Selasa, 28 Oktober 2014

I TOLD YOU, I WILL DIE





Cast:
-          Cho Kyuhyun
-          Park Lily
-          Other can find by your self
Genre :  love, sad, tragic mybe
Leght : one shoot
Rating : PG-13
Author :  Lily park
-          Fb: Nuril lailiyah (lily park)
-          Twitter : @magnolia2498


============================================================================================================================================================

Aku tau dari sekian lama kau selalu menyadari, aku mengerti dari sekian waktu kau pasti menanti
Diriku satu yang pernah membuatmu menangis,dirimu satu yang pernah membuatku bahagia
Hidupmu, hidupku, hidup kita
Aku tau ini sulit
Aku bisa memahami kalau ini pahit
Aku bisa merasakan sakit yang perih
Ku tau kau menangis merintih pedih
Tapi ini bukan saatnya untuk itu
Bukan waktu untuk menjadi lemah
Bukan saat untuk jatuh dan goyah
Hidupmu,hidupku,hidup kita
Bila memang takdir ini menyerah
Seakan semuanya telah salah
Biarlah semuanya berakhir indah
Dan kini biarlah kita berpisah
Melalui hidup tanpa ada resah
Walaupun dunia akan menghilang, ingatlah aku akan selalu mencintaimu
 walau aku tak berada di sampingmu untuk melindungimu
==============================================================================================================================================================

Aku mencintaimu. Aku katakan aku sangat mencintaimu Cho Kyuhyun. Sekarang aku berani mengatakannya. Sungguh aku tidak pernah menyangka dapat mengatakan apa yang seharusnya aku katakan. Meski awalnya semua itu sangat berat tapi sungguh aku sangat mencintaimu. MY LAST ROMEO.. CHO KYUHYUN.
Bukan seperti apa waktu akan menggambarkan perasaanku atau sebagaimana cahaya senja yang terlukiskan di langit biru. Aku tidak bisa mengekspresikan rasa cintaku untukmu. Namun aku akan menjadikanmu satu-satunya cinta yang akan ku bawa sampai aku mati.
“saranghae, Kyuhyun. Apa kau puas sekarang? . apa kau puas sudah membuatku mengatakannya?. Kau ini.” namja itu baru saja membuatku mengatakan hal yang selama ini aku tahan. Namja ini berhasil. Berhasil menawan hatiku yang terperangkap.
“aku belum puas.” Dia tersenyum sangat evil. Namja ini berbisik. “ sebelum kau menjadi yeojachinguku ,aku belum puas.” Lalu sedetik kemudian memelukku.
Ada saja cara yang dia gunakan untuk menggodaku. Ish.. namja ini benar-benar membuatku tertawa miris. Aku terjebak.
“ andwae. Aku tidak mau.” Ku lepaskan pelukannya dan hendak pergi.
“ kau sudah mengatakan bahwa kau mencintaiku bukan?. Park Lily, jadilah yeojachinguku.” Ku rasakan tangannya menggenggam erat tanganku. Kemudian dia berlutut di depanku.
“ apa ketika aku mengatakan aku mencintaimu kau menginginkanku menjadi yeoja milikmu?. Apakah begitu?.” Apa yang kau pikirkan Kyuhyun.  Apa aku harus menjadi yeojamu dulu untuk bisa mendapatkan cintamu?.
“tidak. Tapi ketika kau mengatakan itu. aku ingin menjadi satu-satunya dalam hidupmu dan melindungimu. Lily.” Aku tersenyum dengan hati yang sangat lega.
“ BE MINE.” Aku memeluknya. Rasanya benar-benar sangat luar biasa. Akhirnya semua ini menjadi kenyataan yang membahagiakan. Satu tetes air mata mengalir di antara senyuman kebahagiaan. Yang di namakan ketulusan dan cinta.
+++++++++++++++++++++++++================================= 


