Senin, 05 Januari 2015

Special




 Author: Lily park
Main Cast:
-          Cho Kyuhyun
-          Jang Se Hyun
Genre: Romance
Leght: Oneshoot
Rating: pg-13
Summary:  Dua orang yang sebenarnya saling jatuh cinta. Tapi enggan mengakui cintanya. Hingga salah satu dari mereka mengakuinya lebih dulu. Mereka jadi terikat satu sama lain.
Author akun:
- twitter : @magnolia2498
Kyuhyun
Aku baru saja melihat peringkatku. Yah.. ini sudah cukup untuk masuk SMA Heju. Peringkat satu sudah cukup membawaku ke sana tanpa halangan. Semoga saja tidak ada satupun masalah yang akan terjadi saat aku tiba di sana. Dan aku berharap bisa bertemu yeoja itu. Selalu ingin menemukannya.
“Oh.. tag namamu jatuh”
“Terima kasih”
Aku membiarkan yeoja itu pergi meninggalkanku di belakangnya. Saat tangaku sudah mengambil tag nama yang jatuh itu dari tangannya . Dia berlari keseberang jalan. Sebelum dia berlalu ku yakin baru melihat dia tersenyum. Oh.. seperti musim semi. Sangat menawan.
***
Jang Se Hyun
Jadi namanya Kyuhyun? Cho Kyuhyun? Nama yang bagus!
Ingatan itu muncul lagi saat aku melihatnya berdiri di hadapanku. Tidak.. tidak hari ini. Ku bilang aku harus melupakannya. Melupakannya. Ingat. Kau akan segera menjalani interview untuk pertunangan. Ingat Se Hyun!!!
Dua mata coklat menatapku dari kejauhan. Tidak.Tidak lagi. Ku mohon jangan menatapku lagi. Aku lebih suka hari ini berakhir dengan hujan dari pada harus melihatmu melakukan itu hari ini. Aku tidak bisa membiarkannya. Aku harus menghindarinya. Tidak bisa melihatnya.
Ku balikkan tubuhku dan mulai berjalan menuju sekolahku lagi. Ku harap dia tidak melihatku. Tidak mengikutiku dan menganggapku aneh. Semoga saja dia tidak bertanya-tanya di dalam pikirannya itu.
“Selamat datang semua siswa baru. Semoga kalian bisa menyesuaikan diri di SMA Heju”
Ketua osis sedang memberikan pidatonya untuk membuka MOS SMA Heju tahun ini. Sekarang di sini lah aku. Benar sekali. SMA Heju. Sekolah taraf internasional yang sangat terkemuka di Korea. Salah satu lembaga pendidikan milik Grup Heju yang sangat terkenal.
Ternyata sekarang aku akan melewati tahun pertama SMA ku dengan segara. Rasanya seperti mimpi. Tidak pernah terbayangkan aku akan segera tumbuh menjadi seorang gadis. Mungkini ini terlalu cepat. Tapi kenyataannya aku akan segara berumur 17 tahun. Sekarang aku tidak bisa bermain-main lagi. Semoga saja menyenangkan. Teman baru.. aku menunggu kalian.
Jang Se Hyun. Di mana namaku? Kenapa tidak ada nama Jang Se Hyun di papan itu?
Mataku dengan teliti mengamati satu per satu kertas yang ada di papan pengumuman. Nama ku tidak ada di sana. Di mana namaku?
“Eh.. Permisi”
“Ya? Apa yang bisa saya bantu Nona”
“Kenapa nama Jang Se Hyun tidak ada di dalam daftar?”
“Nona Jang. Anda masuk kelas khusus”
“Khusus?”
Aku berjalan menuju kelasku dengan merinding. Taman sekolah ini sangat luas. Begitu banyak pohon. Dan sekarang aku berjalan di antara pohon-pohon yang rindang itu sendiri. Suasananya cukup mencekam. Sangat sunyi untuk ukuran jalan setapak. Tumbuhan di sekitar jalan terlihat sangat hidup untuk ukuran tanaman rambat. Mereka seperti memiliki nyawa. Itu membuatku bergidik.
“Hey!!!”
Sebuah seruan membuyarkan pikiran aneh dari otakku. Dari mana datangnya suara itu? Kenapa sama sekali tidak ada orang? Kepalaku mencari sumber suara. Ada sesosok bayangan hitam dari kejauhan. Sepertinya seorang gadis. Tapi kenapa dia tidak berwajah? Di mana matanya? Di mana letak bibirnya? Kenapa tidak ada?Apakah?
