasa sangat tidak biasa. Di sini kami
hanya bersantai menikmati hari. Dan satu hal yang membuatku tercengang. Kelas
khusus hanya di huni 7 orang termasuk aku. Aku sudah tau mereka semua. Si
peringkat tiga Jun Min Hyuk, peringkat Lima Eun Hyun Bi, peringkat empat Kim Su
Jin, peringkat enam dan Tujuh si kembar Lee Park Hoon dan Lee Park Boom.
Jujur saja aku
sangat penasaran siapa yang berada di atas kami semua. Hari ini memang sangat
menyenangkan. Tapi tidak jadi menyenangkan karena semuanya belum lengkap. Si
dewa peringkat satu datang terlambat. Sangat terlambat.
“Jadi siapa si
peringkat satu?” tanya Hyun Bi dengan tiba-tiba.
“Kenapa kau
penasaran sekali Hyun Bi?” sahut Min Hyuk tidak percaya.
“Aku juga sangat
penasaran siapa dia?” sahutku.
Semua mata
mengarah padaku. Mereka mengangguk pasti. Aku tau apa yang mereka rasakan.
Mereka juga merasakan hal yang sama sepertiku. Penasaran yang berlabihan. Siapa
yang bisa melampaui batasku?
“Apa kalian
sedang membicarakanku?”
Dia? KYUHYUN??
Aku hampir saja
menjatuhkan cangkir teh ku. Si peringkat satu? Kyuhyun?
“Itu kau Kyuhyun.
Pantas saja! Aku hampir khawatir tentang semuanya. Untung saja itu kau” ucap Su
Jin tersenyum.
Untung? Apa yang
di sebut untung?
KENAPA? KENAPA?
KENAPA HARUS DIA??
***
Kyuhyun
Ah.. jadi seperti
ini kelas baruku? Tidak buruk. Tidak buruk untuk ukuran kelas spesial. Aku
tidak terlalu menyukainya dan tidak terlalu membencinya. Sesuai dengan porsiku.
Tidak berlebihan dan tidak kurang. Jadi sangat cukup.
“Jadi siapa si
peringkat satu?” tanya Hyun Bi dengan tiba-tiba.
“Kenapa kau
penasaran sekali Hyun Bi?” sahut Min Hyuk tidak percaya.
“Aku juga sangat
penasaran siapa dia?” timpal Se Hyun.
Mereka
menatapnya. Gadis itu bisa membaur dengan cepat. Si peringkat dua. Dia
beradaptasi dengan baik. Ya baik sekali.
“Apa kalian
sedang membicarakanku?”sahutku.
Semua mata
beralih menatapku. Dua mata hitam itu
juga. Tangan mungilnya hampir menjatuhkan cangkir tehnya. Wajahnya begitu kaget
saat melihatku. Apakah aku seperti hantu baginya?
“Itu kau Kyuhyun.
Pantas saja! Aku hampir khawatir tentang semuanya. Untung saja itu kau” ucap Su
Jin tersenyum.
“Si dewa
peringkat satu Kyuhyun”ucap Park Hoon setengah berteriak.
***
Aku punya satu
rahasia. Satu rahasia yang tidak seorang pun tau. Jauh di lubuk hatiku terdalam
ada satu nama yang selalu terukir dan tersembunyi. Nama itu selalu saja
membuatku jadi gila dalam sekejap. Nama yang selalu saja terdengung di
telingaku setiap detik. Yang selalu membayangi setiap malamku. Sebenarnya hanya
nama. Tapi bukan itu. Aku selalu saja memikirkan orang yang memiliki nama itu.
setiap saat di hariku.
Jangan tanya
kenapa aku melakukannya. Aku juga tidak pernah tau tentang jawaban apa yang keluar.
Seperti sebuah misteri. Itu sangat sulit di jelaskan dengan kata-kata. Tidak
ada satu pun penjelasan yang bisa menggambarkan segala yang ada. Itu hanya
terjadi seperti aliran air. Mengalir apa adanya.
“Jang Se Hyun”
Aku tersadar dari
sebuah lamunan aneh yang tak berujung ini. Namaku disebut. Dengan jelas aku
mendengarnya. Eomma memanggilku. Aku sejenak lupa. Sekarang kami berada di meja
makan. Dan tanpa aku sadari sedari tadi aku mengaduk-aduk sup kecambahku dengan
sendok. Ini memalukan. Aku melamun di makan malam.
“Eh.. Eomma”
“Ada yang
mengganggumu?”
“Ani.. tidak ada
yang menggangguku”
“Jadi makanlah
makanan itu dengan baik. Jangan terus memandanginya dan mengaduk makanan itu
sepeti orang bodoh”
“Ne.. Eomma”
Makan malam itu
berakhir dengan puding sebagai pencuci mulutnya. Tapi rasanya aku sudah tidak
kuat lagi melihat ekpresi eomma yang seperti itu. Aku tidak tahan. Aku harus
segera berlalu dari sini. Secepatnya. Aku harus pergi.
“Aku selesai. Nah
Jae Hyun, puding ini untukmu”
“Nunna”
Aku kabur dengan setengah
berlari dari ruang makan. Oppa dan Jae Hyun menatapku. Semua mata di ruangan
itu mengantarkan kepergianku dari sana. Pasti aku sudah gila. Kenapa bisa aku
melamun di tengah makan malam. Rasanya otakku benar-benar tidak beres sekarang.