Na ajikdo noreul jiul su eobseo

Jakku jakku niga saenggakna

Niga nomu bogoshipo

Aku masih tak bisa menghapusmu
 
Aku terus memikirkanmu

 Aku benar-benar merindukanmu

++++++++++++++++++++++++++++++++++++===============================

Aku masih tak menyangka waktu itu adalah waktu yang paling berharga walau pun semuanya hanya akan menguap begitu saja. Kata rindu, kata cinta, kata sayang hanya dapat menjadi kenangan. Semua ini menyakitkan. Hanya membuatku segera ingin bersamamu. Aku ingin memelukmu dan bersandar di bahumu. Kyuhyun aku merindukanmu. Sangat merindukanmu.
Satu hari di musim dingin itu aku bersamamu di bawah salju pertama yang turun dengan sangat indahnya. Menghiasi malam yang gelap dengan senyuman. Hari pertama musim dingin.
“ha.. Kyuhyun. Berikan itu padaku. Kau ini. berikan saja itu padaku. kau tau itu edisi terbatas. Kyuhyun aku mohon. OPPA.. AAA.. !!.”  namja itu masih saja sama. Sama mencintaiku dengan apa adanya. MY ROMEO. CHO KYUHYUN.
“apa?. Kau memanggilku apa?. Aku tidak bisa mendengarnya Lily.” Dia dekatkan telinganya dan tersenyum dengan evil.
“OPPA.. aku mohon. Berikan i-pod itu.” mau tidak mau aku harus berusaha mengambilnya dari namja itu.  bukannya mengembalikannya dia malah memasukkannya ke dalam saku jas hangat yang dia pakai. Menyebalkan.
“tidak. Aku tidak mau. Nanti saja setelah umurmu genap 24 tahun baru aku kembalikan. Bukankah itu 4 bulan lagi?. Tunggu saja sampai hari ulang tahunmu. Otte?.” Aku hanya bisa menghela nafas sambil menahan jengkel. Hanya diam tanpa suara.
“ di luar dingin. Genggam tanganku. Apa kau mau mati beku hem?.”  Namja itu. meraih tanganku dan menggenggamnya erat. Tangannya begitu hangat. Tapi.. tingkahnya masih saja sama.
“kau ingat jeju akan ada festifal beberapa bulan lagi?.” Dia terus saja mengoceh. Sedangkan aku terus saja diam mematung.
“ heya.. sudahlah jangan marah dengan itu. aku pasti akan menepati janjiku. Ingatlah. Hari ulang tahunmu Lily.” Aku menatapnya nanar. Tatapan apa itu. menggelikan. Ekspresi wajahnya.
“haha.. ne. Arra. Aku akan menghukummu jika kau lupa. Ingat tepati janjimu Cho Kyuhyun. Awas kau.” Aku akhirnya tertawa bersamamu sepanjang jalan itu. malam yang indah itu. hanya cinta. Cinta di antara butiran salju pertama musim dingin.

Waktu yang ada memang tidak akan pernah sama. Waktu yang sama tidak pernah terulang untuk kedua kalinya. Dan tak akan pernah kembali. Satu cinta yang pergi dan cinta yang lain datang kembali. Tersakiti oleh satu cinta dan cinta yang lainnya yang menyembuhkan. Aku yakin bahwa jika nanti aku mati hanya akan ada satu kali tangisan. Aku yang akan mati satu kali dan hanya akan hidup satu kali. Aku hanya diriku sendiri. Hanya aku sendiri. Hanya ada waktuku sendiri. Dan hanya ada kesempatanku sendiri. Keyakinanku yang ada di hidupku.