Sosok itu semakin mendekat. Semakin jelas. Tapi kenapa dengan wajahnya? Di mana wajahnya?  Rambut hitamnya menghalangi mataku untuk mengetahui seperti apa wajahnya. Dia seperti hantu yang ku lihat di berbagai film horor. Aku takut.. sangat takut!
Tanpa sadar aku menutup kedua mataku dengan tangan. Lalu sebuah sentuhan halus menyentuh pundakku. Aku tidak bisa berbuat apapun. Jantungku seakan berhenti. Apa ini?
“Kau? Kelas spesial kan? Aku Kim Su Jin”
Aku membuka tanganku. Menatapnya sekali lagi. Oh.. dia seorang manusia ternyata. Tapi kenapa tadi dia mengarahkan rambutnya ke depan seperti itu? bukankah lebih baik jika seprti ini? Rambut rapi dengan jepitan di sampig?
“Aku.. Jang Se Hyun”
“Apa? Nomor dua.. kau gadis nomor dua teryata”
“Kau bisa tau?”
“Ya tentu saja”
Dia mengangguk pasti dengan gembira. Gadis ini sangat seru. Dia menceritakan tentang kelas khusus dengan sangat jelas dan padat. Sangat jelas untuk bisa di mengerti secepatnya. Aku rasa dia adalah salah satu pembicara ulung. Peringkat empat Kim Su Jin dari KOL entertaiment. Putri tunggal KOL grup. Aku tidak bisa percaya.
Kami sampai. Di depan sebuah gerbang besar rumah kaca yang sangat besar. Terlihat dengan jelas banyak tumbuhan di dalam sana. Pohon juga menghuni tempat itu. Ini kelasku?
***
Kyuhyun
“Dimana kelasku?”
“Di kelas spesial tuan”
Kenapa itu harus terjadi lagi? Kenapa harus berbeda dan di bedakan? Bukankah kami sama-sama manusia dan juga memakan makanan yang sama? Kenapa harus di bedakan menurut peringkat? Bukankah sama saja meletakkan permen karet di kakimu atau meletakkan stempel permanen di wajahmu? Mereka akan tau siapa aku!
“Aku akan mengikuti kelas reguler”
“Tapi tuan. Nona Jang juga ada di kelas spesial”
“Jang? Jang Se Hyun?”sebuah anggukan menjawab.
“Iya tuan. Nona Jang”ulangnya.
Gadis itu ada di sana? Ada di kelasku? Sekarang dia ada di sisi yang sama denganku? Jadi ini takdir? Aku bisa bersamanya? Thanks!! God!!
***
Se Hyun
Hari di sini ternyata tidak seperti di sekolah. Ku rasa sangat tidak biasa. Di sini kami hanya bersantai menikmati hari. Dan satu hal yang membuatku tercengang. Kelas khusus hanya di huni 7 orang termasuk aku. Aku sudah tau mereka semua. Si peringkat tiga Jun Min Hyuk, peringkat Lima Eun Hyun Bi, peringkat empat Kim Su Jin, peringkat enam dan Tujuh si kembar Lee Park Hoon dan Lee Park Boom.
Jujur saja aku sangat penasaran siapa yang berada di atas kami semua. Hari ini memang sangat menyenangkan. Tapi tidak jadi menyenangkan karena semuanya belum lengkap. Si dewa peringkat satu datang terlambat. Sangat terlambat.
“Jadi siapa si peringkat satu?” tanya Hyun Bi dengan tiba-tiba.
“Kenapa kau penasaran sekali Hyun Bi?” sahut Min Hyuk tidak percaya.
“Aku juga sangat penasaran siapa dia?” sahutku.
Semua mata mengarah padaku. Mereka mengangguk pasti. Aku tau apa yang mereka rasakan. Mereka juga merasakan hal yang sama sepertiku. Penasaran yang berlabihan. Siapa yang bisa melampaui batasku?
“Apa kalian sedang membicarakanku?”
Dia? KYUHYUN??
Aku hampir saja menjatuhkan cangkir teh ku. Si peringkat satu? Kyuhyun?
“Itu kau Kyuhyun. Pantas saja! Aku hampir khawatir tentang semuanya. Untung saja itu kau” ucap Su Jin tersenyum.
Untung? Apa yang di sebut untung?