Rasanya benar-benar tercemar dengan orang itu. Kenapa tiba-tiba seperti ini?
“Aku bisa
gila!!!!”
Ku peluk teddy
bear ku dengan gemas. Akhir-akhir ini otakku tidak berjalan normal. Hari-hariku
berubah saat bertemu orang itu. Kyuhyun. Orang itu sudah sanggup memonopoli hariku
dalam selang waktu beberapa hari. Dia mengendalikanku.
Mataku sudah
sangat berat. Tapi debar-debar di dadaku tidak mau berhenti. Setiap aku
memikirkannya dan menyebutkan namanya selalu seperti ini. Berakhir dengan malam
yang panjang. Kedua mata ini selalu mengajakku berayun di khayalan. Kenapa
seperti ini?
***
Author
Dua orang itu
seperti satu halaman bolak-balik. Komposisi yang sama, garis tepi yang sama,
bentuk yang sama dan satu kertas yang sama. Hanya saja sifatnya sangat berbeda.
Kyuhyun dengan sifat dingin yang membeku bagi kebanyakan orang. Se Hyun gadis
yang mudah sekali akrab dan ceria. Dua kutub yang tidak sama.
School party
mewajibkan seluruh siswanya pergi bersama pasangan. Karena ini acara resmi maka
harus memenuhi syaratnya. Enam orang itu sedang panik mencari siapa pasangan
mereka. Hanya tinggal Se Hyun yang tidak mendapatkan satu pasangan. Dan
semuanya menyarankan Kyuhyun orang yang harus di pilih oleh Se Hyun.
“Bagaimana
ini?”Ucap Min Hyuk.
“Aku akan pergi
bersama kalian”sahut Se Hyun.
“Ah.. jika kau
pergi bersama kami Kyuhyun akan sendirian. Dia tidak akan suka itu”sahut Park
Boom.
“Jadi
bagaimana?”tanya Se Hyun.
“Kau bersama
Kyuhyun. Kami akan pergi lebih dulu. Kami sudah mempunyai pasangan
masing-masing. Jadi kalian bisa berpasangan”ungkap Su Jin.
“Baiklah. Aku
akan pergi bersamanya”sahut Se Hyun pasrah.
Malam Shool Party
tiba. Tiba-tiba sebuah mobil sport silver berhenti tepat di depan rumah Se
Hyun. Gadis itu terlihat panik saat mengetahui siapa yang datang. Tentu saja
dia panik. Baru jam 4 tapi Kyuhyun sudah ada di depan rumahnya.
Kyuhyun
sudah berdiri di depan pintu. Se Hyun
dengan panik membuka pintu. Semua orang di rumahnya tidak ada. Mereka
meninggalkannya berlibur satu jam lalu. Sekarang hanya tinggal dia sendiri di
rumah itu.
“Aku belum
siap”jawabnya begitu Kyuhyun ada di hadapannya.
“Kau hanya perlu ikut. Semuanya sudah
siap”jawabnya.
“Apa?”Se Hyun
tersentak.
Kyuhyun menarik
tangan Se Hyun. Gadis itu hanya bisa mengikuti orang itu dari belakang. Satu
jam kemudian mereka sampai di sekolah dengan rapi. Kyuhyun dengan jas hitamnya
dan Se Hyun dengan gaunnya yang terlihat anggun. Meskipun terlihat sekali dia
tidak nyaman.
“Dance with
me?”tangan Kyuhyun terlurur pada Se Hyun.
Se Hyun ragu.
Tapi puluhan pasang mata menatanya. Dengan terpaksa Se Hyun menyambutnya. Hanya
untuk menghindari berbagaimacam tatapan aneh padanya. Membuat mereka berhenti
memperhatikannya.
“Kau tau. Aku
tidak bisa berdansa”ucap Se Hyun lirih.
“Aku tidak
perduli”jawabnya datar.
“Tapi kenapa kau
mengajakku berdansa?”tanya Se Hyun bingung.
Lama Kyuhyun
terdiam dan hanya membimbing Se Hyun berdansa. Mengajaknya melangkah teratur
sesuai irama. Hanya bergerak dalam diam. Tanpa suara. Se Hyun kelihatan tidak
nyaman. Dia berusaha melepaskan tangan Kyuhyun. Tapi Kyuhyun langsung
memeluknya.
“Karena aku suka
padamu”jawabnya santai.
“Jadi aku harus
bagaimana?”tanyanya.
“Balas. Itu
mutlak”ungkapnya.
“Tidak bisa di
paksakan! Aku tidak mau”jawab Se Hyun.
“Tapi aku mau.
Aku tau kau menulis surat itu untukku. Aku tau”Ledek Kyuhyun sambil
mengeluarkan surat dari sakunya.
Dia memang
menyebalkan. Pasti gadis itu memikirkan hal yang sama.
“Jadi kau
mencurinya?”tanyanya.
“Tidak. Aku
mendapatkannya”jawab Kyuhyun.
“Kontrak ini
mengikat. Aku sudah mendatanginya. Kau milikku”ungkapnya.
“YAKK!!! DASAR!!”
***
Mian. Ini ff lama
yang nyelip di dokumen Mimin. Jadi agak berantakan.
#MinLilyPark

Tidak ada komentar:
Posting Komentar