@@@@@

Detik itu akan berlalu seperti udara yang akan menghilang bersama angin yang berlalu dan terlupakan . Kehidupan yang hanya satu kali itu. Kesempatan yang hanya satu kali itu adalah kesempatan yang sangat berharga untuk dilupakan. Jatuh cinta untuk pertama kalinya. Patah hati untuk yang pertama kalinya. Hidup yang seperti itu. Impianku. Bersamamu. Aku berjanji aku akan selalu bersamamu. Hanya bersamamu.Disenja itu, saat sang mega masih berjaya di sudut barat.. Masih ku tatap bayang-bayangmu di atas pantulan air yang mengalir tenang.. Sebenarnya apa yang sedang aku lakukan?
Saat itu.. Hatiku pun menjerit, sebenarnya apa yang aku impikan?..
Kepastianmu.. Jangan katakan apa, kenapa , atau mengapa.. Apapun itu..Atau bagaimana, darimana.. Semua hanya bayangan.. Kehadiranmu.. Rasa itu.. Semua itu.. Hanya sebatas impian.. Impian senjaku di batas siang dan malam.. Aku hanya bisa menghela nafas panjang.. Sebatas mimpi tak tersampaikan.. Sebatas harapan kosong tak terwujudkan.. Cinta ini masih dalam bayang.
@@@@@
"kyuhyun, apa yang sedang kau lakukan di sana?. apa kau mau jatuh dari sana?. ayo turunlah."  aku sedang memandangi seorang namja yang masih sangat muda yang ada di atas pohon  yang ada di samping rumahku. namja yang seumuran denganku itu.
"sebentar saja. naiklah. lihatlah ke atas sini."  namja itu malah menyuruhku naik ke atas pohon yang ku kira cukup tinggi itu.
"mwo??? aku tidak bisa memanjat pohon. aku takut jatuh dari sana. turunlah saja Kyu . Ayo. Hari sudah mulai gelap." aku masih saja terus membujuk namja itu. Namun bukannya turun dia malah menurunkan tangga tali dari atas sana.
"ayo.. Naiklah lily." akhirnya aku pun naik ke sana dengan malasnya. Saat aku sampai di atas sana ku sangat terkejut.sebuah pohon rumah kecil telah di bangun rapi di sana.
"saengil chukkae.. Park Lily. Selamat untuk umurmu yang ke 14 tahun." namja itu lalu memelukku sebentar. Aku terpukau. Tempat itu sangat mirip seperti yang aku inginkan. Rumah kecil di atas sebuah pohon. Kado yang manis.
"gomawo. Namja chingu ku yang paling baik." aku pun tersenyum dengan sumringah di depannya.
"Lily.. Saranghae.. " aku hanya bisa terkejut dan terdiam. Tapi kau sahabat ku Kyu. Sahabat.
@@@@@
“tersenyumlah jangan cemberut seperti itu. kau itu seperti nenek-nenek saja.” Teriak Kyuhyun yang sedang mengambil gambarku dari depan. Apa iya dia narsis di depan umum seperti ini. wah.. benar-benar.
“smile..” senyum yang ku paksakan akhirnya ada di ujung sana. Menyebalkan.
“lebih baik kau tak pernah tersenyum juga. Senyum itu sangat palsu . apa kau tau?. Dasar kau.” Senyum itu salah. 
@@@@@@
Dalam waktu sepuluh tahun. Hanya waktu seplu tahun namja itu meluluhkan hatiku. hanya dalam waktu yang lam dia baru bisa meluluhkan hatiku. sebenarnya apa ini?. kenapa harus menyadarinya dalam waktu yang lama. Apakah sebagai seorang yang berhati seperti ku sangat sulit memahami kata cinta yang selama ini di abaikannya?. Aku. Aku terlalu bodoh untuk menyadarinya. Sangat bodoh.
@@@@@
“ bagaimana jika kita menikah?.” Suara itu tiba-tiba saja membuyarkan konsentrasiku pada es krim yang sedang aku makan.
“menikah?.” Aku hanya bisa tercengang.
“ iya menikah. Kau harus menikah denganmu Lily. Otte?. Kau mau kan mendampingi hidupku?.” Aku hanya bisa membisu. Namja ini?. mengajakku menikah?.
Pulau jeju, seoul , inggris, Bali, semua informasi tempat itu terjajar rapi di depan ku. Meja itu sudah penuh dengan semuanya. Namja ini benar-benar serius dengan keputusannya untuk mengajakku menikah. Mepersiapkannya dengan sangat teliti.
“ bagaimana?. Kau mau menikah di mana?.” Tanya Kyuhyun dengan wajah berharapnya. Berharap aku akan menjatuhkan pilihanku di salah satu tempat itu.