KENAPA? KENAPA? KENAPA HARUS DIA??
***
Kyuhyun
Ah.. jadi seperti ini kelas baruku? Tidak buruk. Tidak buruk untuk ukuran kelas spesial. Aku tidak terlalu menyukainya dan tidak terlalu membencinya. Sesuai dengan porsiku. Tidak berlebihan dan tidak kurang. Jadi sangat cukup.
“Jadi siapa si peringkat satu?” tanya Hyun Bi dengan tiba-tiba.
“Kenapa kau penasaran sekali Hyun Bi?” sahut Min Hyuk tidak percaya.
“Aku juga sangat penasaran siapa dia?” timpal Se Hyun.
Mereka menatapnya. Gadis itu bisa membaur dengan cepat. Si peringkat dua. Dia beradaptasi dengan baik. Ya baik sekali.
“Apa kalian sedang membicarakanku?”sahutku.
Semua mata beralih menatapku. Dua mata hitam  itu juga. Tangan mungilnya hampir menjatuhkan cangkir tehnya. Wajahnya begitu kaget saat melihatku. Apakah aku seperti hantu baginya?
“Itu kau Kyuhyun. Pantas saja! Aku hampir khawatir tentang semuanya. Untung saja itu kau” ucap Su Jin tersenyum.
“Si dewa peringkat satu Kyuhyun”ucap Park Hoon setengah berteriak.
***
Aku punya satu rahasia. Satu rahasia yang tidak seorang pun tau. Jauh di lubuk hatiku terdalam ada satu nama yang selalu terukir dan tersembunyi. Nama itu selalu saja membuatku jadi gila dalam sekejap. Nama yang selalu saja terdengung di telingaku setiap detik. Yang selalu membayangi setiap malamku. Sebenarnya hanya nama. Tapi bukan itu. Aku selalu saja memikirkan orang yang memiliki nama itu. setiap saat di hariku.
Jangan tanya kenapa aku melakukannya. Aku juga tidak pernah tau tentang jawaban apa yang keluar. Seperti sebuah misteri. Itu sangat sulit di jelaskan dengan kata-kata. Tidak ada satu pun penjelasan yang bisa menggambarkan segala yang ada. Itu hanya terjadi seperti aliran air. Mengalir apa adanya.
“Jang Se Hyun”
Aku tersadar dari sebuah lamunan aneh yang tak berujung ini. Namaku disebut. Dengan jelas aku mendengarnya. Eomma memanggilku. Aku sejenak lupa. Sekarang kami berada di meja makan. Dan tanpa aku sadari sedari tadi aku mengaduk-aduk sup kecambahku dengan sendok. Ini memalukan. Aku melamun di makan malam.
“Eh.. Eomma”
“Ada yang mengganggumu?”
“Ani.. tidak ada yang menggangguku”
“Jadi makanlah makanan itu dengan baik. Jangan terus memandanginya dan mengaduk makanan itu sepeti orang bodoh”
“Ne.. Eomma”
Makan malam itu berakhir dengan puding sebagai pencuci mulutnya. Tapi rasanya aku sudah tidak kuat lagi melihat ekpresi eomma yang seperti itu. Aku tidak tahan. Aku harus segera berlalu dari sini. Secepatnya. Aku harus pergi.
“Aku selesai. Nah Jae Hyun, puding ini untukmu”
“Nunna”
Aku kabur dengan setengah berlari dari ruang makan. Oppa dan Jae Hyun menatapku. Semua mata di ruangan itu mengantarkan kepergianku dari sana. Pasti aku sudah gila. Kenapa bisa aku melamun di tengah makan malam. Rasanya otakku benar-benar tidak beres sekarang. Rasanya benar-benar tercemar dengan orang itu. Kenapa tiba-tiba seperti ini?
“Aku bisa gila!!!!”
Ku peluk teddy bear ku dengan gemas. Akhir-akhir ini otakku tidak berjalan normal. Hari-hariku berubah saat bertemu orang itu. Kyuhyun. Orang itu sudah sanggup memonopoli hariku dalam selang waktu beberapa hari. Dia mengendalikanku.
Mataku sudah sangat berat. Tapi debar-debar di dadaku tidak mau berhenti. Setiap aku memikirkannya dan menyebutkan namanya selalu seperti ini. Berakhir dengan malam yang panjang. Kedua mata ini selalu mengajakku berayun di khayalan. Kenapa seperti ini?