“ aku tidak tau. Aku bingung. Semua tempat ini begitu indah. Begitu baik.” Ucapku pasrah .
“hem.... baiklah. Bagaimana kalau kita menikah di semua tempat itu?. kau menyukainnya ? kau mau?.” Namja ini?
“ bagaimana carannya?. Kau ini?.” aku hanya bisa tersenyum kecil .
“ lihat saja nanti.” Ucapnya dengan  percaya dirinya. Ada-ada saja.
....................................................................................................................................
11.30 P.M , APRIL 2014, 23
Aku menunggu Kyuhyun di depan tempat les piano ku. Rasa bosan tiba-tiba saja datang. Rasannya sangat membuatku ingin segera pulang. Rasa lelah mulai menghampiriku. Tidak ada tanda-tanda kehadiran Kyuhyun yang semakin membuatku bosan . akhirnya aku pun berjalan menyusuri jalan itu untuk menuju halte bus yang terdekat. Jalan sudah muali sepi.
“kau di mana?...........Kyuhyun....kyu.... Kyu.. jawab aku. Kau kenapa?.” Ku dengar suara keras yang terdengar seperti tabrakan keras. Saat itu juga tepat di depan mataku sebuah mobil sport  hitam bertabrakan dengan sebuah bus. Aku mendekat. Ku cermati mobil itu. terlihat seorang namja yang paling aku cintai.
“KYU............. “ Aku tidak bisa mengatakan apapun. Aku hanya bisa menangis.
“bertahanlah.. aku akan menolongmu Kyu.. bertahanlah sebentar lagi. Bertahanlah.” Aku terus berusaha memecahkan kaca mobil dengan sekuat tenagaku. Lalu aku menarik Kyuhyun dengan sisa tenaga itu.
“kyu.. bicaralah. Bicaralah.. “ aku memeluknya. Sementara  banyak darah yang mengalir di beberapa bagian tubuhnya.
“Lily.. mianhae.. karena aku tidak bisa me..menemanimu. maafkan aku karena tidak bisa menepati janjiku untuk melindungimu.” Setetes air mata mulai membasahi kening namja itu.
11. 59 P. M
“ maafkan aku Lily.” Tangan namja itu mulai merasakan sakit yang mungkin sangat luar biasa.
“KYU..” dia mencoba memelukku. Aku pun memeluknya.
“ saranghae..” nafasnya yang memburu kemudian berakhir tanpa gerakkan sedikitpun.
“ KYUHYUN.. KYUHYUN.. CHO KYUHYUN.. JANGAN PERGI..” akhirnya namja itu pergi. Meninggalkan diriku dalam pelukanku. Namja itu memulai cintanya dan mengakhiri cintanya dengan baik.  Tapi aku tidak akan pernah mengakirinya. Namja itu tepat meninggalkan ku di hari ulang tahunku yang ke 24 . meninggalkan sejuta perasaan yang tidak akan pernah bisa di jelaskan dengan kata-kata apapun.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
APRIL 2015, 24
“ Saengil chukkae.... kau sudah berumur 25 tahun adikku tersayang.” Teriak juu hee dengan kerasnya.yeoja itu lupa bahwa hari ini adalah peringatan kematian Kyuhyun.
“ ne... gomawo eonni. Tapi aku akan pergi ke makam Kyuhyun saja.” Aku mengambil tas ku dan belalu keluar rumah.
Satu tahun. Kejadian itu sudah terjadi satu tahun yang lalu. Satu hari yang mengubah hidupku . satu malam yang sanggup merebut kebahagiaanku. Menit-menit yang merenggut kebahagiaanku. Hari itu aku telah mati bersama Kyuhyun. Hari itu Lily sudah mati bersama orang yang paling di cintainya. Mengubur cinta bersama dia. Kyuhyun.
Aku meletakkan lily putih itu di depan sebuah gundukan besar. Di sana orang yang paling aku cinta bersemayam. Kembali tetesan air mata itu terjatuh dan mengalir di sana.
“aku sangat merindukanmu Kyu. Kau sangat jahat meninggalkanku seperti ini. kau tega meninggalkanku  di hari ini.” entahlah. Mungkin tangisan itu tak akan pernah terdengar olehnya hanya sia-sia saja.
“ dia sudah pergi Lily, tidak seharusnya kau menyalahkan dia seperti itu.”  seorang wanita setengah baya mengusap pundakku . tangisku mulai mereda. Aku tau mungkin itu adalah eomma Kyuhun.
“ aku tau eomma.”

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
“ kau harus memeriksakan keadaanmu yang seperti itu. kau tau kau itu mengkhawatirkan.” Ucap eomma saat di meja makan.
“ aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku eomma.” Aku melahap sup kecambah yang tersaji di atas meja.
“tidak. Kau harus melakukannya. Aku akan menemanimu. Ayo cepat habiskan makananmu dan kita pergi ke rumah sakit.tidak ada kata tidak untuk ini.” eomma menegaskan ke harusan itu. kenapa dia begitu khawatir?.
@gyuwon hospital

“ nyonya park. Saya ingin bi cara dengan anda.” Ada apa ini. kenapa dokter hanya ingin bicara dengan eomma ku saja?. Ada apa?.
“eomma?.” Dia tersenyum ke padaku menepis semua rasa khawatir itu.
“ gwencana. Semua akan baik-baik saja sayang. Tidak akan terjadi apapun.” Ucapnya dengan nada yang membuatku cemas. Aku akhirnya memutuskan untuk duduk kembali diam dengan berjuta pertanyaan yang tak terjawab.
========================================================
 Aku berjalan dengan gontai ke arah halte bus yang menjadi tempat Kyuhyun untuk terakhir kalinya. Aku ingin mengenang tempat itu. Kyu, bagaimana rasanya kematian? Apa kau mau tau bagaimana rasanya. Kyuhyun bersabarlah aku akan bersamamu di sana. Aku akan segera menemuimu.
“saranghae Kyuhyun.”
Leukimia. Dokter memfonisku leukimia. Ada apa ini tuhan? Apakah kau ingin menyatukan aku dan Kyuhyun di sana?.  terima kasih untuk cintamu. Terima kasih untuk semuanya. Halyang paling indah untuk ku kenang meskipun aku tidak pernah tau kapan aku akan bertemu lagi denganmu . mungkin di kehidupan kedua. Apakah aku akan ingat?. Apakah aku akan ingat semua rasaku saat bertemu denganmu?. Saat jantung ku berdebar. Saat nafasmu  sesak saat melihat seseorang ingatlah itu aku. Kyuhyun. I TOLD YOU, I WILL DIE.

Did it pass by...Our love
Is it just a heart-breaking memory..
It's turning around...Your heart...Can't I catch it with my tears...

My love I love you, I love you..Are you listening...
My love...Don't forget...Don't erase...Our love..

Can you see my tears. I long for you all day
My heart beat when we kissed but now it's all a memory

My love I love you, I love you...Are you listening
My love Don't forget Don't erase... our love..

Everyday I long for you. That's how my day goes by. Where are you...
I'm sorry I'm sorry that I can't forget you...
My love come back to me.. Don't leave my side, please...

THE END
KEEP RCL NE... ^_^
MIAN NE GAJE
BYE BYE.. SEE YOU AGAIN LATER