***
Author
Dua orang itu seperti satu halaman bolak-balik. Komposisi yang sama, garis tepi yang sama, bentuk yang sama dan satu kertas yang sama. Hanya saja sifatnya sangat berbeda. Kyuhyun dengan sifat dingin yang membeku bagi kebanyakan orang. Se Hyun gadis yang mudah sekali akrab dan ceria. Dua kutub yang tidak sama.
School party mewajibkan seluruh siswanya pergi bersama pasangan. Karena ini acara resmi maka harus memenuhi syaratnya. Enam orang itu sedang panik mencari siapa pasangan mereka. Hanya tinggal Se Hyun yang tidak mendapatkan satu pasangan. Dan semuanya menyarankan Kyuhyun orang yang harus di pilih oleh Se Hyun.
“Bagaimana ini?”Ucap Min Hyuk.
“Aku akan pergi bersama kalian”sahut Se Hyun.
“Ah.. jika kau pergi bersama kami Kyuhyun akan sendirian. Dia tidak akan suka itu”sahut Park Boom.
“Jadi bagaimana?”tanya Se Hyun.
“Kau bersama Kyuhyun. Kami akan pergi lebih dulu. Kami sudah mempunyai pasangan masing-masing. Jadi kalian bisa berpasangan”ungkap Su Jin.
“Baiklah. Aku akan pergi bersamanya”sahut Se Hyun pasrah.
Malam Shool Party tiba. Tiba-tiba sebuah mobil sport silver berhenti tepat di depan rumah Se Hyun. Gadis itu terlihat panik saat mengetahui siapa yang datang. Tentu saja dia panik. Baru jam 4 tapi Kyuhyun sudah ada di depan rumahnya.
Kyuhyun sudah  berdiri di depan pintu. Se Hyun dengan panik membuka pintu. Semua orang di rumahnya tidak ada. Mereka meninggalkannya berlibur satu jam lalu. Sekarang hanya tinggal dia sendiri di rumah itu.
“Aku belum siap”jawabnya begitu Kyuhyun ada di hadapannya.
“Kau hanya perlu ikut. Semuanya sudah siap”jawabnya.               
“Apa?”Se Hyun tersentak.
Kyuhyun menarik tangan Se Hyun. Gadis itu hanya bisa mengikuti orang itu dari belakang. Satu jam kemudian mereka sampai di sekolah dengan rapi. Kyuhyun dengan jas hitamnya dan Se Hyun dengan gaunnya yang terlihat anggun. Meskipun terlihat sekali dia tidak nyaman.
“Dance with me?”tangan Kyuhyun terlurur pada Se Hyun.
Se Hyun ragu. Tapi puluhan pasang mata menatanya. Dengan terpaksa Se Hyun menyambutnya. Hanya untuk menghindari berbagaimacam tatapan aneh padanya. Membuat mereka berhenti memperhatikannya.
“Kau tau. Aku tidak bisa berdansa”ucap Se Hyun lirih.
“Aku tidak perduli”jawabnya datar.
“Tapi kenapa kau mengajakku berdansa?”tanya Se Hyun bingung.
Lama Kyuhyun terdiam dan hanya membimbing Se Hyun berdansa. Mengajaknya melangkah teratur sesuai irama. Hanya bergerak dalam diam. Tanpa suara. Se Hyun kelihatan tidak nyaman. Dia berusaha melepaskan tangan Kyuhyun. Tapi Kyuhyun langsung memeluknya.
“Karena aku suka padamu”jawabnya santai.
“Jadi aku harus bagaimana?”tanyanya.
“Balas. Itu mutlak”ungkapnya.
“Tidak bisa di paksakan! Aku tidak mau”jawab Se Hyun.
“Tapi aku mau. Aku tau kau menulis surat itu untukku. Aku tau”Ledek Kyuhyun sambil mengeluarkan surat dari sakunya.
Dia memang menyebalkan. Pasti gadis itu memikirkan hal yang sama.
“Jadi kau mencurinya?”tanyanya.
“Tidak. Aku mendapatkannya”jawab Kyuhyun.
“Kontrak ini mengikat. Aku sudah mendatanginya. Kau milikku”ungkapnya.
“YAKK!!! DASAR!!”
***
Mian. Ini ff lama yang nyelip di dokumen Mimin. Jadi agak berantakan.
#MinLilyPark

Tidak ada komentar:

Posting Komentar